BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU

BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU
KUNJUNGAN MAMA DONNY


__ADS_3

Happy reading 🤗


"Mas, sudah tiga hari kamu tidak berangkat kerja, bukankah perusahaan dalam keadaan tidak stabil saat ini," tanya Ameera setelah suaminya menyuapi gadis itu.


"Aku sudah melimpahkan semua wewenang pada Joe. Kamu tidak perlu khawatir!" Mark mengusap rambut gadis itu.


"Kamu yakin perusahaan akan baik-baik saja jika ahli waris perusahaan tidak mengawasi kinerja pegawai!"


"Sangat yakin, Joe sangat bisa diandalkan."


"Jangan terlalu bergantung pada orang lain, jika Kak Joe resign dan meninggalkan perusahaan, bagaimana kamu mengatasinya?"


"Kak Joe! Sejak kapan kamu memanggil dia dengan sebutan Kakak!"


"Sejak aku memutuskan menerima Kak Joe menjadi Kakak angkatku," jawab gadis itu polos.


"Hubungan kalian semakin dekat dan membuatkan cemburu," ucap Mark lirih.


"Kenapa, Mas?"


"Tidak ada apa-apa. Aku akan ke minimarket sebentar membeli beberapa buah dan yogurt untukmu."


"Tadi Bunda Meta telpon dan memberitahu sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, mungkin sebentar lagi sampai."


Mark lalu mendekat dan mencium istrinya seperti biasa. Gadis itu tentu saja menyambut baik ciuman tersebut dengan suka rela karena jauh di lubuk hatinya ia masih menaruh harapan besar untuk bisa hidup berumah tangga dengan pria itu.


Tak lama setelah kepergian Mark, pintu ruangan diketuk petanda ada seseorang di luar sana.


Ia lantas menyuruh orang tersebut masuk, gadis itu pikir jika yang datang adalah Bunda Meta tetapi dugaannya salah.


"Halo Ameera, apa kabar!"


"Tante Reina!" Ameera sedikit terkejut akan kedatangan wanita paruh baya itu sebab Donny tidak memberitahunya bahwa mamanya akan datang membesuk.


Ameera langsung merubah posisi duduk dan mempersilakan tamunya duduk.


"Maaf baru sempat membesukmu,"


"Tidak masalah, maaf sudah merepotkan Tante!"


"Parsel ini sengaja saya bawa untukmu, tolong diterima." Mama Reina meletakan satu buah parsel dan duduk di kursi.


"Meera, saya sudah tahu semuanya dari Donny. Dia sudah menjelaskannya secara detail."

__ADS_1


"Ehm sebenarnya..."


"Kedatangan saya ke sini hanya ingin memintamu untuk memutuskan hubungan dengan Donny."


"Awalnya saya dan suami tak keberatan dengan statusmu karena Donny mengatakan bahwa kamu akan bercerai setelah anak itu lahir."


"Namun setelah tahu kamu hamil di luar nikah maka saya dan suami langsung menolak keputusannya mempersuntingmu setelah masa iddah selesai."


"Kenapa? Karena saya tidak mau nama baik keluarga yang selama ini dibangun tercoreng akibat menampung seorang wanita yang hamil di luar nikah. Apa kata para tetangga dan keluarga besar jika mengetahui cucuku adalah anak haram."


Mendengar itu Ameera hanya tersenyum.


"Jadi, demi kebaikan kita bersama tolong menjauh dari Donny dan jangan mendekatinya lagi. Masa depan anakku masih panjang, jika ia menikah dan membina rumah tangga dengan wanita yang pernah hamil anak haram, itu akan membebani pikiran serta merusak masa depannya."


Ameera hanya memandang Mama Reina dengan tatapan sendu, ia tahu semua orang akan menganggap rendah jika mengetahui masa lalunya yang kelam.


"Saya tidak pernah memandang seseorang dari kasta, martabat dan kedudukan namun untuk menjadikanmu salah satu bagian dari keluarga kami, mohon maaf!"


Wanita itu mengangkat kedua telapak tangan ke atas .


"Maaf, jika kamu tersinggung oleh ucapan saya."


"Saya meminta untuk terakhir kalinya, tolong jangan pernah dekati Donny lagi," ucap wanita itu sambil bangkit.


"Hanya itu yang ingin saya sampaikan, selamat pagi!" kemudian Mama Reina langsung keluar ruangan setelah mengatakan kalimat terakhir.


