BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
107


__ADS_3

Sean merasa frustasi, setelah keluar kamar Ia kembali ke mobilnya membuat Ricky keheranan melihat penampilan tuan nya yang berantakan,


"Kita kemana Tuan?"


Sean tidak menjawab dan malah mengambil ponsel disakunya untuk mencari nomor seseorang.


Nomor yang tak Ia simpan yang terakhir kali menghubungi Sean lewat pesan singkat.


Sean mendial nomor itu dan berhasil masuk, seseorang langsung menjawab panggilan Sean,


"Haloo baby, aku tahu kau pasti akan segera menghubungiku." suara wanita itu terdengar centil membuat Sean muak.


"Kita harus bertemu!"


"Tentu saja Baby, aku juga sangat merindukanmu." balas wanita yang tak lain adalah Sella itu.


Setelah Sella mengirimkan alamatnya, segera Sean meminta Ricky mengantarnya ketempat dimana Sella berada.


Sementara itu, Sella tersenyum puas setelah Sean menghubunginya karena memang ini yang dia inginkan. Sean yang datang padanya bukan dirinya yang datang pada Sean.


"Aku pikir kau sudah tidak waras." suara Sisil sahabat Sella yang kini sedang bersama Sella.


Saat ini memang Sella berada dirumah Sisil yang tak jauh dari rumah Sean. untuk sementara Sella memang menumpang dirumah Sisil karena di indonesia Sella belum memiliki rumah sendiri.


"Kenapa kau bisa berbicara seperti itu? aku hanya ingin merebut apa yang seharusnya menjadi milik ku!" Sella menatap kesal ke arah Sisil.


"Apa kau lupa, kau bahkan sudah membuang Sean dulu dan bisa bisanya kau merasa ada yang merebut milikmu." Sisil tak kalah kesal dan muak.


"Lebih baik kau diam jika tidak membantu, lihat saja aku akan mendapatkan Sean kembali."


Sisil tersenyum mengejek, "Jangan terlalu berharap nona, jika aku jadi kau, aku akan melupakan semuanya dan bangkit mencari masa depan. Menganggu rumah tangga Sean sama saja mengijak ngijak harga dirimu sendiri."


"DIAM!" sentak Sella tak terima.


"Oh oke baiklah, aku akan diam dan pura pura tak tahu." Sisil bangkit dari duduknya dan segera memasuki kamarnya.


Sisil tahu jika Sean akan datang kemari jadi Ia memilih pergi dan tak ikut campur dengan urusan Sella juga Sean.

__ADS_1


Dan tak butuh waktu lama, mobil Sean berhenti didepan rumah sederhana.


"Yakin Tuan bertemu ditempat ini?" tanya Ricky memastikan.


"Alamatnya memang di sini kan?" Sean malah balik bertanya.


"Alamatnya sudah benar Tuan, hanya saja saya ragu tapi coba saja Tuan masuk." kata Ricky mengingat Sella adalah wanita sosialita juga model terkenal sepertinya sangat tidak mungkin jika Sella tinggal dirumah sederhana seperti ini.


Sean keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati pintu rumah itu. Dan belum sempat Sean mengetuk pintunya, Sella sudah membuka pintu lebih dulu.


"Hello baby, I miss you." Sella ingin memeluk Sean namun dengan cepat Sean menghindar membuat Sella tak bisa memeluk Sean.


"Kau benar benar sudah melupakanku ya, sampai menolak pelukanku." Sella terlihat sedih.


"Sudahlah, berhenti drama. sebenarnya apa mau mu? kenapa kau harus mengatakan hal yang tak penting itu pada Istriku?" tanya Sean dengan suara sedikit keras.


Sella terkekeh, Ia berjalan memasuki rumah dan duduk disofa diikuti oleh Sean yang geram.


"Aku hanya ingin istrimu tahu, posisinya yang sebenarnya. apa aku salah?"


"Posisi apa maksudmu? kita sudah berpisah dan kau sudah menyetujuinya sejak awal!" geram Sean.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? bukankah kau lebih memilih karir juga para pria tua yang bisa memberikan pekerjaan modelmu itu?" tanya Sean sinis membuat Sella terkejut.


