BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
132


__ADS_3

Jika ditengah malam, tidur Sean terusik karena ada yang tidak beres dengan rumahnya, berbeda dengan Zayn yang tidurnya kembali terusik karena Anya yang membangunkan nya.


"Mas bangun..." Suara Anya begitu manja sambil mengoyang goyangkan badan Zayn.


Bukan hal yang baru jika Anya membangunkannya karena memang sudah kebiasaan Anya setiap malam selalu membangunkan Zayn ditengah malam seperti ini.


"Hmm, apa lagi sekarang?" Zayn yang masih mengantuk berat merasa kesal dengan istrinya itu namun mau bagaimana lagi, sudah menjadi resikonya sebagai suami melayani istrinya yang sering ngidam.


"Mas kok ngomongnya gitu sih, hiks hiks,." Anya terdengar langsung menangis membuat Zayn akhirnya tersadar dari kantuknya.


"Eh eh nggak gitu sayang, duh please jangan nangis." Zayn merasa bersalah akhirnya memeluk istrinya.


Dan barulah Zayn sadar jika ada yang salah dengan penampilan istrinya,


"Kamu kok tengah malem pakai baju ginian? nggak dingin?"


Zayn melihat Anya memakai ligerie satin tipis yang membuat Zayn sangat tergoda.


"Ak aku pengen mas..." ungkap Anya lalu menundukan kepalanya.


"Haaa?" Antara terkejut dan tak percaya, mengingat selama ini setiap tengah malam, Anya membangunkan nya untuk membelikan makanan dan sekarang Anya malah meminta itu, yang tentu saja membuat Zayn girang. Ya tentu saja Zayn girang karena selama hamil Ia harus bisa menahan diri dan sering puasa mengingat Anya jarang sekali mau disentuh olehnya.


"Ini beneran, nggak lagi ngeprank aku kan?" Zayn menatap Anya masih tak percaya.


"Tapi aku nggak mau disini mas." kata Anya sambil malu malu.


"Trus maunya dimana sayang?" Zayn terlihat sudah tidak sabar.


"Diruang kerja kamu dan kamu harus pakai setelan kantor."


"Haa? harus gitu ya?"


"Kenapa? mas nggak mau?"


"Eh iy iya maulah. ya sudah aku siap siap dulu." kata Zayn langsung bangun dan berjalan menuju lemari untuk mencari setelan kantornya, tak lupa Ia menyempatkan diri untuk mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar.


Zayn saat ini sudah duduk di kursi ruang kerjanya, Ia menunggu Anya yang belum juga masuk.


"Jangan jangan dia mengerjai aku." gumam Zayn baru ingin berdiri namun pintu terbuka membuatnya duduk lagi.


Zayn terkejut melihat penampilan istrinya, masih Mengenakan ligerie satin tipis tanpa dalaman, dan wajahnya yang sepertinya memakai make up juga heels berhak tinggi yang membuat Anya terlihat seperti wanita penggoda yang sangat cantik.


Anya berjalan penuh percaya diri mendekat ke arah Zayn lalu duduk didepan Zayn.


Anya mengecup pipi Zayn membuat Zayn tak tahan lagi untuk tidak membalas kecupan Anya.


"Aku mau mainnya kasar mas." bisik Anya.

__ADS_1


"No, kamu lagi hamil sayang." Zayn tidak setuju membuat bibir Anya langsung cemberut.


"Atau nggak usah sama sekali!"


"My God, oke oke kita main kasar sekarang!"


Zayn mengangkat tubuh Anya dan membawanya ke meja. Zayn berdiri didepan Anya yang duduk. tangan Anya yang sedari tadi tidak bisa diam, menyentuh tubuh Zayn membuat Zayn merasa tak tahan lagi.


Zayn langsung menelusuri setiap inci tubuh Anya dan langsung mendengar suara lembut Anya,


"Masshhh..." suara erangann juga tubuh Anya yang mengeliat membuat Zayn semakin bersemangat memberikan kenikmatan surgawi untuk istrinya itu.


"Kamu nakal harus diberi pelajaran."


Bukan takut, Anya malah menatap Zayn dengan tatapan mengoda, tangan Anya langsung menyentuh milik Zayn yang sudah bangun sedari tadi.


Tak menunggu waktu lama lagi, Zayn segera menyatukan miliknya dengan Anya.


Hingga pukul 3 pagi, akhirnya mereka usai melakukan aktifitas panas diruangan itu. Zayn segera mengangkat tubuh Anya dan membawanya kembali ke kamar.


