BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
47


__ADS_3

Jantung Sella berdetak sangat cepat, wajahnya pucat serta ingin menangis saat ini juga. Sean pria yang Ia cintai dan Ia percaya tak akan meninggalkannya namun dalam sekejap semua berubah saat Sean yang baru saja mengakhiri hubungan mereka.


Berkali kali Sella menatap mata Sean, berharap Sean hanya bercanda tidak serius mengakhiri semuanya namun mata Sean mengatakan jika itu serius, Sean benar benar akan meninggalkannya.


"Kenapa?" hanya itu yang dapat Sella tanyakan karena Ia merasakan bibirnya terasa berat untuk bicara dan dadanya juga terasa sesak merasakan gemuruh di dadanya.


Sean nampak menghela nafas sebelum mengatakan "Terakhir aku kesini, aku mengatakan jika aku akan menikah, saat itu juga aku berharap kamu bisa membatalkan pernikahanku dan pulang untuk menikah denganku, aku berharap itu namun kamu masih memilih karirmu itu dan membuatku sangat kecewa."


"Tapi kamu menerima waktu itu!" protes Sella memgingat saat itu Sean nampak baik baik saja saat dirinya mengijinkan Sean menikah.


"Ya aku memang menerima saat itu," Sean kembali menghela nafas.


"Aku juga sakit Se... andai kamu tahu." ungkap Sella.


"Kau hanya perlu melepaskan karirmu itu, kita menikah dan semua selesai Sella tapi lagi lagi kamu lebih memilih karir modelmu itu." ungkap Sean terdengar kecewa.


"Kau kecewa Se?"


"Aku lebih kecewa saat kau mengatakan jika sedang berada dibali. Aku datang seperti orang gila agar bisa menemuimu dan ternyata kamu berbohong!"


"Aku hanya ingin tahu apakah kau masih mencintaiku atau tidak Sean, mengertilah!" Kata Sella dengan nada menyentak.


"Dengan cara membohongiku berkali kali?"


Sella terdiam, Ia tatap wajah Sean yang kini tak menatapnya seperti dulu.


Sean sudah berubah, Ya Sean kini bukanlah Sean nya yang dulu, yang selalu menatapnya penuh puja.


"Aku tahu selama ini kau selalu membohongiku, tetapi aku diam karena aku mencintaimu. Bahkan aku tahu jika kau sering tidur dengan pria lain sejak dulu. aku tahu semuanya dan aku masih diam. kau tahu Sella aku sangat bodoh, pria bodoh tapi aku mencintaimu jadi aku diam." ungkap Sean yang membuat Sella terkejut.


Jadi selama ini...


"Harusnya aku yang pertama untukmu Sella, harusnya hanya aku yang memilikimu. Aku menjagamu selama ini karena aku tak ingin merusakmu. aku tak ingin melampaui batas, tetapi kau malah..." ungkap Sean lagi dengan nada kecewa.

__ADS_1


Selama ini bukan Sean bodoh tak tahu apa yang Sella lakukan dibelakangnya, Sean tahu bahkan tahu semuanya karena selama ini Sean menyewa orang untuk mengawasi Sella. dan hasilnya Sean selalu dibuat kecewa oleh Sella. Harusnya Sean lah orang pertama yang akan menyentuh tubuh Sella namun nyatanya Sella malah memberikan pada pria lain hanya demi karir. ya hanya demi ambisi menjadi model Sella memberikan keperawanan nya untuk pria lain.


"Bukankah jika kau mencintaiku, kau bisa menerima kekuranganku Se?"


"Ini bukan lagi kekurangan Sella karena kau yang tak bisa menjaga harga dirimu sebagai tunanganku, sudah cukup sabarku Sella, sepertinya memang sudah cukup sampai di sini." tegas Sean membuat Sella tersenyum sinis.


Sella bangkit dari duduknya, "Baiklah jika memang itu keputusan mu, aku terima." kata Sella yang tak ingin lagi mendengar Sean mengungapkan semua kesalahannya.


Sean cukup terkejut dengan jawaban Sella yang langsung menyetujui permintaan Sean. Tadinya Sean pikir akan sulit karena Sella pasti menolak namun siapa sangka semua semudah ini.


