BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
147


__ADS_3

Jika kehamilan membuat badan Zara gemuk berbeda dengan Anya yang setelah hamil membuat badan nya semakin seksi hingga membuat Zayn tak henti meminta jatah setiap malam. Entah mengapa dengan perut bucitnya Anya terlihat sangat seksi dan mengairahkan untuk Zayn membuat Zayn tak tahan jika semalam saja tidak menyentuh Anya.


Terkadang Anya merasa lelah karena perutnya yang sudah membesar membuat Anya ingin menolak hasrat Zayn namun Zayn tetap Zayn, Ia memiliki seribu cara agar Anya mau melayaninya.


"Kalau hamil sudah besar dan akan melahirkan harus melakukan hubungan setiap hari agar jalan lahirnya terbuka dan lancar." kata Zayn waktu itu yang membuat Anya luluh mau melayani Zayn setiap hari.


Dan seperti malam ini, Anya merasakan gerah luar biasa, entah apa yang membuat suhu tubuhnya terasa panas, sebelumnya tidak seperti ini. Padahal Ac kamar juga sudah Anya nyalakan namun tetap saja Ia merasakan kepanasan hingga akhirnya terpaksa Anya memakai dress satin tipis yang memperlihatkan lekuk tubuhnya meskipun Anya mengunakan dalaman.


"Sengaja mengodaku huh." kata Zayn yang baru saja selesai mandi melihat istrinya begitu seksi dengan dress warna maroon itu.


"Ck, panas mas ... gerah."


"Alah bilang aja mau minta jatah." Zayn langsung menarik pinggang Anya hingga jatuh ke pangkuan nya.


"Mas itu paling yang mau minta jatah." protes Anya membuat Zayn terkekeh.


"Pintar sekali istriku, bagaimana apa sudah siap sekarang?"


Anya mencubit pinggang Zayn, "Makan malam dulu mas,"


"Aduhhh... makan kamu dulu aja. lagian Raisa udah tidur ini." kata Zayn sambil mengedipkan matanya. Malam ini Zayn memang pulang sedikit larut hingga Raisa makan malam lebih dulu karena sudah mengantuk jika harus menunggu Zayn pulang.


"Enggak mau, makan dulu aja yuk."


"Ya sudahlah, tapi habis itu..."


"Iya iya, jatah aja nggak pernah absen!" omel Anya membuat Zayn terkekeh.


Selesai makan malam, Zayn langsung menagih jatahnya pada Anya. dan nyatanya tak cukup satu ronde, mereka melakukan 2 ronde lalu istirahat.


"Kenapa sekarang kamu tambah seksi banget sih sayang." puji Zayn sambil mengelus perut buncit Anya.


Anya yang mendapatkan pujian dari suaminya langsung tersipu malu karena merasa bangga telah membuat suaminya betah padanya. Mengingat Zayn dulunya bukan pria baik baik membuat Anya terkadang takut jika Zayn berpaling dengan wanita lain. Dan bersyukur Zayn tidak pernah melakukan itu, selama dirinya hamil Zayn justru semakin sayang dan perhatian padanya.


"Kalau nggak gini nanti mas malah selingkuh lagi."


"Ck, mana mungkin aku seperti itu." dengus Zayn tak terima dengan tuduhan Anya.


"Seandainya aku nanti jadi gemuk dan jelek apa mas masih mau padaku?"


"Tentu saja, kita kan sudah menikah. dan mau bagaimanapun keadaanmu aku pasti akan terima."


"Benarkah seperti itu?" Anya terlihat tak percaya.


"Kenapa kamu tak pernah mempercayaiku?"


Anya menundukan kepalanya, tak berani menjawab Zayn apalagi kini Zayn sedang menatapnya.

__ADS_1


"Bu bukan tak percaya."


"Jangan bohong, kamu memang tidak percaya padaku." kata Zayn yang membuat Anya semakin menunduk tak berani menatap Zayn.


"Aku tahu memang kita berawal dari hubungan yang tidak baik, aku bukan pria baik dan aku sering menyakitimu dulu dan itu dulu sebelum aku menikahimu. sekarang setelah kita menikah, aku merubah segalanya dan saat ini hanya kamulah satu satunya wanita yang kucintai setelah Raisa. percaya atau tidak memang itu yang kurasakan saat ini." jelas Zayn panjang lebar membuat Anya tak tahan untuk tidak menitikan air mata.


