
Setelah pertemuan dengan rajawali, Sean kembali ke kantor namun dikantor Ia sama sekali tak melakukan apapun. Hanya membuka berkas lalu menutupnya lagi karena pikiran Sean sama sekali tidak bisa fokus pada pekerjaan nya.
Tepat pukul 3 sore, Sean akhirnya memutuskan untuk pulang namun Ia tak langsung pulang dan malah berputar putar menggunakan mobilnya untuk menyegarkan pikirannnya.
Dan betapa terkejutnya Sean saat sampai dirumah Ia melihat istrinya sudah dikamar mereka sedang sibuk mempersiapkan baju yang nantinya akan Ia bawa.
Sean langsng menghambur ke pelukan istrinya yang tak menolak pelukan nya itu.
Rasa hatinya yang tadi sempat galau kini terasa senang berlipat lipat.
Sean melepaskan pelukannya dan matanya melihat koper kecil yang Zara siapkan untuknya, seketika Sean terkekeh.
"Kenapa mas, ada yang salah?" tanya Zara menjadi salah tingkah.
"Aku bukannya mau ke luar kota yang jauh sayang, cuma mau ke acara perkumpulan para pengusaha saja dan itupun nanti mungkin naik helicopter pribadi milik Papa jadi cepat sampai karena acaranya malam ini, jadi sepertinya tidak perlu membawa koper dan baju ganti." jelas Sean membuat Zara melonggo.
"Tapi bukan nya kemarin mas bilang..."
Sean kembali terkekeh, "Maafkan aku sayang, aku terpaksa bohong agar kamu ikut pulang bersamaku." ungkap Sean membuat wajah Zara berubah masam.
"Jangan marah lagi," Sean kembali memeluk Zara lalu mencium kening Zara lama.
"Aku pengen ngajak kamu kesana."
"Ngajak aku?" Zara nampak terkejut.
"Iya, semua pengusaha yang datang juga mengajak istri mereka bahkan Papa juga suka mengajak Mama ke acara itu."
"Ta-tapi apa mas nggak malu kalau ngajak aku?"
"Ck, nggak malu sayang, justru aku bangga kalau ngajak kamu, apalagi nanti disana juga ada rival aku." kata Sean membuat alis Zara mengerut tak mengerti apa maksudnya Sean.
"Itu loh si duda anak satu paling juga datang kesana." jelas Sean raut wajahnya berubah kesal.
"Zayn?"
"Iya nggak usah disebut namanya juga, bikin kesel!"
__ADS_1
Zara tersenyum, "Maaf mas, tapi nggak apa apa kalau aku ikut? aku merasa nggak percaya diri buat dampingi kamu ke acara itu."
"Ck, kenapa harus nggak percaya diri sih orang istriku aja cantik gini sampai banyak yang naksir. justru harusnya aku takut ngajak kamu, takut nanti digondol sama si duda itu." ungkap Sean yang langsung membuat Zara terkekeh.
Malam harinya selesai bersiap, Zara segera keluar dari kamar karena Sean sudah menunggu didepan. karena akan pergi ke pesta, Zara mengenakan baju yang dibelikan oleh Sean, gamis berwarna gold dengan banyaknya aksen mutiara yang membuat gamis itu terlihat mewah. Dan malam ini Zara menggunakan make up sendiri, Ia memang tak pernah menggunakan make up namun selama ini Ia suka melihat video tutorial make up membuatnya bisa berhias diri meskipun hanya ala kadarnya.
Zara kini berjalan mendekati Sean yang terlihat asyik dengan ponselnya. mendadak Sean meletakan ponselnya dan menatap Zara cukup lama membuat Zara jadi salah tingkah.
"Keliatan aneh ya mas?"
Sean berdiri lalu menggelengkan kepalanya, "MasyaAllah, ada bidadari jatuh dari langit." ucap Sean yang langsung membuat wajah Zara memanas dan memerah malu.
"Nggak keliatan malu maluin kan mas?" tanya Zara khawatir.
"Enggak sayang kamu cantik sekali." puji Sean sampai tak berkedip menatap ke arah istrinya "Aku jadi takut ngajak kamu, takut banyak lagi rivalnya."
