BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
114


__ADS_3

Sean dibuat terkejut saat membuka pintu kamar hotelnya dan melihat Ricky datang dengan kepala menunduk ditengah malam begini.


"Ada apa?"


"Tuan diminta pulang oleh Tuan Anggara."


Sontak ucapan Ricky membuat Sean terkejut, "Papa sudah tahu?"


"Ma-maafkan saya Tuan."


"Ck, sialan kau ini bisa bisanya mulutmu ember sampai Papa tahu." kesal Sean.


"Bukan mulut saya yang ember Tuan, tapi Naya yang sudah membuat Tuan Anggara tahu." jelas Ricky yang tak terima saat dirinya dituduh oleh Sean.


"Ck, kalian sama saja." omel Sean kembali masuk ke kamar untuk ganti baju.


"Biarkan pakaian ku disini sementara, aku akan kembali kesini sampai Zara mau diajak pulang." ungkap Sean yang kembali keluar dan sudah berganti pakaian.


Setelah melewati perjalanan panjang, Sean sampai dirumah orangtuanya setelah subuh dan yang membuat Sean heran, hanya ada Sena dan Papanya sementara Mama nya entah kemana sepagi ini sudah tak terlihat.


"Nggak tidur?" tanya Anggara melihat kantung mata Sean yang menghitam.


"Mana bisa tidur Pa, maksa banget harus pulang tengah malem gitu." ungkap Sean dengan nada kesal.


Anggara tertawa, "Hukuman untuk orang yang masih belum bisa move on."


Sean melotot tak terima, "Aku udah move on Pa, dan sekarang aku beneran sayang sama Zara makanya aku bela belain bolos kerja buat nemenin Zara disana."


"Tapi berhasil bawa Zara pulang?"


"Ya memang belum Pa, kan ini baru usaha juga."


Anggara menghembuskan nafas panjang, "Kamu tahu alasan Sella pulang ke indonesia?" tanya Anggara.


Sean mendadak kesal mendengar nama Sella disebut oleh Papa nya, karena Sella yang sudah membuat Zara menjadi marah padanya sampai seperti ini.


"Dia pengen ngajak Sean balikan tapi Sean nggak mau jadi dia ngomong semua ke Zara tentang masa lalu Sean yang sempat..."


"Sempat apa?"


"Sempat berpikir hanya menginginkan rahim Zara saja."


"Dan setelah kamu mendapatkan anak kamu akan kembali pada Sella, begitu?" tanya Anggara yang langsung membuat Sean diam menunduk.

__ADS_1


"Jika Papa berada di posisi Zara, sudah pasti Papa akan menceraikan kamu."


"Paa.." Sean menatap Papanya tak percaya.


"Karena kamu terlalu kejam, Papa saja tak habis pikir dengan rencana kamu yang sangat keterlaluan itu. Papa benar benar kecewa." ungkap Anggara yang memang kecewa dengan Sean.


"Sean tahu Sean salah Pa, Sean juga menyesal tapi itu semua hanya masa lalu. Sekarang Sean benar benar sangat mencintai Zara." jelas Sean dengan mata memerah ingin menangis.


"Lalu apa jadinya jika sampai saat ini Kamu belum bisa mencintai Zara?"


Sean kembali menunduk karena tak bisa menjawab ucapan Papanya.


"Jadi sudah sepantasnya Zara sampai kabur dan semarah ini padamu."


"Sean menyesal Pa..." ungkap Sean tak bisa menahan diri dan akhirnya menangis.


Anggara menatap putranya dalam dalam, Ia bisa melihat ketulusan dan penyesalan putranya itu.


Anggara menepuk bahu Sean, "Papa yakin Zara akan memaafkan mu. Zara itu wanita baik juga berhati lembut, Ia tak akan menghancurkan pernikahan nya hanya karena masalah ini, itulah sebabnya Papa dulu memilih dia untuk menjadi pendampingmu." ungkap Anggara membuat Sean menghentikan tangisnya.


"Papa bisa saja menjodohkan kamu dengan wanita lain yang setara dengan kita, namun bagi Papa kesetaraan itu tidak penting, yang terpenting itu kamu bersama dengan wanita yang baik dan tepat."


