BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
112


__ADS_3

Zara bangun setelah mendengar suara adzan s ubuh. Ia bergegas melaksakaan sholat subuh dengan mata terkantuk.


Semalaman Zara tidur dan tidak nyenyak karena mendadak Zara merindukan Sean. Ya sejak semalam Zara begitu merindukan Sean.


Sejak menikah memang Ia belum pernah berpisah seperti ini, Mereka selalu berdua. Kemanapun Zara pergi pasti ada Sean yang selalu mendampingi.


Zara berdoa, tak lupa mendoakan Sean suaminya agar diberikan kesehatan juga keselamatan dimanapun berada. Dia juga berdoa agar segera diberikan jalan terbaik untuknya juga suaminya.


Selesai sholat, Zara bergegas keluar rumah untuk jalan jalan pagi sekalian beli bubur. Udara pagi yang sangat sejuk cukup membantu untuk menenangkan Zara.


Berbeda dari Zara, Sean nampak sedikit kacau apalagi semalaman Sean sama sekali tidak tidur karena memikirkan Zara. Bahkan kantung mata Sean terlihat sangat jelas.


Saat ini Sean sedang memberikan arahan pada Naya karena pagi ini seharusnya dirinya meeting bersama Zayn namun karena Zara lebih penting dari pada pekerjaannya yang membuat Sean mempercayakan semua pada Naya.


"Saya benar benar tak percaya diri pak, apalagi jika harus berhadapan dengan pak Zayn." keluh Naya saat keduanya tengah melakukan panggilan video.


"Saya yakin kamu pasti bisa Nay, nanti seperti biasa saya akan transfer bonus kamu."


"Saya sampai tak bisa merasa senang mendengar kata bonus karena tekanan pekerjaan ini." keluh Naya lagi.


"Apa yang kau takutkan Nay? bukankah sudah biasa kau menghandle pekerjaanku?"


"Benar pak tapi tetap saja untuk urusan pertemuan apalagi dengan pihak penting seperti ini saya tidak percaya diri." ungkap Naya membuat Sean menghela nafas panjang.


"Begini saja, jika nanti kau merasa kesulitan, kau bisa menghubungi ku. kita bisa meeting melalui virtual."


"Nah, itu baru cocok pak." Naya terlihat sangat senang.


"Kalau begini ceritanya, saya nggak jadi transfer bonus kamu ya." goda Sean.


"Yahh jangan dong pak, tetap ditransfer seperti biasa pasti saya terima." balas Naya sambil tertawa.


Setelah tidak ada lagi yang dibahas, Naya segera mematikan panggilan videonya. Ia kembali bekerja menyiapkan berbagai dokumen yang akan digunakan untuk meeting bersama pihak Zayn.


Dan saat meeting tiba, Zayn datang bersama sekretaris seksinya sementara Naya hanya seorang diri.

__ADS_1


"Maaf pak, saya disini mewakili pak Sean yang sedang absen." jelas Naya saat melihat keheranan Zayn yang menatapnya karena yang datang Naya sendiri tidak bersama Sean.


"Ck, kenapa bosmu itu sering sekali absen." gerutu Zayn.


"Pak Sean sedang ada masalah pribadi dengan istrinya maka dari itu beliau absen saat ini."


Zayn mengangguk paham, mengingat kemarin malam Ia mengantar Zara ke terminal. sudah pasti telah terjadi sesuatu pada hubungan mereka dan Zayn merasa lega karena Sean nampak memperjuangkan hubungan nya dengan Zara.


"Ya sudah, baiknya kita lakukan meeting virtual dengan Sean karena kali ini banyak hal penting yang harus dibahas." kata Zayn.


"Baik pak."


"Ck, apa sudah ada kesulitan?" tanya Sean pada Naya saat kini wajah Sean berada dilaptop Naya juga Zayn.


"Tentu saja akan menjadi sulit untuk ku jika harus ku bahas dengan Sekretarismu." Balas Zayn membuat Sean hanya bisa memutar bola matanya malas.


Saat ini Sean masih terlihat mengenakan piyama tidur juga kantung matanya yang terlihat jelas membuat Zayn tahu jika semalaman Sean tidak bisa tidur.


