BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
149


__ADS_3

Hari ini entah mengapa Sean merasakan malas saat berada dikantor, rasanya Ia ingin cepat pulang dan bertemu dengan Zara. Namun karena pekerjaan yang menumpuk, Sean tentu tak bisa melakukan itu.


Saat ini Sean menjadi harapan sang Papa untuk menjadi penerus perusahaan sang Papa yang dirintis dari nol dan Sean tak akan menyianyiakan kesempatan ini lagi. Sean ingin membuktikan pada Papa Anggara jika Sean bisa menjadi anak kebanggaan sang Papa yang beberapa hari ini tengah beristirahat dirumah karena sakit.


Dan selesai sholat magrib, Sean kembali keruangan nya, Ia terkejut saat membuka ponsel dan melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Mbok Nah dan para pengawalnya.


"Non Zara sudah mau melahirkan Tuan."


Sean yang mendapatkan kabar itu langsung saja berlari keluar kantor untuk segera pergi ke klinik.


"Kita ke klinik sekarang, cari jalan pintas agar segera sampai. Zara sudah mau melahirkan." kata Sean pada Ricky.


"Baik Tuan."


Beruntung jarak kantor Sean dan klinik tidak terlalu jauh hingga hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai disana.


"Non Zara sudah didalam."


Sean langsung memasuki ruangan tempat Zara berjuang melahirkan.


Dan disinilah Sean sekarang, berada disamping Zara sambil terus mengenggan tangan Zara. membisikan doa doa juga ucapan penyemangat untuk istrinya yang sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka.


Oee... oee...


Suara tangisan bayi terdengar membuat Sean langsung meneteskan air matanya, Berkali kali Sean mengecup kening Zara sambil mengucapkan terimakasih.


"Selamat, jenis kelamin nya perempuan. cantik seperti Mama nya." kata dokter Lee yang mengendong bayi Zara yang sudah dibersihkan dan kini bahkan sudah terlilit dengan kain bedong.


Sean dengan mata masih basah karena menangis pun mengendong putri kecilnya yang kini sudah tidak menangis itu. Sean langsung mengadzani putri kecilnya dengan suara yang sangat merdu.


"Aku mau lihat mas." pinta Zara setelah Sean selesai mengadzani putrinya.


"Perpaduan wajah kita ini sayang," kata Sean memberikan bayi mungil itu pada Zara.


Ya benar benar perpaduan antara Sean dan Zara, Hidung mancung milik Sean, bibir tipis milik Zara, alisnya hitam milik Sean juga pipi tembam milik Zara.


"Aqqilatunisa Bahhiya Anggara, perempuan baik yang pandai bersyukur, sangat cantik menjadi mutiara untuk keluarga kita." gumam Sean memberikan nama pada putri pertamanya.


Zara mengangguk setuju, sebelumnya mereka memang sudah menyiapkan nama untuk putri mereka dan nama itu sudah menjadi pilihan keduanya.


Hal serupa juga terjadi pada Anya, dimana hari ini Anya juga sedang berjuang melahirkan buah cinta nya dengan Zayn.

__ADS_1


Nampak diluar ruangan Raisa tengah duduk dipangku MBok Jah sementara Zayn berada didalam menemani Anya yang kini menjerit kesakitan.


"Ayo bu, sekali lagi sudah kelihatan kepalanya."


Anya menarik nafas dalam dalam sebelum akhirnya ....


Oeee... oeee...


Suara tangisan bayi terdengar membuat keduanya sangat lega.


"Terimakasih sayang, terimakasih." Zayn memberikan kecupan Anya dan juga tak kuasa menahan tangisnya.


Selesai di adzani, Zayn mengendong bayi kecilnya dan membawanya mendekat ke arah Anya.


"Ganteng dong, kayak Papa nya."


Anya tersenyum lega, bayinya berjenis kelamin laki laki hingga semua terasa lengkap sudah. memiliki Raisa dan pria kecilnya mungil yang kini berbaring diranjang bersamanya.


