
Setelah mengantar Zara, Ricky melajukan mobilnya menuju kantor Sean. Dari kaca spion Ricky melihat Tuan mudanya sedari tadi hanya diam, membuat Ricky merasa bersalah karena kemarin Ia menceritakan tentang Nona nya yang ditemui seorang pria.
"Apa mereka bertengkar?" batin Ricky.
"Tak perlu mencari tahu tentang pria itu." kata Sean tiba tiba membuat Ricky terkejut.
"Aku sudah tahu siapa pria itu, jadi tak perlu mencari tahu lagi." ungkap Sean membuat Ricky langsung saja lemas.
"Tak perlu khawatir, aku akan tetap membiayai pernikahanmu." kata Sean lagi yang langsung membuat Ricky bernafas lega, akhirnya...
Sesampainya dikantor, Sean langsung menuju meja Naya sekretarisnya, "Carikan aku dokumen tentang perusahaan Angkasa jaya dan segera bawa keruanganku." kata Sean lalu memasuki ruangan nya.
Sean sadar, baru sadar kemarin sebuah perusahaan yang cukup bonafit mengajak perusahaan nya bekerja sama. Angkasa jaya perusahaan milik Zayn Malik Jaya, nama yang sepertinya tak asing untuknya.
Zayn... apakah orang yang sama?
Naya memasuki ruangan Sean lalu memberikan sebuah dokumen pada Sean, "Ini kemarin berkas yang bapak tanda tangani yang artinya bapak sudah menerima bekerja sama dengan perusahaan tersebut." jelas Naya.
"Jadi kapan aku bisa bertemu dengan pemiliknya untuk pembahasan lebih lanjut?"
Naya membuka tab miliknya untuk melihat jadwal pekerjaan Sean, "Hari ini pukul 10 pagi Pak, beliau akan datang kemari."
"Baiklah, kau boleh keluar." Naya mengangguk dan langsung keluar dari ruangan Sean.
Sean kembali membaca berkas yang Ia tanda tangani kemarin, Sean terus saja melihat barisan nama pemilik perusahaan tersebut sambil berharap dialah orang yang sama agar Sean tak perlu repot mencari orang itu.
Tepat pukul 10, Zayn datang kekantor Sean dan sedikit tak menyangka, Sean menyambutnya begitu ramah.
"Pantas saja anda bisa menjadi pengusaha sukses, karena datang tepat pada waktunya." puji Sean sambil menjabat tangan Zayn.
"Jangan terlalu memujiku Tuan, saya takut jika nanti malah berakhir mengecewakan Tuan." Kata Zayn dengan senyuman mengejek membuat Sean langsung tersulut emosi.
Zayn terlihat tak datang sendiri, Ia bersama seorang wanita cantik dan muda dibelakangnya. Wanita itu menggunakan pakaian terlampau seksi hingga sangat tidak patut dipandang mata.
"Perkenalkan ini Ririn sekretaris saya." Zayn memperkenalkan wanita seksi yang tak lain adalah sekretaris Zayn.
Ririn ingin menjabat tangan Sean namun Sean menolak dengan sopan membuat Zayn tersenyum sinis.
__ADS_1
"Nanti Ririn yang akan presentasi menjelaskan tentang perusahaan kami." jelas Zayn yang langsung diangguki Sean.
Setelah berada diruangan meeting, Ririn mulai menjelaskan tentang apa saja yang akan ditawarkan perusahaan Zayn pada Sean. Pakaian Ririn yang seksi juga gaya bicaranya yang manja membuat pikiran Sean menjadi tak fokus. bukan karena tergoda oleh Ririn melainkan mendadak Ia merindukan Zara sang istri yang tak kalah seksi dengan Ririn.
"Dari cara Anda melihat, sepertinya Anda berminat pada Sekretaris saya?" tanya Zayn yang langsung membuat Sean menatap ke arah Zayn kesal.
"One night tidak masalah, sekretaris saya pasti akan membuat Anda puas." kata Zayn lagi membuat Sean langsung tersenyum sinis.
"Maaf, saya sudah memiliki istri yang lebih baik dari siapapun, saya tidak tertarik." balas Sean dengan nada mengejek.
"Benarkah seperti itu? sepertinya saya sedikit meragukan itu." Zayn terkekeh membuat tangan Sean langsung mengepal.
"Kita baru saja mengenal bagaimana bisa anda meragukan saya?"
