BUKAN RAHIM BAYARAN

BUKAN RAHIM BAYARAN
66


__ADS_3

Sejak kemarin Anya berada diluar kota bersama Zayn untuk urusan bisnis. mereka menginap dihotel dengan kamar yang berbeda. Tapi meskipun kamar mereka berbeda, Zayn bisa memasuki kamar Anya kapan saja padahal Anya sudah menguncinya dari dalam.


"Bersiaplah, malam ini kau ikut denganku!" kata Zayn setelah puas menikmati tubuh Anya.


Anya hanya diam, masih memeluk selimut yang Ia pakai sama sekali tak mengubris ucapan Zayn.


Zayn keluar sejenak sebelum akhirnya Ia masuk lagi dengan membawa sebuah paper bag.


"Dan pakai ini." Zayn melempar paper bag itu ke ranjang.


"Kau harus terlihat cantik dan menawan malam ini, acara dimulai pukul 9 malam. nanti aku akan menjemputmu jika sudah siap." kata Zayn dan langsung berlalu pergi.


Anya sama sekali belum bergerak, Ia masih diam dan memeluk selimutnya. Setelah pukul 8 malam barulah Anya beranjak dari ranjang dan melihay isi paper bag.


Sebuah dress warna maaron yang sangat mewah namun terlihat seksi karena memperlihatkan belahan dada juga punggung mulus Anya.


Anya tersenyum miris, Sejak bekerja dengan Zayn, ia bak boneka hidup yang hanya bekerja, melayani juga menuruti semua keinginan Zayn semua demi ibu, ya demi membiayai ibunya yang kini berada dirumah sakit jiwa.


Saat ini Anya hanya berharap Zayn bosan padanya dan membuangnya agar Anya bisa menjadi seorang sekretaris biasa yang bekerja untuk kantor tidak ada tugas lain seperti melayani hasrat bosnya itu.


Anya segera bersiap sebelum Zayn datang dan marah padanya jika Anya belum bersiap. Sampai sekarangpun Anya mas tak menyangka, Zayn bos tampan nya itu bisa bersikap seperti ini padanya padahal jika pada karyawan lain, Ia terlihat baik bahkan mungkin karyawan lain tidak akan menyangka jika Zayn memiliki perilaku buruk seperti ini.


"Not bad." gumam Zayn kala melihat Anya sesuai harapan nya.


Dan disinilah mereka sekarang,


Anya berdiri membeku kala melihat seseorang yang tak asing yang juga menatapnya dengan tatapan terkejut.


Zara... bukankah itu Zara.


Salah satu temannya sewaktu masih dipondok pesantren.


Ya memang benar itu Zara. Wajahnya terlihat sangat cantik namun Ia masih bisa mengenali Zara salah satu santri yang cukup baik dan ramah pada semua orang termasuk pada dirinya dulu.


Zara masih istiqomah mengenakan hijab sementara dirinya? sama sekali tidam mencerminkan seseorang yang pernah berasal dari pondok pesantren.

__ADS_1


Anya ingin lari, Anya ingin pergi saat ini juga namun kakinya terasa berat untuk melangkah.


"Anya..." suara lembut Zara kini nampak terdengar dekat karena Zara berjalan mendekat ke arahnya.


Anya berbalik, Ia benar benar tak sanggup bertemu dengan Zara. Anya berjalan cepat meninggalkan tempat itu membuat Zayn dan Zara terkejut.


Zara mengejar Anya diikuti oleh Sean juga Zayn dari belakang.


"Anya tunggu." teriak Zara membuat Anya berhenti. kini keduanya berada jauh dari tempat acara.


"Jangan mendekat Zara..." ucap Anya menunduk tak menatap Zara yang kini sudah ada didepan nya, sementara Zayn dan Sean juga berada disana.


"Anya aku senang sekali bisa bertemu denganmu disini." kata Zara dan Anya hanya diam saja.


"Tapi aku tidak senang Zara, lihatlah aku sekarang berbeda jauh denganmu." kata Anya dengan mata memerah ingin menangis.


