BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
34


__ADS_3

Setelah arisan selesai, Ranti kini mengajak Zara ke toko bunga milik Sena adik Sean. karena sebelum berangkat tadi Ranti berjanji akan mengajak Zara ketempat Sena.


Zara nampak diam saja sejak tadi membuat Ranti sedikit khawatir. Ranti mengerti ucapan ceplas ceplos teman teman nya yang mungkin membuat Zara kurang nyaman hingga memutuskan diam.


"Kamu pasti tadi nggak nyaman ya sama teman teman Mama?" tanya Ranti sambil menyetir mobil.


Zara yang mendapatkan pertanyaan itu dari Ibu mertuanya malah menjadi tidak enak. jujur Zara memang tadi kurang nyaman berada disana. Apalagi saat pertama datang sudah ada yang membandingkan dirinya dengan seseorang yang tak Ia kenal, sungguh itu membuat Zara tak nyaman. Zara memang sangat penasaran dengan siapa yang diajak Mama Ranti sebelum dirinya, Ia mencoba menebak mungkin mantan nya Sean, secara Sean ganteng, mapan dan sukses sudah pasti Ia memiliki kekasih sebelum bersama Zara. Dan Sekarang Zara penasaran seperti apa kekasih Sean itu hingga Teman teman Arisan Mama Ranti lebih menyukai dirinya.


"Zara belum terbiasa ikut arisan seperti itu Ma, jadi bingung aja mau ngomong apa." jelas Zara tak ingin Mama Ranti khawatir.


"Ya Mama udah nebak sih, lagian biasanya kamu pergi ke pengajian eee sekarang malah Mama ajak ke arisan. jadi malu mama." ungkap Ranti.


"Eng-enggak gitu kok Ma, memang belum terbiasa aja." Zara semakin tak enak.


Ini kali pertama nya Ia bersama mertuanya, Sedikit canggung namun Zara mencoba bersikap biasa. Takut jika salah bicara dan malah merusak hubungan baik dengan mertuanya.


"Udah sampai." ujar Ranti menghentikan mobilnya disebuah toko bunga yang cukup besar.


The flowers nama toko bunga milik Sena.


Ranti dan Zara memasuki toko bunga, disambut sopan oleh para pegawai Sena.


"Sena mana?" tanya Ranti kala tak menemukan putrinya itu.


"Ada ditaman belakang Bu."


Ranti mengangguk dan langsung mengajak Zara ke belakang dimana dibelakang ada sebuah taman buatan yang sangat besar dan indah. Ada banyak macam tanaman bunga yang memang di tanam disana.


"Wah, jadi bunga nya dari tanam sendiri ya Ma? pantes ramai banget tadi pembelinya." kagum Zara melihat indahnya tamana bunga milik Sena.


"Iya, ini cita cita Sena dari dulu. pengen punya toko bunga dan juga taman bunga nya. jadi bunga bunga yang Ia jual hasil dari dia tanam sendiri." jelas Ranti.


"MasyaAllah, keren sekali dek Sena." gumam Zara yang hanya membuat Sena tersenyum.


Sena yang sedang sibuk memberi pupuk pada tanaman bunga, melihat Mama nya datang kesini langsung menghentikan aktifitasnya. Ia berjalan mendekati sang Mama sambil memperhatikan wanita yang ada disamping Mamanya.


"Kak Zara?" Sena terlihat sangat senang dan langsung menghambur ke pelukan Zara.


"Kapan datang? duh seneng banget sekarang jadi deket sama kakak ipar." ungkap Sena dengan riangnya.

__ADS_1


"Baru kemarin dek, maaf ya belum sempat ngabarin." Balas Zara merasa tak enak.


"Nggak apa apa kak, yang penting sekarang udah kesini. Oh ya Mama sama Kak Zara habis darimana?"


"Sena tahu, pasti habis dari arisan kan?" tebak Sena yang langsung membuat Ranti terkekeh karena tebakan Sena benar dan Zara tersenyum geli seolah Sena hafal dengan kegiatan sang Mama.


