BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
82


__ADS_3

Zayn terlihat marah, Anya yang melihat kilat mata amarah Zayn mulai khawatir. Anya memberanikan diri menyentuh punggung Zayn,


"Sabar Pak, jangan marah." Anya mengingatkan takut Zayn khilaf dan melakukan hal buruk pada Raisa.


Zayn pun mengangguk, Ia menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya Ia mengangkat tubuh Raisa dan membawanya ke pangkuan.


"Kenapa Raisa bilang seperti itu? bukannya Raisa baru sekali bertemu tante?" tanya Zayn yang ingat jika Anya dan Raisa memang bertemu sekali saat dirumahnya malam itu, Saat Zayn mabuk dan itu pun Zayn langsung mengajak Anya ke kamar.


Raisa hanya diam saja, tak menjawab ucapan Zayn,


"Raisa sayang?" Zayn terlihat menunggu.


"Ck, kata Nani, tante ini jahat. dia nanti akan merebut Papa dari Raisa juga Papa bakal galak sama Raisa." jelas Raisa membuat Anya dan Zayn melotot bersamaan.


"Nani siapa Pak? saya nggak kenal." Anya merasa bingung karena ini kedua kalinya dirinya bertemu dengan Raisa.


"Baby sitter nya Raisa, sialan memang dia itu!" geram Zayn.


Anya langsung memukul lengan Zayn pelan, "Jangan ngomong kasar didepan Raisa pak."


Zayn tidak memperdulikan itu, Ia saat ini benar benar kesal dengan Tisa yang sudah berani mempengaruhi putrinya itu.


"Harus diberi pelajaran wanita itu!" guman Zayn lagi yang langsung membuat Anya kembali memukul lengan Zayn.


"Sudahlah pak, jangan diperpanjang lagi, saya tidak masalah jika harus dianggap seperti itu." jelas Anya.


"Berhenti memanggilku Pak Anya! ini diluar jam kantor!" Zayn membentak Anya membuat Anya juga Raisa terkejut.


"Papa juga marah sama tante?" heran Raisa yang tadinya Raisa pikir Papa nya lebih menyayangi tante dan tidak akan memarahinya, namun faktanya Papanya lebih galak pada Tante yang kini menundukkan kepala takut itu.


"Denger Raisa sayang, Papa itu tetap Papanya Raisa, tidak akan direbut siapapun apalagi sampai melupakan Raisa dan marah pada Raisa. papa Sayang sama kamu, jadi anak yang baik dan Papa nggak akan pernah marah sama Raisa." ungkap Zayn yang langsung membuat Raisa bersorak gembira.


"Huh dasar Nani tukang bohong." omel Raisa didepan Zayn juga Anya.


Sesampainya dikebun binatang, Raisa terlihat senang sekali, bahkan Ia tak lelah menanyakan nama nama hewan yang ada disini pada Anya.


"Kalau yang ini Raisa tahu namanya."


"Coba tebak apa?"


"Buaya, bener nggak tante?"


"Bener banget, 100 buat Raisa." kata Anya terlihat begitu menyukai Raisa.


Anya memang menyukai anak kecil, dulu Ia memiliki cita cita yang sama seperti Zara ingin menjadi guru Tk namun karena gaji guru Tk sangat pas pasan akhirnya Anya beralih bekerja dikantor.

__ADS_1


Zayn yang sedari tadi membuntuti Anya juga Raisa dari belakang tak berhenti mengulas senyum melihat keakraban Anya dan Raisa. Juga Raisa yang terlihat langsung ceria saat bersama Anya.


Setelah membentak Anya saat dimobil, memang Anya terlihat kesal dan enggan berbicara pada Zayn. Sedari tadi Zayn diacuhkan oleh Anya juga Raisa yang kini berpihak pada Anya.


Ketiganya duduk disebuah taman, Raisa nampak asyik menjilat es krim yang baru saja dibelikan oleh Anya,


Melihat bibir Raisa belepotan es krim, segera Anya mengambil tisu untuk membersihkan bibir Raisa.


"Tante ternyata benar benar baik ya?" ungkap Raisa setelah merasa diperhatikan oleh Anya.


"Sama kaya tante cantik juga baik." ungkap Raisa lagi membuat Anya mengerutkan keningnya penasaran.


"Tante cantik siapa?"


"Guru disekolahnya Raisa, tapi sekarang sudah pergi nggak jadi guru Raisa lagi." ungkap Raisa terlihat sedih.


"Sudah, jangan di ingat ingat lagi!" kata Zayn sambil mengelus rambut Raisa.


Setelah mengantar Anya ke kos nya, kini mobil Zayn melaju pulang kerumah.


"Raisa seneng deh Pa, jalan jalan sama tante." ungkap Raisa.


