BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
70


__ADS_3

Setelah percintaan panas mereka, Zara dan Sean kini sudah harus bersiap untuk pulang karena besok Sean sudah di sibukan dengan pekerjaan kantor sebelum seminggu lagi acara resepsi pernikahan mereka.


Ya, baru saja Ranti menghubungi Sean dan meminta mereka mengadakan acara resepsi seminggu lagi karena Sean yang tak kunjung memberikan tanggal akhirnya Ranti dan Anggara berinisiatif mencarikan tanggal untuk mereka.


Sean dan Zara yang lupa harus membahas tanggal resepsi pun akhirnya menyetujui saja keinginan Ranti untuk segera melangsungkan resepsi seminggu lagi.


"Besok mungkin Mama bakal ngajak kamu kesana kemari buat persiapan acara." jelas Sean yang kini sudah rapi dan siap untuk berangkat pulang.


"Apa pestanya akan diadakan secara mewah mas?"


"Mungkin, kenapa? kamu tak suka?"


"Bu-bukan begitu mas, hanya saja..." Sean duduk disamping istrinya yang kini menundukan wajahnya.


"Jika memang tidak suka tidak perlu dipaksa. kamu bisa bilang dengan Mama dan pihak WO agar membuatkan pesta pernikahan seperti yang kamu inginkan, aku ngikut mau kamu saja." jelas Sean sambil mengelus kepala Zara yang kini sudah tertutup hijab.


Zara tersenyum lega, "Makasih ya mas sudah mau mengerti."


"Apa sih yang enggak buat istriku."


"Ck, mulai gombalnya." cibir Zara membuat Sean langsung terkekeh.


Dan paginya, benar saja kata Sean. Baru saja Zara selesai membuatkan sarapan untuk Sean, Ranti sudah datang kerumah mereka.


"Tapi nggak sepagi ini juga kan Ma..." protes Sean yang baru selesai bersiap.


"Apa sih kamu... Mama kan mau ngajak jalan jalan mantu mama juga."


"Iya tapi nggak sepagi ini Ma, Zara kan harus ngurusin aku dulu." kata Sean lagi dengan wajah kesal.


"Iya iya, Mama tungguin sampai Zara selesai ngrusin kamu dulu."


Zara turun sudah rapi mengenakan gamis panjang untuk pergi dengan mama mertuanya.


Ia bergabung dengan Sean juga Ranti yang sudah berada dimeja makan.


"Lho belum makan mas?" heran Zara melihat piring Sean masih kosong.


"Belum lah, belum diambilin sama istriku."


"Ck, sabar aja ya Zara... bayi tua nya emang suka rewel." cibir Ranti membuat Zara tersenyum geli.


Zara mengambilkan nasi goreng buatannya ke piring Sean, "Mama juga mau?" tawar Zara hendak mengambilkan piring untuk ibu mertuanya.


"Nggak usah sayang, Mama nggak biasa makan nasi kalau pagi." tolak Ranti yang langsung diangguki Zara.

__ADS_1


"Ma, bisa nggak pestanya nggak usah mewah mewah banget, yang biasa aja." pinta Sean disela sela makan nya.


"Lho ya nggak bisa gitu dong, masa keluarga Anggara mau mantu anak nya yang biasa aja. malu lah.


ini mantu pertama kalau bisa ya harus gede gedean." jelas Ranti membuat Zara hanya menunduk.


"Tapi Ma, Zara-"


"Aku nggak apa apa mas, kita nurut orangtua aja." balas Zara merasa tak enak.


"Nah gitu dong kayak Zara, nurut sama orangtua nggak kayak suaminya yang sukanya protes trus!" cibir Ranti yang hanya didengusi kesal oleh Sean.


Setelah Sean berangkat barulah Ranti dan Zara berangkat naik mobil dimana Paijo yang menjadi sopirnya.


pertama mereka datang untuk menemui pihak WO yang akan mengurusi acara pernikahan mereka.


"Kalau tema nya kayak gini kamu suka nggak sayang?" tanya Ranti setelah pihak WO memberikan penjelasan tentang beberapa tema yang akan digunakan untuk acara pernikahan nanti.


"Iya mah, ini udah bagus kok."


"Suka?"


Zara menganggukan kepalanya, "Iya suka."


Selesai menemui pihak WO, Ranti dan Zara segera menuju butik yang akan mengurus gaun pengantin.


