BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU

BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU
AWAL KEHANCURAN Mr. Lee


__ADS_3

Matahari kembali menampakan sinarnya. Seorang wanita mengerjapkan mata saat sinar mentari mulai masuk melalui celah jendela.


Dia mendongak dan tersenyum melihat Mr. Lee tertidur pulas dalam balutan selimut. Jemari lentik Stevanie bergerak lambat, membelai wajah tampan pria itu.


"Kamu imut sekali, Lee," gumamnya.


Tanpa disadari, gerakan itu membuat Mr. Lee terbangun dari mimpi indah. Perlahan, dia membuka mata dan tersenyum manis ke arah Stevanie.


"Morning, darling."


"Morning, Lee."


"Apa aku membangunkanmu?" Wanita itu menyingkap selimut, lalu mengikat rambutnya sembarang.


"Tidak juga. Aku memang sudah terbangun sejak setengah jam lalu tapi tertidur lagi tatkala melihat jemari lentik itu menyentuh pinggangku."


Mr. Lee duduk di sandaran ranjang. Memperhatikan wajah cantik Stevanie yang terbungkus gaun malam berwarna hitam, sangat kontras sekali dengan warna kulit wanita itu.


"Jangan menatapku seperti itu, Lee. Kamu tahu, dengan tatapan matamu itu membuatku jadi tidak percaya diri." Stevanie segera menutupi luka bekas akibat kecelakaan dulu dengan poni.


Mr. Lee beranjak, menghampiri Stevanie yang sedang duduk di kursi rias. Pria itu meletakan dagu di pundak kekasihnya.


"Hanya ada kita berdua di sini. Jadi, jangan tutupi luka itu dariku." Pria itu mengecup leher Stevanie dengan lembut.


"Tapi, Lee. Aku tidak nyaman jika orang lain harus melihat bekas luka ini."


Pria bermata sipit itu membalikan tubuh Stevanie, kini posisi keduanya saling berhadapan. "Vanie, aku mencintaimu apa adanya. Walaupun di wajahmu terdapat luka bekas kecelakaan, aku akan tetap mencintaimu, selamanya."


Mr. Lee memangkas jarak hingga tak ada sisa secelah pun, lalu dia mengecup bibir wanita itu dengan penuh cinta. "Kamu bisa merasakannya 'kan?" tanya pria itu seraya mengusap sisa saliva yang tertinggal di bibir Stevanie.


"Kalau kamu mau, kita bisa pulang ke Korea untuk melakukan operasi agar wajahmu cantik lagi seperti dulu."


Pria itu lalu berjalan mendekati nakas, meneguk segelas air putih hingga tak tersisa.


"Aku tidak mau merepotkanmu, Lee. Selama ini kamu sudah banyak membantuku."


"Darling, dalam menjalin sebuah ikatan tidak ada kata merepotkan. Kamu itu kekasihku, jadi aku berhak memberikan yang terbaik untukmu."


"Tapi..."


"Tidak perlu di jawab sekarang. Kamu bisa memikirkannya nanti. Aku akan mandi, bisakah kamu tolong sampaikan pada pelayan untuk membuatkanku kimchi bokkeumbap dan telur mata sapi? Tiba-tiba saja aku merindukan masakan rumah," ucap Mr. Lee sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Tentu saja."


Kemudian Stevanie keluar kamar dan meminta pelayan menyiapkan sarapan untuk Mr. Lee.


Sekitar tiga puluh menit, Mr. Lee sudah berpakaian rapi. Dengan setelan jas dan dasi melilit di leher serta didukung wajah tampan nan rupawan membuat pria itu terlihat lebih ganteng mirip aktor Korea bernama Lee Min Hoo.


"Sudah lama menungguku?" ujar Mr. Lee dari ambang pintu.


Stevanie menoleh, melihat penampilan kekasihnya begitu tampan dengan setelan jas dan dasi yang dipilihkan olehnya sendiri.


"Tidak juga. Hanya menunggu sekitar lima menit saja."


Sebuah kecupan mendarat di pipi Stevanie. Pria itu duduk di kursi di samping kekasihnya, "maaf, jika membuatmu harus menunggu."


Wanita itu tersenyum. Dia meraih segelas susu hangat lalu tersenyum. "Tidak perlu meminta maaf. Sudahlah, ayo makan. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu."


