
Sean kini duduk dikursi kerjanya, Ia nampak melamun memikirkan banyak hal. memikirkan bagaimana cara membuat Zara kembali juga memikirkan bagaimana mengatasi Sella yanh sepertinya sedikit sulit.
Sean menghela nafas berkali kali sambil sesekali mengacak rambutnya frustasi.
Sean mengambil ponselnya, Ia buka chat yang Ia kirimkan pada Zara, sudah dibaca meskipun tidak dibalas membuat Sean sedikit lega.
Sean juga mengirimkan pesan pada sang Mama, menanyakan keadaan Zara yang langsung dibalas cepat oleh Mamanya seolah tahu jika Sean sangat rindu dengan istrinya itu.
Zara baik baik saja , Ia sudah terlihat ceria. tenang saja Mama pasti akan membantu mu agar Zara mau pulang kerumah.
Sean tersenyum membaca pesan dari Mama nya, bersyukur karena dalam keadaan seperti ini orangtuanya tidak menyalahkan dirinya namun membantu agar bisa berdamai dengan istrinya.
Pintu ruangan terbuka, nampak Ricky memasuki ruangan Sean,
"Semua sudah siap Tuan."
"Baiklah ayo kita berangkat kesana sekarang." kata Sean yang kini sudah bangkit dan berjalan keluar.
"Mampir ke toko bunga Senna dulu."
"Baik Tuan."
Mobil Ricky berhenti didepan toko bunga Sena,
"Untuk siapa bang, bukan nya mbak Zara masih dikampung." Sena nampak kepo saat Sean meminta Sena untuk membuatkan bucket mawar merah.
"Ada lah, nggak usah kepo!"
"Abang selingkuh? aku bilangin Papa baru tau rasa!"
"Udah dibilang nggak usah kepo! bikinin aja." kesal Sean dituduh selingkuh oleh Sena.
Sena langsung cemberut meskipun Ia kesal sudah dibentak oleh Sean.
Setelah mendapatkan sebucket mawar merah, Sean segera kembali ke mobil dan disinilah Sean berada, didepan rumah Sisil teman dekat Sella.
Cukup lama Sean memencet bel namun tak kunjung dibuka, hingga saat Sean ingin berbalik dan pergi, pintu rumah terbuka.
"Sean..." suara Sella terdengar senang saat melihat keberadaan Sean apalagi ditangan Sean ada sebucket mawar merah kesukaan nya.
Sean memaksakan senyuman, Ia tak ingin Sella curiga dengan kedatangan nya yang mendadak ini, "Untukmu..." Sean menyerahkan sebucket mawar merah yang memang sengaja Ia beli untuk Sella.
"Kau masih ingat jika aku sangat menyukai mawar merah?" Sella sangat senang menerima bunga dari Sean.
__ADS_1
"Tentu saja aku ingat semuanya tentang dirimu." kata Sean membuat Sella semakin bahagia.
"Apa kau ada pekerjaan? aku ingin mengajakmu keluar."
Sella menatap wajah Sean, Ia merasa ada yang aneh dari Sean. tiba tiba Sella memeluk Sean membuat Sean terkejut dan langsung melepaskan pelukan Sella.
"Ck, aku rindu ingin memeluk masa tidak boleh." keluh Sella membuat Sean tersadar dan langsung merentangkan tangan nya.
Biasanya Sean akan mengelus rambut Sella saat keduanya berpelukan namun kali ini, Sella merasa Sean terpaksa memeluknya.
"Aku sedang tidak enak badan, sepertinya masuk angin jadi kita dirumah saja bagaimana?" tanya Sella.
"Sayang sekali, padahal aku ingin mengajakmu pergi ke kafe tempat favorit kita dulu."
"Aku ingin, tapi aku sedang tidak enak badan Se... kapan kapan saja ya." ucap Sella membuat Sean menatap ke arahnya dan melihat mata Sella yang sepertinya Sella sedang berbohong.
"Ya sudah, aku akan kembali lagi jika kau sudah siap." kata Sean hendak pergi namun tiba tiba tangan nya ditahan oleh Sella.
"Masuklah dulu, akan ku buatkan teh."
"Maaf Sella tapi aku sedikit sibuk."