"Adik lucuuu.." Raisa yang baru masuk tak sabar untuk melihat adik kecilnya itu.


"Barra Aditya Arrzayn, pria gagah pemberani yang bersinar seperti matahari."


"Jadi Raisa manggilnya dek Barra ya Pa?."


"Iya sayang, Raisa udah jadi kakak nih."


"Iya dong, besok Raisa mau pamer sama temen temen ah." ungkap Raisa yang membuat Zayn terkekeh.


Anya tersenyum, akhirnya kebahagiaan yang dinanti tiba dan kehadiran putra kecilnya itu akan menjadi pelengkap keluarganya.


Sekarang Ia tidak lagi menjadi Anya yang hanya dijadikan budak **** oleh bosnya, tapi Anya seorang istri yang dicintai oleh suaminya juga menjadi Mama hebat untuk putra dan putrinya.


Begitu juga dengan Zayn yang merasakan hal yang sama, Setelah melewati hari hari menyakitkan kehilangan Nisya untuk selama lamanya dan menjadi pria brutal yang menyakiti wanita kini akhirnya Zayn bertemu dengan wanita yang mampu merubah hidupnya dan membuatnya menjadi seseorang yang lebih baik.


Anya, istri soleha, cantik yang tak akan membuat Zayn berpaling dengan wanita manapun juga.


..


Seminggu berlalu, acara aqiqah baby Qila baru saja selesai dilaksanakan. Semua keluarga Anggara berkumpul. Anggara juga Ranti tak henti hentinya bergantian menciumi pipi gembul Qila.


"Jadi merah semua pipinya tuh." protes Sean tak terima.

__ADS_1


"Huh mentang mentang jadi Papa baru posesif amat." cibir Ranti.


"Harus posesif. anak kamu ini perempuan, harus dijaga dengan baik." kata Anggara.


"Iya Pa, tenang saja. Mama nya aja dijagain apalagi anaknya." celetuk Sean membuat pipi Zara langsung memerah malu.


Tengah malam Baby Qila bangun untuk meminta asi, sudah menjadi keseharian Zara setiap tengah malam bangun untuk menyusui Baby Qila. Zara sama sekali tidak pernah mengeluh, Ia justru senang bisa memberikan asi ekslusif untuk Baby Qila.


"Tidur lagi aja mas, nggak perlu nemenin aku." kata Zara kala Sean juga ikut bangun.


Sean tersenyum, Ia sangat senang melihat Baby Qila begitu semangat menyedot alaminya.


Setelah kenyang, Baby Qila kembali terlelap.


Zara segera menidurkan Baby Qila di box bayinya, dan saat berbalik Zara terkejut melihat Sean berada dibelakangnya dan langsung memeluknya.


"Terimakasih sayang."


Zara bingung akhir akhir ini Sean sering mengucapkan terimakasih padanya.


"Terimakasih sudah menjadi istri terbaik dan sekarang juga menjadi ibu terbaik untuk putri kita."


Zara tersenyum,


Sean mengecup bibir Zara, Ia pandangi wajah cantik istrinya. Wajah cantik yang dulunya sempat tak Ia inginkan.


Sekarang wajah cantik ini akan menjadi miliknya sampai kapanpun. Bukan lagi rahim yang Sean inginkan namun Ia menginginkan Zara seutuhnya yang bisa selalu berada disampingnya sampai ajal menjemput mereka.


"I Love you Annasya Azzara."


ENDING...


Alhamdulilah... akhirnya...


Terimakasih buat kalian yang selalu mengikuti cerita Sean Zara, Zayn Anya ...


Terimakasih untuk support, vote, like juga komentar kalian yang membuat aku semangat nulis cerita ini..


Pokoknya terimakasih banyak dan lope you pull untuk para readersku tersayang.


Nantikan karya selanjutnya dari author yaaa.. jangan lupa follow author ...

__ADS_1


__ADS_2