BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
42


__ADS_3

Ranti yang baru saja selesai menggunakan skincare nampak ikut berbaring disamping suaminya yang terlihat mengulas senyum sedari tadi pulang dari kantor.


Selama menjadi suami Anggara, Ranti memang sudah hafal dengan semua sifat Anggara. Hanya diam saja saat marah dan mengulas senyum saat sedang bahagia.


"Papa lagi seneng?" tanya Ranti menatap suaminya yang kini tersenyum padanya.


"Papa dapet apa sih? jangan bilang kalau Papa punya selingkuhan." kata Ranti lagi setengah menuduh.


"Punya Mama aja udah pusing, nggak mau nambah lagi." balas Anggara membuat Ranti terkekeh.


"Trus Papa seneng abis dapet apa?"


"Papa lega Mah, akhirnya Sean kita kembali." ucap Anggara lalu menggengam tangan istrinya.


"Maksud Papa?"


"Ya... Sean kita sudah kembali. Bukan lagi Sean yang mabuk mabukan, gagalin tender, bikin bangkrut perusahaan.


"Sean sudah kembali lagi seperti itu, menjadi pria pekerja keras. tadi dia akhirnya bisa tembus bekerja sama dengan Perusahaan Shine padahal selama ini Papa aja nggak pernah bisa, selalu gagal tapi Sean malah berhasil." jelas Anggara yang akhirnya membuat Ranti ikut tersenyum.


"Alhamdulilah Pa, Mama juga ikut seneng dengernya."


"Sejak awal Mama yakin Zara bisa membawa pengaruh baik untuk Sean ya Pa." kata Ranti yang langsung diangguki setuju oleh Anggara.


"Ya tentu saja, wanita baik akan memberi pengaruh baik untuk suaminya. Ya sama kaya Mama yang selalu mendampingi Papa hingga bisa seperti sekarang." kata Anggara lalu mencium kening Istrinya.


"Inget umur Pa, gombal terus." cibir Ranti yang sering mendapatkan perlakuan romantis meskipun mereka sudah berumur.


"Papa ingetnya sama Mama terus mana inget sekarang umur berapa." canda Anggara membuat Ranti terkekeh.


"Tapi Mama takut kalau sampai Sean nyakitin Zara Pa..." kata Ranti tiba tiba.


Anggara malah tersenyum, "Seiring berjalan nya waktu, Sean pasti bisa memilih mana yang terbaik untuknya. jangan khawatirkan itu Ma. kita doakan saja yang terbaik untuk rumah tangga Sean." kata Anggara yang langsung diangguki Ranti.


Sementara itu, Sean saat ini masih didalam mobil perjalanan pulang kerumah. setelah seharian disibukan dengan meeting bersama klien juga dirinya yang berhasil memenangkan tender bisa membuat PT Shine bekerja sama dengan nya membuatnya pulang sedikit larut malam ini.


Sean membuka ponselnya, Ia buka chat dari seseorang yang sejak pagi tadi mengirimi nya pesan namun sama sekali tak Ia balas. Juga menelepon nya saat siang tadi dan Ia abaikan begitu saja,


Sean kembali membaca isi chat yang tak lain dari Sella.


07.50


Morning honey...


Bagaimana kabarmu Sean sayang?

__ADS_1


Aku sangat merindukan mu...


Apa kau juga merindukanku?


09.35


Serius Sean?


Kau hanya membaca pesanku?


Aku menunggu balasanmu...


08.40


Aku tahu kamu masih marah....


Kapan kau bisa datang baby, aku merindukanmu...


Sean tersenyum masam, Sella tahu jika Sean marah padanya karena kejadian waktu dirinya ke Bali dan ditipu oleh Sella namun sama sekali tak ada permintaan maaf dari Sella.


Sella malah bersikap biasa saja seolah tak memiliki salah membuat Sean semakin lama semakin muak dengan sikap Sella.


11.56


Dan setelah itu ada hampir 30 panggilan dari Sella yang tak dijawab oleh Sean. Lalu Sella mengiriminya lagi pesan yang membuat Sean merenung cukup lama siang tadi.


14.20


Apa wanita itu berhasil membuatmu jatuh cinta Sean hingga kau bisa bersikap seperti ini padaku?


