BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
136


__ADS_3

Setelah mendapatkan saran dari Zayn, Sean merasa tidak membutuhkan orang dari papanya. Padahal tadinya Sean ingin bodyguard Papa nya berjaga dirumah untuk melindungi Zara namun sepertinya itu bukan ide yang bagus karena Sean harus mencari bukti yang kuat untuk melemahkan Eddy dan setelah itu Sean bisa tahu siapa sebenarnya Eddy dan apa motif Eddy melakukan semua ini tanpa bantuan dari Papa nya.


Dan tengah malam ini, Sean memulai aksinya. Ia mulai memasang kamera cctv yang tak terlihat disetiap sudut rumahnya. sesuai dari saran Zayn, Ia harus tahu pergerakan Eddy melalui rekaman cctv itu.


Sebenarnya sudah ada beberapa cctv yang Sean pasang dirumah namun cctv itu tidak memperlihatkan kejahatan Eddy karena mungkin Eddy memilih tempat yang tidak terlihat cctvnya. Dan kali ini Sean memasang alat yang kecil yang sama sekali tak terlihat jika itu adalah cctv.


Sean memasang alat itu disetiap penjuru ruangan tak terkecuali, dan setelah semua dirasa aman Sean akhirnya kembali ke atas, ke kamarnya karena tak ingin pergerakan nya diketahui oleh Eddy.


"Mas dari mana?" tanya Zara yang membuat Sean terkejut kala memasuki kamar dan melihat Zara duduk diranjang dengan mata menatapnya heran.


"Dari luar, keliling rumah biasa lah."


Sean ikut bergabung duduk disamping istrinya,


"Apa ada yang aneh mas? aku ngerasa dari kemarin kamu nggak bisa tidur gitu?"


"Enggak ada apa apa sayang, kan emang kebiasaan aku kalau tengah malam keliling rumah memastikan rumah kita aman aman saja."


"Yakin cuma itu?" Zara masih curiga.


"Yakinlah, udahlah tidur lagi sayang. aku udah ngantuk." kata Sean mengajak Zara berbaring.


"Bentar mas bentar..."


"Apa? kamu pengen apa?" Jantung Sean sudah berdegup kencang takut jika Zara ngidam aneh aneh ditengah malam seperti ini.


"Emm pengen..."


"Pengen apa sayang?"


"Pengen anu mas..."


"Haa? anu apa?"


"Ck, masa gitu aja nggak tahu." Setengah kesal dan setengah malu Zara tak ingin mengatakan secara jelas namun Sean sama sekali tak mengerti.


"Apa sih apa?" Sean merangkul pundak istrinya.


"Ini lho... pengen anuuuu." Zara membuka dua kancing atas piyama nya yang akhirnya membuat Sean tersenyum girang.


"Ya Allah sayang, bilang dong kalau pengen mantap mantap."


Puk... Zara langsung memukul pelan lengan Sean,


"Ngomongnya jangan vulgar ih."

__ADS_1


Sean terkekeh, apalagi melihat wajah Zara yang merah seperti tomat membuatnya gemas ingin menelanjangi Zara sekarang juga.


"Kalau pengen nya itu mah siap aja sayang,"


Tak menunggu waktu lama, Sean langsung menidih tubuh Zara.


"Sekali kali aku yang diatas."


Sean menatap Zara heran, pertama kalinya Zara meminta permintaan aneh seperti ini.


"Oh, oke aku pasrah aja kalau gitu."


Sean langsung memposisikan dirinya dibawah dan Ia membiarkan Zara yang mengambil permainan. Dan siapa sangka, Zara yang belum pernah berada diatas bisa bermain sangat hebat hingga membuat Sean mabuk kepayang dibuatnya.


"Kamu belajar dari mana sih? heran perasaan belum pernah diatas kenapa bisa sepinter ini bikin aku seneng?" tanya Sean usai satu ronde permainan mereka.


"Enak ya mas?"


"Banget... kamu sering lihat bokep ya kalau aku lagi kerja?" tuduh Sean.


"Ih enggak ya mas." Zara tentu saja tak terima dituduh seperti itu karena Zara belajar dari Imah saat tadi siang Imah kerumah dan memberikan tips menyenangkan suami membuat Zara penasaran ingin mencoba dan siapa sangka berhasil.


