
Zara pulang dari bandara dengan menaiki mobil Sean dimana Ricky yang mengemudikan mobil itu. Sesampainya dirumah Zara langsung istirahat dan tidur. Malam ini Zara tidur dengan memeluk baju milik Sean agar Ia merasa suaminya selalu bersamanya.
Sementara itu Sean sampai di paris pukul 10 pagi. Ia langsung menuju apartemen Sella sesampainya disana. Sean menekan tombol beberapa angka yang menjadi sandi pintu apartemen.
Pintu terbuka membuat Sean tersenyum karena Sella tidak mengganti sandi yang Ia buat.
Sean memasuki apartemen dimana seluruh ruangan apartemen ini masih sama saja, tidak ada yang berubah sama sekali.
Sean meletakan kopernya di samping sofa, Ia membuka kopernya untuk mengambil baju ganti. Setelah semalaman berada dipesawat, Ia merasakan tubuhnya sangat lengket jadi memutuskan untuk segera mandi.
Senyum Sean terbit kala melihat lengkapnya isi koper, dari baju, obat obatan hingga sabun pun dibawakan oleh Zara. Padahal di apartemen Sella ada banyak baju Sean yang tertinggal dan kemarin hampir saja Sean keceplosan mengatakan jika sudah ada baju di sini. beruntung Sean bisa mencari alasan dan Zara percaya karena saat ini Sean sudah memilih dan tak ingin memperumit masalahnya.
Selesai mandi dan merasakan tubuhnya sudah sangat segar, Sean berjalan mendekati tempelan kertas yang ada di dinding kamar Sella. Tempelan jadwal pemotretan milik Sella yang sangat padat membuat Sean menggelengkan kepalanya merasa prihatin karena ada hari dimana jadwal Sella sangat hingga tak ada waktu istirahat.
"Kenapa harus memilih jalan seperti ini? padahal tidak perlu bekerja keras seperti ini, cukup berada disampingku dan semuanya sudah kupenuhi." gumam Sean.
Sean berjalan ke ranjang Sella, Ia duduk dipinggir ranjang dimana ada meja disampingnya. Disana ada foto masa kecil milik Sella bersama semua keluarga besar panti.
Melihat foto itu membuat Sean kembali mengingat pertemuan pertama mereka disebuah panti asuhan.
Sella seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan sejak masih kecil.
Awal pertemuan mereka saat mereka masih sama sama bersekolah. Saat itu Sean diajak oleh sang Papa untuk pergi ke panti asuhan. Karena Anggara sudah menjadi donatur tetap dipanti asuhan itu.
Setiap 3 bulan sekali, Anggara pasti datang untuk sekedar memastikan keadaan anak anak panti baik baik saja tak lupa selalu memenuhi kebutuhan panti setiap bulan nya, mulai dari biaya makan, biaya sekolah dan keperluan lainnya.
Dan sore itu, Sean ikut ke panti asuhan. Mata Sean langsung tertarik kala melihat Sella si gadis manis yang usianya hanya terpaut 2tahun dengannya.
__ADS_1
Saat itu Sean duduk dikelas 3 Sma sementara Sella masih kelas 1 Sma.
Dan keduanya berkenalan saat Sean jatuh terpleset membuat Sella membantu memijat kaki Sean membuat Sean semakin tertarik pada Sella seketika itu juga.
Keduanya resmi berpacaran kala Sella ikut kuliah ditempat Sean kuliah. Sean memang merekomendasikan pada Papa nya agar membantu biaya kuliah Sella di universitas Sean. Anggara yang saat itu tak curiga langsung mengiyakan permintaan Sean. Semakin lama hubungan mereka semakin teredus oleh keluarga Sean yang akhirnya mengetahui jika mereka berpacaran.
Respon awal keluarga Sean sangat baik, mereka bahkan tidak mempermasalahkan status Sella yang dari panti asuhan. Mereka melihat Sella wanita yang baik yang akhirnya memberikan restu pada Sean dan Sella.
