BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
50


__ADS_3

Zara dan Asih kini sedang sibuk didapur memasak makan siang. Sementara Sean dan Bahar masih duduk diruang tamu sambil menghisap rokok juga ada segelas kopi yang masih hangat dimeja mereka.


"Sa-saya sudah memutuskan hubungan saya dengan Sella Yah..." ungkap Sean jujur.


Raut wajah Bahar nampak terkejut namun seketika Bahar tersenyum.


"Memang dari hati atau karena paksaan?" tanya Bahar memastikan.


"InsyaAllah memang dari hati saya dan tidak ada paksaan dari siapapun." balas Sean membuat Bahar tersenyum lega.


Akhirnya, kini putrinya menjadi satu satunya untuk Sean. Sejak awal memang itulah yang di inginkan Bahar, Ia ingin putrinya menjadi satu satunya dan bukan orang ketiga penghancur hubungan orang.


Saat Anggara datang dan meminta Zara untuk menjadi mantu mereka, Bahar awalnya tak rela karena Bahar mengetahui hubungan Sean dengan Sella sejak awal. Bahar tahu jika Sean begitu mencintai kekasihnya itu karena Bahar dulu yang sering mengantar Sean kemanapun Sean pergi jadi Bahar tahu apa yang dilakukan Sean semasa muda dan juga pergaulan Sean.


Dulu Bahar cukup kagum dengan Sean, meskipun dia anak orang berada namun tak pernah sekalipun menghamburkan uangnya untuk hal yang tak berguna. Tak pernah sekalipun Bahar melihat Sean berkumpul dengan anak nakal, hura hura ataupun pergi ke club jauh sebelum Sean mengenal Sella. Itu sebabnya dulu saat Anggara bercanda ingin menjodohkan Sean dengan Zara, Bahar langsung menyanggupi begitu saja karena tahu Sean anak yang baik.


Dan saat Sean sudah memiliki Sella bahkan Sean dan Sella sudah bertunangan membuat Bahar sempat memupus harapan nya untuk menjodohkan Zara dengan Sean karena tahu Sean begitu mencintai Sella kekasihnya itu.


Namun saat Anggara tiba tiba datang dan meminang Zara untuk menjadikan menantunya, Bahar ingin menolak namun Ia tidak bisa karena terlalu banyak hutang budi pada keluarga Anggara yang membuat Bahar tak bisa menolak permintaan keluarga Anggara.


Hingga pernah suatu pagi Bahar dan Sean berjalan jalan keliling kampung berdua setelah pernikahan, dan Saat itu menjadi kesempatan Bahar bisa berbicara banyak pada Sean,


"Ayah tahu nak Sean belum bisa mencintai Zara sepenuhnya, belum bisa menerima Zara seutuhnya, karena Ayah tahu Nak Sean masih mencintai Sella dan Ayah juga tak tahu penyebab Tuan Anggara masih kekeh ingin menjodohkan Nak Sean dengan Zara." ucap Bahar waktu itu yang membuat Sean terdiam karena ucapan Bahar memang benar adanya.


"Ayah tidak bisa menolak karena selama ini yang membantu keluarga ayah hanyalah keluarga Anggara. terlalu banyak hutang Ayah pada keluarga Nak Sean,


Jadi Ayah hanya meminta, jika suatu saat nanti Nak Sean masih belum bisa menerima Zara dan ingin kembali pada Non Sella, tolong kembalikan Zara pada kami. Pasti kami akan menerima Zara dengan ikhlas." kata Bahar dengan mata berkaca kaca membuat Sean lagi lagi terdiam dan tak bisa menjawab apapun.


Bahar masih ingat percakapan terakhir dengan Sean waktu itu, Dan sekarang dia tersenyum lega mendengar pengakuan dari Sean.


"Ayah senang mendengarnya Nak, semoga kalian tidak akan dipisahkan dan hanya maut yang akan memisahkan kalian." ucap Bahar yang langsung diAmini oleh Sean.


"Sekarang Ayah hanya minta, baiknya kamu jujur pada Zara mengenai masa lalu kamu agar nanti tidak terjadi kesalahpahaman diantara kalian."


