BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
135


__ADS_3

Ada maksud tersembunyi dari Zayn setelah memberikan kata kata cinta yang membuat Anya langsung meleleh dan memberikan service pagi menjelang siang ini dikamar yang ada dikantor Zayn.


Ditempat inilah pertama kali mereka bercinta dulu, tempat Zayn memperkosa Anya yang akhirnya membuat Zayn jatuh cinta pada Anya hingga memperistri Anya.


"Ck, harus mandi. badan nya lengket." keluh Anya setelah hampir 1 jam mereka bergumul di kamar rahasia itu.


"Mandi bareng." bisik Zayn ditelinga Anya.


"Mandi bareng apa mau nambah lagi?" cibir Anya yang langsung membuat Zayn terbahak.


"Sensi amat nih calon mamah muda."


Anya tersenyum geli mendengar celetukan Zayn, "Habis ini ada pertemuan kan mas?"


"Iya, ke tempat Sean. ikut ya?"


Anya menggelengkan kepalanya tak setuju, "Nanti dia nggak suka kalau aku ikut."


"Tenang, aman. dia udah jinak sekarang."


Lagi lagi Anya dibuat tertawa oleh celetukan Zayn.


"Kalau sampai dia denger bisa bisa langsung ngamuk sama kamu mas." kata Anya masih tertawa.


"Nanti di jinakin lagi. gampang dia orangnya baperan ini."


Anya hanya menggelengkan kepalanya, mengingat suaminya itu sangat usil jika sedang bersama Sean.


Setelah jam makan siang, Anya akhirnya ikut menemani Zayn bertemu dengan Sean dikantornya.


Dan benar apa yang Anya takutkan, raut wajah Sean yang terlihat tak bersahabat saat melihat keberadaan nya dikantor Sean.


"Apa kalian kesini ingin pamer kemesraan didepanku?" sinis Sean.


"Apa kau harus memperlihatkan rasa cemburu mu itu didepan istriku? hey jangan seperti iu nanti kita ketahuan." celetuk Zayn sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Sean langsung melotot mengerti maksud Zayn.


"KAU GILA?"


"Bukan aku yang gila, tapi kita." lagi lagi Zayn mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar Gila!"


"Sudah mas sudah," ucap Anya pada Zayn yang kini tengah terkekeh.


"Dia yang memulainya sayang,"


"Apa! aku? kenapa bisa aku?" Sean protes tak terima.


"Memang kau yang mulai semuanya kan,"


"Jika kalian kesini hanya ingin bercanda lebih baik kalian pergi saja!" akhirnya Sean kesal sendiri.

__ADS_1


"Tentu saja aku kesini karena proyek kita, mengajakmu bercanda sama sekali tidak membuat ku tertawa." ejek Zayn yang akhirnya duduk didepan Sean.


Sean membalas dengan tatapan malas dan mulai membuka laptopnya untuk membahas proyek baru mereka.


"Jadi sampai kemana kita kemarin?" kini Sean mulai fokus dengan pekerjaan nya.


"Sampai pada tekhnik penempatan sop pada produk kita yang baru, aku memiliki ide baru bagaimana jika bla bla bla."


Zayn juga sudah fokus mulai menjelaskan tentang apa yang Ia pikirkan pada Sean. sementara disamping mereka sudah ada Naya dan Anya yang mendampingi dan ikut menyimak tentang penjelasan keduanya.


Tanpa disadari sudah hampir 1 jam Zayn juga Sean fokus membahas tanpa ada candaan lagi. mereka benar benar serius membuat Anya dan Naya memilih keluar untuk membuatkan keduanya kopi.


"Biasanya mas Zayn hanya suka kopi hitam dengan dua sendok gula, takaran yang pas untuk mas Zayn."


"Ah baiklah, seleranya hampir sama dengan Pak Sean." ungkap Naya yang kini tengah membuatkan kopi dipantry.


"Ya mereka memang memiliki banyak kesamaan hanya saja setiap bertemu pasti selalu bertengkar."


"Betul sekali. tapi sepertinya Pak Sean sudah sedikit bisa bersikap baik dengan Pak Zayn." ungkap Naya yang akhir akhir ini memang jarang melihat Sean kesal dengan kedatangan Zayn. padahal dulu Sean pasti akan sangat kesal dan moodnya berubah galak jika Zayn datang berkunjung untuk membahas proyek mereka.


"Kata mas Zayn, dia sudah jinak sekarang."