"Kau terlihat badly sekali, apa terjadi sesuatu?" tanya Zayn mencoba bertanya pada Sean.


"Ah baiklah, nampaknya kau sensitif sekali jadi kita langsung masuk ke materi saja."


Sean dan Zayn nampak fokus membahas masalah yang terjadi pada produk yang sedang mereka jalankan, sementara Naya juga Gladis hanya menjadi pendengar serta sesekali memberikan saran terbaiknya.


"Oke jadi kesepakatakannya seperti itu, nanti biar aku katakan pada semua anak buah kita agar bisa menghandle ini semua." jelas Zayn mengakhiri pembahasan nya.


"Ya, jadi apa sudah selesai meetingnya? aku mengantuk." Sean nampak menguap.


"Kau tidak tidur semalaman karena memikirkan istrimu yang kabur?" ejek Zayn.


"Dari mana kau tau? dasar sialan!"


"Aku tahu karena aku yang mengantarnya sampai terminal."


"Apa?!" Sean nampak terkejut dan emosi, bagaimana bisa Zara diantar oleh Zayn.

__ADS_1


"Jangan salah paham dulu, malam kemarin aku memang sedang keluar karena mencari makanan untuk istriku yang sedang ngidam dan kebetulan aku lewat dimana istrimu sedang berdiri disamping taksinya yang mogok. jadi seharusnya kau berterimakasih padaku karena aku sudah berbaik hati mengantarnya, jika tidak mungkin akan ada orang jahat yang datang karena jalan saat itu sangat sepi." jelas Zayn namun tidak membuat Sean lega malah bertambah kesal.


"Tetap saja, seharusnya malam itu kau membawanya pulang kerumahku bukan malah mengantarnya ke terminal."


"Ck, kenapa kau malah menyalahkanku! mana aku tahu juga jika malam itu istrimu kabur!" Kini Zayn juga ikut kesal.


Sean nampak terdiam, mendengar penjelasan Zayn memang seharusnya Ia berterimakasih karena sudah mengantar istrinya sampai terminal. Sean tak bisa membayangkan jika Zara tidak bertemu Zayn mungkin benar kata Zayn jika Zara pasti akan menjadi korban kejahatan orang lain.


"Ehem, maafkan atas tuduhanku dan terimakasih sudah membantu istriku malam itu." kata Sean dengan suara pelan.


"Terlambat!" Zayn langsung mematikan panggilan virtualnya dan tersenyum puas membayangkan Sean pasti sedang marah marah saat ini karena Sean sudah berusaha menurunkan egonya untuk meminta maaf namun Zayn malah menutup panggilan sepihak.


"Baiklah, kita bisa kembali ke kantor." ajak Zayn membuat Naya lega karena pertemuan sudah berakhir.


"Terimakasih Pak, terimakasih banyak." ucap Naya pada Zayn yang hanya diangguki oleh Zayn.


Naya kembali kekantor dan sudah terlihat lega. hari ini memang ada banyak pertemuan dengan para klien Sean namun yang paling membuat Naya takut saat pertemuan dengan Zayn mengingat Zayn orang yang tegas dan tak mentolerir kesalahan sedikitpun dan Naya bersyukur semua berjalan lancar tanpa ada gangguan sedikit pun.


Namun kelegaan Naya tidak cukup sampai disitu karena saat Ia tiba dikantor dan sudah ada Anggara yang menunggunya.


"Pa-pak Anggara..."


"Ada apa? dimana Sean?" tanya Anggara heran melihat Naya yang terkejut saat mengetahui kedatangan nya.


"Anu pak, eh.." Naya terlihat sangat gugup membuat Anggara curiga.


"Apa terjadi sesuatu?"


"Pak Sean absen hari ini."


"Apa? ada apa lagi dengan anak itu? kenapa dia sering sekali absen!" Anggara terdengar galak membuat Naya menunduk takut.


"Anu pak, sepertinya Pak Sean sedang ada masalah dengan istrinya karena saat ini Pak Sean sedang berada dikampung halaman istrinya." akhirnya Naya mengakui semua pada Anggara karena takut jika Ia berbohong dan membuat Anggara semakin marah.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komeen


__ADS_2