
Saya terima nikah dan kawinnya Anya Wulandari binti Aji Pramono dengan mas kawin seperangkat alat sholat juga emas batang 50 gram dibayar tunai....
*Sah ...
Sah..
Sah*...
Alhamdulilah...
Selesai ijab kabul, bapak penghulu nampak membacakan doa, sementara Anya masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Anya sudah sah menjadi istri seorang Zayn wirawan, pria yang memperkosa dirinya itu kini sudah bertanggung jawab menikahinya.
"Salim dulu dong dengan suaminya, kan sekarang udah sah." kata Bapak penghulu didepan Anya membuat Anya tersenyum malu malu.
Dengan tangan gemetar, Anya mengambil tangan Zayn lalu Ia cium, tak lupa Zayn juga mengecup kening Anya.
Entah mengapa Anya langsung merasakan nyaman luar biasa saat Zayn mencium keningnya, padahal Zayn saja bahkan sudah merasakan seluruh tubuhnya namun ciuman kening Zayn benar benar menenangkan.
Selesai ijab kabul, bapak penghulu juga para saksi sudah pulang, kini tinggal Zayn, Anya juga Raisa yang berada diruangan Ibu Anya.
"Semoga kamu bahagia ya nak." ucap Ibu Anya nampak tersenyum.
"Ibu juga harus cepet sembuh, cepet keluar dari sini... Nanti Anya ajak jalan jalan. Ibu bilang mau jalan jalan." kata Anya masih mengenggam erat tangan Ibunya.
Ibu Anya tak menjawab, hanya tersenyum menanggapi ucapan putrinya itu.
Setelah cukup lama berada diruangan ibu Anya, akhirnya Zayn mengajak Anya pulang. Sejujurnya masih berat bagi Anya untuk berpisah dengan sanh Ibu, namun mau bagaimana lagi, Anya sekarang sudah memiliki tanggung jawab baru.
"Berarti sekarang Tante jadi Mama aku dong?" Tanya Raisa kala sudah berada didalam mobil.
"Iya, sekarang jangan manggil tante lagi. panggil Mama oke sayang." Zayn ikut menimpali.
"Oke siap Pa, yesss berarti sekarang Raisa punya Mama kayak temen temen." kata Raisa begitu senangnya membuat Anya yang sedari tadi memangku Raisa ikut tersenyum senang.
"Mau makan siang dimana?" tanya Zayn pada Anya yang sedari tadi hanya diam.
"Terserah mas saja, aku ngikut."
"Ck, terserah." omel Zayn membuat Anya tersenyum geli.
Akhirnya mobil Zayn berhenti disebuah restoran makanan cepat saji.
Ketiganya memasuki tempat itu dan Zayn pun memesankan makanan.
"Habis ini mau jalan jalan kemana?" tanya Zayn disela sela makan siang.
"Pulang aja kayaknya mas, mendung banget soalnya." balas Anya.
"Ohh, udah nggak sabar."
__ADS_1
Mata Anya langsung melotot mendengar celetukan Zayn, "Eh ya udah terserah mas aja mau kemana." balas Anya gugup.
"Ke hotel aja kalau gitu, cocok banget ini sama cuacanya." celetuk Zayn yang lagi lagi membuat Anya kembali melotot menatap ke arahnya.
"Mas... ada Raisa."
"Kenapa? Raisa juga mau kok ya tidur dihotel?"
"Mau Pah, mau ... kan udah lama nggak nginep dihotel." balas Raisa yang langsung membuat Zayn tertawa mengejek ke arah Anya.
Anya hanya bisa menggelengkan kepalanya,
Dan sepulang dari makan siang, Zayn memang benar benar mengajak Anya dan Raisa ke hotel bintang lima.
Zayn bahkan memesan kamar hotel suite room yang lebih luas dan besar untuk dirinya dan Raisa.
"Raisa bobo siang dulu gih." pinta Zayn pada Raisa saat keduanya berada dikamar hotel.
"Keloni Papa sama Mama." pinta Raisa manja.
Zayn dan Anya tersenyum bersamaan, mereka langsung menuruti permintaaan Raisa.
Kini Raisa berada ditengah tengah diantara Zayn juga Anya.
"Wah enak banget ya kalau dikeloni Papa sama Mama lengkap gini." ungkap Raisa terlihat sangat bahagia.
"Raisa mau tiap hari boboknya kayak gini? dikeloni Papa sama Mama?" tawar Anya yang langsung membuat Zayn melotot ke arah Anya tak terima.
