BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
56


__ADS_3

Sean terlihat kacau diruangan nya karena Zayn telah mengibarkan bedera perang secara terang terangan dengan nya. Ia harus lebih hati hati sekarang karena Sean mendapatkan info dari rekan bisnisnya jika Zayn bukanlah orang sembarangan, Zayn bisa menghancurkan Sean kapan saja karena Zayn orang yang sangat licik.


Sean bangkit dan berjalan menuju meja Naya, "kosongkan jadwal ku hari ini karena aku ingin pulang sekarang." kata Sean langsung pergi begitu saja membuat Naya sedikit kelabakan harus membatalkan jadwal Sean.


Sean berjalan keluar mendekati mobilnya dimana sudah ada Ricky disana.


"Tuan mau diantar kemana? sebentar lagi jam pulang Nona." kata Ricky mengingatkan Sean, takut terlambat menjemput lagi seperti kemarin.


"Tidak, aku yang akan menjemputnya sendiri. kau pulanglah naik taksi." kata Sean meminta kunci mobil dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan kantor.


Zara selesai berkemas dan segera keluar dari ruangan para guru untuk pulang. Sekolahan terlihat sangat sepi karena semua anak anak juga guru sudah pulang. Zara berjalan sendiri hingga Ia melihat didepan pos security ada Zayn juga Raisa yang berdiri disana seperti sedang menunggu seseorang.


Sebenarnya Zara masih enggan bertemu dengan Zayn karena Zayn telah menfitnah suaminya namun Zara tak bisa mengabaikan Raisa yang kini tersenyum padanya.


"Tante cantik, pulang sama Raisa dan Papa yukkk." ajak Raisa membuat Zara menghentikan langkahnya.


"Maaf Raisa sayang, Tante sudah dijemput."


"Yahh, padahal Raisa pengen ngajak tante makan siang bareng." ungkap Raisa terlihat kecewa membuat Zara merasa tak tega.


"Kenapa bisa menolak permintaan anak kecil?" cibir Zayn menatap ke arah Zara membuat Zara ikut menatapnya sejenak sebelum memalingkan wajahnya.


"Besok Raisa bawa bekal ya, kita makan bareng dikantin sekolahan lagi seperti biasa. oke sayang." kata Zara yang langsung diangguki senang oleh Raisa.


"Oke bu guru tante cantik." suara cempreng Raisa membuat Zara mau tak mau menjadi tersenyum.


"Ayok pah kita pulang sekarang." ajak Raisa dan kini giliran raut wajah Zayn berubah kesal.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Zayn mengandeng tangan Raisa dan mengajaknya keluar lebih dulu.


Dan setelah Zayn Raisa sudah tak terlihat, barulah Zara berjalan keluar.

__ADS_1


"Lho kok mas yang jemput?" Zara terkejut saat memasuki mobil dan melihat Sean lah yang menjemput. Beruntung tadi Zara keluar dari gerbang sekolahan sendiri tidak bersama Zayn dan Raisa jika saja tadi Zara berjalan bersama mereka, bisa salah paham lagi Sean.


Segera Zara pindah duduk didepan samping Sean saat tahu Sean lah yang menjemputnya.


"Iya, mendadak kangen sama istriku." balas Sean langsung memeluk Zara yang kini sudah disampingnya.


Zara hanya diam, Ia sering membaca artikel jika suami tiba tiba memeluk istrinya mungkin telah terjadi sesuatu dengan nya. dan itulah yang saat ini Zara pikirkan jika mungkin Sean sedang tak baik baik saja.


"Mas lagi ada masalah?" tanya Zara saat Sean melepaskan pelukan nya.


Sean menggeleng pelan, Ia malah asyik memandangi wajah istrinya yang memberikan keteduhan dihati Sean.


"Dibilang lagi kangen sama istriku." kata Sean lalu mengecup kening Zara membuat Zara tersenyum bahagia.


Sesampainya dirumah, Zara yang baru saja membersihkan diri dan bersiap untuk sholat dzuhur tiba tiba tangan nya ditarik oleh Sean.


"Mas, mau dzuhuran dulu." keluh Zara kala Sean membawanya ke ranjang mereka.