Sean kembali membaca pesan terakhir Sella, Ia meraba hatinya, mencoba menebak dirinya sendiri yang bisa bersikap secuek ini dengan Sella wanita yang dulu sangat Ia puja dan membuat Sean melakukan apapun hanya untuk Sella. Tak pernah marah sekalipun Sella berbuat kesalahan yang fatal, Sean masih memaafkan dan menerima. tetapi berbeda dengan sekarang, saat Sean sudah memiliki Zara yang lebih baik dari apapun. Sean bisa acuh dan tak membalas pesan Sella yang dulu selalu Ia tunggu itu.


Sean menghapus semua chat dari Sella lalu kembali memasukan ponsel dikantong celana nya,


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Sean saat Ricky menatap ke arahnya.


"Kita sudah sampai sejak tadi Tuan." kata Ricky yang membuat Sean akhirnya sadar jika mobilnya sudah berhenti dan berada didepan rumah.


"Ck, kenapa tidak bilang dari tadi." kata Sean setengah kesal lalu segera keluar mobil.


Ricky hanya diam, mendengar omelan dari Tuannya itu.


Sean menutup pintu mobil dan terkejut melihat Zara sudah menunggu dirinya didepan pintu. Sean melirik ke arah jam tangannya, sudah pukul 11 malam namun istrinya masih setia menunggunya.


"Sudah malam, kenapa nggak tidur lebih dulu?" tanya Sean sambil mengelus kepala istrinya yang masih mengenakan hijab.

__ADS_1


"Belum ngantuk, masih mau nungguin mas..." balas Zara langsung mencium punggung tangan suaminya.


"Mas sudah makan?" tanya Zara yang langsung digelengi oleh Sean.


"Mas mandi dulu, udah aku siapin baju ganti. aku mau angetin makan malamnya dulu." kata Zara langsung berjalan ke dapur membuat Sean tersenyum menatap punggung istrinya itu.


Selesai makan malam, Sean berbaring diranjang diikuti oleh Zara. Namun Zara tidak ikut berbaring malah memijat kaki Sean.


"Mas pasti capek ya lembur sampai malam?" tanya Zara penuh perhatian.


"Nggak usah mijit sayang." kata Sean bangun lagi dan menarik Zara membawa ke pelukan nya.


"Mas nggak suka di pijit?" heran Zara.


"Bukan nggak suka, tapi bukannya kamu juga capek abis ngajar seharian?"


Zara tersenyum, "Nggak mas, aku sama sekali nggak capek. seneng banget bisa ketemu anak anak dan ngajarin mereka banyak hal." ungkap Zara sambil tersenyum bahagia.


Siang tadi memang Zara menelepon Sean dan mengatakan jika Zara sudah diterima dan mulai mengajar. Suara Zara sangat bahagia sama seperti saat ini Zara menceritakan saat dia mengajar dengan senyum bahagia membuat Sean ikut tersenyum bahagia.


Mendengar ocehan Zara tanpa disadari membuat keduanya mengantuk dan akhirnya terlelap bersamaan.


Paginya, Zara merasa ada yang aneh dari suaminya. Jika biasanya Sean menyusul untuk sholat subuh namun pagi ini tidak, bahkan hingga pukul 6 pagi Zara melihat Sean masih terlelap.


Karena takut kesiangan Zara akhirnya memberanikan diri untuk membangunkan Sean


Dan betapa terkejutnya Zara saat menyentuh Sean Ia merasakan tubuh Sean panas. Sean demam membuat Zara langsung panik.


"Kamu berangkat ngajar aja sayang, biar diantar sama Ricky." ucap Sean dengan suara lemah.


"Nggak mas, aku nanti telepon kak Tessa kalau mau minta izin aja."


"Tapi kamu baru sehari masa udah mau izin nggak berangkat." kata Sean merasa tak enak.


"Nggak apa ap mas, Kak Tessa pasti ngerti."


"Udah kamu berangkat aja, aku nggak apa apa sayang." kata Sean lagi.


Namun Zara kekeh tak ingin berangkat.


"Pekerjaan itu bukan prioritas, sementara mas itu prioritas utama buat aku. nggak apa apa kalau sampai kak Tessa marah dan pecat aku asal aku bisa nemenin Mas saat sakit seperti ini." kata Zara yang langsung membuat Sean akhirnya terdiam.


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komen..

__ADS_1


__ADS_2