BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
81


__ADS_3

Sepulang dari resepsi, Sean nampak menekuk wajahnya. terlihat sangat kesal dan dalam keadaan mood yang buruk.


Bahkan saat keduanya sudah berada dikamar untuk istirahat pun, wajah Sean masih tak bersahabat.


"Padahal udah sholat, udah ngaji juga, tapi kenapa setan nya masih nempel ya?" gumam Zara sambil memandangi wajah suaminya yang kini melotot ke arahnya.


"Kamu ngatain aku setan?"


Zara langsung panik, niat awalnya hanya ingin bercanda namun sepertinya Sean malah salah paham.


"Nggak ngatain mas, itu lho di kepala kamu kayak ada setan nempel dari tadi kok nggak ilang ilang, betah amat disitu." jelas Zara yang hanya didegusi kesal oleh Sean.


Zara tersenyum kecut, melihat candaan nya sama sekali tidak mempan dan malah membuat Sean makin marah.


Zara akhirnya bangkit, duduk didepan meja rias lalu melepaskan jilbab harian nya, setelah itu Ia menyisir rambutnya lanjut menggunakan make up dan lipstik tipis hingga wajahnya terlihat lebih segar.


Tak sampai disitu, Zara mengganti pakaian nya dengan ligerie tipis nan seksi yang tersimpan dilemarinya, kado dari seorang teman nya saat dirinya menikah dengan Sean.


Mata Sean yang disuguhi pemandangan wajah ayu dan body seksi milik istrinya tentu saja langsung membuat bibir Sean melengkungkan senyuman.


Dengan langkah malu malu, Zara berjalan ke arah Sean yang kini sudah duduk menyambut Zara.


Zara langsung duduk dipangkuan Sean dan tangan nya kini sudah melingkar di leher Sean yang sudah menatapnya penuh minat.


"Bisa banget ya sekarang godain nya?" bisik Sean lalu mencium pipi Zara.


"Setan nya udah ilang nih." balas Zara yang sudah mulai merasakan desiran desiran karena sentuhan bibir suaminya.


"Ampuh banget, langsung minggat." balas Sean membuat Zara terkekeh.


Sean mengelusi paha mulus milik istrinya yang tidak pernah terlihat kecuali saat mereka sedang bercinta.


"Kenapa nggak setiap hari aja seperti ini?" tanya Sean masih ingin memandangi wajah ayu istrinya meskipun belahan gunung kembar milik Zara yang terlihat sudah mengundang untuk dibuka.


"Kalau setiap hari, nanti pas mas marah malah bingung gimana ngobatinnya."


Sean terkekeh, masih tak menyangka istrinya yang pendiam dan super duper soleha itu ternyata juga bisa merayu dirinya dengan cara seperti ini.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu sering aja kayak gini." kata Sean akhirnya tak tahan dan membawa Zara ke surga dunia penuh cinta milik mereka.


Satu ronde usai, keduanya kini nampak mengatur nafas setelah permainan panas penuh gairah, "Aku malu mas, Ayah sama Ibu denger nggak ya tadi?" tanya Zara yang tadi begitu menikmati setiap perlakukan Sean hingga membuatnya mengeluarkan suara yang tak biasa padahal kamar orangtuanya berada disamping kamarnya.


"Nggak usah khawatir sayang, Ayah sama Ibu pasti ngerti apalagi tahu kalau mantunya jago bikin anaknya jerit jerit penuh kenikmatan, mereka pasti maklum." balas Sean langsung dipelototi Zara.


"Mas ihh..."


Sean terbahak, "Lagian kamu khawatir banget, udah pada tidur sayang paling jam segini."


Zara melirik ke arah jam dinding memang sudah pukul 1 dini hari, cukup terkejut tak terasa Zara dan Sean bercinta hampir satu jam.


"Kenapa matanya melotot gitu?" tanya Sean gemas membuat Sean menciumi pipi Zara.


Zara menggeleng pelan, "Mas nanti kalau habis honeymoon , aku belum juga hamil kita periksa ke dokter gimana?"


Sean nampak terdiam,


"Kita nikah udah hampir 2 bulan mas, dan belum ada tanda tanda hamil." kata Zara lagi dengan wajah khawatir.