'Tidakkah mereka iba akan nasib calon anak yang ada dalam kandunganku! Apa aku salah memberikan kehidupan pada bayi tak berdosa ini!'


"Nak, kamu kenapa!" suara Bunda Meta yang merdu menarik kembali kesadarannya.


"Meera baik-baik saja Bun," gadis itu memaksakan tersenyum meskipun hatinya sakit. Ibu mana yang tak kan sakit bila buah hati dihina dan di cap sebagai anak haram meskipun kenyataannya anak itu hadir sebelum pernikahan terjadi.


"Bunda tadi melihat seorang wanita keluar dari sini, siapa dia?" Bunda Meta sambil menaruh tas dan rantang yang ia bawa untuk bekal sarapannya dan Mark.


"Mamanya Donny," Ameera merebahkan kembali tubuhnya namun ia membelakangi Bunda Meta.


"Nak, apa yang terjadi!" wanita itu menghampiri ranjang, mengusap rambut putrinya.


"Apakah dia menyakitimu!" tanya Bunda Meta dengan penuh penekanan di setiap katanya.


"Bun, apakah Ameera salah mempertahankan bayi ini! Lebih jahat mana antara aku mempertahankan anak ini atau orang di luaran sana dengan tega menggugurkannya tanpa alasan medis!" kini tangisan gadis itu pecah, suara isakannya menggema memenuhi ruangan.


Hati Bunda Meta teriris melihat putrinya menangis, dalam hatinya ia merutuki kebodohannya karena tak mampu melindungi anaknya dari gunjingan orang di luaran sana.

__ADS_1


Mungkinkah ini akan berakhir jika aku mengatakan yang sebenarnya pada Ameera!


Siapa tahu setelah gadis ini mengetahui bahwa dia anak orang kaya mungkin nasibnya akan lebih beruntung dan mulut orang-orang jahat itu akan terbungkam karena ada Nyonya Aura dan Tuan Joe yang akan melindungi.


Sementara aku hanya bisa diam sambil melihat Ameera menangis tanpa melakukan banyak hal.


Bunda Meta mengingat kembali perkataan suaminya tempo hari, mulutnya terbuka lebar dan hendak mengatakan sesuatu namun tiba-tiba suara ketukan terdengar.


Seorang perawat berseragam putih lengkap dengan kap di atas kepala datang sambil membawa kursi roda.


"Halo Nona Ameera, selamat pagi."


"Selamat pagi Suster Kirana!" ucap Bunda Meta dan Ameera hampir bersamaan.


"Hari ini jadwal Anda melakukan USG, kita akan memeriksa keadaan si kecil dan ada satu kejutan khusus untuk Nona," gadis itu mengunci roda agar tidak menggelinding kesana kesini.


"Kejutan apa Sus!" Ameera berusaha tersenyum karena tak mau dianggap lemah oleh orang lain.


"Kita akan mengintip jenis kelamin si kecil," Suster Kirana tersenyum.


Mata Ameera berbinar dan perlahan garis bibirnya melengkung membentuk senyuman manis. Ia begitu bahagia karena sebentar lagi mengetahui jenis kelamin buah hatinya.


Kemarin saat melakukan USG, si kecil malu-malu memperlihatkan kelaminnya sehingga Dokter Diana kesulitan mengidentifikasi jenis kelamin bayi tersebut namun kini ia berharap anaknya bersedia dan memperlihatkannya tanpa ragu sedikit pun.


"Mari Nona, saya bantu!" Suster Kirana sudah bersiap memapah gadis itu.


"Biar aku saja!" suara baritone seorang pria menghentikan perawat itu.


Ameera, Bunda Meta dan Suster Kirana menoleh ke belakang. Di ambang pintu berdiri seorang pria setengah bule menenteng 2 bungkus plastik ramah lingkungan. Ia mendekati Ameera dan mengangkat tubuh mungil istrinya kemudian mendudukannya di kursi roda.


"Ayo, aku temani kamu memeriksa kandungan!" Mark membuka pengunci roda dan mendorongnya ke luar ruangan.


Bunda Meta dan Suster Kirana hanya tersenyum melihat keromantisan yang terjadi di depan mata.


OMG, Tuan Mark perhatian sekali. Semoga kelak aku memiliki pendamping seperti dia. Perhatian, tanggung jawab dan memberikanku cinta tulus.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Ayo tebak-tebakan kira-kira anak Ameera dan Mark laki-laki atau perempuan. 🤭


Episode selanjutnya diperkirakan sore atau malam hari. Jangan lupa likenya ya Kak. ❤


__ADS_2