
Sean yang baru saja selesai meeting mengerutkan keningnya heran kala melihat notifikasi ponselnya ada 5 panggilan tak terjawab dari Mbok Nah.
Karena penasaran Sean kembali mendial nomor mbok Nah, takut terjadi sesuatu pada Zara karena selama ini Mbok Nah memang belum pernah menghubunginya lewat ponsel seluler seperti ini.
"Den pulang dulu den, ada Non Sella dirumah." ucap Mbok Nah terdengar panik kala sudah menjawab panggilan dari Sean.
Sean terkejut hingga tanpa sadar Ia sampai menjatuhkan ponselnya saking terkejutnya.
Sella, wanita itu... untuk apa dia datang?
Tak menunggu lama Ia langsung bergegas keluar dari ruangannya, tak peduli dengan Naya yang terkejut karena baru ingin masuk ke ruangannya.
"Pak, anda mau kemana? sebentar lagi kita ada meeting lagi." teriak Naya yang sama sekali tidak digubris oleh Sean.
Sean berlari menuju mobilnya dimana sudah ada Ricky yang stand by disana.
"Kita pulang sekarang!" kata Sean setelah memasuki mobil.
Tanpa banyak bertanya, Ricky langsung melajukan mobilnya meskipun sebenarnya Ricky penasaran dengan apa yang terjadi hingga membuat Sean nampak panik dan ingin cepat pulang.
Pagi menjelang siang, Jalanan cukup macet membuat Sean mendesah kesal berkali kali karena tak kunjung sampai rumah.
"Apa terjadi sesuatu Tuan?" tanya Ricky akhirnya memberanikan diri karena penasaran melihat Sean begitu tak sabar.
"Ya, Sella wanita itu datang kerumah. entah apa yang dia lakukan. aku takut jika sampai Sella melukai Zara ku." jelas Sean membuat Ricky akhirnya mengerti apalagi setelah Sean mengatakan Zaraku membuat Ricky ingin tersenyum geli karena Sean sudah bucin akut pada Zara.
Dan sesampainya dirumah Sean langsung memasuki rumah, berharap Sella masih ada dan dia bisa bertanya langsung apa alasannya datang kesini namun sayangnya saat Sean sampai Sella sudah pergi.
"Mbok Nah nggak tau apa yang mereka bicarakan den yang jelas setelah Non Sella pulang, Non Zara langsung menangis dan mengurung diri dikamar." Jelas Mbok Nah yang langsung membuat Sean berlari menuju kamarnya.
Pelan pelan, Sean membuka pintu kamarnya. Saat ini perasaan Sean campur aduk, merasa cemas panik dan khawatir apalagi saat melihat Zara duduk di balkon kamar tempat favorit mereka sambil memeluk kedua kakinya dan suara isakan tangis yang masih terdengar.
Sean berjalan pelan dan akhirnya duduk disamping Zara, entah apa yang Sella bicarakan hingga membuat Zara menjadi seperti ini.
"Sayan-"
__ADS_1
"Apa itu tujuan awalmu menikah denganku mas?" tanya Zara memotong ucapan Sean.
Zara nampak mengusapi air matanya yang masih berjatuhan, Dengan mata sembab Ia mencoba memandang Sean meskipun memandang Sean membuatnya merasakan sakit.
"Apa maksudmu sayang? aku tak mengerti."
"Tadi Sella datang, dia mengatakan semuanya padaku."
"Apa yang dia katakan?" Sean nampak geram.
"Dia mengatakan jika mas menikahiku hanya karena menginginkan rahimku saja,"
Deg... ucapan Zara langsung saja membuat Sean emosi.
"Dan kamu percaya padanya?" tanya Sean.
"Awalnya aku mencoba tidak percaya mas tapi dia memberiku ini." Zara langsung membuka audio yang dikirimkan Sella untuknya.
Sean terkejut, memang benar itu suaranya dan memang benar Sean pernah mengatakan itu. Sean merutuki kebodohan nya, bagaimana bisa dirinya lupa dengan ucapannya sendiri.