"Tadi katanya Tante jahat." kata Zayn mengingatkan membuat Raisa tersenyum malu malu.


Zayn mengangguk, "Iya besok kalau Papa libur kita jalan jalan lagi sama tante."


Yeayyyy... Raisa nampak senang sekali.


Sampai dirumah, mereka berdua sudah disambut ramah oleh Tisa. Zayn langsung kesal menatap wajah Tisa yang terlihat pura pura baik juga sayang dengan Raisa.


"Nanti setelah Raisa tidur, aku tunggu dikamar." kata Zayn sambil tersenyum membuat mata Tisa berbinar, terlihat senang sekali.


Zayn yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut melihat Tisa sudah berada dikamarnya, padahal baru sekitar 20 menit yang lalu dan sekarang Tisa sudah berada di sini dengan mengenakan dress ketat yang pendek memperlihatkan paha mulus yang menggoda mata.


"Apa Raisa sudah tidur?" tanya Zayn yang hanya mengenakan jubah mandi.


"Su-sudah Tuan." Jawaban Tisa terdengar gugup.


Zayn menatap Tisa sebentar, lalu berjalan menuju pintu.


"Tuan mau kemana?"


"Ngecek Raisa, apa benar sudah tidur." balas Zayn yang langsung saja membuat Tisa panik dan berlari mendekat ke arah Zayn lalu mencekal tangan Zayn.


"Ti-tidak perlu Tuan, takutnya nanti.." Tisa langsung melepaskan cekalan tangannya saat Zayn menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


Zayn langsung berjalan menuju kamar Raisa dan saat membuka kamar Raisa, Zayn dibuat geram karena Raisa belum tidur dan malah asyik bermain ipad miliknya.


"Papa..." sapa Raisa menatap heran ke arah Papanya dimana dibelakang sang Papa juga ada Nani Tisa yang mengedipkan matanya ke arahnya.


"Raisa belum tidur?" tanya Zayn.


"Belum ngantuk Pa, lagian Nani juga nggak mau nemenin katanya sibuk." adu Raisa tak memperdulikan pelototan mata Tisa ke arahnya.


"Ti-tidak seperti itu Tuan, Raisa berbohong." Tisa nampak membela diri dan langsung menatap tajam ke arah Raisa yang langsung saja menunduk takut.


"Raisa nggak bohong Pa." Raisa berlari dan memeluk kaki Zayn karena takut.


Zayn nampak mengepalkan tangan nya, "Raisa main ipad lagi ya, biar Papa ngomong sama Nani sebentar."


"Iya Pa," Raisa kembali ke ranjangnya dengan kepala menunduk, takut menatap ke arah Tisa.


"Ikut aku!" Zayn keluar dan di ikuti oleh Tisa dengan wajah sudah pucat dan takut.


Zayn mengajak Tisa keruang tengah, dimana ada balkon yang menghadap ke arah depan rumah.


"Aku tau Tisa, aku bukanlah orang baik. aku bisa saja mendorong seseorang agar jatuh dari balkon itu dan mati!" kata Zayn membuat tangan Tisa gemetar takut.


"Tapi saya tidak melakukan kejahatan apapun Tuan." Tisa masih membela diri.


"Benarkah? Jadi meracuni pikiran Raisa dan mengatakan orang lain jahat tanpa bukti bukan kejahatan?" tanya Zayn langsung membuat Tisa terkejut setengah mati.


"Saya melakukan itu karena kesal melihat Tuan mengabaikan saya juga tidak lagi mengajak saya bercinta padahal saya sudah memberikan segalanya untuk Tuan, termasuk keperawanan saya." ungkap Tisa dengan lantang berharap Zayn akan mengerti namun Zayn malah tertawa.


"Aku bahkan sudah jijik padamu, bagaimana bisa bercinta denganmu."


Tisa langsung saja menangis, tak menyangka dengan apa yang Zayn ucapkan begitu menyakitinya,


Zayn mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan sebuah video Tisa yang sedang bercinta dengan sopir pribadi Zayn, didalam video itu Tisa nampak begitu menikmati.


"Sekarang kau tahu alasan ku jijik padamu kan? jadi jangan buang sia sia air mata palsu mu itu.


Dan mulai malam ini kau kupecat, pergilah sekarang juga. akan ku transfer gaji juga bonus karena kau menjual perawanmu padaku!" kata Zayn.


Tisa yang tak terima dengan keputusan Zayn langsung tersungkur dilantai dan memeluk kaki Zayn "Saya mohon Tuan jangan pecat saya."


Zayn melepaskan paksa tangan Tisa hingga Tisa terpental, "Pergilah selagi aku masih baik, aku bisa saja melakukan hal kejam padamu jika kau seperti ini."


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENNN....

__ADS_1


__ADS_2