
Sisil baru saja pulang dari bekerja, Ya saat ini kesibukan Sisil bekerja melanjutkan toko kue milik orangtua angkatnya setelah kedua orangtua angkatnya meninggal karena sakit.
Sisil memasuki rumah sederhananya, rumah peninggalan orangtua angkatnya.
Sisil yang dulu juga tinggal dipanti asuhan diadopsi oleh pasangan suami istri sederhana yang tidak bisa memiliki anak.
Meskipun Sisil hidup sederhana namun Ia merasa bahagia karena memiliki keluarga angkat yang utuh dan sangat menyayangginya.
Selesai mandi, Sisil bergegas kedapur untuk membuat makan malam karena Ia merasakan lapar.
Dan sampai didapur, mood Sisil yang tadinya biasa mendadak kesal setelah melihat kondisi dapurnya yang sangat berantakan juga kotor.
Padahal sebelum berangkat ke toko kue, Sisil sudah merapikan dapurnya.
Tangan Sisil mengepal, Ia tahu dalang yang membuat dapurnya seperti ini.
Sisil berjalan dan memasuki kamar khusus tamu, Ia kembali terkejut dan kesal melihat kamar itu juga berantakan apalagi melihat sampah plastik makanan ringan yang bertebaran di lantai.
Segera Sisil mendekati ranjang dan membangunkan Sella yang terlelap disana,
"Sell bangun Lo!"
Cukup lama Sisil berusaha membangunkan Sella yang akhirnya Sella bangun dan menatap ke arah Sisil kesal,
"Apa! ganggu tidur gue sialan!"
"Lo itu yang sialan, seegaknya kalau Lo numpang dirumah orang ya jangan ngrepotin." kesal Sisil.
"Lo liat dong Sell, dapur gue berantakan, ini kamar juga kotor gini. bantuin bersih bersih apa gimana kek, gue pulang kerja capek!" keluh Sisil berharap Sella mau mengerti dan membantunya namun yang terlihat Sella malah menertawakannya.
"Haaa, yakin Lo nyuruh gue?" Sella kembali tertawa membuat Sisil semakin geram.
"Trus gue mau nyuruh siapa? masa iya gue habis kerja harus bersihin sampah Lo ini tiap hari! sadar diri napa Sell!"
"Ck, lo pengertian dikit kek ama gue, tau sendiri gue nggak pernah kerja kasar kayak gini apalagi beresin rumah jelek kayak gini, ogah!"
Sisil geram dan hanya bisa mengepalkan tangannya setelah mendengar hinaan keluar dari mulut Sella.
"Kalau rumah gue jelek, harusnya Lo jangan tinggal di sini."
__ADS_1
Sella kembali terkekeh, "Lo tahu kan Sil, gue cuma numpang sementara, hanya sampai Sean nerima gue lagi dan pasti gue bakal pindah trus bayar biaya hidup gue selama di sini." kata Sella dengan nada angkuh.
Sisil malah menatap Sella sinis, "Yakin banget Sean masih nerima Lo? trus kalau sampai Sean nggak nerima Lo berarti Lo tinggal dirumah jelek gue lebih lama dong?" ejek Sisil.
"Lihat aja, gue pastiin Sean bakal balik sama gue."
Sisil akhirnya bisa menertawakan Sella, "Percaya diri Lo terlalu tinggi!"
Sisil pun meninggalkan Sella yang masih berteriak kesal padanya,
"Lihat aja sampai gue balik sama Sean, gue robohin rumah jelek Lo ini."
Sisil hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli saat mendengar teriakan Sella dari dalam kamar.
Sisil menghela nafas panjang, Ia lalu memulai membersihkan dapurnya dan karena moodnya berubah kesal, Sisil tak jadi memasak untuk makan malam, Ia lebih memilih memesan makanan dari aplikasi online.
Sisil sedang makan malam sambil menonton televisi, Ia lihat Sella keluar dan mengambil makanan yang memang sengaja Sisil pesankan untuk Sella.
Sella kembali ke kamarnya sambil membawa makanan tanpa mengucapkan apapun pada Sisil.
Sisil pun nampak acuh dan tetap melanjutkan makan malamnya, meskipun Ia sedang kesal dengan Sella namun Sisil juga tetap perhatian dengan Sella. Ia juga memesankan makanan untuk Sella.
