BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
113


__ADS_3

Anggara mengendurkan dasinya, Ia nampak emosi saat ini setelah mendengarkan penjelasan dari Naya jika Sean kembali tidak masuk, apalagi Naya juga mengatakan jika Sean dan Zara sedang bermasalah.


Sungguh Anggara tak habis pikir dengan pola pikir putranya yang masih kekanakan itu.


Padahal awalnya Anggara sudah bangga dengan Sean yang mulai berubah, kembali menjadi Sean nya yang dulu, Sean yang pekerja keras namun kenyataannya hanya sesaat saja.


Anggara mendial nomor Ricky, dan tak butuh waktu lama Ricky langsung menerima panggilan Anggara,


"Dimana kamu?"


Cukup lama Ricky menjawab, "Anu tuan..."


"Ku tanya dimana kamu sekarang!" Anggara mulai menyentak.


"Sa-saya sedang berada dikampung Tuan."


"Pulang!! datang ke kantor!" perintah Anggara.


"Ba-baik Tuan."


Ricky yang saat ini sedang bersama istrinya dikamar hotel pun tampak kesal setelah mendapatkan perintah dari Tuan Anggara yang tak mungkin ditolaknya.


"Mas dapet perintah?" tanya Imah heran menatap wajah kesal suaminya setelah menerima panggilan.


"Iya, dari Bigboss."


"Trus aku gimana dong? nggak mau ah kalau ditinggal dikamar hotel sendiri." ungkap Imah ikut kesal.


"Mau ikut balik ke kota aja?" tawar Ricky yang kini sudah mengenakan pakaian rapi dan siap untuk berangkat.


"Nggak mau juga." balas Imah manja.


"Trus maunya gimana sayang?"


"Aku pulang kerumah Bapak sama Mamak aja ya? masa aku udah di sini nggak mampir kerumah." pinta Imah dengan wajah memelas.


Ricky menghembuskan nafas berat, "Ya sudah tidak apa apa asal kamu janji jangan sampai ketemu sama Non Zara, bisa gawat kalau Non Zara tau kamu disini pasti Non Zara curiga Tuan Sean juga disini." jelas Ricky yang langsung diangguki Imah.


"Iya mas iyaa... nanti aku dirumah terus biar nggak ketemu sama Zara."


"Ya sudah kita checkout sekarang."


Ricky dan Imah baru keluar dari kamar hotelnya dan sudah dibuat terkejut karena ada Sean yang berdiri didepan kamarnya.


"Mau kemana kalian?"


"Mau mengantar Istri saya pulang kerumahnya."


Sean melotot menatap Ricky, "Kenapa? bagaimana kalau nanti Zara sampai tahu?"


"Tenang saja Tuan, aman."

__ADS_1


"Awas saja jika sampai Zara tau aku di sini!"


"Iya Tuan, saya pastikan semua aman." balas Ricky lalu mengajak Imah memasuki mobil.


"Ck, kenapa suaminya Zara menyebalkan sekali, dia yang salah kita juga yang kena!" omel Imah saat sudah berada didalam mobil.


"Sudahlah sayang, jangan diperpanjang lagi. sudah resiko ku sebagai asisten." jelas Ricky yang hanya didengusi kesal oleh Imah.


Setelah mengantar istrinya sampai rumah dan memastikan semua aman, Ricky segera berangkat ke kota untuk menemui Tuan Anggara.


Ricky baru sampai dikantor Sean sore hari, beberapa karyawan kantor sudah ada yang pulang namun Naya masih disana.


"Kenapa lama sekali?" omel Naya saat Ricky baru sampai.


"Kau pikir perjalanan dari kampung ke kota dekat?" Ricky menatap kesal Naya.


"Lagipula kenapa mulutmu ember sekali tak bisa menjaga rahasia." Ricky balik mengomeli Naya.


"Ck, mana berani aku berbohong didepan Tuan Anggara!"


"Hey kenapa kalian disana? aku sudah menunggu dari tadi!" suara Anggara mengejutkan Ricky dan Naya.


Segera Ricky dan Naya membuntuti Tuan Anggara yang memasuki ruangan Sean.


"Sekarang jelaskan padaku apa yang sedang terjadi?" tanya Tuan Anggara yang kini sudah duduk dikursi kebesaran Sean.


