
Zayn yang tadinya sempat down sekarang Ia sudah kembali kuat. Ia tak ingin memikirkan kata kata Mantan mertuanya yang hanya ingin mengincar hartanya itu.
Sepulang dari kantor, Zayn langsung mengambil Raisa dari rumah mertuanya bersama sang pengacara dan beberapa anak buahnya.
Zayn tahu jika mertuanya tak akan tinggal diam, Mertuanya bahkan sudah menyiapkan beberapa pria bertubuh kekar yang akan melawan kedatangan Zayn namun beruntung anak buah Zayn berhasil menghabisi anak buah mantan mertuanya itu hingga Zayn bisa mengambil paksa Raisa dari rumah nenek Raisa.
Jujur Zayn tidak ingin melakukan ini semua namun karena Mama Nisya yang tak ingin berdamai dengan dirinya membuat Zayn terpaksa melakukan semua ini.
"Zayn, kamu pasti akan mendapatkan balasan, kamu pasti akan mendapatkan sial!" teriak Mama Nisya saat Zayn membawa Raisa memasuki mobil.
"Kamu benar benar jahat! kamu tega dengan Nisya. Mama bersumpah hidup kamu tidak akan pernah bahagia, tidak akan Zayn!" teriak Mama Nisya yang masih bisa didengar Zayn hingga akhirnya mobil yang ditumpangi Zayn keluar dari rumah Mama Nisya dan Zayn tak lagi mendengar apapun.
"Papa sama Nenek lagi marahan ya?" tanya Raisa saat mobilnya sudah melaju jauh meninggalkan rumah Mama Nisya.
Zayn langsung membawa Raisa ke dalam pelukan nya, "Papa kangen sama kamu sayang."
"Raisa juga kangen sama Papa, kangen sama Mama Anya juga. Oma bilang Raisa nggak boleh ketemu Papa karena sekarang Papa sudah jahat sudah ngelupain Mama Nisya." ungkap Raisa yang membuat Zayn memperat pelukan nya.
"Mulai sekarang, jangan pernah mau diajak menginap ke rumah Oma, kalau Oma nyamperin Raisa ke sekolahan, Raisa harus ngumpet ya jangan keluar sebelum Papa keluar."
Raisa mengangguk paham, "Nenek juga jahat, selalu galak sama Raisa."
Zayn mengepalkan tangannya, Ia sangat kesal mendengar aduan dari Raisa mengenai Mama mertuanya itu. apalagi awal pertama Raisa bisa disana karena dirinya ditipu oleh mantan mertuanya yang awalnya hanya ingin membawa Raisa kerumah karena rindu namun saat beberapa hari Zayn datang untuk menjemput Raisa malah tidak di izinkan karena Zayn sudah menikah lagi. benar benar membuat kesal jika mengingat itu semua.
Sesampainya dirumah, tak juga Zayn yang bahagia. Anya yang melihat kedatangan Raisa langsung memeluk putri sambungnya itu dengan Bahagia.
"Akhirnya Raisa pulang, Mama kangen."
"Raisa juga kangen sama Mama."
"Loh kok perut mama gede sih?" heran Raisa kala sudah melepaskan pelukan Anya.
Anya tersenyum geli, Ia menatap ke arah Zayn yang juga tersenyum. Zayn lalu mendekati Raisa dan mencubit pipi chubby Raisa,
"Perut mama gede karena ada adik bayinya, jadi bentar lagi Raisa punya adik bayi." jelas Zayn pada putrinya itu.
"Haaa? beneran Pa?" Mata Raisa membulat tampak senang sekali dengan kabar yang baru saja Ia dengar.
"Bener sayang, bentar lagi Raisa bakal jadi Kakak." imbuh Anya.
__ADS_1
"Yeyeye Raisa bakal punya adik kayak temen temen Raisa."
Zayn dan Anya tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa melihat tingkah gemas Raisa yang sedang bersorak karena akan mendapatkan seorang adik.
"Udah lega rasanya udah bisa bawa Raisa pulang." kata Zayn kala Raisa sudah terlelap dikamarnya dan kini dirinya sudah bersama Anya dikamar mereka.
"Aku juga seneng mas, dirumah bakal ada temen nya ini."
"Pasti bakalan dicuekin lagi nih."
Anya terkekeh, "Masa sama anak sendiri cemburu mas."
"Enggak cemburu kalau dijatah tiap hari." bisik Zayn ditelinga Anya sambil sesekali mengecup pipi Anya.
"Tapi aku lagi nggak pengen mas."
