BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
122


__ADS_3

"Kasus pembunuhan berencana juga penyekapan yang disengaja, juga penusukan dan dijatuhkan hukuman 20 tahun penjara dengan denda 500 juta."


Tok... tok...


Hakim sudah mengetuk palunya menandakan hukuman penjara yang akan diterima Sella sudah sah.


Sementara Sella hanya diam saja, matanya memerah berair setelah mendengar putusan dari hakim.


Sella kembali dibawa ke sel setelah disidang, Sella yang masih tak percaya terlihat duduk dilantai bersandarkan dinding penjara.


"Sella maharani, ada tamu untukmu." teriak seorang polisi sambil membuka pintu sel.


"Aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun."


"Kau yakin tidak ingin keluar menemui tamu mu?" tanya polisi itu memastikan.


"Ya, suruh dia pergi saja siapapun itu." kata Sella dengan tatapan kosong.


"Baiklah jika memang itu mau mu."


Polisi itu kembali menutup pintu sel dan menemui tamu Sella.


"Dia tidak mau menemuimu." kata polisi itu pada Sisil yang ingin menemui Sella.


Sisil hanya diam, Ia mengerti jika Sella masih ingin menyendiri tidak ingin menemuinya.


"Ya sudah." Sisil akhirnya pulang tanpa bertemu dengan Sella.


Sementara itu Sean yang sudah kembali kerumah sedang mendapatkan tamu spesial hari ini, tamu spesial yang tak lain adalah Zayn dan istrinya Anya.


"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Sean sinis.


"Mas jangan seperti itu." bisik Zara merasa tak enak dengan sikap suaminya.


"Tentu saja aku datang untuk menjenguk korban penusukan mantan kekasihnya." ejek Zayn yang memang sudah Ia rencanakan untuk menjenguk Sean setelah mengetahui dari Naya.


Malam itu sepulang kerja, Zayn memberikan martabak pesanan istrinya yang langsung dimakan dengan lahap oleh Anya.


"Enak?"


"Banget." balas Anya sambil terus memakan martabak hingga habis.


"Besok dibeliin lagi." kata Zayn.


Anya terus saja makan tanpa mengubris ucapan Zayn,


"Oh ya besok kita kerumah Sean ya." ajak Zayn yang langsung membuat Anya menghentikan kunyahan nya dan menatap tajam Zayn.


"Mas mau bertemu dengan Zara?" tanya Anya sambil cemberut.


Zayn malah terkekeh, "Selalu saja seperti itu, tidak sayang aku kesana untuk menjenguk Sean jadi kamu juga harus ikut bersamaku."


"Memang dia sakit apa?" Anya kembali melanjutkan kunyahan nya.

__ADS_1


"Kata sekretarisnya dia jadi korban penusukan mantan kekasihnya."


Anya terkejut, "Bagaimana bisa terjadi?"


"Entahlah sayang, aku juga penasaran." balas Zayn sambil tersenyum geli.


Dan disinilah Zayn sekarang, bersama Anya Ia datang kerumah Sean karena Zayn sempat kerumah sakit namun ternyata Sean sudah dibawa pulang kerumahnya.


"Sialan, kau mengejek ku!" kekesalan Sean bertambah membuat Zayn tertawa puas karena berhasil mengoda Sean.


"Mas jangan seperti itu." Anya pun ikut mengingatkan suaminya agar tidak mengoda Sean yang sudah sangat kesal.


"Ayo kita ke belakang saja, biarkan mereka bertengkar disini." ajak Zara pada Anya yang langsung diangguki oleh Anya.


Kini Anya dan Zara berada didapur, Anya membantu Zara menyiapkan makan siang untuk mereka.


"Kamu terlihat lebih berisi sekarang." kata Zara melihat Anya yang lebih gemuk dibandingkan dulu sebelum menikah.


"Ya, karena sekarang aku sedang hamil Zara."


Zara tersenyum bahagia mendengar kabar bahagia Anya, "Selamat Anya, kau dan Imah mendului ku, padahal aku yang lebih dulu menikah." kata Zara yang kini mengelus perut Anya yang masih rata.


"Berapa umurnya?"


"Baru 5 minggu."


"Kalian pasti bahagia, juga Raisa pasti senang mengetahui sebentar lagi punya adik."


