BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
51


__ADS_3

Mobil mereka berhenti disebuah tempat rekreasi keluarga dimana ada restoran didalamnya.


Zara mengerutkan keningnya karena mereka baru saja selesai makan siang, namun Sean malah mengajaknya kesini.


"Mas masih laper?"


Sean menggelengkan kepalanya, Ia keluar begitu saja dan di ikuti oleh Zara.


Keempatnya masuk ke tempat rekreasi itu, dan betapa terkejutnya Zara melihat semua guru tempat dirinya mengajar dulu berada disana sedang menunggunya.


Zara yang shock dan senang langsung menyalami satu persatu guru yang ada disana.


"Terimakasih Zara sudah membuat acara seperti ini." kata kepala sekolah saat Zara mengajak kepala sekolahnya bersalaman.


"Maksud bapak?" tanya Zara terlihat heran.


"Ya kamu membuat acara perpisahan dan mengundang kami semua di sini, membuat kami sedikit tersanjung." ungkap kepala sekolah itu yang langsung membuat Zara mengerti jika Sean sudah membuatkan acara ini untuknya.


"Sepertinya suami saya yang membuatkan acara ini karena saya belum berpamitan dengan sopan waktu itu." ungkap Zara mengingat Ia keluar begitu saja tanpa datang dan berpamitan dengan semua rekan nya disekolahan.


"Asisten suamimu sudah menjelaskan padaku alasanmu harus keluar saat itu juga dan saya mengerti Zara, Alhamdulilah juga langsung mendapat guru pengganti."


"Alhamdulilah, saya ikut senang mendengarnya."


Semua guru nampak menikmati acara yang dibuat oleh Sean, Zara pun mengucapkan sepatah dua kata sebagai ucapan terimakasih juga salam perpisahan yang belum sempat Ia ucapkan saat Ia pindah.


Zara melihat, hampir semua guru ikut kecuali Panji juga pak Budi yang tak terlihat. Jika Pak Budi tidak ikut karena memang sekarang Ia sudah dipenjara, namun Panji kenapa dirinya tak ikut?


Zara mencoba mengabaikan, Ia juga tak berani bertanya pada Sean yang sangat membenci Panji.


Semua orang terlihat senang di acara itu, kecuali satu orang yang sedari tadi menatap ke arah Zara dengan tatapan tak suka, Rena.


"Aku mau ke toilet dulu." bisik Sean ditelinga Zara yang langsung diangguki oleh Zara.


Sean pergi ke toilet untuk buang air kecil dan saat sudah selesai, Ia membuka pintu dan terkejut ada seorang wanita yang berjalan ke arahnya, karena terkejut akhirnya Sean menabrak wanita yang seolah tak asing untuk Sean.


"Aduhhh..." wanita itu terjatuh dilantai sementara Sean yang sedikit terhuyung masih bisa berdiri.


"Bukan salahku, kamu yang segaja menabrak ku." kata Sean terdengar angkuh pada wanita yang tak lain adalah rekan guru yang ikut di acaranya. Teman Zara yang sedari tadi Sean tahu terus mencuri pandangan ke arahnya.

__ADS_1


"Aku tidak sengaja, tolong aku. sepertinya kaki ku terkilir." Wanita yang tak lain adalah Rena itu nampak mengulurkan tangan nya agar Sean mau menolongnya.


Sean memutar bola matanya malas, Ia tak menolong Rena malah memanggil satpam yang kebetulan baru saja lewat.


"Pak tolong bantu dia dan bawa dia ke klinik terdekat, kakinya terkilir dan tak bisa jalan." kata Sean pada satpam bertubuh kekar yang membuat Rena langsung bergidik.


Satpam itu mengangguk dan langsung mendekati Rena yang masih tersungkur.


Mendadak Rena langsung berdiri kala satpam itu akan mengangkat tubuhnya, "Ti-tidak perlu, kaki ku baik baik saja." kata Rena langsung pergi begitu saja meninggalkan Sean juga satpam.


Sean tersenyum sinis, "Dasar wanita penggoda!"


Sean kembali ke acara, melihat Zara asyik mengobrol dengan teman temannya, Ia lebih memilih menjauh dan menyendiri sambil menghisap rokoknya.


"Apa kau menikmati acaranya Rena?" tanya Zara ramah pada Rena yang baru saja lewat didepan nya.


