BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
120


__ADS_3

Sella saat ini sudah berada didalam sel penjara, tangan nya bahkan kini diborgol meskipun dia sudah berada didalam penjara karena sedari tadi Sella mengamuk minta dikeluarkan membuat Sella akhirnya diborgol.


Sementara itu diruangan polisi, Sisil baru saja datang. Setelah ada beberapa orang polisi yang menggeledah rumahnya dan menyelamatkan Sisil yang masih terpasung dirumahnya sendiri.


Kini status Sisil sedang dijadikan saksi karena sempat memberi tumpangan rumah untuk Sella.


"Jadi kamu sudah tahu Sella menjadi buronan dan hanya diam saja?" tanya polisi yang saat ini sedang mengintrogasi Sisil.


"Bagaimaana saya bisa lapor jika saya langsung dipasung hari itu juga!" kesal Sisil mengingat dirinya memang langsung dipasung oleh Sella padahal pagi itu Sisil berencana kabur dari Sella.


"Saya tahu setelah beberapa hari kami tinggal bersama, saya melihat berita di instagram dan pagi harinya saya berencana untuk kabur karena takut tapi saya sudah di jebak dulu oleh Sella hingga akhirnya terpasung digudang." jelas Sisil.


Polisi itu nampak mengangguk paham, "Apa kamu tahu hubungan tersangka dengan korban sedekat apa?"


"Yang saya tahu mereka sangat dekat karena korban memang menyukai Sella namun mendengar cerita Sella, sepertinya bukan hanya salah Sella karena saat kejadian itu Sella mencoba membela dirinya sampai tak sengaja menusuk korban." jelas Sisil.


"Apa tusukan diperut berkali kali adalah bentuk pembelaan diri?" tanya polisi itu yang membuat Sisil sangat terkejut.


"Ap apa maksudnya?"


"Kamu pasti hanya mendengar pembelaan dari tersangka tanpa melihat rekaman cctv ya?"


Sisil terlihat bingung dengan ucapan polisi, Ia merasa sedang dibodohi oleh Sella.


Polisi akhirnya memperlihatkan rekaman cctv di apartemen Sella.


Direkaman itu, Sella memang sengaja membunuh Anji bukan karena Anji ketidaksengajaan seperti apa Sella katakan waktu itu.


"Ja jadi..."


"Jadi kau ikut dibohongi dan rela terpasung demi sahabatmu yang palsu itu ya." ejek polisi itu membuat tangan Sisil mengepal, tak menyangka Sella bis sejahat ini padanya.


Setelah selesai di intrograsi oleh polisi, Sisil menyempatkan untuk melihat keadaan Sella yang kini tengah duduk dilantai bersandarkan tembok dengan tatapan kosong.


"Sisil akhirnya kau datang, aku menunggumu sedari tadi." ungkap Sella terlihat senang melihat keberadaan Sisil yang saat ini menjeguknya.


"Menunggu? untuk apa menungguku?" sinis Sisil.

__ADS_1


"Kau harus membebaskan ku sil, kau sahabatku dan kau lah orang yang tahu jika aku tidak bersalah, aku tidak sengaja membunuh Anji." ungkap Sella lagi penuh harap.


Sisil hanya tersenyum sinis, Ia muak sangat muak karena lagi lagi Sella membodohinya.


"Kau bersalah dan pantas mendapatkan hukuman ini Sella, maaf untuk kali ini aku tidak bisa membantumu." kata Sisil membuat Sella terkejut dan langsung histeris.


"Ti tidak Sil, kamu harus menolongku. kamu harus membebaskanku."


"Maaf tapi sepertinya aku tidak bisa melakukan itu, apa yang sudah kamu lakukan itu adalah kejahatan besar, kau menghilangkan nyawa seseorang jadi memang kau pantas mendapatkan ini semua." kata Sisil lagi.


"Aku tidak sengaja Sil, aku tidak melakukan itu."


"Kau melakukan nya Sella! kau menusuk Anji berkali kali dan kau memang sengaja!"


Sella terkejut, tak menyangka jika Sisil sudah mengetahui kebenaran nya.


