BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
72


__ADS_3

Setelah melewati hari sibuk selama satu minggu mengurus pernikahan akhirnya hari ini menjadi hari yang spesial untuk Sean dan Zara dimana hari ini mereka akan menjadi Raja dan Ratu sehari.


Butuh waktu beberapa jam untuk merias wajah Zara dan kini Zara sudah terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin yang mewah, hijab yang dipasang sangat apik tak lupa mahkota yang menghiasi kepalanya membuat Zara terlihat semakin cantik.


Sean yang baru saja memasuki ruangan dimana istrinya selesai dirias pun nampak berdiri dan menatap Zara tak percaya.


Sebenarnya Zara itu manusia atau bukan, kenapa bisa secantik ini pikir Sean.


"Mas... kok ngeliatin nya gitu? aku keliatan jelek ya?" tanya Zara dengan raut wajah khawatir. Zara hanya tak ingin membuat suaminya nanti malu.


"Eng-enggak." Sean malah gugup sendiri saat Zara berjalan mendekat.


"Tapi kenapa mas ngeliatin aku kayak gitu?" heran Zara.


Sean tersenyum dan langsung mengenggam tangan Zara yang kini juga cantik karena sudah dihias menggunakan Henna.


"Kamu keliatan cantik banget, bikin aku nggak bisa kedip ngeliatnya." ucap Sean langsung membuat Zara tersipu.


"Gombal aja terus."


"Seriusan sayang, rasanya nggak mau kamu dibawa keluar dan dilihat banyak orang yang nantinya akan nambah saingan lagi karena mereka suka sama kamu."


Baru ingin membalas ucapan suaminya, pintu ruangan dibuka oleh seseorang,


"Ayo pengantin nya siap turun."


Sean mengerti dan akhirnya mengandeng tangan Zara untuk mengajaknya turun ke bawah.


"Aku gugup banget mas." ungkap Zara,


Sean bisa merasakan itu karena tangan Zara terasa sangat dingin.


"Ada aku sayang, tenang saja." balas Sean yang entah mengapa membuat Zara menjadi lebih tenang.


Keduanya menuruni tangga dimana dibawah sudah banyak tamu yang menatap ke arah keduanya penuh kagum, bahkan banyak pula yang mengabadikan momen itu menggunakan ponsel mereka.


"Gila, cantik banget bini nya Sean."


"Beda jauh sama yang dulu."


"Kalem juga mana pakai hijab lagi."

__ADS_1


"Wah pasangan serasi nih."


Semua teman teman Sean nampak memuji kecantikan Zara saat melihat Zara untuk pertama kalinya, mereka juga membanding bandingkan Zara yang jauh lebih baik juga lebih cantik dari Sella.


Sementara itu, Zara terlihat memucat, jantungnya juga berdegup kencang karena ini kali pertamanya dirinya menjadi sorotan berada ditengah tengah orang banyak.


Semua mata kini sedang memandang ke arah Zara, entah mereka menyukai atau tidak, pandangan mata mereka membuat Zara semakin gugup.


"Santai saja sayang, anggap aja kita hanya duduk berdua di sini." kata Sean yang seolah mengerti dengan apa yang sedang Zara rasakan.


Zara mencoba mengikuti saran Sean untuk sedikit lebih relax namun tetap saja, Ia masih gugup. Dan barulah setelah hampir satu jam berada disana Zara sudah bisa menikmati acara pernikahan nya tanpa rasa gugup lagi.


Kini mata Zara bahkan sudah santai menatap para tamu undangan yang tengah menikmati acaranya hingga matanya terhenti kala melihat ada Zayn disana sedang menatap ke arahnya juga.


Seketika Zara langsung memutuskan pandangan pada Zayn,


"Mas ngundang Zayn ya?" tanya Zara setengah berbisik.


"Sengaja, biar dia nggak lagi deketin kamu."


Zara nampak menghela nafas panjang, mungkinkah setelah ini Zayn tidak akan mendekatinya lagi? entahlah Zara berharap itu menjadi kenyataan karena jujur Zara sudah tak ingin ada masalah lagi dengan rumah tangganya.


Tentu momen inilah yang ditunggu Zayn sejak tadi, segera Zayn mengajak Anya untuk naik ke atas.


Anya nampak lebih dulu menyalami juga memberikan selamat pada Zara dan giliran Zayn yang kini tengah mengulurkan tangan nya pada Zara namun Zara menolaknya secara halus karena sejak pertama tadi memang Zara tidak menyalami para tamu pria yang hadir disana.