"Tapi kan Raisa udah punya kamar, udah gede pula. masa masih mau bobok sama Papa mama, emang nggak malu?"
Raisa nampak kecewa, "Ya udahlah,"
"Nanti Papa bikinin adik kecil biar kamu ada temen main."
"Haa beneran Pa?"
"Mas..." Anya melotot ke arah Zayn.
"Iya udah kamu bobok sekarang, habis ini Papa mau lembur sama Mama."
"Mas..." Anya kembali mengingatkan Zayn.
"Yahhh nggak seru, masa dihotel Papa sama Mama malah mau kerja." Raisa memanyunkan bibirnya membuat Zayn terkekeh, sementara Anya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan Zayn.
Setelah cukup lama mengoceh akhirnya Raisa terlelap dengan sendirinya, Anya yang tadinya hampir terlelap menjadi bangun karena tangan nakal Zayn yang mencubiti pipinya.
"Keluar..." ajak Zayn yang langsung bangun dan berjalan keluar lebih dulu.
Anya menurut saja, toh sekarang mereka sudah sah, tidak ada yang perlu ditakutkan lagi.
Zayn duduk disebuah sofa yang cukup besar, melihat Anya mendekat, Zayn menepuk nepuk sofa yang ada disampingnya.
__ADS_1
Baru saja duduk, Zayn sudah menghujani Anya dengan ciuman, dari pipi, bibir, leher hingga turun ke dada Anya.
Anya terlihat pasrah dan menikmati, sudah lama mereka tak melakukan itu, sejujurnya Anya juga rindu dengan sentuhan Zayn meskipun Anya selalu menangis setiap Zayn melakukan hal itu pada Anya.
"Nggak boleh nangis lagi." Bisik Zayn sebelum akhirnya menyatukan milik mereka dan mulai memainkan ritme, pelan tapi pasti hingga Anya mengeluarkan suara *******.
"Good girl." bisik Zayn lagi mulai mempercepat tempo.
Zayn ambruk disamping Anya setelah pelepasan pertamanya. Hampir beberapa minggu mereka tak melakukan itu, namun Zayn sedikit berbangga karena bisa menahan diri sampai sejauh ini.
"Nggak nangis lagi?" tanya Zayn dengan suara mengejek.
"Katanya nggak boleh nangis."
Zayn tersenyum, "Biasanya aku nyuruh kamu nggak nangis, kamu tetep nangis."
"Beda, biasanya dapet dosa kalau sekarang dapet pahala."
Zayn kembali tersenyum, Ia mengecup kening Anya cukup lama.
"Maafkan aku, aku benar benar menyesal sudah melakukan hal seperti itu padamu." ungkap Zayn.
Anya hanya mengangguk saja, karena jujur Ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa, Ia sekarang sudah lega karena Zayn mau bertanggung jawab padanya setelah mengambil paksa kehormatan nya.
Mereka diam cukup lama,
"Kamu mau resepsi pernikahan yang seperti apa?" tanya Zayn yang langsung di gelenggi oleh Anya.
"Kenapa?"
"Kalau memang ada dana buat resepsi baiknya kita sumbangkan saja ke panti asuhan mas, itu lebih berguna dan kita bisa mendapatkan doa dari anak anak yatim agar kedepan rumah tangga kita selalu dijaga dan selalu baik baik saja." jelas Anya yang membuat Zayn sempat melonggo, tak percaya dengan pemikiran istrinya itu.
Zayn kembali mengecup kening istrinya, "Kenapa aku baru sadar jika wanita disampingku ini ternyata bidadari yang jatuh dari surga."
Anya langsung saja terkekeh, "Dasar perayu!"
Zayn tidak lagi menjawab hanya tersenyum dan kini Zayn sudah berada di atas Anya lagi, "Kalau cuma sekali kurang lah,"
Anya mengangguk saja, Zayn mulai berakhir menciumi Anya hingga suara Raisa mengejutkan keduanya.
"Papa sama Mama lagi ngapain sih?"
Sontak Anya langsung mendorong Zayn yang hanya mengenakan boxer hingga jatuh ke lantai.
Beruntung Anya sempat mengenakan dressnya lagi setelah satu ronde permainan tadi, jadi Raisa tidak melihat tubuh polosnya.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like vote dan komeenn
Authornya khilappp nulis tentang Zayn sama Anya trus smpe beberapa part wkwk, saking asyiknya smpe ngga sadar...
__ADS_1