"Aku melihatnya, aku melihat rekaman cctv saat kau dengan sadis menusuk Anji berkali kali." ungkap Sisil yang lagi lagi membuat Sella kembali terkejut.


"Cctv? bagai bagaimana mungkin ada Cctv." Sella terlihat tak percaya.


"Entah siapapun yang sudah memasang cctv itu, yang jelas memang ada cctv di apartemen mu."


"Semoga setelah mendapatkan hukuman ini, kamu bisa menyadari semua kesalahanmu Sella, aku tak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan Sella. aku akan tetap menjadi sahabatmu." kata Sisil yang membuat Sella menangis.


"Kau harus membebaskanku sil, kau harus..."


"Maaf aku tidak bisa, aku pamit Sella dan aku janji akan sering menjegukmu kesini."


"Tidak sil, jangan tinggalkan aku. aku takut. kau harus menemaniku disini." teriak Sella yang tak digubris oleh Sisil.


Sisil berbalik dan segera meninggalkan Sella yang masih berteriak memanggil namanya.


Setelah kedatangan Sisil di depan sel nya kini Sella kembali kedatangan tamu yang sama sekali tak di inginkan oleh Sella.


"Untuk apa anda kemari? apa anda datang untuk menertawakanku sekarang?" tanya Sella tak menatap pada pria tua yang tak lain adalah Anggara, Papa Sean.


"Tidak, justru aku kesini untuk berterimakasih padamu." balas Anggara membuat Sella akhirnya menatap Anggara tajam.

__ADS_1


"Berterimakasih? anda sedang menghinaku sekarang?" sinis Sella.


"Bukankah kau sendiri yang membuat dirimu terhina nak?"


Sella kembali menatap kesal ke arah Anggara, "Jika Anda datang hanya untuk memberikan ceramah, sebaiknya Anda pergi saja!"


"Sudah kubilang aku datang untuk mengucapkan terimakasih padamu."


"Terimakasih karena kamu sudah melukai putraku, memberikan banyak pelajaran berharga untuk putraku dan terimakasih kau sudah menusuk putraku karena dengan itu istri soleha dari putraku bisa kembali disamping putraku.


Kau yang membuat mereka terpisah dan sekarang kau lah yang membuat mereka kembali bersama." ucap Anggara membuat Sella mengepalkan tangannya.


"Pergilah Tuan, aku tidak ingin mendengar apapun lagi!"


"Dan jika kau penasaran bagaimana bisa ada cctv di apartemenmu, aku yang sudah memasangnya."


Sella terkejut dan menatap Anggara tak percaya, "Selama ini aku memantaumu, aku bahkan sudah tahu bagaimana kau mengkhianati putraku, kau memang wanita tak tahu diri. keluargaku sudah menerima mu dan mengangkat derajatmu tapi kau malah memilih menjadi ******."


"DIAM! sebaiknya anda pergi sekarang." teriak Sella tak tahan lagi mendengar ucapan Anggara.


"Selama ini aku hanya diam meskipun aku bisa melakukan banyak cara untuk membalas semua perbuatanmu pada putraku, dan sekarang aku benar benar bahagia melihatmu berada disini. kau memang pantas berada disini." ucap Anggara dan setelah itu Anggara pergi meninggalkan sel Sella tanpa peduli teriakan Sella yang terdengar sampai diluar.


"Kau pastikan wanita ular itu mendapatkan hukuman yang berat. aku tak ingin orang yang sudah melukai putraku bisa bebas dengan mudah." kata Anggara pada Ricky.


"Baik Tuan, saya akan urus semuanya."


Anggara segera keluar dari kantor polisi, entah mengapa melihat wajah Sella membuat emosinya meningkat.


Ia kadang masih tak menyangka, Sean putranya pernah jatuh cinta pada wanita ular seperti Sella.


Sementara Sella masih saja menangis didalam sel, Ia masih tak terima dengan kondisinya saat ini.


"Aku pastikan akan membalas kalian, aku akan membalas kalian yang sudah membuat hidupku hancur."


Sella bahkan mengumamkan umpatan kata kata kasar berkali kali.


Ia sudah bertekad akan membalas dendam meskipun harus menunggu dirinya bebas dari penjara lebih dulu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


jangan lupa like vote dan komeen


__ADS_2