BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
134


__ADS_3

Pagi ini, Anya merasa ada yang berbeda dengan sikap Zayn suaminya. Biasanya suaminya itu akan gencar mengodanya setiap saat namun kali ini suaminya terlihat sedikit murung.


Apa service semalam masih kurang? batin Anya mengingat semalam keduanya bercinta cukup mengebu mengingat sudah lama keduanya tidak bercinta.


Karena tak tahan akhirnya Anya memberanikan diri untuk menanyakan pada Zayn, "Mas kenapa pagi pagi kok manyun?"


Nampak Zayn menghembuskan nafas berat,


"Ada masalah? marah sama aku?"


Zayn menggelengkan kepalanya berat, "Enggak sayang, aku nggak kenapa napa." Zayn mengelus puncak kepala Anya agar Anya tidak berpikiran negatif.


"Heran, semalem habis service kenapa malah manyun gini. nanti malah nggak usah aja lah." kata Anya yang akhirnya membuat Zayn melotot menatap Anya tak terima.


"Nggak bisa gitu dong sayang."


"Nah kan, kalau masalah jatah aja langsung On cepet."


Zayn akhirnya terkekeh, "Lagi pusing mikirin Raisa."


Seketika rasa bersalah Anya mencuat kala Zayn menyebut nama putri sambungnya itu. Anya cukup mengerti, sikap mantan mertua Zayn memang tak terlalu baik padanya sejak pertama mereka bertemu dipernikahan bahkan Nenek Raisa langsung membawa Raisa dan tidak mengembalikan sampai sekarang. Awalnya Zayn dan Anya pikir nenek Raisa hanya rindu dan ingin bersama cucunya sementara waktu namun saat Anya dan Zayn pergi untuk menjemput Raisa, mantan mertua Zayn itu malah marah marah dan mengatakan jika Zayn tidak setia dengan mantan istrinya yang sudah meninggal dan mengatakan jika Anya bukan wanita tulus, Anya hanya mengicar harta Zayn saja yang langsung membuat Anya sempat drop namun tidak Ia perlihatkan pada Zayn.


"Mas kangen ya?"


Zayn langsung mengangguk,


"Semua gara gara aku ya mas, kamu harus pisah sama Raisa." kata Anya dengan kepala menunduk membuat Zayn terkejut dan langsung memeluk istrinya itu.


"No, jangan salahin diri kamu, semua bukan salah kamu."


"Tapi mantan mertua kamu nggak suka sama keberadaan aku mas,"


"Aku tahu, dia memang orangnya seperti itu sejak dulu. aku sekarang berencana membawa masalah ini kejalur hukum."


Anya terkejut dan langsung melepaskan pelukan Zayn,


"Mas yakin?"


Zayn mengangguk mantap, "Karena ini satu satunya cara kita bisa berkumpul dengan Raisa kembali."


"Selama ini aku masih menahan diri untuk tidak melakukan cara itu karena aku masih menjaga perasaan beliau dan masih menghormati beliau namun melihat sikapnya yang malah semakin menjadi membuatku muak dan sepertinya harus melakukan semua ini." ungkap Zayn.


Anya mengenggam tangan Zayn, "Apapun yang menjadi keputusan kamu, InsyaAllah aku dukung mas."

__ADS_1


"Ya kamu memang harus melakukan itu, dan juga..."


"Juga apa mas?"


"Memberi vitamin penyemagat seperti semalam, mungkin lebih nakal dari semalam." kata Zayn yang langsung terlihat semburat merah di pipi Anya.


"Aduh gemes, jadi pengen sekarang." goda Zayn yang kali ini langsung mendapatkan cubitan manja dari Anya.


"Kerja mas... kerja."


Zayn terkekeh, kembali membawa Anya ke dalam pelukan nya.


"Terimakasih sayang... terimakasih sudah membuat hidupku lebih berwarna."


"Ck, apa sih mas. pagi pagi udah melow gini." protes Anya yang sebenarnya sedari tadi menahan diri agar tak menangis.


Anya sendiri merasa sangat bersyukur memiliki Zayn meskipun awalnya Anya sangat membenci Zayn namun sekarang Anya malah mencintai Zayn berlipat lipat karena setelah menikah sikap Zayn padanya berubah 1000 derajat dari saat pertama mereka bertemu.