"Apa karena aku miskin? kamu bisa melakukan semua ini?"
"Sayang... maafkan aku."
"Jadi semua itu benar kan? kamu bahkan tidak menyangkalnya." Zara menatap Sean kecewa.
Sean menunduk dan terdiam cukup lama sebelum akhirnya Ia kembali menjawab, "Aku akui memang pernah mempunyai pikiran seperti itu, namun itu jauh sebelum akhirnya aku jatuh cinta padamu. aku bahkan sudah lupa jika pernah mengatakan hal sejahat itu karena saat ini yang menjadi fokusku hanya dirimu bukan lagi bersama Sella."
"Lalu bagaimana jadinya jika sampai saat ini kamu belum bisa mencintaiku? kamu pasti akan tetap melanjutkan rencanamu kan?"
"Aku tidak menjual rahimku mas, tidak akan pernah. jika aku tahu alasanmu ini sejak awal mungkin aku lebih memilih menolak perjodohan kita." ucap Zara yang langsung membuat hati Sean terasa nyeri.
"Tapi aku bersyukur, Allah baik sama aku. sampai sekarang aku bahkan belum hamil juga. aku tidak bisa membayangkan jika sampai hamil dan mengetahui semua ini pasti rasanya akan lebih hancur."
"Maafkan aku sayang, maaf. aku memang pernah memiliki niat yang buruk padamu tapi itu dulu dan sekarang Im happy with you, aku nggak akan pernah ninggalin kamu sampai kapanpun."
__ADS_1
Sean ingin merengkuh tubuh Zara namun dengan cepat Zara menolak membuat Sean kembali merasakan nyeri dihatinya.
"Apa karena sekarang kamu kasihan denganku yang sudah yatim piatu jadi membuatmu mengurungkan niat untuk meninggalkanku?" tanya Zara yang lagi lagi membuat Sean tak terima.
"Tidak sayang, tolong percaya sama aku. semua itu masa lalu hanya saat aku masih mencintai Sella dan sekarang aku bahkan sudah melupakan wanita itu." jelas Sean semakin khawatir.
"Bagaimana aku bisa percaya lagi padamu mas, jika kamu saja menyembunyikan fakta menyakitkan itu padaku."
"Aku memang pernah berniat jahat padamu tapi aku bersumpah atas nama Allah kalau sekarang aku benar benar tulus mencintaimu sayang." ucap Sean membuat Zara terdiam.
"Please, believe me sayang. percaya sama aku."
Zara masih diam,
Cukup lama Zara diam hingga Ia akhirnya bangkit dari duduknya,
"Aku lelah mas, mau tidur. mas kembali saja ke kantor." kata Zara berjalan meninggalkan Sean begitu saja.
Sean merasa sedih menatapi punggung Zara yang berjalan meninggalkan nya. Sean benar benar bisa melihat mata Zara memandangnya penuh kecewa, raut wajahnya terlihat sangat terpukul dan sedih.
Ia benar benar menyesal sudah membuat istrinya seperti ini.
Sella sialan, apa maksud wanita itu melakukan semua ini. bukankah Sella yang tidak menginginkan dirinya sejak awal lalu untuk apa Sella melakukan semua ini.
Sean mengepalkan tangannya, Ia merasa geram dan ingin membuat perhitungan dengan wanita masa lalunya itu.
Sean akhirnya ikut berdiri, Ia kini duduk dipinggir ranjang dimana Zara tengah berbaring meringkuk memeluk tubuhnya sendiri.
Sean menatapi wajah Zara yang kini memejamkan matanya,
"Pergi saja mas... pergi." ucap Zara dengan suara serak dan mata masih terpejam.
"Aku mencintaimu sayang, sampai kapanpun dan bukan karena alasan apapun." Sean mengecup kening Zara sebelum akhirnya Ia keluar dari kamar meninggalkan Zara.
Zara kembali menangis setelah Sean tak lagi terlihat.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like vote dan komeenn