Melihat Sean merem melek merasakan nikmat karena permainan nya membuat Zara sedikit bangga dengan dirinya sendiri sudah berhasil membuat suaminya merasa puas.


"Engga belajar kok mas."


"Jangan bohong, cepet bilang." Sean benar benar curiga dan khawatir.


"Dari Imah mas, dia tadi ngasih aku tips nyenengin suami." balas Zara dengan kepala menunduk malu.


Senyum Sean berubah lebar, ternyata meminta Imah datang kerumahnya menemani Zara ada untungnya juga karena Imah bisa mengajari Zara hal hal yang menyenangkan seperti ini.


"Besok biar aku suruh dia datang tiap hari."


"Eh jangan mas, dia kan harus ngajar juga."


"Kalau perlu aku bayar dia biar keluar dari sekolahan dan nemenin kamu aja."


"Ck, mas... jangan gitu. jadi guru itu udah cita cita Imah sejak dulu. jadi biarkan saja dia seperti itu."


Sean kembali tersenyum dan kali ini tangan nya terangkat untuk mengelus kepala Zara, "Aku hanya bercanda sayang."


"Biar Imah sesekali datang seperti tadi udah seneng kok aku."


"Iya sayang, iyaa.."

__ADS_1


Sean kini bangun dan memposisikan diri berada diatas Zara.


"Mas mau ngapain?"


"Nambah dong."


Belum sempat Zara protes, bibir Sean sudah menempel di bibir Zara yang membuat Zara akhirnya pasrah.


Tak berbeda jauh dari Sean dan Zara, tengah malam ini Zayn pun ikut merasakan lagi kenakalan istrinya.


Kali ini Anya mengenakan kostum seragam anak sekolah yang seksi dan ketat memperlihatkan paha mulusnya juga kancing baju yang dibuka membuat belahan dua gunung kembarnya terlihat.


Keduanya kembali melakukan diruangan kerja Zayn.


Zayn mengangkat tubuh Anya dan membawanya kembali ke kamar mereka setelah lelah bercinta diruangan kerjanya.


"Kok kamu bisa punya baju gituan?" tanya Zayn yang sedari tadi penasaran dimana Zara mendapatkan baju anak sekolah itu.


"Sengaja beli online." akui Anya membuat Zayn terkejut tak percaya.


"Aku juga nggak tahu mas, kenapa akhir akhir ini pikiran ku liar banget. mau nyoba sensasi lain biar nggak gitu gitu aja takut kamu bosen ntar cari yang lain." ungkap Anya yang akhirnya membuat Zayn memeluk Anya.


"Kamu nggak percaya sama aku hmm?"


Anya hanya diam, tak menjawab pertanyaan Zayn.


"Aku akui memang aku bukan pria baik, dulu sering melakukan dengan banyak wanita, tapi itu dulu setelah Nisya meninggal dan aku belum bertemu kamu."


"Dan setelah bertemu kamu, semuanya berubah sayang. percaya sama aku. sama sekali nggak ada niat buat nyakitin kamu apalagi mengkhianati cinta kamu. nggak. nggak akan pernah." ucap Zayn meyakinkan.


Anya yang mendengar ungkapan tulus Zayn membuatnya tak bisa menahan diri untuk tidak menangis. Anya ingat betul bagaimana dulu Zayn memperlakukan dirinya seperti sampah dan sekarang Zayn memang berubah banyak karena Zayn kini memperlakukan Anya bak ratu, satu hal yang tidak pernah Anya bayangkan dulu.


"Kenapa malah nangis sih yank?" heran Zayn yang memang tak suka melihat wanita menangis.


"Nggak nyangka aja sih mas, padahal dulu kamu jahat banget sama aku tapi sekarang jadi sebaik ini."


Zayn kembali memeluk Anya dan kali ini lebih erat, "Maaf sayang maafin aku."


"Aku sudah baik baik saja mas."


Zayn tersenyum lega, Ia kecupi kening istrinya berkali kali dan berjanji pada dirinya jika Ia tak akan lagi menyakiti istrinya.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like vote dan komeenn

__ADS_1


__ADS_2