Sella bahkan membantu biaya pengobatan ayah angkatnya yang waktu itu terkena kanker. Itulah sebabnya Sisil mau bekerja menjadi asisten Sella dan bisa menyayanggi Sella layaknya saudaranya meskipun Sella selama ini selalu menganggapnya rendah.
Sisil memasuki kamar, Ia langsung merebahkan tubuhnya diranjang karena merasa sangat lelah dan juga besok Ia harus bekerja.
Sisil mencoba memejamkan mata, namun entah kenapa mata Sisil masih enggan terpejam. karena tak kunjung tidur, Sisil kesal dan akhirnya bangun untuk membuka ponselnya.
Entah darimana, tiba tiba Sisil ingin membuka akun instagram yang sudah lama sekali tak Ia buka. Hanya ingin sekedar mencari tahu kabar teman teman sekolahnya dulu.
Namun ketidaksengajaan Sisil membuka instagramnya malah membuat Sisil mengetahui fakta lain tentang kepulangan Sella secara tiba tiba.
Ternyata, alasan Sella pulang bukan hanya karena Sella ingin kembali pada Sean namun adaa alasan lain yang membuat Sisil sangat terkejut dan tak menyangka Sella bisa melakukan hal sekeji itu.
Sisil bangun dari ranjang, berjalan mendekati pintu kamarnya, dan dengan tangan gemetar Sisil mengunci pintu kamarnya.
Biasanya Sisil tak pernah mengunci pintu kamarnya namun karena saat ini Ia merasa sangat takut jadi Sisil memilih mencari aman dari Sella yang ternyata sangat gila.
Ya sangat gila karena Sella tega membunuh Anji yang tak lain adalah managernya sendiri. Baru saja Sisil tahu berita itu dari salah satu akun berita diparis.
__ADS_1
Sisil meletakan ponselnya disamping Ia duduk, Rasanya Sisil masih tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Sella, bagaimana bisa?
Sisil bukan tak tahu, Ia malah sangat tahu jika Sella dan Anji memang sangat dekat. Sisil bahkan kerap memergoki Sella yang tengah berhubungan badan dengan Anji.
Sisil juga pernah menasehati Sella agar jaga jarak dengan Anji yang statusnya adalah istri orang namun Sella tak pernah mengubrisnya waktu itu karena yang terpenting bagi Sella adalah karir tak peduli dengan cara apapun Sella hanya ingin menjadi model terkenal.
Sisil kembali membuka ponselnya karena masih penasaran dengan berita pembunuhan Anji yang masih belum tersebar di indonesia namun ramai diparis.
Ia membuka instagram istri Anji yang terlihat sangat berduka, dan banyak pula ucapan bela sungkawa dari teman teman Anji dikolom komentar instagram istri Anji.
Sisil kembali menatapi foto Sella yang kini sudah menjadi tersangka dan dalam masa pencarian.
"Bagaimana ini..." guman Sisil tampak masih shock dan sangat bingung.
Semalaman Sisil tidak tidur karena memikirkan apa yang harus Ia lakukan sekarang.
Dan pagi ini, Sisil mencoba bersikap biasa pada Sella seolah Sisil belum mengetahui segalanya dan Sisil juga sudah berencana kabur dari rumahnya sendiri karena tak ingin bernasib sama seperti Anji, namun nyatanya Sella lebih pintar dari Sisil.
"Sudah mau berangkat?"
Sisil terkejut karena Sella tiba tiba berada didepan kamarnya,
"Su-sudah..." balas Sisil gugup.
Sella nampak tersenyum dan mengangguk,
"Aku sudah membuatkan sandwich untuk sarapanmu." kata Sella membuat Sisil menatap ke arah Sella tak percaya.
"Aku sedang tidak ingin sarapan." balas Sisil menjadi takut dengan sikap baik Sella yang tiba tiba itu.
"Kenapa? aku sudah menbuatkan untukmu lhoo."
Karena tak ingin Sella curiga akhirnya Sisil memberanikan diri untuk makan sandwich buatan Sella meskipun ada rasa takut saat Sisil memakan sandwich itu.
Dan ketakutan Sisil terjadi, setelah menghabiskan sandwich buatan Sella, Ia merasa kepalanya sangat pusing dan akhirnya jatuh ke lantai.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like vote dan komen...
__ADS_1