Dan yang Anya sukai dari Zayn adalah keterbukaan Zayn saat keduanya sedang mendapatkan masalah seperti saat ini, masalah dengan mantan mertua Zayn yang sama sekali tak disembunyikan dari Anya bahkan meminta saran dari Anya bagaimana seharusnya membuat Anya merasa dibutuhkan dan dianggap sebagai seorang istri.


"Kamu nya aja yang cengeng." ejek Zayn membuat Anya langsung cemberut dan memukul pelan lengan Zayn berkali kali.


"Nanti sebelum ke kantor, mau ke pengadilan agama dulu. minta saran enaknya aku harus bagaimana mengenai Raisa."


"Nanti kecapekan malah ntar malem nggak bisa nakal nakalan lagi."


"Ck, nggak lah mas. aku ikut ya?" pinta Anya dengan suara manja.


"Ya sudah, berarti sekalian nemenin aku ngantor nih?"


"Iya boleh deh."


Keduanya pun bersiap untuk ke kantor agama, dan sesampainya disana, Zayn tak lupa memanggil pengacaranya untuk mendiskusikan apa yang harus Ia lakukan agar bisa mengambil Raisa dari mantan mertuanya itu dan memang jalan satu satunya hanya melalui jalur hukum ini agar mantan mertuanya tidak lagi bisa mengacamnya seperti semalam.


"Aku percayakan semua padamu dan pastikan Raisa bisa kembali padaku." kata Zayn pada pengacaranya.


"Siap, serahkan saja semua pada saya."


Selesai urusan dikantor agama, Zayn langsung mengandeng Anya membawanya kembali ke mobil.


"Mas aku mau itu deh." Anya menunjuk abang penjual rujak gerobakan.


"Ini masih pagi banget. yakin mau makan rujak? nggak takut perutnya sakit?" tanya Zayn melirik arlojinya masih pukul 9 pagi.

__ADS_1


"Pokoknya aku mau itu!"


"Oh oke oke, kita beli sekarang."


Zayn pasrah saja menuruti keinginan istrinya jika suara istrinya sudah berubah manja seperti itu.


Setelah mendapatkan seporsi rujak, keduanya kini sudah berada dimobil perjalanan menuju kantor Zayn.


"Nanti kalau kamu capek bisa istirahat dikamar biasa, kalau bisa ya nanti kita bisa nostagia disana."


Anya langsung mendelik menatap suaminya, Ia tak menyangka Zayn bisa santai membahas hal vulgar seperti itu padahal didepan mereka ada sopir yang pastinya mendengarkan percakapan mereka berdua.


"Kok malah melotot gitu sih? bikin gemes tambah pengen."


Anya akhirnya hanya bisa mengelengkan kepalanya, tak percaya dengan suaminya yang sekarang kembali cengegesan padahal baru saja tadi mereka berada dikantor agama dan Zayn terlihat sangat frustasi namun sekarang dengan cepat sikap Zayn berubah menyebalkan.


Sesampainya dikantor, Anya tampak celinggukan mencari seseorang namun sepertinya yang Ia cari tidak ada. Anya akhirnya duduk di sofa sambil menunggu seseorang memasuki ruangan Zayn untuk memberikan laporan jadwal kerja Zayn.


Dan betapa terkejutnya Anya yang Ia tunggu tak ada kini seorang pria muda tampan memasuki ruangan Zayn dan memberikan jadwal kerja Zayn hari ini.


"Bisa nggak sih kalau lihat cowok ganteng matanya biasa aja?" tanpa disadari Zayn melihat Anya yang sedang menatap pria tampan yang kini sudah keluar dari ruangan Zayn.


"Apa sih mas, aku cuma penasaran aja kok yang masuk malah cowok. bukan sekretaris seksi kamu itu." kata Anya dengan nada tidak suka membuat Zayn terkekeh dan langsung mendekati istrinya.


"Udah aku pecat dia!"


"Haa? kenapa mas?"


"Nggak bisa kerja, buat apa dipelihara."


"Tapi dia kan seksi dan enak dipandang mas,"


"Masih enakan mandangin kamu."


Pipi Anya langsung memerah, menahan malu.


"Udah cantik, baik, soleha, pinter masak trus..."


"Trus apa?" Anya penasaran.


"Liar juga kalau lagi diranjang." bisik Zayn yang lagi lagi membuat wajah Anya berubah merah bak kepiting rebus.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komeennn


__ADS_2