BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
79


__ADS_3

Seusai sholat subuh Sean dan Zara berangkat menuju kampung halaman Zara. Dan mereka sampai disana sekitar pukul 11 siang.


Bahar dan Asih nampak senang sekali mengetahui anak juga mantunya akan menginap, meskipun cuma sehari namun mereka tetap senang.


"Besok mas ngajakin aku bulan madu, liburan. Ayah sama Ibu mau ikut?" tanya Zara saat sedang berada didapur bersama Asih.


Asih malah tertawa, "nggak usah, kami sudah tua nduk, udah nggak kuat perjalanan jauh, lagipula Ayahmu juga baru saja sembuh kakinya tapi masih belum kuat jalan jauh."


"Aku nggak enak sama Ayah dan Ibu, masa mau pergi sendiri, seneng seneng sendiri nggak ngajakin Ayah sama Ibu." ungkap Zara terlihat sedih.


"Ngeliat kamu bahagia dan juga diperlakukan baik oleh suamimu saja sudah menjadi kebahagiaan kami yang tak terkira nduk, jadi sewaktu waktu kami nggak ada, kamu sudah sama orang yang tepat."


"Ibu jangan ngomong gitu..." Zara sedih mendengar ucapan Ibunya itu.


Asih tersenyum, "Kami sudah tua nduk , sewaktu waktu bisa saja dipanggil oleh sang pencipta, memang seperti itu kan jalan hidup orang."


Zara mengangguk paham, "Ayah sama Ibu tinggal sama Zara aja yuk di kota, biar Zara bisa merawat Ayah sama Ibu. Zara yakin kok mas Sean pasti juga setuju." kata Zara meyakinkan.


Namun nyatanya Asih malah menggeleng, "Bukan Ibu nggak mau nduk, InsyaAllah Ibu dan Ayah baik baik saja tinggal di sini. apalagi sesekali kamu pulang dan menginap seperti ini sudah menjadi kebahagiaan buat Ayah dan Ibu."


"Lagipula segala kebutuhan Ayah dan Ibu di sini sudah dicukupi oleh suamimu, jadi ya nggak apa apa Ayah sama Ibu di sini saja." kata Asih lagi membuat raut wajah Zara berubah sedih.


"Ya udah, nanti kapan kapan Ayah sama Ibu nginap dirumah kamu." kata Asih membuat Zara langsung sumringah.


"Bener ya bu?"


"InsyaAllah ya nanti habis kamu liburan." kata Asih yang langsung diangguki senang oleh Zara.


Tak berbeda jauh dari Zara, Sean juga nampak berbincang dengan Bahar sambil menonton televisi diruang keluarga.


"Zara sudah tidak marah lagi?" tanya Bahar pada Sean.


Sean mengangguk dan tersenyum, "Sudah Yah,"

__ADS_1


"Lega kan kalau sama sama terbuka seperti itu."


"Lega sekali yah, maaf sudah tidak jujur sejak awal." ungkap Sean merasa bersalah. mengingat sejak pertama keluarganya lah yang mendesak pernikahan ini. Sean sadar dulu awalnya Bahar ingin menolak mengingat Bahar mantan sopirnya dan mengetahui dirinya memiliki tunangan namun Sean juga mengerti, Bahar tak mungkin bisa menolak karena merasa selama ini yang membantu keluarga Bahar hanyalah Papa nya saja membuat Bahar tak bisa menolak permintaan sang Papa. Apalagi Bahar juga pernah berjanji pada Anggara akan menikahkan Zara dengan Sean.


"Tidak perlu meminta maaf, semua sudah berlalu. yang penting sekarang kalian menjaga saja hubungan kalian agar selalu baik ke depan nya." kata Bahar yang langsung diangguki Sean.


"Zara itu satu satunya putriku, kesayanganku. sekarang Ayah lega Zara bersama orang yang tepat. Ayah cuma minta kamu selalu sabar menghadapi Zara, tolong jaga Zara baik baik ya nak." kata Bahar yang entah mengapa membuat Sean merasa sedikit tak nyaman dengan obrolan mereka.


"InsyaAllah Ayah, Sean sayang sama Zara, insyaAllah Sean akan jagain dan bahagiakan Zara." kata Sean mantap.


"Terimakasih nak, Ayah sama Ibu sudah tua, sewaktu waktu bisa dijemput sama Yang Maha Kuasa, dan sekarang Ayah bisa lega melihat Zara bersama orang yang tepat." ungkap Bahar.