Zara tersenyum geli, "Nggak usah ngombal deh mas."
Sean mengajak Zara berangkat, didalam mobil Sean tak henti hentinya mencuri pandangan ke arah Zara, masih menganggumi kecantikan yang berbeda dari istrinya itu.
"Fokus mas, fokusss..." Zara merasa tak nyaman.
"Ck, gombal terus." Zara menuduk malu.
Sean terkekeh, "Serius sayang."
Keduanya sampai disebuah lapangan yang cukup luas dan besar dimana sudah ada satu helicopter yang terparkir disana.
"Tuan Anggara absen tidak berangkat karena ada tugas mendadak dikota lain." kata seseorang yang baru saja menghampiri Sean.
"Ck, kenapa Papa nggak bilang." gerutu Sean mengingat tahun sebelumnya Ia selalu berangkat bersama sang Papa.
Keduanya segera menaiki helicopter pribadi milik Anggara itu, Zara yang belum pernah naik pesawat sedari memegang lengan Sean cukup kencang karena dirinya sedikit takut.
"Its okay, nggak usah takut." kata Sean mengelus pipi istrinya itu.
Dan saat helicopter mulai berangkat, Zara dibuat kagum oleh indahnya pemandangan kota saat malam hari tanpa Ia sadari matanya tidak berkedip dan bibirnya terbuka karena terlalu kagum.
__ADS_1
Perjalanan mereka hampir 1,5 jam untuk sampai ditempat tujuan. Sean mengenggam tangan Zara dan mengajaknya memasuki sebuah hotel bintang 5 yang sangat besar dan mewah. Sebelum pergi ke acara yang diadakan dihotel itu, Sean memboking kamar lantai paling atas.
"MasyaAllah, bagus sekali mas." puji Zara kala memasuki kamar Vip yang disewa Sean. Dari kaca kamar itu langsung memperlihatkan view pemandangan kota pada malam hari yang sangat indah.
"Suka?" Sean langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Suka sekali."
"Harusnya dulu kita malam pertama ditempat seperti ini, bukan malah di hotel melati." kekeh Sean mengingat hotel melati tempat Ia unboking Zara.
"Dimanapun nggak masalah mas selama sudah halal." balas Zara membuat Sean tersenyum.
"Benar sekali istriku ini."
Keduanya pun turun untuk pergi ke acara yang diadakan ditaman hotel.
Zara dibuat terkejut saat memasuki tempat untuk acara, ruangan terbuka yang disulap menjadi sepeerti kelab malam yang sering Ia lihat di film film yang sering Ia tonton.
Banyak lampu kelap kelip juga musik Dj yang memeriahkan acara yang bahkan Zara tak mengerti acara apa itu.
Jujur Zara merasa tak nyaman dan sangat tidak percaya diri saat memasuki ke tempat itu apalagi semua mata langsung memandang ke arahnya saat Sean dan dirinya masuk. beruntung Sean tak melepaskan genggaman tangan nya.
"Pretty girl, dia sangat berbeda dari semua wanita yang ada disini." kata seorang pria yang menghampiri Sean.
Zara menatap ke sekitar, melihat semua wanita yang datang ke acara ini tidak menggunakan hijab dan pakaian mereka sangat terbuka, hanya Zara sendiri yang terlihat menggunakan pakaian tertutup.
"She is my wife." balas Sean membuat pria yang barusaja bertanya nampak terkejut.
"What? kapan? kenapa tidak mengundangku?"
Lagi lagi Sean terkekeh, "Memang belum ada pesta, nanti pasti ku undang." balas Sean mengajak Zara memasuki lebih dalam ke acara itu.
Zara benar benar tak nyaman, rasanya ingin pulang saat ini juga karena sedari tadi semua orang memandang ke arahnya tanpa berkedip. Ada yang terlihat heran, ada yang terlihat kagum bahkan tak banyak mereka yang tertawa setelah melihat Zara.
Hingga mata Zara tak sengaja menatap ke arah seorang wanita yang Ia kenali, wanita itu juga menatap ke arahnya dengan tatapan terkejut. Dan yang lebih mengejutkan lagi disamping wanita itu adalah pria yang sedari tadi menatapnya penuh minat.
"Anya...."
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like vote dan komen...