Selama perpacaran, Sella selalu bersikap baik pada Sean dan keluarganya. hingga setelah Sean sudah mulai bekerja di perusahaan sang Papa, Sean memutuskan untuk mengikat Sella lebih cepat. Ia ingin segera menikahi Sella namun sayangnya saat itu, Sella menolak karena masih ingin merasakan bekerja mencari uang. Keluarga Sean memutuskan untuk mengikat keduanya dengan pertunangan lebih dulu karena Anggara tahu jika Sean sangat mencintai Sella.
Satu tahun dua tahun semua terlihat baik baik saja, ditahun ketiga, Sean kembali mengajak Sella menikah namun Sella mengatakan jika Ia masih belum siap. Sean masih bisa bersabar dan akhirnya menunggu lagi hingga tahun ke lima.
Dan saat itu, bukan Sean lagi yang mengajak namun Orangtua Sean juga memaksa agar pernikahan segera diadakan dan lagi lagi mendapatkan penolakan dari Sella membuat hati Sean juga orangtua Sean hancur. Apalagi Setelah Sella memutuskan untuk pergi paris mengejar ambisinya sebagai seorang model, seketika itu juga sudah menghancurkan Sean berkeping keping juga menghancurkan kepercayaan dari keluarga Sean.
Keluarga Sean meminta Sean memutuskan Pertunangan mereka, meminta Sean meninggalkan Sella namun Sean tidak pernah mau dan masih ingin mempertahankan Sella hingga saat ini. Tahun ke tujuh pertunangan mereka masih tetap berjalan padahal Sean kini sudah menikah dengan Zara. wanita yang jauh lebih lebih baik dari Sella.
Sella tersenyum senang dan langsung menghambur ke pelukan Sean.
"Aku senang sekali kamu datang, you miss me baby?" kata Sella masih dipelukan Sean.
Sean hanya diam saja, saat ini Ia malah melihat punggung Sella yang terekspos dan mata Sean tertuju pada banyaknya tanda merah yang ada dipunggung Sean. Dan Sean cukup tahulah tanda apa itu karena dia suka melakukan nya dengan Zara.
Sean hanya tersenyum sinis melihat ada banyak tanda itu.
"Ada banyak hal yang ingin ku bicarakan." kata Sean kala Sella melepaskan pelukan nya.
Sella mengangguk, "Tunggu aku mandi dan kita bicara keluar."
__ADS_1
"Di sini saja.."
Sella menggeleng tak setuju, "No Baby, kita harus jalan jalan keluar."
Sean akhirnya mengangguk, menyetujui permintaan Sella.
Keduanya kini sudah berada didalam mobil Sella. Sean sedari tadi memandang baju Sella yang kurang bahan, memperlihatkan lekuk tubuh juga belahan dadanya. Entahlah, Sean dulu tak pernah mempermasalahkan pakaian apa yang dipakai oleh Sella namun sekarang Ia merasa sedikit risih melihat wanita yang memakai baju terbuka.
Sean meminta agar mereka segera mencari tempat untuk bicara namun Sella malah mengajak Sean berjalan jalan lebih dulu hingga malam tiba barulah Sella menghentikan mobilnya di sebuah kafe pinggir jalan.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Sella sambil mengenggam tangan Sean.
"Apa ini tentang istrimu itu? bagaimana apa dia sudah hamil? jika iya bagus jadi setelah melahirkan kamu bisa menceraikan dia dan kita bisa segera menikah." kata Sella lagi membuat Sean mengepalkan tangan nya.
"Aku kesini bukan untuk mengatakan itu, maafkan aku Sella sepertinya aku tak bisa melanjutkan pertunangan kita."
Ucapan Sean langsung saja membuat Sella menatap ke arah Sean tak percaya.
Tanpa disadari, ada seorang pria yang memotret keduanya dari jauh.
Pria yang awalnya geram melihat Sean mengenggam tangan wanita lain itu sekarang nampak tersenyum licik setelah mendapatkan foto keduanya.
BERSAMBUNG...
Nah nah... sapa yang kemarin ngira Sean udah nikah?
Semoga kalian suka dan jangan lupa like vote dan komen yaaa
__ADS_1