"Ck, ini baru permulaan kak, besok pasti mama bakal ngajak ngemall, shoping, kepasar." ungkap Sena yang lagi lagi membuat Ranti terkekeh.


"Dia nggak mau diajak sama Mama jadi sekarang Mama ngajaknya Zara aja." kata Ranti pada Zara.


Zara hanya mengangguk dan tersenyum saja.


Kini ketiganya sudah berada disebuah restoran untuk makan siang.


Tak berapa lama seorang pria dengan wajah masam datang dan duduk disamping Zara.


"Lho mas kamu ikut kesini?" tanya Zara terkejut melihat Sean datang ke restoran.


"Iya, aku khawatir kamu di apa apain sama temen nya Mama." ungkap Sean pada Zara.


Ranti dan Sena tertawa bersamaan, "Nggak mungkinlah temen arisan Mama jahat sama Kak Zara," kata Sena membela.


"Orang temen Mama malah pada suka sama Zara." kata Ranti jujur.


"Nggak percaya!"


"Bener mas, temen temen Mama baik kok sama aku." Zara ikut membela karena kenyataan nya memang teman arisan Mama Ranti baik padanya.


"Beneran? kok bisa?" Sean masih tak percaya.


"Temen mama kan tahu mana yang baik dan enggak." celetuk Ranti membuat Sean langsung terdiam. Suasana cukup panas setelah Ranti mengatakan itu pada Sean. Baik Ranti maupun Sean saling diam tidak ada yang mengeluarkan suara lagi.


Bahkan Sena yang ada disamping sang Mama pun ikut diam.


"Biar Zara pulang sama aku." kata Sean langsung bangkit dan menarik tangan Zara padahal Zara baru saja selesai makan.


"Anak itu bener bener deh!" Ranti terlihat kesal menatap Zara dan Sean sudah menjauh.


Zara dan Sean kini sudah berada didalam mobil. namun keduanya sama sama diam. Zara masih belum berani membuka percakapan mengingat Sean sedang kesal saat ini

__ADS_1


"Habis ini aku balik kantor lagi." kata Sean yang akhirnya lebih dulu berbicara.


"Mas belum makan, mau makan dirumah dulu?" tanya Zara mengingat tadi direstoran Sean sama sekali tidak menyentuh makanan nya.


Sean menggeleng, "Nggak, aku nggak laper."


Zara mengangguki saja, Ia tak ingin memaksa Sean tentang apapun itu.


"Memang dirumah masak apa?" tanya Sean yang langsung membuat Zara tersenyum geli.


"Katanya nggak laper?" cibir Zara.


"Emang enggak, aku kan cuma nanya." balas Sean yang langsung membuat Zara terdiam karena merasa kalah.


"Aku tadi sempet masak sayur asem sama goreng ayam buat makan siang ee malah diajak Mama keluar." jelas Zara.


"Ya sudah aku makan dulu saja." Sean menghentikan mobilnya didepan rumah.


"Sekarang udah laper mas?" goda Zara sambil tersenyum.


"Enggak laper cuma sayang aja sama masakan kamu kalau sampai nggak ke makan." balas Sean lalu keluar dari mobil dan berjalan lebih dulu memasuki rumah.


Zara terkekeh geli sambil berjalan mengikuti suaminya dari belakang.


"Temen nya Mama pada ngomong apa tadi?" tanya Sean yang kini sedang menikmati makan siang buatan istrinya.


"Cuma ngomong kalau aku beda sama yang dulu." balas Zara jujur.


"Yang dulu itu maksudnya mantan kamu ya mas?" tanya Zara penasaran.


Zara sebenarnya tak ingin menanyakan ini sekarang, niatnya ingin menanyakan nanti saat malam ketika mereka sudah istirahat. Namun karena Sean malah bertanya sekarang, Zara memberanikan diri untuk bertanya pada Sean.


"Ya..." balas Sean wajahnya berubah masam seolah kesal dengan pertanyaan Zara.


"Apa mas masih sayang sama dia?"


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like vote dan komen..

__ADS_1


__ADS_2