Seketika raut wajah Zayn berubah murung, Zayn merasa sudah melewati hari yang cukup berat hari ini dan Ia ingin bisa melupakan semua dengan menyentuh istrinya namun malah Anya menolak permintaan nya.
"Ditolak nih?"
Anya merasa tak tega melihat raut wajah kecewa Zayn. Malam ini entah mengapa Anya merasakan lelah luar biasa setelah seharian dirumah Zara dan saat Raisa pulang, Anya sibuk membuat makan malam untuk putri sambungnya itu, membuat Anya sedikit kelelahan.
Lama menunggu jawaban Anya, Zayn akhirnya memutuskan untuk berbaring dan memunggungi Anya membuat Anya hanya bisa menghela nafas panjang.
"Mas marah ya?"
Tak ada jawaban dari Zayn, namun terdengar suara dengkuran Zayn.
Anya tersenyum geli, Ia tahu jika suaminya itu belum tidur dan hanya berpura pura mendengkur agar terlihat sudah tidur.
Anya lantas bangun, Ia mengambil sesuatu dilemari dan bergegas menuju kamar mandi.
Zayn yang sebenarnya belum tidur pun penasaran dengan Anya yang memasuki kamar mandi.
"Mau ngapain sih dikamar mandi jam segini?" gumam Zayn mengingat Anya tadi sempat ke kamar mandi sebelum keduanya mengobrol santai di ranjang.
Tak berapa lama Anya keluar, Zayn pura pura memejamkan mata lagi hingga Ia merasakan Anya tengah berdiri di depan nya.
Dan karena penasaran akhirnya Zayn membuka matanya dan betapa terkejutnya Zayn melihat Anya berdiri didepan nya dan hanya mengenakan lingerie warna hitam yang membuat Anya terlihat sangat seksi.
__ADS_1
"Kirain udah tidur."
Zayn tersenyum malu karena merasa ketahuan, tak menunggu waktu lama, Zayn menarik tubuh istrinya dan membawa ke ranjang.
"Nakal..."
Anya tersenyum lega melihat Zayn tidak marah padanya lagi. Dan langsung saja Zayn mulai menjelajahi tubuh Anya karena Ia memang sudah menginginkan sejak tadi.
Selesai menuntaskan hasratnya, Anya langsung terlelap berbeda dengan Zayn yang masih saja belum terlelap. Hingga tengah malam dan karena bosan Zayn keluar duduk di balkon kamarnya sambil membawa rokok dan ponselnya.
Zayn menghisap rokoknya dalam dalam lalu mengeluarkan asap rokok itu, Ia menatap ke langit sebentar sebelum tangan nya terangkat mengambil ponselnya.
Zayn mengingat sesuatu membuatnya membuka salah satu aplikasi penghubung cctv dirumah Sean, Cctv yang Zayn berikan untuk Sean. Ya Zayn memang sengaja ikut menghubungkan ponselnya dengan Cctv dirumah Sean karena Ia merasa sangat penasaran dengan Eddy, pria yang terlihat tak asing untuknya.
Zayn awalnya melihat bagian depan rumah, Dan benar saja, saat itu Eddy tengah mengedap edap seperti ingin masuk, Zayn penasaran dan menfokuskan titik Eddy mengikuti berjalan hingga menuju dapur.
Awalnya Zayn pikir Eddy ingin membuat kopi namun Zayn salah karena nyatanya Eddy pergi ke tempat laudry.
Dan betapa terkejutnya Zayn melihat Eddy mengambil beberapa pakaian dalam yang dijemur disana, Eddy terlihat menciumi pakaian dalam yang Zayn yakini milik Zara.
"Sialan! ternyata dia maniak."
Zayn mengerus putung rokoknya, Ia bersiap untuk keluar hingga lupa berpamitan dengan Istrinya.
"Kalian bertiga ikut aku sekarang!" kata Zayn pada anak buahnya yang berjaga dibawah.
Mobil Zayn meluncur menuju rumah Sean, dan tepat waktu sekali karena sesampainya dirumah Sean, Zayn melihat Sean dan pembantunya tersungkur dilantai sementara Eddy nampak ingin berjalan ke atas.
"Habisi dia!" perintah Zayn pada anak buahnya yang langsung menyerang Eddy.
Zayn berjalan menghampiri Sean yang sedang kesakitan memegang perutnya,
"Kau ceroboh sekali!"
Tanpa mengatakan apapun lagi, Zayn langsung memapah tubuh Sean dan membawanya ke mobil.
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komeeennnn
__ADS_1