Sean mengangguk, "Tapi rasanya Saya masih belum bisa jujur dengan Zara, saya takut Zara kecewa dan meninggalkan Saya." Sean menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Perlahan saja, Ayah yakin Zara akan mengerti." kata Bahar yang langsung diangguki Sean.


Zara keluar dari dapur berjalan menuju ruang tamu, melihat Sean dan Ayahnya berbicara serius, Zara mengurungkan niatnya untuk mendekat.


Meskipun sebenarnya Zara penasaran dengan apa dibicarakan namun Zara juga tak mau menguping, takut ketahuan Sean lagi.


Setelah dirasa Ayah dan Sean diam, Barulah Zara berani mendekat.


"Makan siangnya sudah siap Ayah, mas..." kata Zara yang langsung diangguki Sean dan Bahar.


Sean membantu Ayah mertuanya berjalan menuju meja makan dimana sudah ada Asih disana.


"Ajak Nak Ricky masuk, kita makan siang bersama." pinta Asih yang langsung diangguki Zara.


Zara bergegas keluar untuk memanggil Ricky, sesampainya didepan bertepatan dengan Imah yang datang kerumahnya.


"Imah..." Zara terlihat senang dan langsung menghambur ke pelukan sahabatnya itu.


"Cie yang sekarang udah jadi guru TK." goda Imah yang langsung membuat Zara mengerutkan keningnya heran.


"Egh, anu cuma nebak aja." balas Imah asal.


Zara menatap curiga ke arah Imah apalagi sudah ada Ricky dibelakang Imah dan terlihat senyum malu malu.


"Kamu juga tahu kalau aku pulang kerumah, jangan jangan..."


"Eh aku nggak ada hubungan apa apa sama Ricky," Kata Imah langsung membegap mulutnya sendiri karena lagi lagi dirinya keceplosan.


Tatapan Zara semakin tajam menatap ke arah Imah yang semakin salah tingkah,


"Udahlah, udah ketauan ngaku aja." bisik Ricky yang langsung membuat Imah melotot ke arahnya Ricky.


Zara langsung tertawa, "Selamat deh yang baru aja jadian, langsung nikah aja nggak usah pakai pacaran." Zara mengingatkan.


"Siap Non, ditunggu saja undangan nya." kata Ricky mantap sementara Imah hanya tersenyum malu.

__ADS_1


"Lho, ada Imah juga." kata Asih kala melihat Imah ikut bergabung dimeja makan.


"Pacarnya disini soalnya Bu." adu Zara membuat Imah langsung melotot.


"Lho udah punya pacar? siapa?" tanya Bahar.


"Saya Pak," Ricky langsung mengacungkan tangan nya membuat semua orang menatap ke arahnya kecuali Imah yang hanya menunduk malu.


"Lho kok kalian bisa kenal?" heran Sean menatap ke arah Ricky dan Imah bergantian.


"Gara gara mengurus masalah siswa kemarin membuat kami sering berkomunikasi dan akhirnya ... dekat Tuan." balas Ricky kembali mengingat awal pertemuan dengan Imah, Ia sudah dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama apalagi saat itu Imah mengira dirinya tukang paket.


Dan setelah itu yang terjadi diantara mereka hanyalah pertengkaran pertengkaran kecil sebelum akhirnya benih benih cinta diantara mereka mulai tumbuh dan akhirnya Ricky memberanikan diri menyatakan cinta pada Imah.


"Bukan pacaran Ayah tetapi taaruf." jelas Imah tak ingin semua orang salah paham.


"Alhamdulilah semoga disegerakan menikah menyusul Zara ya." kata Bahar yang langsung di Amini semua orang.


Selesai makan Siang, kini Sean, Zara, imah juga Ricky berada didalam mobil untuk pergi ke suatu tempat.


"Kita mau kemana mas?" tanya Zara yang duduk di kursi belakang bersama Sean.


"Nanti juga tau." balas Sean terdengar acuh.


"Mas masih marah gegara tadi?" heran Zara melihat sikap acuh Sean.


"Tadi apa?"


"Gara gara mbah minah ngomongin Panji, mas masih marah?"


"Ck, bisa nggak sih nggak usah ngomongin si Panci, males dengernya!"


Zara hanya menggelengkan kepalanya lalu ikut diam karena Sean masih kesal padanya.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komenn


__ADS_2