Zayn mengedikan bahunya, "Entahlah, saya hanya merasa anda tidak sesetia itu dengan istri Anda," balas Zayn santai.
Wajah Sean sudah mulai tegang seolah akan marah membuat Zayn tertawa puas, "Oh ayolah bukankah sudah kebiasaan setiap perusahaan bertukar sekretaris agar bisa saling menikmati satu sama lain?"
"Tapi maaf sekali lagi, itu tidak berlaku diperusahaan kami. Jika memang anda tidak tertarik saya bisa mencabut kerja sama kita." balas Sean dengan nada tajam.
"Saya pikir tidak etis jika sedang membicarakan masalah perusahaan malah membahas hal yang tak penting seperti itu."
"Baiklah maafkan saya. ah ya saya ada undangan pertemuan para pengusaha muda, saya harap anda bisa datang." Zayn memberikan sebuah undangan pada Sean.
"Dan bawalah istri cantik mu itu." kata Zayn lalu bangkit dari duduknya karena pembahasan masalah perusahaan sudah berakhir.
"Apa tidak ada wanita lain selain mengoda istri orang? bahkan sampai menberinya bunga?" sindir Sean membuat Zayn terkejut karena Sean mengetahui apa yang Ia lakukan.
Zayn yang tadinya berjalan hampir mencapai pintu kini berbalik dan menatap ke arah Sean, "Dia terlihat menarik untuk ku..."
Sean menggepalkan tangannya, jika bukan karena rekan bisnis Ia ingin menghabisi Zayn sekarang juga.
"Lagipula tak ada salahnya jika aku merebutnya karena suaminya juga tidak bisa setia padanya." ungkap Zayn langsung membuat Sean berlari ke arah Zayn dan menarik kerah Zayn.
"Apa maksud ucapanmu brengsek!" Sean sudah tak peduli lagi dengan urusan perusahaan, Ia ingin segera menghajar Zayn saat ini juga.
"Pak berhenti pak, sabar... jangan seperti ini." Naya dan Ririn yang berada diruangan itu mencoba melerai Zayn dan Sean.
__ADS_1
Sean yang sadar jika Ia masih berada dikantor akhirnya melepaskan Zayn, "Urusan kita belum selesai. jangan sekali kali menganggu istriku lagi!" ancam Sean yang hanya disenyumi sinis oleh Zayn sebelum Zayn dan Ririn keluar dari ruangan meeting.
Zayn membanting pintu mobilnya, Ia cukup puas karena berhasil memancing emosi Sean namun juga kesal karena Sean tak tertarik dengan wanita yang Ia bawa.
"Ke apartemen sekarang!" pinta Zayn pada sopirnya.
"Tapi pak, setelah ini anda harus meetin-"
"Diam!" bentak Zayn membuat Ririn mengangguk dan menunduk takut.
Zayn mengunci pintu apartemen nya sebelum akhirnya Ia menyeret Ririn dan membawanya memasuki kamar.
Didalam kamar Zayn langsung saja membanting tubuh Ririn diatas ranjang.
"Pelacur bodoh! tak berguna! bagaimana bisa Sean bahkan tidak tertarik padamu!" kata Zayn dengan mata memerah marah.
"Maa-maafkan saya pak." kata Ririn terdengar ketakutan.
"Maaf katamu?" Zayn meremas dagu Ririn hingga membuat Ririn meringgis kesakitan.
"Tak berguna! kau harus mendapatkan hukuman agar pekerjaan mu bisa lebih becus lagi!" Zayn langsung mengikat tangan dan kaki Ririn.
"Ampun pak, jangan."
"Jangan katamu? aku bahkan sudah membayarmu mahal dan kau tidak bisa mengoda pria brengsek itu!"
"Saya sudah berusaha tapi dia tidak tergoda. ampun pak, beri saya kesempatan." kata Ririn yang kini sudah menangis sambil meronta meminta dilepaskan.
Zayn tidak mengubris rintihan Ririn, Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang, "Datang lah ke apartemen, aku memiliki makanan lezat untukmu." kata Zayn sambil memandang ke arah Ririn.
"Tidak pak, jangan ... jangan lakukan itu." teriak Ririn histeris namun Zayn tak mengubris dan malah pergi meninggalkan Ririn.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like vote dan komen yaaa...
Duh kok ternyata Zayn jahat amat ya pemirsahhh... hihihi
__ADS_1