BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
104


__ADS_3

Zayn baru saja menutup pintu mobilnya, dengan wajah sumringah dan bangga Ia memasuki rumah sambil membawa jus mangga yang diminta Anya.


Ya mengetahui Anya hamil suatu hal yang membuat Zayn bahagia, sangat bahagia apalagi dulu Ia pernah merasakan hal yang sama saat Nisya mengandung Raisa dan kini Zayn kembali merasakan dengan wanita yang berbeda yang tak lain adalah Anya, istri barunya.


"Non Anya baru saja tidur tuan." ucap Mbok Jah saat membuka pintu.


"Haaa tidur mbok?" Zayn tentu saja terkejut. dirinya sudah memutari kota untuk mencari penjual jus mangga di jam 9 malam hanya untuk menuruti keinginan sang Istri yang sedang hamil dan saat sudah mendapatkannya, Anya malah tidur.


Wajah sumringah Zayn berubah menjadi kesal dan langsung berjalan menuju kamarnya namun sampai dikamar Zayn tidak mendapati Anya disana.


Segera Zayn berbalik untuk ke kamar Raisa, dan lagi lagi Zayn harus dibuat kesal karena Anya mengunci pintu kamar Raisa.


Karena geram dan tak tahan dengan sikap menjengkelkan Anya, Zayn pergi ke ruang kerjanya dan mencari kunci cadangan kamar Raisa.


Setelah mendapatkan kuncinya, Zayn segera membuka dan masuk ke kamar Raisa. Yang tadinya Zayn ingin marah pada Anya pun mendadak berubah setelah melihat wajah Anya tertidur pulas sambil memegangi perutnya yang masih rata.


Zayn mendekat, Ia letakan jus mangga dimeja belajar Raisa. Zayn duduk dipinggir ranjang sambil terus memandangi wajah Anya yang entah mengapa membuat hatinya tentram.


Tangan Zayn terangkat untuk mengelus pipi lembut Anya membuat tidur Anya terusik.


"Aku udah bawain jus mangga nya, mau diminum sekarang?" tanya Zayn dengan suara lembut.


"Nggak, salah sendiri lama. aku jadi nggak pengen!"


Seketika jawaban Anya membuat Setan di kepala Zayn muncul dan langsung emosi.


"Kamu itu kenapa? aku tahu kamu lagi hamil tapi apa iya harus kasar sama aku?" tanya Zayn dengan nada sedikit membentak membuat Anya terkejut dan menunduk takut.


"Aku udah usaha buat beliin apa yang kamu minta, iya bener lama emang aku belinya tapi kamu mikir coba jam segini mana ada yang jual jus mangga, aku muter muter nyari ini buat kamu dan sekarang gampangnya kamu bilang nggak mau karena lama?" Wajah Zayn terlihat emosi, bahkan tak peduli dengan Anya yang menunduk takut tak berani menatap wajahnya.


"Terserah, mau kamu minum atau enggak aku nggak peduli!" Zayn bangkit dari tempatnya duduk.


"Dulu waktu Nisya hamil Raisa juga minta aneh aneh tapi dia ngehargain usaha aku, nggak serewel kamu!"


Deg... ucapan Zayn membuat Anya merasakan nyeri yang sangat luar biasa dihatinya.


Anya meneteskan air matanya saat Zayn keluar dari kamar Raisa dan menutup pintu nya kasar.


Anya menangis sejadi jadinya, baru saja Ia merasakan kehangatan dan cinta dari Zayn namun seketika hilang saat dirinya merasakan hal aneh yang datang pada dirinya. Anya bingung dan Anya sendiri juga tak tahu kenapa Ia harus serewel dan semanja ini, padahal biasanya Anya sangat mandiri.

__ADS_1


Sementara diluar, Zayn kini duduk dibalkon kamarnya, Ia menyulut rokok dan menghisapnya dalam dalam. Dirinya kini sedang emosi sampai tak sadar sudah membandingnkan Anya dengan Nisya.


"Sial!"


Zayn merasa bersalah sudah membuat Anya kembali takut padanya. Padahal akhir akhir ini hubungan mereka sangat baik dan Anya juga sudah merasa nyaman berada disampingnya namun karena ketidaksabaran nya membuat Anya kembali takut padanya.


