BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
109


__ADS_3

Tengah malam, Zara bangun dari tidurnya. Ia melihat ke arah suaminya yang masih terlelap menghadap ke arahnya.


Setelah dirasa suaminya aman dan tak bangun, Zara bersiap mengganti bajunya dan memakai hijab lalu berjalan pelan keluar dari kamar membawa tas besar berisi barang barangnya.


Salah satu alasan Zara tadi sempat mengambilkan baju Sean karena Zara tak ingin Sean tahu jika sebagian barang barang Zara sudah dimasukan dalam tas besar yang akan Ia bawa malam ini.


Ya malam ini memang Zara memaksa untuk pergi tanpa seijin Sean. Bukan Zara ingin menjadi istri durhaka namun Zara benar benar butuh waktu sendiri agar bisa memaafkan Sean. Juga agar Sean sadar apa yang telah Ia lakukan salah, jika saja Sean jujur sejak awal mungkin semua ini tak akan terjadi, dirinya tidak sesakit ini.


Zara berjalan pelan keluar dari rumah Sean, sampai didepan rumah Zara segera memesan taksi online untuk mengantarnya diterminal.


Sebelum kabur, Zara sempat mencari informasi tentang jadwal keberangkatan bus dari terminal sampai ke kampung halamannya dan ada jadwal keberangkatan pada pukul 2 dini hari.


Sekarang sudah pukul 1 dini hari, masih tersisa satu jam untuk keberangkatan bus yang akan ditumpangi Zara.


Beruntung masih ada taksi online hingga Zara tak perlu bingung untuk sampai di terminal tepat waktu.


Namun malam ini sepertinya alam sedang tidak berpihak pada Zara karena belum sampai diterminal, taksi online yang ditumpangi Zara mogok ditengah jalan.


"Haduh gimana ya mbak, rewel lagi mesin mobilnya." ungkap sopir taksi itu.


"Kalau saya tunggu lama apa tidak pak?" tanya Zara yang sebenarnya juga takut berada diluar dijam tengah malam seperti ini.


"Paling sejam mbak, kalau enggak mbak cari taksi lain aja disini kan saya masih di sini jadi aman." ungkap Sopir itu yang langsung diangguki Zara.


Zara keluar dari mobil dan berdiri tak jauh dari taksi yang sedang diperbaiki oleh sopirnya.


Zara mencoba memesan taksi online lagi namun sayangnya banyak taksi yang sudah offline membuat Zara sedikit frustasi karena waktunya tinggal 30 menit lagi jadwal bus nya akan berangkat.


"Bagaimana ini Ya Allah... Apa ini hukuman karena hamba sudah durhaka pada suami hamba?" gumam Zara menyesal sudah kabur tengah malam seperti ini.


Zara masih berdiri menatapi sopir taksi yang masih memperbaiki mobilnya sambil terus berdoa agar taksi itu bisa segera jalan meskipun mustahil namun Zara masih terus berdoa hingga ada sebuah mobil yang tak asing berhenti didepan taksi itu.


Pemilik mobil itu keluar dan terkejut menatap Zara, "Zara, apa yang kau lakukan di sini?" tanya seorang pria yang tak lain adalah Zayn yang hanya mengenakan piyama dan keluar tengah malam, entah apa yang dilakukan oleh Zayn..


"Ak- aku..." Zara tak mampu menjawab, hanya menundukan kepalanya.


"Apa yang terjadi, kenapa kau bisa disini tengah malam seperti ini. dimana Sean?" tanya Zayn celinggukan mencari keberadaan Sean.


Zara masih diam tak menjawab hingga akhirnya sopir taksi itu yang menjawab pertanyaan Zayn, "Nona ini minta diantarkan ke terminal , tapi taksi saya macet dan jam seperti ini sudah tidak ada taksi lagi."


"Terminal? tengah malam begini?" Zayn masih belum mengerti dengan apa yang terjadi pada Zara namun melihat Zara hanya menunduk lesu membuat Zayn paham jika Zara dan Sean sedang bermasalah.

__ADS_1


"Mau kuantarkan?" tawar Zayn yang akhirnya membuat Zara mendongak dan menatap ke arah Zayn.