"Begini Tuan...." Ricky mulai menjelaskan perihal kedatangan Sella juga Sella yang membuat Zara menangis dan marah pada Sean.


"Benar Tuan, dan dia tinggal dirumah teman nya."


"Dasar wanita tak tahu malu, bisa bisanya dia kembali kesinis setelah apa yang dia lakukan pada keluargaku!" Anggara nampak geram.


"Jadi sekarang apa yang harus saya lakukan Tuan?"


"Aku akan membayar orang untuk mengetahui alasan lain wanita itu pulang kesini dan kau sekarang kembali kekampung dan ajak Sean pulang ke kota, dia harus bicara padaku." jelas Anggara yang langsung diangguki oleh Ricky.


Setelah Naya dan Ricky keluar, Anggara membuka ponselnya lalu mendial nomor seseorang,


"Ada tugas yang harus kau kerjakan!"


Sementara diluar, Ricky tak henti hentinya mengomeli dan menyalahkan Naya,


"Semua gara gara kau, dasar wanita ember!"


"Hey, jaga ucapanmu! bukankah seharusnya kau berterimakasih padaku karena jika Tuan Anggara tahu maka semua masalah segera selesai." balas Naya tak mau disalahkan.


"Dan aku yang menderita, harus bolak balik ke kampung lagi, belum lagi nanti menghadapi amarah Tuan Sean." Ricky terlihat sangat frustasi.


Naya terkekeh, "itu sudah resiko dari pekerjaanmu sobat, jalani saja." ejek Naya membuat Ricky semakin kesal.


...

__ADS_1


Setelah menghubungi orang bayaran dan menjelaskan apa yang harus dikerjakan orang itu, Anggara segera pulang karena Ia merasa lelah juga pusing memikirkan masalah Sean.


"Ada apa sayang? kenapa wajahmu terlihat marah?" tanya Ranti saat melihat wajah kesal suaminya yang baru saja pulang kerja.


"Aku mau mandi dulu sebelum menceritakan padamu." kata Anggara yang langsung diangguki Ranti.


Ranti segera menyiapkan keperluan mandi Anggara,


Selesai mandi, Ranti memberikan secangkir teh madu hangat yang bisa sedikit meringankan beban Suaminya itu.


"Wanita itu kembali dan membuat masalah lagi." ucap Anggara setelah menyeruput teh madu buatan Ranti.


"Siapa mas? apa dia Sella?"


Anggara mengangguk, "Ya dia Sella, dia benar benar sedang mencari masalah denganku!" geram Anggara.


"Ya Allah, lalu bagaimana dengan mantuku? apa dia melakukan hal buruk pada Zara?" tanya Ranti tampak khawatir.


"Itu sudah pasti, semua juga salah Sean karena dia tidak jujur pada Zara sejak awal dan membuat salah paham seperti ini."


"Jadi?"


"Zara saat ini pulang kerumah orangtuanya, mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan diri agar bisa menerima Sean lagi."


"Dan Sean membiarkan Zara pergi?" Ranti menatap ke arah suaminya tak percaya.


"Tentu saja tidak, anak itu bolos kerja demi menemani istrinya disana." kesal Anggara namun membuat Ranti tersenyum lega.


"Sean mencintai Zara Pa, jadi mana mungkin dia membiarkan Zara jauh darinya." ungkap Ranti terlihat senang.


"Ck, tapi Papa nggak suka dia seenaknya dengan urusan kantor."


"Sudahlah Pa, jangan dipermasalahkan. mungkin Sean juga pusing karena Zara sedang marah padanya."


"Ck, Zara marah karena salah Sean yang tak mau jujur!" ketus Anggara.


"Karena mungkin waktu itu Sean belum bisa menerima Zara Pa, dan sekarang Mama yakin Sean pasti menyesal."


Anggara menghembuskan nafas berat, ucapan istrinya memang benar apalagi mengingat waktu awal mereka menikah, Sean masih terikat pertunangan dengan Sella dan masih sangat mencintai Sella.


"Aku akan memberikan pelajaran pada wanita rubah itu."


"Apa yang akan Papa lakukan pada Sella?"


Anggara diam, tak lagi menjawab pertanyaan istrinya.


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komeen.


.

__ADS_1


__ADS_2