BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
102


__ADS_3

Selesai mandi dan menghapus bekas make up nya, Anya berjalan mendekat ke arah Zayn yang sudah berbaring diranjang menunggunya.


"Sengaja di lama lamain." protes Zayn yang langsung menciumi leher Anya.


"Ck, make up nya ketebelen jadi susah ilangnya." balas Anya yang terlihat menghindar ke arah Zayn, entah mengapa tubuhnya serasa tak merespon sentuhan Zayn.


"Kenapa sih?" kesal Zayn kala Anya menjauhkan tubuh Zayn.


Anya sendiri merasa aneh, mendadak perutnya terasa penuh dan tak enak hingga Ia akhirnya berlari ke kamar mandi.


Hooekkk...


Hooekk...


Anya memuntahkan isi perutnya karena tiba tiba merasakan mual luar biasa.


Zayn yang khawatir akhirnya menyusul Anya ke kamar mandi.


Zayn menepuk nepuk bahu Anya berniat membantu istrinya itu namun Anya malah menolak disentuh oleh Zayn. Anya merasa sentuhan Zayn membuatnya semakin mual.


"Jangan disentuh lagi!"


"Lho kenapa? aku kan mau bantuin kamu sayang." heran Zayn.


"Nggak mau, jangan sentuh lagi hoekk."


Akhirnya Zayn menjauhkan tangan nya dari bahu Anya,


"Kamu sakit? mau aku panggilin dokter?" tawar Zayn pada Anya yang kini menatap ke arahnya tajam.


"Aku mau pulang."


"Haa?"


"Pokoknya aku mau pulang sekarang!"


"Sayang tapi kan kita..."


"Mas aku mau pulang... hoekk." Anya kembali muntah membuat Zayn semakin khawatir dan cemas.


"Oke oke kita pulang sekarang." Zayn akhirnya menyerah, padahal Ia sudah berencana melakukan berbagai gaya di kamar hotel ini namun sekarang gagal karena mood Anya yang berubah buruk.


"Jangan sentuh aku! hoekkk." Anya kembali mual saat Zayn mengelus puncak kepala istrinya.


"Kamu kenapa sih sayang, kok jadi sensi sama aku?" heran Zayn mengingat tadi mereka masih baik baik saja dan Zayn juga tak membuat Anya marah.


"Pokoknya aku mau pulang!"


"Iya kita pulang sekarang!" Zayn tak kalah kesal dan berjalan keluar kamar mandi.

__ADS_1


Selesai berkemas, Anya dan Zayn langsung check out keluar hotel padahal ini sudah pukul 2 malam.


Didalam mobil perjalanan pulang, Anya nampak diam begitupun Zayn yang masih merasa kesal karena istrinya yang tak mau disentuh.


Hingga sampai dirumah, Anya memasuki rumah lebih dulu tanpa menunggu Zayn.


"Lho, non sama Tuan kok udah pulang?" heran Mbok Jah.


"Lagi nggak enak badan mbok." balas Anya langsung berjalan memasuki kamar disusul Zayn dengan wajah masam.


Anya berbaring diranjang masih mengenakan gamis yang Ia pakai juga hijabnya, tanpa disadari gamis yang Ia pakai tersingkap sampai ke atas hingga memperlihatkan kaki mulus milik Anya.


Zayn yang melihat pemandangan indah itu tentu tak tahan dan berjalan mendekat. Tangan Zayn terangkat dan mengelus kaki mulus Anya membuat Anya menatap ke arahnya tajam.


"Jangan sentuh aku mas!"


Zayn tak kalah kesal dengan sikap Anya, Ia malah sengaja menyentuh Anya hingga naik ke atas ke area sensitif Anya membuat perut Anya lagi lagi merasakan mual luar biasa.


Anya kembali berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang sudah kosong tak ada apapun.


"Kamu sengaja ngerjain aku?" tuduh Zayn yang kini menyusul ke kamar mandi.


Tentu saja Anya tak terima dengan tuduhan Zayn, "Ngerjain kamu bilang? aku bener bener mual kamu sentuh dan aku juga males lihat kamu!" ungkap Anya jujur. memang sedari tadi Anya merasa kesal dan malas melihat wajah Zayn padahal Zayn adalah suaminya.


