
Setelah libur 2hari usai pesta pernikahan, kini Sean sudah kembali aktif bekerja.
"Kok bibirnya manyun gitu mas?" tanya Zara yang kini sedang membantu Sean memasangkan dasi.
"Masih pengen libur."
"Kan seminggu lagi honeymoon." kata Zara yang langsung membuat Sean tersenyum.
"Iya sih, seminggu lagi honeymoon tapi rasanya udah nggak sabar aja nunggu seminggu." ungkap Sean yang membuat Zara tersenyum.
"Aku bareng mas ya?"
"Lho mau kemana sayang?"
"Dari pada gabut dirumah mendingan aku bantu bantu di toko bunga Sena,"
Sean tersenyum, mengerti jika istrinya tak bisa diam saja dirumah, "Ya sudah kalau memang maunya begitu."
Setelah sarapan, Sean mengantar Zara ke toko bunga Sena sebelum Sean berangkat ke kantor.
"Aku seneng banget lho mbak kesini." ungkap Sena melihat kedatangan Zara.
"Jagain bini gue, awas kalau ada yang lecet." celetuk Sean sebelum berjalan meninggalkan toko bunga.
"Ck, iya iya yang udah kebucinan."
Zara hanya tersenyum melihat pertengkaran kecil dua saudara itu.
"Kayaknya mbak bakal sering kesini dek." ungkap Zara.
"Nggak apa apa mbak, Sena malah seneng. pasti gara gara disuruh resign sama mas Sean ya mbak jadi gabut dirumah."
Zara langsung menggelengkan kepalanya pelan, "Enggak kok, mbak resign karena keinginan sendiri bukan karena mas Sean."
"Padahal Tessa cerita sama aku, seneng banget liat cara mbak ngajar disana."
Zara hanya tersenyum.
Keduanya sibuk berada ditaman belakang untuk menyiram dan memberi pupuk pada tanaman, sebelum akhirnya berada didepan membantu melayani pembeli.
Zara yang tak bisa merangkai bunga, hanya bantu bantu mengambilkan saja.
__ADS_1
Semakin siang semakin terik membuat Zara merasakan gerah. tak sengaja mata Zara melihat ada penjual es cendol yang lewat didepan toko. Segera Zara keluar untuk membeli es cendol itu.
"Pak 16 bungkus ya." pinta Zara yang juga ingin membelikan para karyawan Sena.
"Siap neng." abang penjual Cendol itu segera membuatkan pesanan Zara yang sekarang berdiri disamping gerobak.
Tak jauh dari sana, seseorang melihat keberadaan Zara yang sedang membeli cendol. orang yang tak lain adalah Zayn itu terlihat senang.
"Berhenti disini sebentar." pinta Zayn pada sopirnya membuat Anya yang ada disampingnya heran karena belum sampai tujuan.
"Tunggu di sini dan jangan sampai turun." kata Zayn pada Anya yang hanya diangguki oleh Anya.
Zayn segera turun dan berjalan mendekat ke arah Zara membuat Anya akhirnya paham alasan Zayn keluar dari mobil.
Melihat pemandangan seperti itu membuat Anya merasakan nyeri di dada nya, entahlah Ia juga tak ingin jatuh cinta pada pria brengsek seperti Zayn namun perlakuan Zayn yang kadang manis membuat dirinya akhirnya terbuai juga.
"Halo baby, kita bertemu disini... bukankah jika ada pertemuan yang tak sengaja itu artinya jodoh?" suara Zayn sontak mengejutkan Zara.
"U-untuk apa kamu kemari?" tanya Zara sedikit takut, bahkan Zara sempat celinggukan untuk melihat apa ada orang lain yang melihat mereka, takut menimbulkan fitnah dan masalah.
"Ada yang ingin ku bicarakan padamu." kata Zayn.
"Tapi aku tidak mau bicara padamu." balas Zara ketus.
"Astagfirullah, sebesar apa salah Mas Sean padamu sampai kamu menyebutnya seperti itu!" Zara terlihat kesal.
Baginya suaminya adalah pria terbaik setelah Ayahnya, tak rela jika ada yang mengatakan hal buruk tentang Sean.
"Aku akan menyebutnya seperti itu selama dia masih berada di sisimu." ungkap Zayn membuat Zara menggeleng tak menyangka mendengar ucapan Zayn.