"Apa? hahaha." Naya langsung saja tertawa mendengar celetukan Anya.


"Sstt, jangan katakan ini pada bosmu, aku takut dia kembali marah."


Naya yang masih terkekeh, jempolnya langsung terangkat, "Tenang, aman."


"Darimana?" tanya Zayn pada Anya yang sepertinya meeting telah usai.


"Membuatkan kopi." Anya langsung menyodorkan cangkir didepan Zayn diikuti Naya yang meletakan kopi didepan Sean.


"Kau pikir kantorku kafe, kenapa harus membuat kopi?" tanya Sean membuat Naya langsung panik.


"Ma maaf... maafkan saya pak." Naya panik dan setengah takut.


"Aku yang mengajaknya, jadi seharusnya kamu marah padaku." kata Anya akhirnya membela Naya.


"Apa kau berani memarahi istriku?'' Zayn langsung bertanya digarda paling depan untuk membela istrinya.


"Ck, aku kan hanya bertanya, kenapa kalian bisa sensi sekali." balas Sean santai.


Anya dan Naya langsung menghembuskan nafas lega, keduanya tadi sempat berpikir jika Sean marah namun mendengar celetukan Sean membuat Naya lega karena Sean hanya bercanda.


Setelah dirasa tak dibutuhkan, Naya segera pamit untuk keluar dari ruangan meeting dan melanjutkan pekerjaan berbeda dengan Sean, Zayn juga Anya yang masih duduk diruangan itu namun tak ada yang membuka suara.


"Jika kau luang, datanglah kerumah untuk menemani istriku." kata Sean akhirnya membuka obrolan.


"Siapa yang kau suruh itu? aku atau istriku?"


"Sialan, sudah pasti aku meminta istrimu!" kesal Sean pada Zayn yang akhirnya membuat Zayn terkekeh.

__ADS_1


"Mas sudah..." Anya mengingatkan Zayn, Anya hanya tak ingin Sean salah paham dengan celetukan Zayn jika sudah menyangkut Zara.


"Aku hanya bercanda sayang."


Sean langsung mendengus sebal,


"Kudengar dia juga sedang hamil?"tanya Anya yang langsung diangguki Sean.


"Wah selamat, apa dia juga sering ngidam sama sepertiku?"


"Sama, hanya saja aku tidak merasakan apa yang suamimu rasakan." ejek Sean.


"Bohong sekali, jelas jelas kau muntah saat kita makan siang direstoran." Zayn tentu saja tak terima dengan ucapan Sean.


"Ck, aku muntah karena mencium bau tubuhmu yang tidak enak itu."


Mendengar ucapan Sean, Zayn langsung menutupi dadanya dengan kedua tangan dan posisi tangan menyilang.


"Kau pikir aku homo?" kesal Sean.


"Tadi kau sendiri yang bilang jika mencium bau tubuhku."


"Sialan, bukan itu maksudku." Sean kembali kesal dengan Zayn.


"Mas..." anya kembali mengingatkan meskipun sebenarnya Ia sendiri jenuh mendengar pertengkaran dua pria yang ada didepannya itu.


"Dia sendiri yang mengatakan jika dia mencium bau tubuhku sayang, bukankah itu menakutkan?" Zayn membela diri didepan istrinya.


"Ck, sudahlah. aku sedang tak ingin bercanda denganmu sekarang! mood ku sedang tidak bagus hari ini." kata Sean akhirnya menyerah.


"Apa kau bertengkar dengan istrimu?"


Sean menggelengkan kepalanya pelan, Ia sempat diam tak ingin menceritakan semuanya pada Zayn namun akhirnya Ia ceritakan semua pada Zayn.


"Ah jadi seperti itu masalahnya." gumam Zayn setelah mendengar cerita dari Sean.


"Ya, dan sepertinya aku harus memecat orang itu sekarang juga."


"Jangan memecatnya dulu."


"Apa maksudmu? kau ingin istriku celaka jika terus membiarkan dia berada dirumahku?" tanya Sean dengan nada kesal.


"Bodoh, bukan itu maksudku. seharusnya kau memiliki bukti kesalahan nya dengan seperti itu kau akan tahu, siapa yang menyuruhnya melakukan ini semua."


Sean diam, Ia setuju dengan ucapan Zayn yang sangat benar.


"Bagaimana cara mencari bukti kesalahan nya?"


Zayn tersenyum, sebelum akhirnya Ia mengatakan apa yang sedang Ia pikirkan saat ini.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komeeeennn


__ADS_2