BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
61


__ADS_3

Setelah kedua orangtuanya pulang, Zara langsung memasuki kamar di ikuti Sean.


Sean menatap raut wajah istrinya yang terlihat sangat sedih. Setelah mendengar ucapan Mama nya, Zara memang langsung diam dan terlihat sedih membuat Sean sedikit kesal dengan kedua orangtuanya yang tidak sabaran.


Padahal Sean masih ingin menikmati masa masa berdua dengan Zara sebelum akhirnya nanti mereka menjadi orangtua.


Sean masih ingin merubah dirinya menjadi lebih baik lagi agar bisa menjadi imam yang baik untuk Zara juga Ayah yang baik untuk anak anaknya kelak.


"Jangan sedih sayang." Sean memeluk Zara yang kini berbaring disampingnya.


"Aku takut mas..."


"Takut kenapa?" Sean melepaskan jilbab Zara lalu mengelusi rambut halus milik Zara.


"Takut jika sampai mengecewakan kedua orangtua kita mas... bagaimana nanti jika aku tidak bisa hamil mas?" tanya Zara dengan mata memerah ingin menangis.


"Sayang... kita baru menikah sebulan, tak perlu secepat itu juga. kita nikmati masa masa berdua dulu sampai Allah percaya dengan kita dan menitipkan buah cinta pada kita."


"Tapi orangtua kita mas..."


"Ck, jangan pikirkan tentang itu, kita yang menjalani sayang bukan mereka.


Mungkin saja Papa sama mama tanya tentang cucu hanya untuk memastikan kita tidur sekamar, tidak terpisah." jelas Sean.


"Tapi tetap saja mas, aku takut kalau sampai nanti-"


Sean meletakan jarinya dibibir Zara agar Zara menghentikan ucapan nya,


"Dari pada galau mikirin hal yang nggak penting baiknya kita tancap gass saja sayang."


"Tancap gas kemana mas?" Zara menatap Sean heran.


"Tancap gas bikinin cucu." ucap Sean langsung membuat Zara terkekeh dan mengangguk setuju.


Sean tak menyia nyiakan kesempatan dan langsung menikmati tubuh kekasih halalnya itu.


"Kamu mau pesta pernikahan yang seperti apa?" tanya Sean seusai satu ronde kegiatan panas mereka.


"Sebenarnya aku nggak terlalu suka mas, tapi karena ini permintaan orangtua, aku nurut aja mas mau dibuat yang seperti apapun." balas Zara.


Sean memainkan bibir Zara menggunakan jempol jarinya, " Memang harus ada biar semua orang tahu kamu itu istri aku, cuma milik aku dan nggak ada yang boleh deketin kamu selain aku."


Zara tersenyum mendengar ucapan posesif sang suami yang sangat Ia sukai itu, Zara merasa dicintai jika mendengar Sean kesal cemburu padanya.


"Tapi nanti sebelum resepsi, ada banyak yang ingin ku ceritakan padamu."

__ADS_1


"Tentang apa mas?" tanya Zara penasaran.


"Tentang masa lalu ku,"


"Kenapa tidak sekarang?"


"Aku masih belum siap sayang."


Zara mengangguk mengerti, "Kapanpun mas cerita, InsyaAllah aku siap mendengarnya."


Sean tersenyum "I love you Annasya Azzara." Entah mendapat bisikan darimana tiba tiba Sean mengucapkan itu membuat Zara langsung menunduk karena pipinya memerah malu dan terasa panas.


"Nggak dijawab, berarti cuma aku aja nih yang cinta." protes Sean.


"I I love you too mas." balas Zara dan pipinya kembali merona.


"Mas siapa dulu nih? mas kamu kan banyak." goda Sean.


"I love you too mas Sean ku." kata Zara lantang membuat Sean tersenyum puas dan langsung menciumi pipi Zara.


"Kayaknya harus nambah lagi nih biar cepet jadinya."


"Modus mas aja tuh." cibir Zara membuat Sean terkekeh dan langsung menindih Zara.


Ronde ketiga berakhir, Sean dan Zara sama sama berkeringat dan terlihat kelelahan. keduanya mencoba memejamkan mata namun sayangnya hingga pukul 12 malam, mata keduanya masih enggan terpejam.


"Duduk disana dulu mau?" ajak Sean sambil menunjuk arah balkon tempat favorit keduanya.


Zara mengangguk setuju karena dirinya juga belum mengantuk,


"Sini deketan biar nggak kedinginan." Sean menarik tangan Zara hingga lengan keduanya menempel.


