BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
41


__ADS_3

Malam ini Ricky, Sean dan Zara dalam perjalanan kembali ke kota. setelah seharian mengurus kasus Naira dan bersyukur karena bisa diproses secepatnya jadi Zara dan Sean bisa langsung kembali ke kota sementara Ricky mungkin besok masih harus kembali untuk mengikuti kelanjutan proses kasus Naira.


Zara yang lelah tanpa sadar tidur bersandar dibahu Sean sementara Sean sendiri ikut lelah juga ikut terlelap bersamanya. Ricky yang sedang menyetir didepan sesekali melihat kaca spion untuk melihat Tuan dan Nona nya yang semakin lama semakin lengket dan romantis.


Ricky berharap Nona nya selalu berada disamping Tuan mudanya karena sejak kehadiran Zara banyak hal positif yang berubah dari diri Sean. Zara membawa pengaruh baik untuk Sean.


Pukul 1 dini hari, mobil Ricky sampai didepan rumah. Sean sudah bangun sedari tadi sementara Zara masih terlelap.


Karena tak ingin menganggu tidur istrinya, Sean akhirnya mengendong Zara memasuki rumah.


Sean yang juga merasakan lelah akhirnya ikut terlelap bersama Zara diranjang mereka.


Suara adzan subuh terdengar dari ponsel Zara membuat Zara akhirnya terbangun. Zara terkejut melihat dirinya sudah berada dikamar padahal seingatnya Zara masih berada didalam mobil.


"Apa mas Sean mengendongku?" batin Zara menatap suaminya yang masih terlelap disampingnya. Zara tersenyum membayangkan tubuhnya digendong oleh Sean.


Zara bergegas bangun untuk mengambil air wudhu dan sholat subuh dibilik namun siapa sangka saat memakai mukena, Sean datang dan berada didepan nya.


"Sukanya nggak dibangunin." gerutu Sean membuat Zara tersenyum.


Selesai sholat subuh, Zara sibuk memasak didapur sementara Sean sibuk dengan laptopnya. Akhir akhir ini memang banyak yang berubah dari Sean, Ia lebih rajin bekerja dan sudah banyak membuat perusahaan lain mau bekerja sama dengan perusahaan miliknya.


"Kamu jadi nglamar hari ini?" tanya Sean saat Zara juga ikut bersiap.


Zara mengangguk, "Doakan ya mas, semoga aku diterima."


"Aku berdoanya kamu tidak diterima." balas Sean membuat Zara langsung cemberut.


Sean terkekeh lalu mengusap rambut istrinya, "Iya sayang, didoain diterima kok."


Zara langsung tersenyum dan menghambur ke pelukan suaminya membuat Sean terkejut namun sedetik kemudian Sean ikut tersenyum dan mempererat pelukan nya.


"Bener ini tempatnya mas?" tanya Zara kala mobil Sean berhenti disebuah taman kanak kanak yang cukup besar dan elite.


Sean merogoh ponselnya dan membaca alamat yang diberikan Sena, Tk Bakti Nusa.


"Memang bener sayang, di sini." balas Sean kembali memasukan ponselnya disaku. Ia lihat wajah istrinya berubah ragu.


"Kenapa?"


"Agak nervous, kok sekolahnya gede banget ya."


Sean terkekeh, "Ini sekolahan kalangan elit sayang, berubah pikiran? nggak jadi aja?" goda Sean membuat Zara langsung menggeleng.

__ADS_1


"Aku coba dulu lah mas, Bismillah." Zara mencium punggung tangan suaminya dan segera keluar.


Zara berjalan mendekati pos security, "Pagi pak, saya Zara mau melamar jadi pengajar di disini." Zara terdengar gugup.


"Sebentar." Salah satu satpam itu nampak menelepon seseorang.


"Mbak Zara sudah ditunggu didalam, mari saya antar." kata satpam itu membuat Zara terkejut karena semudah ini.


Zara diajak memasuki sebuah ruangan dimana ada seorang wanita yang mungkin 2 tahun lebih tua darinya, terlihat cantik dan anggun.


"Selamat pagi, saya Tessa pengurus sekaligus kepala sekolah di Tk Bakti Nusa." kata wanita itu memperkenalkan diri.


"Say-saya Zara Annasya."


Wanita bernama Tessa itu terkekeh, "Jangan gugup, kita santai saja di disini. kamu bisa panggil aku Kak Tessa."


"Baik Kak." Zara menunduk malu.