Anya mengangguk, "Setelah menikah, kita malah tidak tinggal bersama Raisa karena, mantan mertua mas Zayn meminta hak asuh Raisa." kata Anya terlihat sedih.


"Entahlah Zara, mungkin keberadaan ku yang tak di inginkan oleh mantan mertua mas Zayn."


Zara menepuk bahu Anya, "Sabar, nanti akan ada saatnya Raisa kembali bersama kalian."


"Ya aku juga percaya itu, hanya saja aku kadang tak tega mendengar mas Zayn mengumamkan nama Raisa saat tidur." kata Anya.


"Ya aku mengerti perasaanmu."


"Sudahlah, kenapa kita malah jadi sedih begini." kekeh Anya membuat Zara ikut terkekeh.


Keduanya melanjutkan memasak sambil menceritakan banyak hal.


Sementara itu para Bapak yang ada diluar nampak saling mendiamkan, tak ada yang membuka obrolan hingga akhirnya Sean sang tuan rumah yang membuka percakapan.


"Ini tidak kau beri racun kan?" tanya Sean saat mengambil sepotong brownies yang dibawakan oleh Zayn.


"Tentu sudah kuberi racun agar kau segera mati dan istrimu menjadi janda." balas Zayn yang langsung membuat Sean mengembalikan brownies ke tempatnya.


"Sialan, kau masih menginginkan istriku?"


Zayn langsung terkekeh, "Tentu saja tidak, untuk apa aku menginginkan istrimu jika istriku saja lebih cantik dari istrimu." ejek Zayn membuat darah Sean kembali mendidih.


"Kau bilang istrimu lebih cantik tapi kau pernah menyukai istriku padahal kau sudah mengenal istrimu lama, itu menandakan jika istriku jauh lebih cantik dan lebih baik dari pada istrimu." Balas Sean tak kalah sengit.

__ADS_1


Zayn kembali tertawa, "Oh oke, aku kalah kali ini."


Sean tersenyum puas dan kembali mengambil browniesnya untuk Ia lahap.


"Dalam 5 menit kau akan mati." goda Zayn saat Sean sudah menghabiskan sepotong browniesnya.


Sean tak mengubris dan tetap melanjutkan kunyahannya, Ia bahkan mengambil lagi sepotong kue browniesnya.


"Rasanya enak, tapi jika makan ini sambil melihat mu membuatku mual." kata Sean.


"Kau memang benar benar menyebalkan!" Kini giliran Zayn yang kesal.


"Apa kalian masih bertengkar?" Zara dan Anya yang baru saja kembali ke depan.


"Tentu saja tidak, kami sudah berdamai sejak dulu." kata Zayn mengedipkan mata ke arah Sean namun Sean membalasnya dengan dengusan.


"Makan siangnya sudah siap, lebih baik kita segera makan." ajak Zara yang langsung diangguki Sean dan Zayn.


Zara membantu Sean berjalan menuju meja makan di ikuti Zayn dan Anya.


Keempatnya kini sudah berada dimeja makan,


"Wah ayam bakar." Zayn terlihat senang saat melihat Ayam bakar kesukaannya beserta sambal juga lalapan nya.


"Kesukaan mas Zayn." kata Anya memberitahu pada Zara juga Sean.


"Jangan makan banyak banyak!" kata Sean mengingatkan.


"Mas.." Zara memperingatkan suaminya.


"Akan ku habiskan semuanya." ejek Zayn.


"Dasar tak tahu malu!"


Zara dan Anya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah para suaminya.


Dan saat Zayn mulai menyuapkan nasi ke mulutnya, mendadak Ia merasakan mual yang luar biasa.


Zayn langsung berdiri dan berlari menuju kamar mandi dekat dapur.


Anya pun bergegas menyusul suaminya.


"Kenapa jadi begitu?" heran Zara merasa tak ada yang salah dengan makanannya.


"Itu karena dia menyebalkan!"


"Ck, mas sudahlah jangan kesal lagi. dia sudah berubah dan baik pada kita, seharusnya kita juga seperti itu." kata Zara Yang tak dijawab oleh Sean.


"Dia yang merasakan efek kehamilanku." kata Anya saat sudah kembali ke meja makan.


Sontak ucapan Anya membuat Sean terbahak, "Itu karena calon anaknya tahu seberapa menjengkelkan Papanya."


Zayn yang baru kembali langsung melotot ke arah Sean.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like vote dan komennn


__ADS_2