"Ayo ku antar sampai terminal, sebelum bus tujuan mu berangkat."


Zara diam sejenak memikirkan tawaran Zayn sebelum akhirnya dirinya mengangguk setuju dengan tawaran Zayn.


"Tenang saja, aku tidak akan berbuat jahat padamu." kata Zayn saat Zara ingin duduk di kursi belakang.


Zara yang merasa tak enak akhirnya mengurungkan niatnya untuk duduk dibelakang dan memilih duduk didepan dsamping Zayn.


"Jam berapa busmu berangkat?" tanya Zayn yang kini mulai melajukan mobilnya.


"Jam 2."


"Wah tinggal 25 menit lagi." Zayn melirik ke arah jam weker yang ada dimobilnya.


"Apa bisa lebih cepat?"


"Tentu saja Tuan putri, aku akan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi." ucap Zayn membuat Zara tersenyum geli.


"Apa yang kau lakukan tengah malam seperti ini keluar rumah?" tanya Zara penasaran.


"Istriku sedang ngidam, minta seblak tengah malam seperti ini." keluh Zayn.


"Ya, Anya sedang hamil dan dia menyiksaku terus menerus sejak hamil pertama."


Zara kembali tersenyum geli, "Kamu harus sabar agar kelak menjadi Papa yang hebat."


"Ck, aku bahkan sudah hebat sejak menjadi Papanya Raisa."


"Ck, sombong sekali."


Giliran Zayn yang terkekeh,


"Sudah sampai, aku akan mengantarmu sampai mendapatkan Bus." kata Zayn melepaskan seatbeltnya.


"Ti-tidak perlu, lagipula bus nya sudah ada disana. terimakasih banyak karena sudah mengantarku sampai diterminal."


"Tidak, aku akan tetap mengantarmu sampai naik Bus, kau tahu tengah malam seperti ini rentan akan kejahatan dan aku tak mau terjadi sesuatu padamu." jelas Zayn yang akhirnya langsung di iyakan oleh Zara.


Zayn tak hanya mengantar Zara sampai bus namun juga menunggu bus nya pergi,

__ADS_1


"Terimakasih banyak, titip salam untuk Anya."


Zayn mengangguk dan tersenyum, "Aku juga terimakasih karena ucapan mu waktu itu yang membuatku sadar jika ternyata aku mencintai Anya."


Zara tersenyum, "Semoga kau bahagia."


"Ya kau juga."


Bus Zara akhirnya berangkat meninggalkan Zayn yang masih berdiri disana.


"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Sean, kau terlihat sangat sedih." gumam Zayn yang sebenarnya penasaran namun tak berani menanyakan pada Zara karena takut Zara semakin terluka.


Zayn segera kembali ke mobil, Ia masih harus berkeliling untuk mencari penjual seblak ditengah malam seperti ini.


Karena frustasi tak menemukan penjual seblak akhirnya Zayn memilih pulang dan membuatkan ala kadarnya dengan menjiplak resep di youtube.


Entah bagaimana rasanya, yang penting Zayn sudah usaha untuk menuruti keinginan Anya.


"Bagaimana rasanya?" tanya Zayn saat Anya mulai menyuapkan seblak ke mulutnya.


"Enak, beli dimana?"


"Haaa, apa seenak itu?" tanya Zayn yang akhirnya mencicipi sedikit seblak buatan nya itu.


Dan memang benar rasanya sangat enak, Zayn bahkan tak percaya bisa membuat Seblak seenak ini.


"Kenapa?"


"Ini buatan ku sendiri."


"Haaa?" Anya nampak tak percaya.


"Aku tadi sudah berkeliling dan tak menemukan penjual seblak ditengah malam seperti ini jadi aku membuatkan sendiri untukmu."


"Tapi kenapa mas keluar sangat lama?" tanya Anya yang langsung membuat Zayn gugup.


"Ehm, Anya maafkan aku sayang sebenarnya tadi aku bertemu Zara dan mengantarnya sampai diterminal bus jadi mungkin itu alasanku lama diluar."


Sendok yang sedang dipegang Anya langsung jatuh setelah mendengar ucapan Zayn.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen


__ADS_2