"Papa dulu juga tak melarangmu berhubungan dengan Sella yang berasal dari panti karena Papa tahu kamu sangat mencintai wanita itu hanya saja semakin lama Papa tahu jika dia bukan wanita yang berhati baik , itulah sebabnya Papa menjodohkan kamu dengan Zara.


"Anggap saja ini ujian dipernikahan kalian, Papa hanya bisa mendoakan kamu dan Zara saling mengenggam satu sama lain agar hubungan kalian tidak sampai pecah."


"Makasih ya Pa, mau support Sean. Maaf kalau Sean masih mengecewakan Papa."


"Ya kamu memang sudah sangat mengecewakan Papa tapi Papa bangga kamu mau mengakui kesalahanmu dan memperjuangkan pernikahan mu dengan Zara." ucap Anggara yang langsung membuat Sean tersenyum.


"Kembali ke awal, jadi apa hanya itu yang kamu tahu tujuan Sella pulang ke sini?" tanya Anggara yang dini hari tadi sudah mendapatkan info dari orang bayaran nya.


"Memang ada yang lain Pa?"


"Ck, percuma kau memiliki uang yang banyak dan kekuasaan jika tidak menggunakan nya dengan baik."


"Apa maksud Papa?"


"Harusnya kau membayar orang untuk menyelidiki Sella, bagimana jika wanita itu membahayakan istrimu?"


Sean memukul kepalanya sendiri, Ia benar benar merasa bodoh karena tak berpikir sampai disitu. Yang Sean pikirkan hanya membuat Zara agar tak lagi marah padanya sampai melupakan hal sepenting ini.


"Apa Papa sudah menyelidiki Sella?" tanya Sean akhirnya ikut penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja, kau pasti akan terkejut jika mengetahui fakta lain dibalik kepulangan Sella."


"Apa yang dia lakukan Pa?" tanya Sean tak sabar.


"Kau kenal pria bernama Anji?"


Sean nampak mengingat pria yang dimaksud oleh Papa nya itu.


"Dia yang sudah membantu Sella untuk terjun ke dunia model."


Anggara terkekeh, "Dasar bodoh, apa hanya itu saja yang kau tahu?"


Sean menatap kesal Papa nya karena telah menyebutnya bodoh, "Aku hanya bertemu pria itu 2x jadi mana ku tahu jika ada hubungan spesial diantara mereka!"


Selama ini yang Sean tahu, Sella sering berkencan dengan pria dewasa yang memberinya job model, sementara tentang Anji, Sean tak tahu jika Sella memiliki hubungan spesial yang dimaksud sang Papa.


"Anji sangat terobsesi dengan Sella jadi Ia melakukan apa saja demi bisa bersama Sella termasuk membantu Sella menjadi model.


Anji bahkan langsung mengirim Sella keluar negeri setelah pertunangan kalian waktu itu, bukan tanpa sebab karena Anji tak menyukai jika Sella dimiliki pria lain termasuk kamu." ungkap Anggara yang membuat Sean benar benar terkejut karena baru mengetahui fakta ini.


"Dan yang lebih mengejutkan lagi, Anji pria beristri dan sudah memiliki 2 putra."


Lagi lagi Sean dibuat terkejut,


"Anji bahkan siap melepaskan keluarganya demi Sella namun Sella yang menolak Anji."


"Jadi selama ini..."


"Yang membuat hubungan kalian semakin jauh dan Sella semakin berubah karena adanya Anji." ungkap Anggara.


"Jangan merasa kasihan dengan Sella sebelum kamu mengetahui fakta yang lebih mengejutkan dari wanita yang kau cintai itu."


"Apa masih ada lagi Pa?" tanya Sean sudah tak sabar.


"Alasan wanita itu pulang ke indonesia karena telah membunuh Anji dan sedang menjadi buronan polisi paris."


Sean sangat terkejut dan tak menyangka, Ia ingat sebelum Sella datang sempat mengirimi pesan dan meminta tolong padanya dengan nomor baru, mungkin waktu itu Sella sudah membunuh Anji dan membutuhkan bantuannya untuk membantu kabur.


Beruntung, beruntung Sean waktu itu tak mengubris pesan Sella.


Bersambung...


Jangan lupa like vote dan komeeen

__ADS_1


__ADS_2