
Setelah semalaman tidak bisa tidur karena merasa tegang dan gugup akhirnya Ricky bisa bernafas lega karena berhasil mengucapkan ijab dan kabul dengan suara lantang tanpa ada kesalahan sedikit pun.
Sah..
Sah...
sah...
Suara para saksi terdengar menambahkan kelegaan dihati Ricky dan Imah yang sedari tadi merasakan tegang luar biasa.
Ricky menyodorkan tangan nya yang langsung digapai Imah dan langsung menciumnya. Imah melepaskan tangan Ricky, langsung tersipu malu.
"Sekarang sudah sah, dijaga baik baik istrinya jangan sampai disakiti." ucap pak Penghulu mengingatkan.
"Siap pak." Ricky kembali menjawab dengan lantang.
Selesai ijab kabul, mereka berdua langsung menuju kursi pelaminan untuk menyambut para tamu yang sudah berdatangan. Memang sudah menjadi adat dari kampung halaman Imah jika pesta pernikahan langsung diadakan setelah ijab tanpa ditunda.
Zara yang mendampingi Imah sedari tadi tampak asyik memotret Imah dan Ricky dari tempat Ia duduk. Zara ikut bahagia akhirnya sahabatnya itu mengikuti jejaknya melepaskan masa lajang di umur yang masih muda.
"Seneng banget." celetuk Sean yang duduk disamping Zara, sedari tadi memandang wajah istrinya yang memacarkan kebahagiaan.
"Sahabatnya nikah, ya seneng lah mas apalagi nanti Imah ikut tinggal ke kota."
"Ck, tapi kalau imah tinggal dikota jangan sibuk ghibah trus ya, harus inget sekarang sudah punya suami." kata Sean mengingatkan.
"Nggak lah mas, nggak mungkin aku kaya gitu. lagian nggak setiap hari juga ketemu kan, dia pasti juga punya kesibukan sendiri."
"Iya percaya kok, kemarin lihat kamu serius banget ghibah sama Imah, ngomongin apa?" tanya Sean penasaran. sebenarnya semalam Sean ingin menanyakan pada Zara namun mereka berdua malah ketiduran karena kelelahan, barulah sekarang Sean menanyakan pada Zara.
"Emm, Imah cerita kalau..." Zara terlihat ragu bercerita.
"Kalau kenapa?"
"Kalau Panji masuk penjara."
"Yess akhirnya... si panci..." Sean terlihat sangat senang mendengar kabar buruk yang baginya kabar baik itu.
"Ish mas, kenapa seneng ngeliat penderitaan orang lain!"
"Bukan seneng sayang, bahagia aja." kekeh Sean.
__ADS_1
"Sama aja mas, nggak boleh gitu mas. sejahat jahatnya Panji jangan sampai kita bahagia disaat dia menderita.
Lagian dia juga nggak pernah jahat sama mas kan?"
"Dia emang nggak pernah jahat, tapi dia berusaha deketin kamu padahal kamu sudah punya suami." dengus Sean.
"Kenapa bisa sampai dipenjara?" Sean terlihat penasaran.
"Katanya dia melecehkan anak santri." balas Zara lalu menundukan kepalanya.
Sean mengelus kepala Zara, "Sudah jangan pikirkan lagi. biarkan dia tanggung jawab dengan apa yang sudah dia perbuat."
"Mas... jangan seperti itu ya?"
Sean tersenyum mendengar kekhawatiran istrinya itu, "Mana mungkin, punya kamu aja sudah nikmat dunia akhirat." balas Sean membuat Zara tersenyum senang.
Semua tamu yang mengikuti acara sudah mulai pulang karena waktu juga beranjak sore namun Zara dan Sean masih setia disana sampai acara benar benar selesai.
Hingga Zara dan Sean melihat tamu undangan yang membuat keduanya langsung menjadi tak nyaman. Anya yang datang ke acara pernikahan Imah dengan Zayn.
Sean langsung emosi melihat wajah Zayn dan ingin menghampiri Zayn namun Zara mencegahnya,
"Mau ngapain mas? udah biarin aja." kata Zara sambil memegang lengan suaminya.
Sementara Zayn nampak acuh dan terus mengikuti Anya yang terlihat mendekati pengantin baru untuk mengucapkan selamat.
"Setelah ini langsung pulang saja." kata Zayn yang langsung membuat Anya mengerutkan keningnya.