Zayn melonggo, menatap ke arah istrinya tak percaya, "Aku salah apa? aku bikin kamu kesel?" tanya Zayn mengingat dirinya tadi sama sekali tak merasa membuat kesalahan.


"Pokoknya aku kesel sama kamu!"


Lagi lagi Zayn dibuat melongo oleh tingkah aneh tak biasa dari Anya, "Sayang kamu kenapa, aku minta maaf kalau memang ada salah." kata Zayn sambil mengetuk pintu kamar Raisa.


Beruntung malam ini Raisa menginap dirumah neneknya jadi tak takut menganggu Raisa.


"Ada apa Tuan?" tanya Mbok Jah yang kini menghampiri Zayn karena mendengar suara berisik dari kamar Raisa.


"Biasa cewek tiba tiba ngambek." ungkap Zayn terlihat kesal.


"Mungkin Nona lagi pms tuan." Mbok Jah menahan geli mengingat ini kali pertamanya melihat Tuan nya begitu frustasi.


"Enggak mbok, tapi tadi tiba tiba muntah dan nggak mau disentuh."


Mbok Jah terkejut, "Jangan jangan Nona..."


"Jangan jangan kenapa?" Zayn terlihat semakin kesal mendengar Mbok Jah tak melanjutkan ucapannya.


"Jangan jangan Nona hamil Tuan."


Haa


Kini giliran Zayn yang terkejut, Zayn segera keluar dari rumah, padahal ini sudah hampir pukul 3 pagi namun Ia tak peduli tetap keluar mencari apotik terdekat yang masih buka untuk membeli tespack.

__ADS_1


Zayn kembali kerumah, Ia mencoba membuka pintu kamar Raisa namun sayangnya masih dikunci membuat Zayn menyerah dan memilih untuk membicarakan pada Anya besok pagi saja karena dirinya juga sudah sangat mengantuk dan lelah.


Sampai dikamar hingga pukul 5 pagi, Zayn sama sekali belum bisa memejamkan matanya padahal Ia tadi sudah mengantuk namun saat berbaring Ia malah tidak bisa tidur. pikiran nya melayang membayangkan jika sampai Anya hamil, Raisa memiliki adik, membuat kebahagiaan mereka pasti bertambah.


Zayn tersenyum, tak sabar menanti kabar baik itu meskipun diawal perlakuan Zayn pada Anya sangat buruk tapi Zayn sudah menyesali semua itu.


Pintu kamar terbuka, Ia melihat Anya memasuki kamar dan terkejut melihatnya.


"Mas tumben udah bangun?" tanya Anya yang terlihat biasa seperti sudah tidak kesal lagi padanya.


"Aku nggak tidur semalaman." balas Zayn pura pura ketus.


"Lho kenapa nggak tidur?"


"Kamu masih nanya kenapa aku nggak tidur? aku mana bisa tidur kalau nggak ngeloni kamu!"


"Halah manja!" Anya mengambil handuk dan meninggalkan Zayn memasuki kamar mandi tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Zayn yang melihat sikap menjengkelkan Anya merasa sangat heran dan terkejut, karena bukan seperti Anya saja. Biasanya Anya sangat menurut dan tunduk padanya tapi kali ini Anya terlihat lebih berani pada Zayn.


Apa karena sekarang mereka sudah menikah resmi jadi terlihat sifat asli yang sebenarnya? batin Zayn.


Setelah Anya keluar kamar mandi, Zayn segera memberikan tespack pada Anya.


"Apa ini?"


"Coba kamu cek pake ini."


"Masa sih aku hamil orang minggu kemarin aja baru selesai datang bulan."


"Ck, udah coba aja dulu." Zayn mulai tak sabar.


Anya mengangguk dan segera memasuki kamar mandi diikuti oleh Zayn.


"Ngapain mas ikut?"


"Aku mau lihat."


"Nggak boleh, sana mas keluar aja. aku rasanya masih kesel lihat mas." kata Anya yang akhirnya membuat Zayn mengalah dan memilih keluar.


Dengan tangan gemetar, Anya melihat hasil tespack.


Buru buru Anya keluar dan memberikan pada Zayn.


"Jadi...."


Antara terkejut, bahagia juga kesal Zayn menatap hasil tespack yang diberikan Anya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN


__ADS_2