"Tolong anda istigfar, tidak baik menganggu rumah tangga orang."
"Justru aku ingin menyelamatkan mu dari rumah tangga yang tidak sehat itu, mengertilah."
Zara membayar es cendol nya yang sudah jadi, "Kembalian nya ambil saja pak." kata Zara langsung berniat pergi begitu saja tanpa mau mendengar ucapan Zayn lagi.
Namun nyatanya Zayn tak menyerah, Ia mencegat Zara didepan hingga akhirnya Zara kembali berhenti.
"Kamu pasti akan marah jika aku menyentuh tangan mu, tapi bukan berarti aku tidak bisa membuatmu mendengarkan aku." kata Zayn.
"Sebenarnya apa mau mu?"
__ADS_1
Zayn tersenyum penuh kemenangan, "Ayo kita bicara, aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu."
"Tapi aku tidak ingin bicara denganmu."
"Aku tidak peduli, jika tidak mau aku akan terus membuntutimu sampai ke toko bunga."
Lagi lagi Zara dibuat shock mendengar ucapan Zayn, jika sampai Zayn ikut masuk bersamanya dan Sena melihat bisa bisa Sena salah paham padanya.
"Ya sudah katakan apa yang ingin kamu bicarakan padaku."
Zayn tentu tak menyia nyiakan kesempatan ini, Ia segera mengambil ponselnya untuk memperlihatkan foto Sean dengan seorang wanita saat berada diparis.
Ya beberapa waktu yang lalu, Zayn ada pekerjaan diparis selama seminggu disana dan Ia benar benar tak menyangka bisa melihat Sean bersama wanita lain disebuah kafe.
"Lihatlah, bahkan suamimu saja tidak setia padamu. dia berselingkuh saat berada diluar negeri."
Zara melihat foto Sean dengan seorang wanita yang tak asing, ya dia Sella mantan tunangan Sean dan Zara pun sudah tahu alasan Sean kesana dan bertemu dengan wanita itu.
Zara tersenyum lalu mengembalikan ponsel Zayn, "Maaf harus mengecewakanmu tapi aku sudah tahu. semua tidak seperti apa yang kamu pikirkan." kata Zara yang tentu saja membuat Zayn terkejut.
Zayn pikir setelah memperlihatkan foto ini pada Zara akan membuat Zara marah pada Sean dan meminta cerai atas ketidaksetiaan Sean namun nyatanya malah sebaliknya, Zara terlihat tenang dan tersenyum.
"Dia sudah mengkhianatimu, dan bisa bisanya kau masih memaafkan nya?"
Zara kembali tersenyum, "Aku percaya padanya, suamiku orang yang sangat baik. dia tidak akan seperti itu."
Zayn masih menatap tak percaya pada Zara,
"Jika sudah tak ada yang ingin anda bicarakan aku akan masuk dan jangan mengikutiku lagi apalagi bisa berharap bersamaku karena sampai kapanpun aku akan tetap menjadi istri mas Sean." jelas Zara membuat Zayn tersenyum kecut.
Usahanya kali ini benar benar gagal, padahal foto ini adalah usaha terakhir Zayn untuk mendapatkan Zara namun Zara sama sekali tak peduli, Ia tetap ingin bersama suaminya itu.
"Saya mohon berhenti melakukan apapun yang nantinya akan merusak harga diri anda sendiri. saya sudah bersuami, masih banyak wanita yang bahkan lebih baik dari saya. berhenti merusak rumah tangga orang karena Allah benar benar tak menyukai itu. bertobatlah selagi masih ada kesempatan.
Lagipula ada seseorang yang diam diam menyukai Anda, yang lebih baik dari saya, jadi untuk apa anda mengejar sesuatu yang sudah di miliki orang lain?" jelas Zara sambil menatap seseorang yang berada didalam mobil sedang melihat ke arahnya dengan tatapan terluka.
"Semoga ini terakhir kalinya kita bicara, karena saya sudah tidak ingin membicarakan hal apapun lagi dengan Anda. Assalamualaikum." Zara segera berjalan memasuki toko.
Sementara Zayn nampak masih terdiam ditempat sambil memikirkan apa yang Zara ucapkan,
"Seseorang yang menyukaiku, siapa?
__ADS_1
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like vote dan komennnn