BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
137


__ADS_3

Saat mengantar Sean ke depan saat itu pula ada mobil mewah yang memasuki pekarangan luas rumah Sean.


Zara menatap ke arah mobil mewah yang tak asing untuknya itu. Dan saat seseorang keluar dari mobil membuat Zara langsung tersenyum lebar.


"Anya..."


Anya yang baru keluar dari mobil langsung tersenyum menatap Zara. Ia berjalan mendekat dan langsung memeluk Zara.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Anya sambil mengelus perut Zara yang masih terasa rata.


"Congrats Ra..." kata Anya setelahnya.


"Makasih, kita bertiga sama sama berjuang sekarang." balas Zara yang langsung diangguki Anya.


"Ya, aku kamu dan Imah."


"Kau lihat, jika istri kita bersama seperti ini kita akan menjadi suami yang terlupakan." celetuk Zayn yang pagi ini mengantar Anya ke rumah Sean.


Sean mengangguk setuju dengan Zayn.


"Apa sih mas, katanya buru buru mau berangkat ngapain ikut turun?" heran Anya.


"Belum salim sama cium bibir."


Anya langsung melotot ke arah suaminya,


"Gue juga bisa sekarang!" balas Sean yang langsung mengulurkan tangan nya pada Zara.


Zara menerima uluran tangan Sean lalu dicium kemudian Sean mengecup bibir Zara.


"Mas Ih..." protes Zara yang langsung membuat pipi nya merah merona karena perlakuan Sean.


"Nambah lagi?" goda Sean.


Zara langsung menutup bibirnya dengan telapak tangan nya agar Sean tak bisa mencium bibirnya lagi.


Zayn langsung saja tertawa melihat tingkah Zara dan Sean.


"Kayak gue dong."


Giliran Zayn yang pamer mencium dua pipi Anya dan tak lupa kecupan bibir berkali kali yang berakhir sama mendapatkan protes dari Anya.


"Emang calon mama muda pada galak semua." kata Zayn yang membuat keempat orang itu tertawa bersama.


Anya dan Zara memasuki rumah lebih dulu, membiarkan Sean dan Zayn mengobrol serius didepan rumah.


"Memang sepertinya dia terlihat mencurigakan." kata Zayn yang tak sengaja menatap ke arah Eddy yang sempat melihat ke arah Zara juga Anya dengan tatapan aneh tak biasa.


Sean mengangguk setuju, "Aku sudah memasang cctv disetiap ruangan seperti saran dari mu."


"Dan kau bisa melihatnya jika sedang berada dikantor. aku jadi ikut penasaran apa yang dia inginkan dirumahmu."


Sean mengendikan bahunya, "Aku juga tak tahu."

__ADS_1


"Mungkin dia menginginkan istrimu."


Mata Sean langsung menatap tajam ke arah Zayn,


"Hey aku hanya mengira ira tak perlu melototi ku seperti itu." kesal Zayn.


"Seperti kau dulu yang juga menginginkan istriku?"


Zayn langsung terbahak, "Sepertinya kau masih menyimpan dendam padaku."


"Tentu saja, kau selalu menganggu hubunganku waktu itu!"


"Ck, itu semua karena aku salah paham, aku pikir kau menyelingkuhi Zara."


"Kau yang terlalu ikut campur!"


"Baiklah baiklah, aku memang salah dulu dan sekarang aku sudah memiliki Anya, aku tak ada waktu lagi untuk menyukai istrimu."


Sean menghembuskan nafas panjang, "Kenapa banyak sekali yang menyukai istriku."


Zayn kembali terbahak, "Apa kau tidak sadar betapa cantiknya istrimu?"


Lagi lagi Sean melotot ke arah Zayn,


"Ck, aku hanya mengatakan yang sejujurnya,"


"Lebih baik pergi saja kau, melihatmu membuatku jengkel saja!" kata Sean pada Zayn.


"Ya aku memang harus berangkat sekarang, melihatmu juga membuatku muak!" kata Zayn sambil tertawa langsung memasuki mobil tak memperdulikan Sean yang mengomel diluar.


"Mawar ini warna nya cantik sekali." puji Anya pada mawar berwarna merah yang terlihat sudah mekar.


"Ya, aku membeli bibitnya di toko bunga milik adik iparku."


"Adik iparmu menjual bunga?"


Zara mengangguk, "Dia bahkan memiliki toko bunga."


"Wah, aku jadi ingin kesana."


Zara menatap Anya heran, "Bukankah kau sudah sering kesana bersama suamimu dulu?"