"Ayah nggak boleh ngomong gitu, Ayah sama Ibu pasti panjang umur, tungguin sampai kita berhasil bikinin cucu buat Ayah sama Ibu." kata Sean yang langsung membuat Bahar tergelak.


"Ayah ayo makan siang dulu." Asih datang dan memutuskan obrolan keduanya.


Mereka pun makan siang bersama dimeja makan, setelah makan siang, Zara dan Sean beristirahat sebentar sebelum sore harinya mereka mendatangi tempat yang akan digunakan resepsi untuk pernikahan Ricky dan Imah.


"Habis ini aku tinggal dikota Ra, kita bisa sama sama lagi deh." ungkap Imah terlihat senang.


Imah tersenyum malu, "Namanya juga jodoh Ra."


Zara mengangguk setuju, Ya jodoh memang tidak ada yang tahu. Ia yang awalnya mengira akan menikah dengan Panji namun Allah malah menjodohkan dirinya dengan Sean, pria yang bahkan belum Ia kenal sama sekali sebelumnya.


"Aku mau ngasih kabar buruk Ra, jangan kaget ya."


"Kabar apa?"


"Panji di penjara."


"Astagfirullah, kok bisa?" tanya Zara sangat terkejut.


"Dia dilaporkan sudah melecehkan salah satu santri ngaji kita, inget sama Ais nggak Ra? santri ngaji paling cantik yang pendiem itu diajak *** *** sama Panji."

__ADS_1


Zara terkejut sangat terkejut, mengingat Panji adalah pria baik baik. Dulu saja Panji tidak pernah melakukan hal buruk padanya dan sekarang mendengar berita ini membuat Zara masih tak percaya.


"Orangtua di Ais nggak terima, makanya langsung laporin ke polisi. meskipun bapaknya si Panji udah keluar banyak duit tapi tetep aja Panji dipenjara. Untung aja ya Ra, kamu nggak jadi nikah sama dia. Allah emang baik Ra, dia menjauhkan kamu dari orang yang salah dan memberikan orang yang tepat." ucap Imah yang langsung membuat Zara mengangguk setuju.


Ya, Allah memang sebaik itu pada Zara, yang dulunya Zara sempat menangis karena sakit harus meninggalkan Panji dan menikah dengan Sean, kini justru sebaliknya, Zara merasa sangat lega dulu tidak jadi menikah dengan Panji. Andai saja sekarang Zara menikah dengan Panji mungkin hidupnya belum tentu sebahagia ini.


Sementara itu, Sean juga nampak berbincang dengan Ricky,


"Sekali lagi terimakasih Tuan, jika bukan karena Tuan mungkin Saya tidak akan menikah secepat ini." kata Ricky mengingat semua dana pernikahan nya berasal dari Sean.


"Kau harus menjaga istrimu dengan baik, jika kau sampai menyakiti istrimu sama saja kau menyakiti istriku karena mereka bersahabat. Awas saja jika kau sampai menyakitinya." ancam Sean pada Ricky.


"Tidak Tuan, mana mungkin saya menyakiti titipan Allah yang selama ini saya cari. Saya pasti akan menjaganya." ucap Ricky meyakinkan.


Sean mengangguk, "Dan aku juga sudah menyiapkan villa untuk kita honeymoon."


"Kita Tuan?" Ricky terlihat tak paham.


"Kamu dengan istrimu dan aku dengan Zara, memang kau pikir seperti apa?" kesal Sean saat Ricky tak paham dengan ucapan nya,


Ricky akhirnya tertawa karena sudah merasa salah paham, "Bukan nya saya menolak Tuan tapi jika double honeymoon sepertinya bukan ide yang bagus."


"Apa maksudmu itu?"


"Ehm, begini tuan... Jika nanti kita honeymoon bersama, para wanita pasti akan menghabiskan waktu berdua untuk mengobrol. contoh saja sekarang Tuan, Nona dan Imah asyik mengobrol dan mengacuhkan kita, bagaimana nanti kalau saat di villa mereka juga seperti itu, nanti malah ekhem... merusak acaranya." jelas Ricky membuat Sean memandangi ke arah istrinya yang nampak asyik mengobrol dengan Imah.


Ya sepertinya memang benar, double honeymoon bukanlah ide yang bagus....


BERSAMBUNG


Jangan lupa like vote dan komen yaaa


Buat yang nanya masalah cover... itu baru yang bikin NT tsay...

__ADS_1


nggak bisa diganti lagi....


__ADS_2