
Siang ini Zayn sedang meeting diluar bersama klien nya. Edward pemilik Herocorp yang saat ini tengah bekerja sama dengan perusahaan Zayn. Keduanya meeting di sebuah hotel bintang 5 yang cukup mewah karena bisnis mereka bukan bisnis sembarangan.
Selesai meeting, Zayn dan Edward keluar hotel bersamaan dengan para asisten mereka. Dan saat di lobi Zayn dikejutkan oleh kedatangan Nisya istrinya yang tengah membawa kue ulang tahun untuknya bersama putri kecil mereka, Raisa.
"Happy brithday, Papa..." Nisya dan Raisa kompak menyanyikan lagu ulang tahun untuknya membuat Zayn terharu dengan surprise yang diberikan oleh keluarga kecilnya itu.
"Maaf aku datang kesini karena ingin memberikan surprise untukmu mas." ungkap Nisya yang langsung diangguki Zayn.
"Aku bahagia dan nggak nyangka banget."
"Tadi tanya si Tio katanya kamu disini lagi meeting jadi aku nunggu dibawah."
"Nggak apa apa, makasih banyak sayang." Zayn memberikan kecupan kening untuk istrinya.
"Ekhemmm... adegan apa ini?" suara Edward terdengar membuat Zayn tertawa kecil.
"Maafkan saya karena terlalu bahagia sampai mengira jika hanya ada kami bertiga." kata Zayn.
"Dia istrimu?" tanya Edward menunjuk Nisya yang tampak anggun dengan balutan gamis berwarna biru langit juga jilbab warna senada.
"Ya, dia Nisya istri saya dan ini Raisa putri saya." Zayn memperkenalkan keluarga kecilnya pada rekan bisnisnya itu.
Edward nampak mengulurkan tangan nya untuk menyalami Nisya namun sayang nya Nisya hanya tersenyum sambil mengucapkan maaf tak bisa menerima uluran tangan Edward.
"Ahh maafkan saya."
Suasana menjadi canggung diantara mereka, hingga akhirnya Zayn memutuskan untuk keluar lebih dulu membawa keluarganya.
Tanpa disadari Edward tersenyum menyerigai menatap Nisya dari belakang.
...
Kilasan bayangan masa lalu itu membuat Zayn menatap benci ke arah Eddy, Ia kemudian mengambil sebuah cambuk dan mengayunkan cambuk itu namun belum sempat cambuk itu menyentuh tubuh Eddy, Zayn menghentikan ayunan cambuk itu.
"Arghhh sial,"
Zayn melempar cambuk itu ke segala arah, Ia ingat jika Anya sedang hamil. Pantang untuknya menyiksa seseorang disaat istrinya sedang hamil.
"Siksa dia sampai mati." perintah Zayn pada anak buahnya.
"Sialan kau, dasar pengecut! habisi aku dengan tanganmu sendiri bukan malah memerintah anak buahmu!" teriak Eddy tak terima.
__ADS_1
Zayn tersenyum sinis, "Untuk apa aku harus mengotori tanganku untuk menyiksa pria biadab seperti mu."
Eddy tertawa mendengar ucapan Zayn membuat Zayn sangat muak, "Pria biadab yang sudah mencicipi tubuh istrimu, bahkan aku masih mengingatnya sampai sekarang, rasanya arrghhh..."
Belum sempat Eddy menyelesaikan ucapan nya sebuah botol kaca dilempar Zayn hingga mengenai wajah Eddy. Sontak wajah Eddy berdarah dan ada beberapa pecahan yang menancap diwajah Eddy.
"Sialan!"
"Bagaimana? apa sakit?" ejek Zayn, emosinya kini sudah tersulut.
Eddy kembali tersenyum, "Aku masih mengingat rasanya dan bahkan aku menginginkan Argggh"
Satu botol kembali Zayn lemparkan dan kini mengenai bibir Eddy hingga robek.
"Mulut kotormu itu tidak pantas untuk berbicara lagi."
Eddy hanya bisa mengeram, Bibirnya bahkan terasa sangat sakit untuk berbicara.
"Panggil Sendy dan Reyhan kesini." perintah Zayn pada anak buahnya.
"Siap boss."
"Kau pikir aku takut huh." Eddy menjawab Zayn meskipun dengan penuh kesakitan.
"Kita lihat saja, kau akan merasakan apa yang Nisya rasakan dulu."
Eddy masih saja menertawakan Zayn hingga akhirnya dua pria bertubuh kekar memasuki ruangan itu.