"Kau...."


"Ya aku tahu semuanya Sella, kenapa? kau terkejut?"


Sella menundukan kepalanya, Ia tak percaya Sean mengetahui semuanya dan hanya diam.


"Selama ini aku hanya diam, aku mengetahui semuanya dan hanya diam karena aku takut kehilanganmu. aku berusaha sabar menunggumu sampai kau siap menikah denganku. Lama Sella, sangat Lama waktu yang terbuang untuk menunggumu saat itu dan aku masih sabar.


Dan sekarang saat aku sudah mendapatkan seorang pengganti yang jauh lebih baik darimu, kenapa kau datang lagi?" tanya Sean yang akhirnya mengeluarkan apa yang Ia pendam selama ini.


"Karena aku masih ingin bersamamu dan tak rela melihatmu bahagia dengan wanita lain selain aku!" Sella tak mau kalah.


"Tapi terlambat Sella, aku sudah bahagia dengan istriku. apa yang sudah menjadi rencana kita sejak awal aku pikir sudah tidak akan kita lanjutkan karena memang kita sudah berpisah." jelas Sean.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau Se... wanita itu harusnya hanya jadi pemilik rahim bayaran bukan malah merebutmu dariku!"


"Apa kau gila? dia istriku selamanya akan menjadi istriku. rahimnya bukan rahim bayaran!" sentak Sean tak terima.


"Sekarang kau mengatai ku gila padahal sejak awal kau sendiri yang mengatakan jika hanya menginginkan rahimnya saja, aku tak menyangka kau bisa melupakan hal itu!"


Sean menjambak rambutnya frustasi, benar benar tak mengerti dengan apa yang di inginkan oleh Sella,


"Itu masa lalu, saat itu aku mengatakan hal bodoh karena tak ingin kehilanganmu. dan sekarang semua itu sudah tidak berlaku karena aku mencintai istriku Sella, sampai kapanpun." ungkap Sean berdiri dari duduknya dan hendak keluar.


"Tidak... kau tidak bisa melakukan ini padaku Se..!" jerit Sella membuat langkah Sean terhenti.


"Aku mohon hentikan semua ini Sella, kau lah yang membuat semua ini terjadi. aku pernah menjadi seseorang yang sangat tulus padamu tapi kau malah menyia nyiakan aku. sekarang aku sudah bahagia dengan istriku. aku harap jangan mengangguku lagi." kata Sean hendak kembali melangkahkan kakinya keluar namun Sella memcegatnya.


"Kau tidak bisa melakukan ini padaku Se.." Sella merentangkan kedua tangan nya agar Sean tak bisa keluar.


"Sebenarnya apa mau mu haa?" geram Sean.


"Aku hanya ingin kau menepati janjimu Se.. setelah kau mendapatkan bayi dari wanita itu kau harus meninggalkan nya dan kembali bersamaku."


Sean menatap Sella tak percaya, "Kau gila... aku tidak akan melakukan itu."


"Tidak Se... kau harus melakukan itu." ucap Sella histeris.


"Jika kau hanya butuh uang dan rumah aku akan memberikan untukmu tapi kau harus berjanji tak akan mengangguku lagi!"


"Tidak Se.. aku hanya butuh dirimu bukan hartamu."


"Maafkan aku Sella, aku benar benar sudah tidak bisa bersamamu lagi." kata Sean langsung memaksa keluar tak peduli dengan Sella yang masih menjerit tak terima.


"Kau tidak bisa melakukan ini padaku Se... kau harus bersamaku." jeritan Sella masih terdengar saat Sean sudah memasuki mobilnya.


"Apa semua baik baik saja Tuan?" tanya Ricky yang juga mendengar suara jeritan Sella.


"Aku benar benar tidak menyangka jika Sella menjadi segila itu." Sean mengendurkan dasinya karena merasa kegerahan akibat emosinya.


Ricky tertawa geli, "Baru sadar Tuan?" ejek Ricky yang membuat Sean langsung melotot ke arahnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komeen


__ADS_2