BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
Promo novel baruuuuu


__ADS_3

THE DEVIL BARRA


sinopsis:


Memiliki masa lalu yang kelamm membuat Barra menjadi pria dingin dan kejam. hingga Ia kembali di pertemukan sosok cinta pertamanya, Qila yang mampu merubah hidup Barra menjadi seseorang yang lebih baik.


Namun sayangnya takdir tak berpihak pada keduanya.



Hallooo reader semuanya... adakah yang menunggu kelanjutan Bukan Rahim Bayaran?


cuss langsung ke lapak yaaa hehe ...


01


Seorang pria duduk disofa, Ia menghisap rokok sambil memandangi ranjang dimana ada gadis yang baru saja terlelap setelah cukup lama menangis.


Barra, pria kejam yang tega membeli gadis dibawah umur hanya untuk memuaskan hasratnya.


Barra tak peduli bagaimana nasib gadis itu setelah ini, Ia hanya ingin mendapatkan kepuasan dan ketenangan jiwa. toh Barra sudah memberikan uang yang banyak untuk orangtua gadis itu jadi sudah seharusnya gadis itu melayani dirinya.


Cukup puas memandangi gadis itu, Barra mengerus rokoknya dan bergegas pergi dari kamar hotel itu.


Baru selangkah keluar, Ia merasa ponselnya bergetar, segera Bara menjawab panggilan yang tak lain dari sang Mama.

__ADS_1


"Aku baru ingin kesana. barusan bertemu dengan temanku dulu."


Barra berbohong, sering kali Barra berbohong hanya karena Barra tak ingin kedua orangtuanya tahu apa yang Ia lakukan diluar.


Barra melajukan mobilnya menuju rumah orangtuanya, dimana disana Papa dan Mama nya sudah menunggu untuk makan malam.


Sudah 1 tahun, Setelah Barra memutuskan untuk membeli apartemen, Ini kali pertamanya Barra pulang kerumah.


"Seharusnya kamu sering sering datang. Mama kangen." Anya memeluk Bara yang baru saja datang.


"Aku nggak pulang tapi Mama sering nyamperin ke apartemen."


Anya tersenyum, Ia mengajak Barra masuk dimana sudah ada Zayn yang menunggu keduanya.


"Ku pikir kau tidak akan datang lagi." cibir Zayn setelah Barra mencium punggung tangan nya.


Makan malam kali ini terasa hangat, seolah tak ada beban yang tersimpan, semua orang bahagia tanpa tahu bagaimana perasaan didalam hati mereka masing masing.


"Malam ini menginap kan?" tanya Anya penuh harap.


Barra mengelengkan kepalanya,


"Oh ayolah Son, apa kau tidak merindukan kamarmu?" Zayn membujuk putranya.


"Mungkin lain kali."

__ADS_1


Anya dan Zayn mengangguk paham, mereka mengerti, Barra masih belum bisa melupakan tragedi itu yang membuat Barra tak lagi bisa tinggal disini, tinggal dirumah yang memberikan banyak kenangan.


"Besok kamu harus ikut kami."


"kemana?" Barra terlihat malas, Ia benar benar tak menyukai ajakan Papa nya karena Barra tahu, Papanya pasti akan menjodohkan dirinya dengan anak dari temannya.


"Biasa, ketemu sama teman Papa."


"Ck, Barra nggak mau. Barra sibuk.''


"Harus Mau!" paksa Anya yang membuat Barra akhirnya pasrah dan mengangguk setuju.


Selesai makan malam, Barra segera pulang ke apartemen nya.


Barra mengambil botol bir yang ada dilemari khusus, Ia teguk hampir setengah botol hingga membuat kepalanya terasa pening.


"Begini lebih baik." gumam Barra meletakan botol Bir dimeja dan berbaring diranjang.


"Rasanya seperti terbang."


Baru sedetik memejamkan mata, Barra merasa ada suara. suara yang ingin Ia lupakan, suara yang membuatnya merasa seperti orang gila.


Tolong... sakittt... tolong arghhh sakit sekali. Papa Mama tolong aku...


Bara kembali membuka matanya, Ia bangun dan menutup telinganya dengan kedua tangan nya,

__ADS_1


"Sialan! pergi. jangan menganggu ku lagi." Barra tak tahan, Ia bahkan sampai menangis setiap kali mendengar suara itu.


Next ke lapak nya yaaa...


__ADS_2