BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
35


__ADS_3

Sean bangkit dari duduknya, Ia lalu pergi begitu saja nmeninggalkan Zara yang masih menunggu jawaban nya.


Zara hanya menghela nafas panjang melihat Sean berjalan keluar meninggalkan nya.


"Jika memang sudah tidak sayang kenapa hanya diam?"


"Apa ini artinya wanita itu masih spesial untukmu mas?" gumam Zara lalu kembali menghela nafas panjang.


Sean keluar dari mobil dengan wajah masam, sungguh hari ini Sean sudah dibuat kesal oleh 2 orang sekaligus. pertama Mama dan kedua Zara. Ucapan Mama nya membuat Sean kesal karena seolah menganggap Zara yang terbaik dan Sella lah yang terburuk. meskipun jika dipikir kembali memang benar namun tak seharusnya Mama nya itu mengungkapkan didepan Zara.


Dan kedua Ia masih sangat tak menyangka jika Zara berani bertanya tentang perasaan sayangnya pada Sella, karena jujur Sean akui jika dirinya juga masih bingung saat ini. Sean merasa sangat nyaman dengan Zara, bahkan tak bisa jauh dengan nya namun terkadang Sean juga masih merindukan Sella. Jahat dan egois memang namun Sean juga tak mengerti kenapa perasaan nya bisa seperti ini.


Sean memasuki ruangan nya dan terkejut melihat Anggara sang Papa sudah berada disana.


"Ngapain Papa kesini? bukan nya kerjaan aku beres semua?" tanya Sean heran karena selama ini jika Anggara datang pasti karena ada masalah dengan perusahaan.


"Duduk, Papa mau ngomong!"


Sean menurut, Ia duduk didepan sang Papa.


"Papa kasih kamu tugas ke tempat lomba kemarin apa itu yang kamu bilang beres?" tanya Anggara membuat Sean terkejut.


Karena kekesalan nya hari ini membuatnya lupa tentang masalah dengan Panji kemarin.


"Papa tahu tentang?" Sean nampak menghela nafas panjang berulang ulang.


"Ada yang ngeliat katanya kamu mukul salah satu guru pendamping disana. apa masalahnya?"


"Maaf Pa, bukan nya Sean mau cari masalah, tapi dia yang mulai duluan." jelas Sean melihat wajah Papanya yang sangat marah dan kecewa padanya.


"Masalahnya apa?"


"Ya ada lah pokoknya." balas Sean seolah tak ingin sang Papa Tahu.

__ADS_1


"Kamu cerita sama Papa atau Papa cari orang buat cari tahu!" tegas Anggara membuat Sean kembali menghela nafas panjang.


"Ck, itu salah dia sendiri Pa, siapa suruh pegang pegang istri orang didepan suaminya.


"Kalau Papa lihat Mama dipegang sama cowok lain pasti Papa juga bakal kayak gitu kan?" ungkap Sean dengan nada kesal membuat Anggara menahan senyumnya.


"Oh, cemburu heh?" ejek Anggara.


"Bukan cemburu juga Pa, tapi kesel aja lihatnya." Sean membela dirinya.


"Cemburu bilang aja. Papa seneng dengernya berarti bagus dong udah ada peningkatan sama Zara." kata Anggara terlihat lega.


Sean nampak terdiam dengan ucapan Anggara.


"Setelah ini kamu segera putuskan hubungan dengan Sella, tinggalkan wanita itu." kata Anggara membuat Sean terkejut dan menatap ke arah sang Papa dengan tatapan tak percaya.


"Tapi Pa, nggak bisa gitu!"


"Kenapa nggak bisa?" sinis Anggara.


Anggara terdiam, Ia nampak menghela nafas panjang mendengar pengakuan Sean yang masih kekeh ingin mempertahankan Sella.


"Dulu awal kamu membawa Sella kerumah, Papa dan Mama tidak mempermasalahkan semua tentang Sella asal kamu bahagia. Papa juga tidak mempermasalahkan status sosial Sella yang berasal dari panti. Papa dan Mama sayang sama Sella layaknya sama anak sendiri. kamu juga tahu itu kan Sean?"


Sean langsung mengangguk, mengakui jika sejak awal memang orangtuanya tidak mempermasalahkan hubungan Sean dengan Sella.