"Aku kembali ke apartemen karena harus mengambil koperku karena aku akan pulang malam ini juga." kata Sean yang langsung diangguki Sella.


"Ya kau memang harus menyingkirkan semua barang barangmu juga segera pergi karena aku sudah tak mau melihatmu lagi!"


Sean mengangguk setuju, Ia berjalan lebih dulu untuk mencari taksi sementara Sella berjalan sempoyongan dan memasuki mobilnya.


Didalam mobil Sella akhirnya menangis, Sedari tadi Ia ingin menangis namun Ia tahan karena tak ingin Sean tahu.


Hampir satu jam Sella menangis didalam mobil, Ia pamdangi cincin pertunangannya dengan Sean yang selalu Ia kenakan.


Puas menangis, Sella segera melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemen. Sella lelah dan ingin tidur berharap bisa melupakan semuanya, berharap bisa melupakan Sean yang kini sudah meninggalkan nya.


Sella memasuki apartemennya, Ia tersenyum sinis kala melihat sudah tak ada koper Sean disana, juga barang barang milik Sean yang ditinggal sudah dibawa semua.


Sella terjatuh dilantai, "Semua sudah berakhir. semua sudah berakhir." gumam Sella berulang ulang.


"Apakah dia secantik itu hingga membuatmu berpaling secepat ini Se?"


"Seharusnya dia hanya memberimu anak Se, bukan malah merebutmu dariku!" Sella mengepalkan tangannya, Ia marah sangat marah. Ia masih tak terima Sean membuangnya seperti sampah.


Sean harus kembali padanya, Ya Sean harus kembali padanya.


Sementara itu, Sean masih berada dibandara. Ia tersenyum lega karena tak harus berada di paris lebih lama. Ia mengatakan pada Zara jika hanya 3 hari dan nyatanya Ia malah pulang lebih cepat.

__ADS_1


Ya siapa sangka memutuskan Sella bisa semudah ini. kini Sean sudah lega, sangat akhirnya dirinya sudah tak mengkhianati Zara lagi. Selama menikah dengan Zara, Ia selalu merasa bersalah karena mengkhianati Zara apalagi Zara selalu bersikap baik padanya, membuat Sean akhirnya mengikuti saran dari sang Papa untuk memilih salah satu.


Dan pilihan Sean jatuh pada Zara, Ya Zara istri soleha yang tidak meninggalkan nya dalam keadaan apapun. Sean ingat kemarin saat sakit, Zara bahkan rela membolos kerja demi merawat dirinya padahal Zara baru satu hari bekerja namun Ia lebih mementingkan dirinya dari pada pekerjaannya membuat rasa bersalah Sean semakin memcuat dan akhirnya memutusnkan untuk memilih Zara.


Sean percaya, dengan Zara ia bisa hidup lebih baik dan lebih bahagia lagi.


Ia benar benar sudah sangat yakin dengan pilihan nya kali ini.


"Saya pikir Tuan akan ke paris lebih lama lagi." kata Ricky kala menjemput Sean dibandara.


"Kenapa? kau senang jika aku pergi bisa mendekati istriku?" tanya Sean dengan nada tak suka membuat Ricky panik.


"Ti-tidak Tuan, bukan seperti itu."


"Lalu seperti apa?" Sentak Sean lagi.


"Diparis Tuan bertemu dengan Nona Sella jadi saya pikir Tuan akan lebih lama karena sudah lama tidak bertemu." jelas Ricky.


"Darimana kamu tahu aku bertemu Sella?"


"Dari Tuan Anggara."


"Ck, Papa benar benar." Sean merasa kesal.


"Awas saja kau berani mengatakan pada Zara!" ancam Sean.


"Ti-tidak tuan, mana berani saya, lagipula..."


"Lagipula apa?"


"Selama ditinggal Tuan, Nona Zara terlihat sangat sedih dan tak bersemangat seperti biasanya." ungkap Ricky yang langsung membuat Sean tersenyum senang.


"Benarkah?"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like vote dan komen..


__ADS_2