Anya mengerutkan keningnya, "Toko bunga the flowers? itu milik adik iparmu?"


"Ya itu milik Sena, adiknya mas Sean."


Anya langsung mengangguk paham, "Pantas dulu kamu sering disana dan mas Zayn juga sering kesana."


Zara menatap Anya yang kini setengah acuh padanya, Zara mendekat lalu mengenggam tangan Anya.


"Aku pikir itu hanyalah masa lalu yang seharusnya kita lupakan, jika mengingat itu mungkin hanya akan memberi luka untukmu."


Anya menunduk setelah mendengar ucapan Zara yang memang sangat benar. Ya mengingat masa lalu Zayn yang pernah sangat menyukai Zara hanyalah akan menumbuhkan luka untuknya jadi melupakan adalah cara terbaik agar hubungan mereka tetap baik baik saja.

__ADS_1


"Maafkan aku Zara, aku tak bermaksud..."


"Sudahlah tak apa, kamu berhak marah jika memang membuatmu membaik."


Anya menggeleng tak setuju, "Mana mungkin aku marah padamu, semua baik baik saja Zara."


Zara akhirnya tersenyum lega,


Sementara dikantor, Zayn baru saja selesai meeting dengan para karyawan nya. dan sesampainya Ia diruangan, ponselnya yang memang sengaja Ia tinggal dimeja tampak berdering.


Zayn mengambil ponselnya dan ada beberapa panggilan tak terjawab dari mantan mama mertuanya juga Pengacaranya.


Zayn segera menelepon balik pengacaranya, Ia benar benar tak sabar menunggu hasil dari pengacaranya.


"Bagaimana?"


Bibir Zayn langsung melengkungkan senyum lebar saat mendengar jawaban pengacaranya.


"Benarkah? baiklah aku akan memberimu bonus sesuai yang sudah ku janjikan." kata Zayn dan langsung mengakhiri panggilan setelah selesai berbicara.


"Akhirnya kita bisa kembali bersama nak." gumam Zayn yang baru saja mendapatkan kabar dari sang pengacara jika pengadilan memutuskan hak asuh Raisa jatuh ditangan Zayn dan Mantan mertua Zayn harus memberikan Raisa pada Zayn atau bisa dituntut secara hukum jika memaksa mengambil hak asuh Raisa.


Tak berapa lama, giliran mantan mertua Zayn yang menelepon Zayn.


"Tega kamu Zayn dengan mama!" suara Mama Nisya terdengar marah.


"Mama yang sudah tega karena memisahkan Zayn dengan Raisa." balas Zayn santai.


"Apa kau benar benar sudah melupakan Nisya sampai kau harus seperti ini."


Zayn mulai terlihat frustasi, Ia merasa sangat kesal jika Mantan mertuanya itu selalu menyangkutkan Nisya yang sudah tenang disana.


"Ma... Nisya sudah tidak ada dan Zayn harus tetap melanjutkan hidup."


"Tapi kamu bisa melanjutkan hidup dengan menikahi adik kandung Niysa, bukan malah wanita lain yang belum tentu menyayanggi Raisa!"


"Anya sayang Raisa mah, sangat sayang, Zayn tahu itu."


"Tidak... wanita itu hanya mengincar hartamu saja. pikirkan masa depan Raisa!"


Zayn menghembuskan nafas berat, Ia tak ingin mengatakan ini namun sepertinya Ia harus mengatakan ini,


"Bukan Anya yang mengincar hartaku tapi Mama, Mama yang tak ingin kehilangan jatah uang dari ku setiap bulan jadi Mama melakukan semua ini!"


"Tutup mulutmu Zayn, kau pikir uang yang kau berikan cukup untuk menggantikan nyawa putriku? tidak Zayn bahkan semua hartamu saja tidak akan bisa membuat Nisya kembali.


Kau bukan suami yang baik, Kau tidak bisa menjaga putriku. Kau yang membuat Nisya meninggal!"


Suara teriakan mantan mertua Zayn membuat kepala Zayn mendadak berdenyut dan merasakan sakit yang luar biasa hingga Zayn terjatuh dilantai bersamaan dengan ponsel yang Ia pegang.


Ingatan Zayn melayang mengingat saat Ia menemukan Nisya sudah bersimbah darah dan tak bernyawa dirumah lama mereka membuat Zayn tak kuasa menahan tangisnya.


"Bukan aku... bukan aku yang membuat Nisya bunuh diri."

__ADS_1


BERSAMBUNG


jangan lupa like vote dan komeeen


__ADS_2