"Tapi seiring berjalan nya waktu, Papa dan Mama jadi tahu seperti apa Sella, bagaimana Sella memperlakukan kami waktu itu, dan itu yang membuat Papa Mama berpikir lagi untuk menerima Sella sampai akhirnya Sella lebih memilih karir dari pada kamu yang mencintainya. Sakit Sean, Papa sakit melihat kamu terpuruk, mabuk mabukan setiap malam dan kerjaan kamu jadi berantakan semua. She is not love you. Dia tidak mencintaimu nak."ungkap Anggara yang hanya membuat Sean terdiam.


"Itulah alasan kenapa Papa dan Mama kekeh ingin kamu melepaskan Sella karena dia toxic buat kamu."


Sean masih terdiam, Ia akui memang ucapan sang Papa benar. Selama ini hanya Sean yang berjuang dan selama ini hanya Sean yang mencintai Sella. Namun untuk melepaskan Sella rasanya masih berat untuk Sean.


"Papa nggak akan maksa kamu untuk melepaskan Sella secepatnya. Kamu yang menjalani dan kamu yang bisa berfikir dengan siapa kamu akan bertahan."

__ADS_1


"Papa berharap kamu tidak akan melepaskan Zara dan Papa harap kamu bisa jujur dengan Zara tentang semua masa lalu kamu agar tidak ada dusta dihubungan kalian ke depannya."


Anggara bangkit mendekati Sean dan menepuk bahu Sean, "Zara itu wanita baik, Papa yakin dia bisa membuatmu jadi seseorang yang lebih baik lagi. jangan pernah sia siakan, Papa hanya minta itu sekarang." kata Anggara lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan Sean.


Seperginya sang Papa, Sean nampak meraup wajahnya, merasakan frustasi karena memikirkan ini semua.


Sementara itu ditempat lain, Sisil terlihat muak melihat Sella pulang dalam keadaan berantakan. Pakaian nya yang terlampau seksi juga banyak bekas kiss mark dileher Sella.


Tanpa merasa bersalah, Sella mengacuhkan Sisil dan memasuki kamarnya begitu saja.


Sisil yang geram akhirnya menghampiri Sella, "Sampai kapan kau akan hidup seperti ini?" tanya Sisil pada Sella.


"Oh, kau sudah kembali dari indonesia? kenapa buru buru. aku bahkan baik baik saja tanpa kamu." balas Sella santai membuat Sisil mengepalkan tangannya.


"Apakah sebegitu ambisinya dirimu ingin menjadi model sampai kau harus tidur dengan para pria hidung belang itu?" sinis Sisil.


Sella bukan nya marah, Ia malah terkekeh, "Tidak masalah, karena pria hidung belang itu lah yang akan memberiku job setiap harinya. Bukan nya kamu juga senang Sil, tak perlu mengemis kesana kemari untuk mendapatkan job, hanya menemaniku saja kamu sudah bisa mendapatkan uang." kata Sella membuat tangan Sisil kembali terkepal.


Sisil merasa, sebagai manager sekaligus asisten Sella selama ini Ia tak pernah dihargai oleh Sella. Sisil mencoba bertahan karena Sella adalah sahabatnya sejak dulu namun melihat kesombongan Sella yang sekarang benar benar membuat Sisil akhirnya menyerah.


"Aku pamit Sel, aku keluar dan aku akan kembali ke indonesia." kata Sisil membuat Sella terkejut bukan main.


"Apa kau sudah tak butuh uangku lagi?"


Sisil menggeleng, "Uang bisa dicari dimanapun namun sahabat, teman baik sangat sulit dicari. selama ini aku bertahan karena menganggapmu seseorang yang sangat penting untukku. namun sekarang kau banyak berubah Sella, maafkan aku." Ungkap Sisil lalu berbalik dan berjalan keluar.


Sella terkekeh, "Pergi saja. pergi saja sana, toh aku masih memiliki Sean yang tak akan pernah meninggalkanku."


Sisil menghentikan langkahnya mendengar ucapan Sella, "Jangan terlalu percaya diri Sella, Sean hanya belum tahu jika kau sering bermain dengan pria lain dibelakangnya. Juga...


Wanita yang saat ini bersama Sean bisa merebut hati Sean darimu kapan saja." kata Sisil lalu keluar dari kamar Sella.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen....


__ADS_2