Dengan telaten, Stevanie menyiapkan sendok dan garpu lalu menuangkan air putih ke dalam gelas untuk kekasihnya. Kemudian, barulah dia menyiapkan untuknya sendiri.


"Mas-issge deuseyo," ucap pria itu dalam Bahasa Korea.


Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Mr. Lee dan Stevanie mulai menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulut.


"Ah... Rasa rinduku akan kampung halaman terobati," ucap Mr. Lee. Mulutnya terus mengunyah makanan.


"Aku akan pulang bila kamu sudah sah menjadi istriku. Kita akan menemui keluargaku di sana sekalian bulan madu," ujar pria itu seraya mengedipkan mata sebelah.


Stevanie hanya memutar bola matanya dengan malas. "Keluargamu tentu tidak akan setuju, jika kamu menikahi wanita yang tak kan bisa memberikan mereka cucu."


Mr. Lee meletakan garpu dan sendok di samping piring. Dia menarik kursi makan, "yakinlah padaku, mereka tidak akan mempermasalahkan itu. Keluargaku menganut sistem liberalisme. Bagi mereka, asalkan aku bahagia, itu sudah lebih dari cukup." Mr. Lee menyentuh punggung tangan wanita itu.


Stevanie bergeming. Ditatapnya pria di sampingnya dengan tatapan sayu. "Lebih baik cepat habiskan sarapanmu agar tidak terlambat."


***


PT Glory


Mr. Lee tengah disibukan oleh setumpuk berkas yang menggunung di atas meja kerja. Beberapa hari lalu, dia dan tim sibuk mengerjakan proposal lelang proyek dengan nominal yang cukup besar. Kali ini, lagi-lagi perusahaannya harus bersaing dengan PT Indah Sentosa.


Sejak empat bulan lalu, pria berdarah Korea itu diam-diam menyimpan dendam dan berniat menghancurkan Mark. Dia tak terima jika harus kalah dari perusahaan yang sudah berada di ambang kehancuran. Untuk itulah, Mr. Lee berusaha keras membuat proposal semenarik mungkin agar dilirik dan memenangkan tender tersebut.


Brak!

__ADS_1


Terdengar suara gebrakan meja menggema di seluruh penjuru ruangan. Mr. Lee melempar semua berkas di atas meja hingga berserakan di mana-mana. Rahangnya mengeras, napasnya terengah-engah.


"Katakan padaku, perusahaan mana yang memenangkan proyek ini?" Mr. Lee mencengkram kerah kemeja asistennya.


"Cepat katakan!" bentaknya.


"PT Indah Sentosa, Mister."


Pria itu menyugar rambutnya dengan kasar. "Mengapa harus dia lagi!"


"Menurut informasi, presentasi yang dipaparkan oleh perwakilan perusahaan cukup menarik dan membuat Mr. Lu tertarik memberikan proyek itu untuk PT Indah Sentosa."


"Selain itu, saya juga mendengar bahwa Mr. Lu adalah teman lama dari pemilik PT Heaven. Jadi kemungkinan besar, Tuan Mark menggunakan cara licik untuk mendapatkan proyek itu, Tuan."


Mr. Lee tertawa sinis, dia duduk kembali di kursi kebanggannya. "Ternyata pria itu menggunakan cara licik. Dasar munafik! Dulu dia mengejekku tapi sekarang malah melakukan perbuatan yang pernah kulakukan."


"Oh ya, tadi katamu, Mark mendapatkan dukungan penuh dari pemilik PT Heaven. Siapa pemilik perusahaan itu?" tanya Mr. Lee. Dia mengetuk-ngetukan pena di atas meja kerja.


"Ehm... Itu..." jawab asisten Mr. Lee terbata-bata.


"Katakan!" teriak pria itu.


"Tuan Joe."


"Apa?" Mata sipit Mr. Lee terbelalak. Kini emosi pria itu berkali-kali lipat dari sebelumnya.


"Bagaimana mungkin, bukankah Joe sudah angkat kaki dari perusahaan itu tapi mengapa dia mau membantu Mark mendapatkan proyek tersebut!" tanya Mr. Lee. Kedua tangannya terkepal di samping, rahang mengeras dan sorot mata memancarkan percikan api kemarahan.


"I-itu, Tuan. Karena..."


Bersambung


.


.


.


Note : Kimchi bokkeumbap adalah makanan Korea berupa nasi yang digoreng dengan kimchi.


__ADS_1


Mas-issge deuseyo : selamat makan.


__ADS_2