"Gerah habis olahraga jadi nggak kerasa dingin nya." kata Zara yang langsung membuat Sean terkekeh.


"Mau cerita sekarang mas?" tanya Zara saat melihat gelagat aneh Sean.


Sean mengangguk pelan, "Tapi aku takut..."


"Takut apa mas?"


"Takut kamu meninggalkan aku jika sampai mengetahui semuanya." ungkap Sean dengan raut wajah khawatir.


"InsyaAllah, apapun itu aku terima mas."


"Kamu boleh kecewa dan marah, asal jangan pergi." kata Sean yang langsung diangguki Zara.

__ADS_1


"Sebenarnya sebelum kita menikah,aku sudah memiliki tunangan." ungkap Sean dengan suara pelan.


"Aku sudah tahu mas." balas Zara yang langsung membuat Sean terkejut bukan main.


"Kamu sudah tahu?" Sean terlihat tak percaya.


Zara mengangguk, Ia mengingat beberapa hari yang lalu jauh sebelum Zayn mendatanginya dan mengatakan hal buruk tentang Sean, Zara sudah mengetahui sebuah kenyataan...


*Zara baru saja pulang mengajar dan diantar oleh Ricky seperti biasa. Zara memasuki rumah yang sangat sepi, padahal biasanya jika Ia pulang langsung disambut oleh Mbok Nah namun kali ini tidak, pintu depan tidak dikunci membuat Zara bisa masuk rumah.


Zara mencari Mbok Nah didapur dan disegala tempat namun tak menemukan keberadaan Mbok Nah hingga akhirnya Ia memutuskan naik ke atas kamarnya.


Dan Zara dibuat terkejut melihat pintu kamar rahasia milik Sean yang berada disamping kamarnya terbuka, membuat Zara tergoda ingin memasuki kamar itu namun seketika Zara mengurungkan niatnya mengingat Sean melarangnya masuk.


"Tidak... kamu tidak boleh seperti ini Zara, ingatlah Mas Sean melarangmu masuk." gumam Zara yang akhirnya membuat Zara berbalik dan memasuki kamarnya.


Dan saat sampai didepan pintu kamarnya, tiba tiba Zara dibuat terkejut oleh suara batuk Mbok Nah yang berasal dari kamar rahasia itu.


Seketika Zara langsung berlari memasuki kamar itu karena takut terjadi sesuatu dengan Mbok Nah.


"Mbok.." Suara Zara sontak mengejutkan Mbok Nah yang ternyata sedang membersihkan debu dikamar itu.


"Ya Allah... Non Zara." Mbok Nah menjatuhkan kemoceng yang sedang Ia pegang saat melihat Zara terpaku menatap foto foto yang terpajang di kamar ini.


Tubuh Zara lemas dan langsung terjatuh dilantai melihat foto suaminya bersama wanita lain didalam kamar ini.


"Apa maksudnya ini semua?" gumam Zara.


Mbok Nah berlari mendekati Zara yang masih terjatuh dilantai.


"Non, saya mohon jangan salah paham. jangan marah dengan Aden bisa bisa nanti saya dipecat." Mbok Nah terlihat ketakutan.


"Kamar apa ini mbok? kenapa ada banyak foto mas Sean dengan wanita lain?" tanya Zara matanya masih terpaku menatap ke arah foto itu, foto dimana Sean tersenyum ke arah kamera sambil merangkul seorang wanita cantik yang sedang memamerkan cincin di jari manisnya.


Karena ketakutan akhirnya mbok Nah menceritakan tentang Sella kepada Zara yang membuat Zara sangat terkejut dan tak menyangka.


"Saya mohon Non jangan katakan pada Tuan jika Nona masuk ke kamar ini, benar benar takut dipecat." ungkap Mbok Nah sambil menangis.


Zara mencoba tersenyum tegar, "Mbok Nah tenang saja, saya sabar menunggu Mas Sean jujur pada saya sendiri." kata Zara membuat Mbok Nah tersenyum lega dan langsung menghentikan tangisnya.


Setiap hari Zara selalu menantikan itu, menantikan Sean menceritakan tentang siapa Sella sebenarnya. Zara menantikan semuanya hanya dari Sean sendiri bukan dari orang lain.


Dan sekarang, Zara tersenyum lega saat Sean ingin mengatakan kejujuran meskipun nanti akan menyakitinya, namun inilah yang dinantikan Zara...


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen*...


__ADS_2