Pria itu langsung cipika cipiki dengan Ranti, dan saat Ia ingin melakukan hal yang sama pada Zara, dengan gerakan cepat Zara menolak membuat pria itu terkekeh.


"Ah jadi ini calon istrinya Sean? bening amat jeng, nemu dimana?" goda pria itu.


"Ada lah pokoknya, tolong yang cus bikinin gaun terbagus dan termewah untuk dipakai Zara nanti pas acara pernikahan."


"Siap itu mah! ncus seneng dengernya Si Sean jadi sama wanita bening kayak gini nggak kayak di kunti yang dulu itu, siapa namanya?" pria yang disapa Ncus itu nampak mengingat ingat,


"Sella maksudnya?" Ranti mengingatkan membuat Zara mendadak gugup mendengar nama Sella yang Zara tahu jika itu adalah mantan tunangan Sean.


"Yap bener itu si Sellong yang kalau pakai make up tebel pisan euh kayak badut. beda sama ini udah bening natural lagi." ungkap Ncus membuat Ranti terkekeh sementara Zara hanya menunduk malu mendengar pujian yang dilontarkan padanya.


Setelah selesai dengan urusan gaun, kini Ranti dan Zara menuju tempat pembuatan undangan yang akan dipakai.


"Kamu suka yang mana sayang?" tanya Ranti memperlihatkan beberapa contoh undangan yang sangat bagus dan unik menurut Zara.


Selama ini jika dikampung kalau ada yang mau hajatan, biasanya hanya menggunakan undangan kertas satu lembar namun berbeda dengan yang Zara lihat sekarang, undangan bisa berlembar lembar, ada yang berfoto juga dan bentuknya pun sangat bagus.


"Bagus semua mah, jadi bingung." ungkap Zara membuat Ranti terkekeh.

__ADS_1


"Bagaimana kalau ini?" Ranti memperlihatkan undangan seperti buku namun tipis dan ada pita diluarnya.


Zara mengangguk setuju, dari pada dia bingung menentukan pilihan lebih baik mengiyakan pilihan Mama mertua nya saja.


Tak terasa hari semakin siang, setelah urusan undangan selesai Ranti langsung mengajak Zara mampir ke restoran untuk makan siang dan sholat dzuhur.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Ranti saat keduanya selesai sholat dzuhur.


"Ngikut Mama aja."


"Ck, kamu dari tadi ngikut mama terus."


Zara tersenyum malu, "Maaf ma, karena Zara belum terbiasa makan ditempat seperti ini."


Ranti tersenyum, "Gimana kalau rawon aja? Mama lagi pengen yang berkuah."


"Iya Ma... Zara juga suka rawon kok."


Ranti akhirnya memesan dua porsi rawon ditambah jus jeruk sebagai minumnya.


"Capek banget ya, padahal baru muter 3 tempat." ungkap Ranti.


"Setelah ini masih ada lagi Ma?"


"Iya ada, nanti harus ke tempat catering juga buat milih menu makanan yang akan dipakai."


Zara mengangguk saja, Ia pikir sudah selesai namun nyatanya masih ada.


"Oh ya masalah tadi yang Ncuss bilang tentang Sella... Ehem, apa kamu sudah tahu tentang Sella?" tanya Ranti dengan raut wajah khawatir.


Zara tersenyum lalu mengangguk pelan, "Mas Sean udah cerita kok Ma sama aku."


Raut wajah Ranti berubah lega, "Syukur, biar nggak akan ada kesalahpaham lagi nanti kalau sampai Ia kembali ke indonesia."


"Karena Mama masih ragu, dia melepaskan Sean begitu saja membuat Mama khawatir kalau sampai nanti dia kembali dan merusak rumah tangga kalian." ungkap Ranti.


"Semoga tidak terjadi hal seperti itu Ma..." Zara terdengar meyakinkan membuat Ranti tersenyum lega.


"Dulu waktu acara tunangan mereka, Mama itu dibuat pusing karena keinginan Sella yang tak biasa, beda banget sama kamu. Dari tadi kita muter muter buat ngurusin pernikahan kalian tapi Mama nggak ngerasa dibuat pusing malah happy aja bawaan nya."


Ranti mengenggam tangan Sean, "Seberat apapun badai dalam rumah tangga kalian nanti, Mama harap jangan pernah meninggalkan Sean ya Nak...


Selalu dampingi dia karena Mama yakin sekarang sandaran Sean hanya kamu."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komennn


__ADS_2