Tessa segera mengecek berkas data diri yang dibawa oleh Zara.


"Ternyata kamu bukan asli orang sini?" tanya Tessa.


"Bukan, saya ikut suami di sini."


"Kakaknya Sena?"


"Saya kakak tingkat Sena saat kuliah, kami cukup dekat dan beberapa kali saya main kerumah Sena."


"Karena kamu kakaknya Sena jadi saya percaya, biasanya saya tidak menerima orang asing untuk mengajar di sekolahan ini karena kami benar benar menjaga keamanan anak anak di sini." jelas Tessa yang langsung membuat Zara tersenyum dan sangat bersyukur. Impian nya untuk menjadi guru TK akhirnya terwujud.


"Jadi saya benar benar diterima?" tanya Zara masih tak percaya.


Tessa tersenyum dan mengangguk membuat Zara mengucap Alhamdulilah berkali kali.


Tessa mengajak Zara berkeliling untuk melihat ruangan ruangan yang ada di Tk Bakti Nusa. Zara benar benar kagum karena meskipun hanya sekolahan untuk anak anak namun fasilitas nya sangat lengkap.


Ada taman bermain yang sangat luas, kolam renang, ruangan musik serta masih banyak lagi. sangat berbeda dengan TK yang ada dikampungnya. Yang hanya ada 3 petak ruangan, 1 untuk ruang guru sementara 2 untuk ruang kelas juga taman bermain anak yang tidak terlalu luas.


"Nanti kamu bisa mulai mengajar di TK A lebih dulu, karena masih awal dan nanti juga ada bimbingan dari Kak Rini jika ada yang ingin kamu tanyakan."


Zara mengangguk, "Baik Bu, terimakasih banyak."


Tessa terkekeh mendengar balasan dari Zara, "Jangan memanggil ku Bu, itu terlihat sangat tua, panggil aku kak saja. kita di sini saling memanggil dengan Panggilan Kak**ak." jelas Tessa membuat Zara merasa tak enak.

__ADS_1


"Maafkan saya kak,"


"Sudah santai saja, jangan terlalu gugup." kata Tessa lalu mengajak Zara keruangan guru.


Zara ikut masuk keruangan guru dimana semua guru di sini masih terlihat muda.


"Perhatian semuanya, kita kedatangan guru baru disini." ucap Tessa setengah berteriak membuat semua guru yang ada diruangan itu menghentikan aktifitasnya.


"Perkenalkan Nama saya Zara, semoga kita bisa bekerja sama Kak."


"Halo kak Saya Nela,"


"Saya Kiki."


"Saya Rini."


Ketiga guru yang ada diruangan itu langsung ikut memperkenalkan diri dengan ramah membuat suasana menjadi lebih santai dan Zara sudah tidak gugup lagi.


"Nah Zara, dan disitu meja kamu." kata Tessa menunjuk meja samping Rini.


"Dan karena saat ini kita membutuhkan guru untuk Tk A membantu kak Rini jadi saya minta Kak Rini bisa membimbing Zara."


"Siap kak." Wanita bernama Rini langsung menjawab ucapan Tessa.


Zara segera duduk dikursinya,


"Semoga betah ya di sini." Rini langsung bersikap ramah padanya membuat Zara tersenyum lega karena Zara bukanlah orang yang mudah bergaul, ia cenderung introvert dan memiliki sedikit teman.


"Sebentar lagi kita masuk kelas, langsung ikut mengajar saja ya." ajak Rini.


"Saya ikut gimana baiknya saja kak." balas Zara sopan meskipu jika di lihat usia Rini lebih muda darinya namun tak mengurangi rasa sopan Zara sebagai orang baru di sini.


Zara mengikuti Rini memasuki kelas dimana sudah banyak anak anak disana.


"Selamat pagi anak anak." teriak Rini membuat suasana kelas yang tadinya ramai kini langsung hening dan semua anak anak duduk dikursi mereka masing masing.


"Selamat pagi Bu guru..."


"Hari ini kita kedatangan guru baru yang nanti akan menjadi teman Ibu untuk belajar bersama kita disini." kata Rini langsung mengandeng Zara.


"Halo anak anak, Saya ibu Zara ." Zara memperkenalkan diri hingga ada seorang anak perempuan langsung berdiri dan terlihat sangat senang melihat Zara dikelasnya.


"Tante cantik...."

__ADS_1


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like vote dan komennn


__ADS_2