"Bosss, ada apa mencari kami?"
"Kalian sudah datang rupanya, aku ingin memberikan makanan lezat untukmu." Zayn menunjuk ke arah Eddy.
"Dia masih perawan." tambah Zayn lagi yang akhirnya dimengerti oleh Eddy.
"Sialan, apa maksudmu itu!" Eddy kembali berteriak.
"Benarkah bos? apakah kami boleh mencobanya?" tanya salah satu pria bernama Reyhan yang menatap Eddy penuh minat.
"Tentu saja, nikmati sepuas kalian. Aku akan menjadi penonton disini." Zayn menarik satu kursi dan dia duduk disana, dan akhirnya Zayn bisa melihat wajah Eddy yang ketakutan kala Reyhan dan Sendy mendekat ke arahnya.
"Apa yang akan kalian lakukan!" Teriak Eddy saat Sendy melepaskan ikatan kaki Eddy.
__ADS_1
"Tentu saja untuk menikmati mu baby." Bisik Reyhan.
"Sialan, hentikan!"
Sendy dan Reyhan tak mengubris teriakan dan rintihan Eddy, mereka malah semakin mengebu menikmati Eddy yang memang masih virgin untuknya.
Sementara Zayn tersenyum puas melihat Eddy begitu kesakitan, semua dendam nya kini sudah terbayar. Mengingat dulu, Eddy lah yang menjebak Nisya dan memperkosa nya hingga Nisya akhirnya depresi dan bunuh diri.
Waktu itu, Eddy yang saat itu bernama Edward memintanya pergi ke paris untuk mewakili peluncuran produk baru mereka dan sehari setelah keberangkatan Zayn, Eddy datang kerumah Zayn dan meminta Nisya untuk ikut bersamanya menyusul Zayn.
Awalnya Nisya ragu dan berniat menghubungi Zayn lebih dulu, namun karena Zayn tidak bisa dihubungi akhirnya Nisya ikut saja bersama Eddy.
Dan ternyata, Eddy tidak membawa Nisya ke paris melainkan ke pulau pribadi milik Eddy yang sangat terpencil, jauh dari perkotaaan.
Disana Eddy mencoba merayu Nisya, berharap Nisya mau menuruti keinginan nya tanpa sepengetahuan Zayn namun siapa sangka jika Nisya sangat berbeda dengan wanita lain, Nisya begitu menjaga kesetiaan nya untuk Zayn hingga membuat Eddy marah dan memperkosa Nisya berkali kali dengan brutal.
Nisya kesakitan, shock dan sangat ketakutan membuatnya pingsan selama seharian penuh.
Eddy yang waktu itu ketakutan karena Nisya tak kunjung sadar dan menganggap Nisya sudah mati akhirnya mengirim tubuh Nisya kembali kerumah Zayn.
Dan bertepatan saat Zayn sudah pulang dari paris melihat kondisi Nisya membuat Zayn sangat marah, beruntung Nisya masih bisa diselamatkan waktu itu dan Zayn bisa melaporkan Eddy ke penjara.
Setelah Eddy resmi jadi tersangka dan masuk penjara, Nisya mengalami depresi dan mencoba bunuh diri berkali kali namun beruntung lagi Zayn mengetahui dan langsung menyelamatkan Nisya. Hingga satu malam, saat Zayn tengah terlelap, Nisya keluar kamar dan meminum racun tikus yang dibeli tanpa sepengetahuan Zayn.
Nisya juga sempat menuliskan surat, jika dirinya sudah kotor tidak pantas lagi mendampingi Zayn membuat Zayn benar benar terpukul waktu itu.
Mengingat itu semua, membuat Zayn menitikan air matanya. Keluarganya hancur hanya karena kebiadaban pria yang saat ini tengah menjerit kesakitan didepannya itu.
"Trus, lakukan sepuas kalian, lakukan hingga pria itu mati. Ya dia pantas mati." kata Zayn pada Reyhan dan Sendy sebelum akhirnya Zayn keluar dari ruangan penyiksaan itu.
"Sialan kau! aku pasti akan membalasmu arghhh." teriakan Eddy masih bisa didengar Zayn yang kini sudah berada diluar.
"Jika sudah mati, buang mayatnya ditempat biasa dan lagi cari informasi tentang polisi yang sudah membebaskan nya."
"Baik Boss."
Zayn memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan markasnya.
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komeenn
__ADS_1