"Nanti saja, jamnya masih panjang." Sean tak mengubris penolakan dari Zara, Ia malah asyik membuka kancing baju Zara dan memberikan ciuman disana.


Sean menghentikan aksinya dan langsung menatap Zara dengan tatapan tak suka, "Kamu mau nolak aku?"


Zara menggelengkan kepalanya, "Eng-enggak kok mas." Zara langsung saja membantu suaminya untuk melepaskan semua pakaian nya hingga kini dirinya sudah polos tanpa sehelai benang pun.


Sean tersenyum puas, kembali melanjutkan aktifitas panasnya. Setelah tadi Sekretaris Zayn mengodanya habis habisnya membuat Sean mengakui jika dirinya tadi sempat tergoda.


Sean tidak ingin munafik, Sean laki laki normal yang bisa tergoda dengan wanita manapun apalagi jika wanita itu mengodanya lebih dulu namun meski begitu, Sean berusaha agar bisa menjaga dirinya dari godaan wanita lain. Ia memang masih membohongi istrinya tentang masa lalu Sean yang belum diungkapkan namun Ia tak ingin mengkhianati istrinya.


Cukup Zara wanita pertama dan terakhir yang Ia sentuh seperti ini. meski dulu sempat pernah khilaf saat bersama dengan Sella namun Sean tak sampai merusak Sella dan melakukan hubungan suami istri seperti ini.


Setelah puas menjamah tubuh Zara, Sean terlelap disamping Zara sambil mendekap tubuh Zara yang memunggunginya.

__ADS_1


Zara terlihat diam dalam lamunannya, masih enggan bangun untuk segera mandi dan sholat.


Siang ini tubuhnya terasa remuk karena baru saja Sean bermain sedikit kasar.


Saat ini pikiran Zara terlihat sedikit kalut dan kacau, memikirkan tentang Zayn yang sudah berani mendekatinya secara terang terangan bahkan dengan menggunakan Raisa putrinya yang membuat Zara tak tega jika bersangkutan dengan Raisa.


Zara menghela nafas panjang, saat ini memang Sean belum tahu jika Raisa itu salah satu muridnya disekolahan, dan jika saat Sean tahu pasti Sean akan marah dan salah paham lagi padanya. padahal kemarin Zara ingin mengatakan pada Sean jika Raisa bersekolah ditempatnya mengajar dan sayang sekali Sean malah memotong ucapan nya hingga Zara mengurungkan niatnya untuk bercerita pada Sean.


"Apa sebaiknya aku mengundurkan diri saja?" batin Zara.


Sementara ditempat lain, Seorang wanita tampak menangis sambil mendekap selimut yang menutupi tubuh telanjangnya.


Ririn wanita itu masih merasa kesakitan setelah dipaksa berhubungan suami istri dengan dua pria sekaligus. dua pria yang tak lain adalah anak buah dari Zayn yang tak lain bosnya dikantor.


Pintu terbuka, Ririn menatap benci ke arah Zayn yang baru saja masuk,


"Saya akan laporkan Bapak ke polisi!" ancam Ririn disela isak tangisnya membuat Zayn malah terkekeh.


"Laporkan saja, memang kau pikir polisi akan percaya pada pelacur sepertimu." balas Zayn santai membuat Ririn semakin menangis.


Bagaimana bisa Zayn menyebutnya pelacur padahal selama ini Ia hanya tidur dan melayani nafsu bejat Zayn saja.


Ririn pikir jika Ia menuruti hawa nafsu Zayn bisa membuat Ririn menjadi istri Zayn namun siapa sangka Zayn malah memperlakukan dirinya seperti ini.


"Aku sudah mentransfer uang ke rekeningmu. mulai besok jangan lagi datang ke kantor karena kau sudah kupecat!"


Ririn menatap tajam ke arah Zayn, "Pria brengsek! kau tidak bisa melakukan ini padaku, aku benar benar akan melaporkanmu ke polisi." teriak Ririn histeris.


Zayn kembali terkekeh, "Laporkan saja jika kau ingin video bercinta dengan dua pria sekaligus sampai ke tangan orangtua juga teman temanmu."


Zayn tersenyum puas lalu meninggalkan Ririn yang menangis histeris.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


jangan lupa like vote dan komeeeennnn


__ADS_2