Tak lupa Zayn menyelimuti tubuh istrinya yang kini sudah mengenakan piyama itu.


Anya sudah lebih dulu terlelap berbeda dengan Zayn yang masih asyik memandangi wajah cantik Anya. Zayn benar benar masih tak menyangka dengan permintaan menyenangkan Anya baru saja.


Jika biasanya Ia harus menahan kantuk dan dingin angin malam untuk keluar mencari makanan namun malam ini Ia justru mendapatkan kehangatan dan kepuasan batin yang tertahan beberapa minggu.


"Thanks wife..."


Tak lupa Zayn mengelus perut istrinya,


"Thankyou son, kamu berada di pihak Papa sekarang." gumam Zayn sambil terkekeh sendiri.


Puas memandangi istrinya, Zayn akhirnya berbaring disamping istrinya. Baru saja ingin memejamkan matanya, Zayn terusik dengan suara ponsel yang ada dinakas.


Mama Nisya calling...


Segera Zayn menjawab panggilan dari mantan mama mertuanya itu.


"Assalamualaikum Ma, ada apa Ma? apa terjadi sesuatu sama Raisa?" Raut wajah Zayn berubah khawatir.


"Apa kamu pikir Mama nggak becus jagain Raisa?" suara ketus terdengar dari Mantan mertua Zayn membuat Zayn menghela nafas panjang.


Zayn bangun dan berjalan menuju balkon kamarnya, Ia tak ingin suaranya menganggu tidur Anya.


"Ada apa Mama telepon tengah malam?" tanya Zayn masih sabar.


"Kapan kamu menceraikan istrimu?"

__ADS_1


Zayn tidak terkejut sama sekali karena sejak awal Ia tahu jika Mama Nisya tidak menyukai Anya namun saat itu Zayn tidak peduli toh Mama Nisya hanyalah mantan mertuanya bukan Mama kandungnya.


"Untuk apa aku menceraikan istriku, aku mencintainya."


"Kau mengkhianati cinta Nisya, Mama kecewa padamu!"


Lagi lagi Zayn menghela nafas panjang, "Bagaimana bisa Mama mengatakan hal itu, Nisya sudah meninggal Ma, dan aku juga harus memikirkan masa depanku."


"Kamu bisa menikah dengan Anis kenapa harus wanita itu!"


"Gila, mana mungkin aku menikahi adik kandung Nisya yang baru saja lulus sekolah!" akhirnya emosi Zayn membuncah, tak tahan lagi.


"Apa salahnya? Anis anak baik dan sama cantiknya dengan Nisya. Dia juga akan menyayanggi Raisa seperti putrinya sendiri, berbeda dengan wanita pilihanmu itu, belum tentu dia bisa menyayangi Raisa dengan tulus."


"Mama hanya belum mengenal Anya, jadi tolong jangan berpikiran buruk tentang Anya."


"Ck, mama nggak peduli, yang penting sekarang Mama minta kamu ceraikan istri kamu dan nikahi Anis!"


"Nggak mungkin Zayn melakukan itu semua, Zayn mencintai Anya!"


"Ahh begitu? jadi kau lebih memilih perempuan itu dari pada putrimu sendiri?"


"Apa maksud Mama?"


"Jika kamu tidak menceraikan wanita itu, jangan harap kamu bisa bertemu dengan Raisa lagi."


"Jangan gila Ma!"


Klik... dan panggilan dimatikan sepihak oleh Mama nisya.


"Sialan!"


Zayn menjambak rambutnya frustasi, Ia benar benar tak menyangka Mama Nisya telah mengambil Raisa darinya.


Setelah Nisya meninggal, Mama Nisya selalu menyalahkan Zayn atas apa yang terjadi dengan Nisya tanpa tahu Zayn juga tersiksa dengan kepergian Nisya.


Hingga akhirnya Zayn bertemu dengan Anya, wanita yang membuatnya sembuh dari luka juga Zayn tidak lagi merusak para wanita yang mengodanya.


Dan sekarang kebahagiaan Zayn kembali terusik mengingat putrinya Raisa kini menjadi tawanan mantan mama mertuanya yang masih menginginkan dirinya menjadi menantu dengan menikahi adik Nisya.


Gila, benar benar gila!


Zayn tidak mungkin melakukan itu, menceraikan Anya demi gadis kecil yang tidak mungkin sama seperti Anya istrinya.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like vote dan komeennn

__ADS_1


__ADS_2