Zayn mengerus rokoknya sebelum akhirnya membuang putung rokok sembarangan. Setelah itu, Zayn kembali memasuki kamar Raisa, Ia ingin meminta maaf pada Anya atas apa yang Ia katakan baru saja.


Namun Zayn terkejut kala mendapati kamar Raisa kosong tak ada Anya disana.


Zayn mencari dikamarnya juga tak ada, membuat Zayn panik dan turun ke bawah namun sedikit lega karena pintu belakang terbuka dan Anya berada dibelakang rumah duduk dipinggir kolam sambil memandangi ikan koi.


Zayn berjalan mendekat dan duduk disamping Anya membuat Anya terkejut memandang ke arahnya lalu kembali menunduk.


Zayn bisa melihat mata sembab milik Anya membuat Zayn semakin merasa bersalah.


"Maaf sudah membuatmu kerepotan, maaf karena aku manja, maaf karena aku rewel dan maaf karena aku tidak seperti mantan istrimu." kata Anya kembali terisak.


"Aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini, seperti bukan aku, aku tidak tahu, aku berusaha menahan diri agar tidak menjadi menyebalkan tapi pada kenyataannya..."


Zayn tak tahan akhirnya memeluk Zara yang masih terisak.


"Ya kamu memang salah, kamu memperkosaku dulu, kamu memaksa banyak hal padaku dan kamu yang membuat aku seperti ini, kamu yang salah kamu yang salah." ungkap Anya sambil memukuli tubuh Zayn.


"Kamu salah karena kamu sudah merusak hidupku!" kata Anya lagi yang akhirnya bisa mengungkapkan apa yang selama ia pendam pada Zayn


"Maaf, maafkan aku sayang." Zayn akhirnya tak tahan dan ikut meneteskan air mata merasa menyesali apa yang sudah Ia perbuat pada Anya.


....


Sementara itu pagi hari dirumah Sean,


"Kamu nggak minum susu?" heran Sean kala pergi ke meja makan untuk sarapan. melihat gelasnya berisi susu seperti biasa sementara gelas Zara berisi teh.


"Enggak mas, lagi pengen minum teh. mas juga mau?"


Sean menggeleng, "Aku nggak suka teh sayang."


"Kamu juga tumben sarapan bubur?" heran Sean lagi saat melihat Zara menuangkan bubur ke dalam mangkok.

__ADS_1


"Lagi pengen juga mas, tadi minta Mbok Nah beliin bubur dan katanya mas nggak suka jadi nggak dibeliin deh." jelas Zara.


"Aku dari kemarin makan banyak mas, nggak tau ya tiba tiba pengen ini pengen itu." celoteh Zara membuat Sean tersenyum.


"Nggak apa apa sayang, biar kamu gemuk dan aku ngerasa bisa jadi suami yang baik buat kamu." kata Sean mengelus kepala Zara.


"Tapi aku nggak mau gemuk mas!"


Sean terkekeh, "Kenapa nggak mau?"


"Nanti mas selingkuh kalau aku jadi gemuk."


Sean semakin keras tertawa, "Mana ada Sayang, justru aku tambah sayang kan kamu semakin empuk kayak bantal."


"Ish..." Zara menatap Sean kesal.


"Ampun ibu negara,"


Giliran Zara yang tertawa.


Setelah selesai sarapan dan mengantar Sean sampai didepan Zara segera bersiap untuk pergi ke toko bunga Sena.


Biasanya Zara pergi diantar oleh Sean namun pagi ini karena Sean buru buru harus meeting jadi Zara memilih pergi naik taksi.


Zara mengambil sling bag nya dan bergegas keluar rumah, baru membuka pintu bersamaan seseorang yang berjalan memasuki halaman rumah.


Zara menatap ke arah tamunya yang terlihat sangat tak asing itu.


Tamu wanita yang kini berjalan mendekat ke arah Zara sambil tersenyum,


"Hay, selamat pagi." suara lembut wanita yang entah mengapa membuat Zara ingin menutup kembali pintu rumahnya.


Dengan perasaan takut dan berguncang, Zara menatap ke arah wanita yang juga menatap Zara sedikit sinis.


"Aku Sella, apa kita bisa bicara sebentar?"


Bersambung...


Jangan lupa like vote dan komeen

__ADS_1


__ADS_2