"Jangan sok akrab, kita bahkan tidak sedekat itu!" balas Rena dengan tatapan tak suka lalu pergi berkumpul dengan yang lain.


Zara hanya bisa menghela nafas panjang melihat Rena masih membencinya padahal Ia sudah menikah dan tidak bersama Panji lagi.


"Sudahlah Zara, jangan dimasukan ke hati. Akhir akhir ini memang dia sering bersikap tak baik." ungkap salah satu rekan guru yang tak sengaja mendengar balasan Rena pada Zara.


"Kamu tidak tahu ya? Panji kan memutuskan pertunangan dengan Rena makanya Rena jadi seperti itu." jelasnya membuat Zara sangat terkejut.


"Aku tidak tahu masalahnya apa, yang ku dengar Panji menolak di jodohkan dengan Rena." Jelas nya lagi.


"Sayang sekali, padahal Rena sangat mencintai Panji." kata Zara merasa kasihan.


"Ck, salah Rena juga orangnya terlalu menuntut atau mungkin Panji yang belum bisa move dari kamu jadi nggak bisa menerima wanita lain lagi." kata rekan Zara sambil terkekeh.


"Huss, jangan bilang seperti itu mbak, takut ada yang dengar dan jadinya salah paham." Zara memandang ke sekitarnya, Takut Sean ada didekatnya dan mendengar tentang Panji yang pasti akan menbuat Sean ngambek lagi padanya seperti tadi.


Acara sudah usai, semua rekan Zara sudah berpamitan pulang dan tak lupa mengucapkan terimakasih pada Zara karena telah membuat acara sebagus ini.


Zara celinggukan mencari Sean yang sedari tadi tak terlihat.


Sementara Zara melihat Ricky dan Imah masih asyik mengobrol membuat Zara tak ingin menganggu keduanya.


Zara berjalan ke taman belakang untuk mencari Sean namun ditengah jalan Ia malah bertemu dengan Panji yang ternyata juga berada disana.

__ADS_1


Panji tersenyum dan mendekatinya,


"Sudah selesai acaranya?" tanya Panji terdengar ramah berbeda dengan Zara yang wajahnya langsung memucat sambil mencoba melihat ke arah sekitar takut Sean melihat dan salah paham.


Zara mengangguk, "Kenapa tidak ikut?"


Panji tersenyum lagi, "Aku tidak di undang, mana mungkin aku datang." balas Panji membuat Zara terkejut karena nyatanya Sean tak mengundang Panji.


"Yah, tentu saja mas Sean tak akan mengundang Panji." batin Zara.


"Kebetulan aku juga ada acara di sini jadi aku datang dan sangat kebetulan yang menguntungkan aku bisa bertemu dengan mu saat ini." ungkap Panji yang hanya disenyumi oleh Zara.


"Maafkan aku, aku harus pergi mencari suamiku." kata Zara jujur karena dirinya berjalan kesini memang untuk mencari suaminya Sean.


"Sebentar," kata Panji yang langsung menghentikan langkah Zara yang hendak pergi meninggalkan Panji.


"Aku minta maaf."


"Minta maaf untuk apa?" tanya Zara pada Panji.


"Maaf atas kejadian waktu di lomba, membuat suamimu salah paham hingga kau harus keluar padahal masih belum waktunya."


Zara nampak menghela nafas panjang, "Aku tahu kamu sengaja waktu itu,"


Panji tersenyum lalu mengangguk, "Aku akui memang sengaja waktu itu, maafkan aku sudah membuat kesalahpahaman antara dirimu dan suamimu."


Zara pun akhirnya ikut tersenyum, "Sudah kita lupakan saja, semoga kita sama sama bahagia setelah ini. Maaf mas Panji tapi sekarang aku harus pergi."


"Tunggu Zara.."


Zara akhirnya menghentikan langkahnya lagi, "InsyaAllah aku sudah mengikhlaskan mu." kata Panji yang langsung membuat Zara tersenyum lega.


Zara mengangguki ucapan Panji lalu kembali berjalan untuk mencari Sean.


Zara mencoba mencari kemanapun namun tak menemukan Sean hingga sebuah suara dari belakang mengejutkan Zara,


"Sudah selesai mengobrol dengan mantan kekasihnya?"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2