"Kalau menurut aku, jangan terlalu khawatirkan hal seperti itu sayang. soalnya banyak juga kan yang nikah sampai 10 tahun juga belum dikasih sama Allah. dan kita juga baru dua bulan, mungkin Allah memang sengaja ngasih waktu buat berdua dulu, biar kita sama sama ngerti satu sama lain dan juga...


"Juga sudah siap nantinya jika dikasih rezeki anak sama Allah." Zara menyambung ucapan Sean membuat Sean tertawa.


"Nah itu pinter. udah ah nggak usah terlalu dipikirkan sayang." kata Sean yang langsung diangguki Zara.


"Tapi nanti kita tetep periksa ya mas?"


Sean mengangguk, "Siap Ibu negara." Zara langsung terkekeh mendengar jawaban nyeleneh Sean.


Pagi hari ditempat lain, Anya nampak menatap dirinya di cermin, sekali lagi merapikan pakaian yang Ia pakai. Anya menggunakan dress bawah lutut bermotif bunga daisy dan berwarna pink yang membuat Anya terlihat cantik.


Anya segera mengambil tas selempangnya dan langsung keluar dari kosnya, karena Zayn pasti sudah menunggunya didepan.


Setelah semalam saat mereka perjalanan pulang dari resepsi Imah, Zayn meminta Anya menemani Zayn dan Raisa pergi kebun binatang yang tentu saja langsung di iyakan oleh Anya. Anya senang karena jika Zayn sering mengajaknya menghabiskan waktu dengan Raisa tentu akan mengurangi perzinahan yang sering mereka lakukan.


Sampai didepan gerbang kos, benar saja mobil alphard warna putih milik Zayn sudah terparkir disana. Dan saat membuka pintu belakangnya, Sudah ada Zayn juga Raisa yang duduk bersampingan. didepan ada sopir pribadi, Zayn memang selalu menggunakan sopir pribadi jika pergi kemanapun.

__ADS_1


"Sa-aaya duduk didepan saja." kata Anya saat dua kursi ditengah sudah ada Zayn juga Raisa.


"Tidak, kita duduk dibelakang saja bertiga." ajak Zayn langsung pindah kursi belakang diikuti Raisa.


Anya pun akhirnya menurut ikut duduk bertiga disana, Raisa berada ditengah Zayn juga Anya.


"Raisa libur ya sekolahnya?" tanya Anya setelah mereka terdiam cukup lama.


"Iya." balasan Raisa terdengar jutek membuat Zayn juga Anya terkejut.


"Raisa, kenapa jawabnya nggak sopan gitu?" tanya Zayn pada putri semata wayangnya.


"Tidak apa apa pak, jangan dimarahi." Anya merasa tak enak.


"Huh bener kan kata Neni, kalau Tante ini bukan orang baik, bikin Papa jadi galak sama aku." batin Raisa terlihat kesal.


Raisa ingat sebelum berangkat, Nani yang tak diajak oleh Papanya mengatakan jika Tante pasti akan menghasut Papa nya agar Papanya memarahi Raisa dan sekarang terbukti jika Tante disampingnya ini bukan orang baik.


Sekarang Raisa menjadi takut jika sewaktu waktu Papa nya diambil oleh Tante ini, bagaimana dengan dirinya?


"Nggak marah, aku cuma nanya sama Raisa kenapa jawabnya kayak gitu, nggak sopan sayang." kata Zayn mengusap lembut kepala Raisa.


Anya yang baru pertama kalinya melihat Zayn selembut ini, hatinya tiba tiba menghangat. Mengingat perlakuan kasar jika pada dirinya mendadak hilang. Zayn memang jahat dan kejam tapi jika dengan putrinya Zayn terlihat Good papa.


Raisa hanya menunduk dan mrenggut, tidak menjawab ucapan Zayn.


"Kamu nggak suka jalan jalan ke kebun binatang?" tanya Zayn lagi.


"Suka."


"Trus kenapa nggak ceria?"


Raisa nampak menghela nafas panjang sebelum menjawab, "Raisa maunya kita ke kebun binatang sama Nani bukan sama tante jahat ini!"


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like vote dan komen...

__ADS_1


__ADS_2