Sella terdiam sejenak "Jika kau sibuk kenapa kau datang kesini dan mengajak ku keluar?"
Sean terkejut, merasa sudah ketahuan jika Ia merencanakan sesuatu pada Sella.
"Ya sudah, tunggu aku akan mengganti pakaian ku dulu." kata Sella membuat Sean langsung tersenyum senang.
Kini Sella sudah rapi dan siap untuk berangkat. Ia keluar rumah dimana sudah ada Sean yang menunggunya dan Sean tampak terkejut dengan penampilan Sella.
"Kau memakai wig? kau juga memakai masker?" tanya Sean.
"Ya, bukankah bagus wig yang kupakai, cocok dengan ku kan?"
Sean hanya mengangguk saja, Ia benar benar tak menyangka jika Sella selicik ini.
"Aku memakai masker untuk berjaga diri saja, kau tahu banyak virus diluar jadi kau juga harus memakai masker." ucap Sella.
Keduanya pun memasuki mobil dimana Ricky sudah menunggu keduanya sejak tadi.
"Kalian juga harus memakai masker." Sella memberikan masker pada Ricky dan Sean.
Ricky dan Sean saling berpandangan, Ricky bahkan memberikan kode pada Sean agar tak memakai masker yang Sella berikan karena Ricky merasa curiga.
__ADS_1
"Saya sedang mual Nona jadi tidak bisa memakai maskernya." kata Ricky menyimpan masker di kantong celananya.
"Aku akan memakai maskernya saat sudah sampai disana." Sean ikut mengantongi maskernya.
Sella hanya tersenyum, tanpa keduanya sadari Sella mengepalkan tangan nya merasa gagal mengelabui Sean dan Ricky.
"Kita sudah sampai." ucap Sean saat sudah sampai didepan kafe.
Sella yang sedari tadi melamun tampak terkejut dan mencoba memaksakan senyuman,
Keduanya turun, Sella langsung merangkul tangan Sean,
Awalnya Sean ingin menolak namun mengingat rencananya, Ia akhirnya tidak bisa menolak.
Keduanya duduk dikafe bagian belakang dimana ada pemandangan gunung yang terlihat. Sella menatap kesekitar, Ia merasa ada banyak orang yang sengaja mengawasinya.
Sella sedikit panik, Ia merasa dugaan nya benar, sepertinya Sean sedang menjebaknya saat ini.
"Aku ke kamar mandi dulu." pamit Sella langsung pergi begitu saja.
Sella berjalan menuju kamar mandi, dan benar ada yang mengikutinya membuat Sella buru buru memasuki kamar mandi dan menguncinya rapat.
"Sial!" umpat Sella yang saat ini sedang berada didepan cermin.
Sella mengambil sesuatu didalam tasnya, Ia lalu mengenggamnya erat dan keluar dari kamar mandi.
Saat ini Sella ingin pergi melewati pintu belakang namun langkah Sella terhenti kala mendengar suara Sean,
"Aku mencarimu, kau mau kemana?" tanya Sean berjalan mendekati Sella.
"Ak aku lupa jalan kembali dan tak menyangka sampai di sini." Sella terlihat gugup.
"Ah begitu ya, aku pikir kau akan kabur." ucap Sean sambil tersenyum membuat Sella terkejut apalagi setelah mengatakan itu, ada segerombolan polisi yang datang dari segala arah.
"Sial, kau menjebak ku!" geram Sella yang kini sudah terkepung.
"Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu Sella."
"Tidak, aku tidak mau dipenjara!" Sella mendorong tubuh Sean agar tak menghalangi jalan nya namun sayang, tangan Sean cukup kuat untuk menahan Sella membuat Sella frustasi dan tak memiliki pilihan lain selain membuka pisau lipat yang Ia genggam sedari tadi.
Sella langsung menusukan pisau itu ke perut Sean membuat Sean tersungkur jatuh.
Semua orang panik dan menjadi kesempatan Sella untuk kabur namun sayangnya 3 polisi kini menangkap Sella lalu memborgol tangan Sella.
__ADS_1
"Tuaaannn...." Ricky langsung berlari ke arah Sean yang kini sudah berlumuran darah segar.
BERSAMBUNG...