"Sayang sekali padahal aku ingin menyentuh tangan lembutmu itu." ungkap Zayn yang juga didengar oleh Sean.


"Sialan! dasar tak tahu malu!" Sean nampak mulai terpancing emosi membuat Zara segera mengenggam tangan Sean, memberikan ketenangan agar Sean tidak lagi terpancing emosi.


"Istrimu sangat cantik malam ini, membuatku iri... seharusnya aku yang menjadi pendampingnya malam ini." ungkap Zayn sambil tersenyum tengil.


Sean sudah maju dan mengepalkan tangannya ingin menghajar Zayn namun Zara masih menahan tangan nya,


"Sabar mas, jangan merusak acara bahagia kita. kasihan Papa Mama nanti malu." bisik Zara membuat Sean akhirnya berjalan mundur.


"Sebaiknya Anda pergi!" usir Zara yang langsung membuat Zayn tersenyum masam.


"Karena kamu yang meminta, aku akan pergi tapi ingat aku akan selalu berusaha agar bisa mengantikan posisi pria itu." ucap Zayn setengah berbisik membuat Zara merinding takut.


Zayn tersenyum tengil sebelum akhirnya Ia turun ke bawah diikuti Anya yang sedari tadi juga berada disana.

__ADS_1


"Maaf..." Anya menggerakan bibirnya tanpa mengeluarkan suara pada Zara yang sedang menatapnya.


Zara tersenyum mengerti dan langsung mengangguk agar Anya tak terlalu mengkhawatirkan dirinya.


Acara belum usai namun Zayn memilih meninggalkan tempat itu, Ia benar benar tak sanggup lagi melihat wanita pujaan nya bersanding dengan pria lain.


"Ke club." kata Zayn pada sopirnya.


Anya yang juga duduk disamping Zayn terkejut mendengar Zayn ingin pergi ke club malam,


"Pak, boleh saya tidak ikut kesana?" tanya Anya sambil menunduk takut.


"Kau pikir aku memberimu pilihan untuk tidak ikut!" sentak Zayn yang akhirnya membuat Anya terdiam, sadar jika Zayn sedang dalam mood yang buruk jadi lebih baik Ia turuti saja dari pada menjadi sasaran amarah Zayn. toh sudah biasa juga dirinya hanya menjadi pelampiasan Zayn.


Diclub malam, Zayn tak henti hentinya meneguk minuman alkohol membuat Zayn akhirnya mabuk berat.


Anya yang sudah merasa tak nyaman dengan padangan orang disekitarnya akhirnya memapah tubuh Zayn dan mengajaknya keluar club.


"Harusnya tadi Non bilang biar saya bantu." kata sopir Zayn yang menunggu diluar.


"Tidak apa apa pak, lagian saya kuat ini." balas Anya sambil tersenyum.


Niatnya Anya ingin mengambil kesempatan untuk pulang lebih dulu karena Zayn juga tak sadarkan diri namun karena kepala Zayn menyandar dibahu Anya juga tangan nya yang memeluk Anya membuat Anya tak bisa melepaskan diri dari Zayn yang akhirnya ikut mengantar Zayn pulang kerumahnya.


Dan ini kali pertamanya Anya kerumah Zayn, seketika Zayn sadar saat berada dirumahnya meskipun langkahnya masih terhuyung.


"Kau... ikut aku." Zayn menujuk Anya membuat Anya mendekat dan Zayn langsung merangkulnya.


"Papa...." Seorang anak perempuan berlari dan langsung memeluk Zayn.


"Tidur nak, tidur... Papa lagi pusing. maaf nggak bisa nemenin Raisa." kata Zayn dengan suara lembut membuat Anya tak percaya, dibalik sifat arogan juga kejamnya ternyata Zayn memiliki sifat penuh kasih sayang pada putri kecilnya.


Raisa mengangguk saja meskipun raut wajahnya terlihat kecewa, Zayn kembali merangkul Anya dan mengajaknya ke kamar membuat Anya mendapatkan tatapan tajam dari pengasuh putri Zayn.


Didalam kamar tubuh Zayn langsung ambruk diranjang, Anya memandangi Zayn sejenak lalu Ia berdiri untuk keluar dari kamar Zayn namun sayang, Zayn lebih dulu menarik tangan Anya hingga Anya jatuh ke pelukan Zayn.


"Kumohon jangan pergi, temani aku." suara Zayn terdengar lembut membuat jantung Anya berdegup sangat kencang.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like vote dan komeeen

__ADS_1


__ADS_2