"Anya..." Zara tak mengerti apa yang terjadi dengan Anya namun Zara tahu sesuatu buruk telah terjadi.


"Kalian saling mengenal?" tanya Zayn ikut menyambung.


"Ayo kita masuk saja." ajak Sean masih merangkul Zara dan membawanya kembali masuk ke dalam.


"Kau mengenal wanita itu?" tanya Zayn yang hanya diangguki Anya.


"Bagus sekali." guman Zayn membuat Anya heran,


Zayn kembali mengajak Anya memasuki tempat acara. Mata Zayn tak henti memandangi Zara meskipun dari jauh dan meskipun ada Sean yang menatap ke arahnya tajam, Zayn tidak peduli, Ia masih memandangi Zara.


Sean yang melihat Zayn sedari tadi memandangi istrinya, terlihat kesal dan rasanya ingin menghajat Zayn.


Seadari tadi Zayn sibuk merangkul pinggang istrinya, menjauhkan istrinya dari mata pria hidung belang seperti Zayn.


"Apa kamu merasa tak nyaman sayang?" tanya Sean saat melihat gelagat aneh dari Zara.


Zara mengangguk pelan, Ia merasa tak enak jika mengajak Sean meninggalkan acara namun Ia juga merasa tak nyaman berada ditempat seperti ini.

__ADS_1


"Kita kembali ke kamar saja bagaimana?" ajak Sean.


"Tapi bagaimana dengan acaranya mas?"


"Sudah tak usah dipikirkan lagi, yang penting kita sudah datang meskipun cuma sebentar tak masalah." kata Sean yang akhirnya membuat Zara lega.


Seharusnya dari tadi seperti ini batin Zara senang karena Sean begitu pengertian kepadanya.


Namun baru selangkah mereka berbalik, suara seseorang menghentikan langkah mereka,


"Acara belum selesai bahkan kita belum tukar pasangan dansa dan kalian sudah mau pergi?" tanya seseorang yang tak lain adalah Zayn.


Mata Sean menatap tajam Zayn, tangan nya mengepal, rasanya ingin menonjok Zayn saat ini juga. berani beraninya dia meminta bertukar pasangan dansa.


"Kau terlalu bermimpi jika aku akan menukarkan istriku dengan apa yang kau bawa itu." Sean menatap Zayn remeh.


"Oh ayolah kau hanya terlalu takut." ejek Zayn.


"Ya... aku memang takut pasangan ku disentuh orang lain. karena dia begitu berharga." balas Sean membuat wajah Zayn berubah masam.


"Ah iya, kau ingin dansa bersama? baiklah ayo kita dansa dengan pasangan masing masing." kata Sean menarik tangan Zara dan membawanya ke lantai dansa membuat Zara panik karena dirinya belum pernah melakukan dansa sekalipun.


"Mas aku takut bikin kamu malu." bisik Zara.


"Tak perlu khawatir, hanya ikuti saja gerakan dan langkahku." balas Sean yang langsung diangguki Zara.


Momen dansa ini menjadi momen yang pas membuat Zayn kepanasan karena melihat bagaimana Sean menyentuh, memeluk, bahkan mencium Zara didepan umum.


Zayn yang juga mengajak dansa Anya, matanya tak lepas dari pandangan ke arah Sean dan Zara. Hatinya mendadak panas dan dongkol melihat romantisme Sean dan Zara. bahkan berkali kali Sean dengan sengaja mencium pipi Zara didepan nya membuat Zayn tambah kesal.


Beberapa pasangan ikut turun ke lantai dansa, musik pun berganti saatnya berganti pasangan dansa. Zayn tidak menyia nyiakan kesempatan ini, Ia segera mendekat ke arah Sean dan mengajak Sean menukarkan pasangan namun sayangnya Sean bahkan tak melepaskan tangan Zara dan malah berjalan menjauh membuat Zayn akhirnya mendapatkan pasangan lain, bukan Zara.


"Sialan! aku pasti akan membalasmu." batin Zayn menatap ke arah Sean kesal namun Sean malah menatapnya dengan senyum mengejek.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komennn


__ADS_2