"Maaf mas, masih selalu berprasangka buruk padamu."


Zayn mengusap pipi Anya yang sudah banjir air mata, "Tidak masalah, sejak awal memang aku yang membuat kamu tidak mempercayaiku."


Anya akhirnya tersenyum, memang benar sejak awal memang Zayn yang membuatnya selalu berprasangka buruk meskipun sekarang Zayn sudah berubah.


"Udah senyum berarti bisa nambah lagi nih."


Plak... Anya gemas dan memukul lengan Zayn,


"Mesum aja terus.."


Zayn terkekeh, "Ya nggak apa apa, sama istrinya sendiri ini."


Anya mengangguk dan langsung mencium bibir Zayn pertanda jika Ia siap kembali digempur oleh Zayn.


....


Siang ini, Zayn pergi ke kantor Sean karena ada beberapa urusan disana. Zayn berniat langsung memasuki ruangan Sean karena akhir akhir ini hubungan mereka sudah terjalin baik dan Zayn sudah biasa masuk keruangan Sean tanpa menunggu izin dari Sean lagi.


"Maaf pak, anda dilarang masuk."


Zayn langsung menatap ke arah Naya heran, "kenapa? aku ada urusan dengan Sean dan biasanya juga langsung masuk."


"Tapi sekarang anda harus menunggu diluar jika ingin bertemu dengan Pak Sean, saya hanya diperintahkan oleh Pak Sean."


"Apa istrinya sedang didalam?" heran Zayn mengira jika Zara sedang diruangan Sean membuat Zayn tidak boleh masuk.


"Bukan Pak, bukan itu hanya saja-"


Klek... pintu terbuka, Sean nampak keluar dari ruangan nya,


"Ada apa? kenapa ramai sekali?" tanya Sean menatap Naya dan Zayn bergantian.


"Aku hanya ingin masuk tapi dia melarangku." adu Zayn pada Sean.


"Ya memang aku yang menyuruhnya."


"Kenapa? kau marah padaku?" tanya Zayn dengan nada kesal.


"Tidak, untuk apa aku harus marah. dan juga dari pada kita berdebat disini lebih baik kita mencari makan siang. aku lapar." ajak Sean.

__ADS_1


"Baiklah, aku juga lapar."


"Nay, saya keluar sebentar." kata Sean pada Naya yang masih berdiri disana.


"Baik pakk."


Zayn dan Sean pun akhirnya keluar kantor untuk mencari makan siang.


"Aku ingin makan ramen." kata Zayn saat keduanya sedang berada didalam mobil.


"Kebetulan sekali, aku tahu tempat ramen terenak disekitar sini."


Zayn mengangguk saja menuruti Sean meskipun Zayn merasa ada yang aneh dengan sikap Sean padanya.


Keduanya memasuki sebuah restoran ramen,


"Apa kau ingin mencoba menu ini?"


Zayn membaca menu yang diberikan oleh Sean bertuliskan, Red spicy ramen.


"Sepertinya pedas, aku sedang tidak ingin makan pedas."


"Tidak, ini tidak terlalu pedas. coba saja."


"Ya sudah."


Sean segera memesankan makanan yang sudah dipilih dan tak sampai 20 menit ramen pesanan keduanya sudah sampai.


Zayn yang tak sabar langsung menyeruput ramen nya dan terkejut dengan rasanya. Rasa pedas dari ramen yang langsung membakar lidahnya padahal Zayn tidak terlalu menyukai pedas.


Zayn segera meneguk segelas air putih yang ada didepan nya dan menatap ke arah Sean yang sedang menertawakannya.


"Sialan, kau mengerjaiku?"


"kau kesal?"


"Tentu saja, rasa cabai nya membakar lidahku!"


Sean tertawa, "Itulah yang kurasakan saat kau juga mengerjaiku. aku mempercayai ucapanmu dan menahan hasrat selama beberapa hari dan ternyata kau menipuku!"


"Jadi kau sudah tahu?"


"Tentu saja aku tahu!"


Zayn terkekeh, "Satu sama!"


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangn lupa like vote dan komennn


__ADS_2