Anya memang sedikit heran dengan sikap bosnya yang mendadak berubah baik setelah bertemu dengan Zara ditoko bunga. Ia tak lagi kasar bahkan tak lagi memaksa dirinya untuk berhubungan **** lagi.
Kemarin, Anya minta cuti satu hari untuk datang ke pernikahan Imah karena Imah mengiriminya pesan lewat instagram nya, karena merasa tak enak akhirnya Anya datang dan meminta cuti, lagi lagi Anya dibuat heran karena Zayn malah mengantar dirinya sampai ke kampung halaman Imah yang cukup jauh. Awalnya Anya pikir karena Zayn ingin bertemu dengan Zara namun Zayn malah terlihat acuh saat melihat Zara.
"Bapak nggak mau mampir kerumah Zara?" tanya Anya heran.
"Ck, ngapain juga kesana. tapi kalau kamu mau mampir silahkan saja, nanti ku tunggu di mobil." balas Zayn acuh membuat Anya benar benar heran tak menyangka.
Anya yang melihat Zara dari kejauhan hanya tersenyum saat Zara juga menatap dirinya, Anya ingin mendekat namun sepertinya wajah Sean suami Zara terlihat sangat tak bersahabat membuat Anya mengurungkan niatnya untuk mendekati Zara.
Anya hanya sebentar saja di resepsi pernikahan Imah, setelah itu Ia kembali pulang bersama Zayn. Niat awal Anya ingin menginap di pesantren yang ada didekat rumah Zara namun karena diantar oleh Zayn akhirnya Ia hanya sebentar di kampung halaman Zara dan Imah itu.
"Seharusnya Bapak tidak perlu repot mengantar saya seperti ini." ucap Anya saat keduanya sudah berada didalam mobil.
__ADS_1
"Hmm... tidak gratis." balas Zayn.
Anya mengangguk mengerti, Ya tentu saja tidak gratis, seorang Zayn mana mungkin tulus dengan nya batin Anya.
"Ya saya tahu pak, apa yang harus saya lakukan." balas Anya.
"Memangnya apa?" tanya Zayn pura pura tak mengerti.
"Seperti yang biasanya bapak minta,"
"Apa?"
Anya menunduk tak menjawab Zayn, merasa malu sendiri jika harus membahas hal intim seperti itu.
"Apa?" Zayn kembali menanyakan pada Anya.
"I-itu pasti tentang apa yang sering kita lakukan ya pak? pasti urusan ranjang." akhirnya Anya membalas dengan kata kata yang membingungkan namun Zayn mengerti maksud Anya.
"Memang yang sering kita lakukan apa?"
Anya langsung saja menatap Zayn sebal, ini kali pertamanya Zayn mengajaknya bercanda seperti ini.
"Apa yang sering kita lakukan?" tanya Zayn lagi, kali ini nampak memandang lekat lekat wajah manis Anya yang berpoles make up tipis.
"It-itu... Apa harus dikatakan pak? sepertinya terlalu vulgar."
"Tidak masalah, katakan saja."
"Bercinta." balas Anya lalu menundukan kepalanya malu.
Zayn langsung saja terbahak apalagi melihat wajah malu malu milik Anya.
"Dasar mesum! apa itu saja yang kau pikirkan tentang aku?"
"Bu-bukan seperti itu pak, hanya saja sejak awal bapak yang selalu memaksa saya melakukan itu!" Mata Anya terlihat berkaca, inilah kali pertamanya Ia bisa mengungkapkan kekesalannya pada Zayn, pria yang sudah merenggut kesucian nya dengan paksa.
Zayn nampak diam, memikirkan ucapan Anya yang memang benar dirinya bisa dikatakan memperkosa Anya waktu itu. Anya bahkan selalu menangis dan meringkuk ketakutan setelah apa yang mereka lakukan, tidak seperti wanita lain yang malah selalu mengodanya lebih dulu, Anya memang berbeda. mungkin ini lah sebab Zayn bisa sedikit melunak dengan Anya, Zayn merasa bersalah.
"Aku tidak meminta bayaran bercinta karena kita bisa melakukan kapan saja jika aku mau, aku hanya ingin mengajakmu menemani Raisa pergi ke kebun binatang." kata Zayn yang langsung membuat Anya terkejut menatap ke arah Zayn.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen