
Author note: Cerita ini hanya fiksi. Jadi jangan dianggap kejadian di dalamnya bersifat nyata. Semua adegannya tidak benar ada! Cerita ini dibuat dari imajinasi author saja.
*
*
"Dennis. Kau ini..." Rei berbisik. Ia agak geram dengan perbuatan Dennis tadi. Entah kenapa si Dennis tiba-tiba saja berteriak. Jadi kan... dia telah membuat si dinosaurus yang ada dibalik pohon itu jadi mengetahui kehadiran mereka.
"Maafkan aku. Aku...."
"Sudahlah diam!" Nashira menyela Dennis dan sedikit membentak. Lalu setelah itu, semuanya fokus melihat ke arah pohon untuk memastikan. Apakah Dinosaurus itu pergi, melanjutkan makannya, atau... dia sudah benar-benar tahu kalau ada beberapa mangsanya yang ada di dekatnya?
Sepertinya pertanyaan yang terakhir itulah yang benar. Setelah semuanya tegang dan berusaha untuk tidak bersuara dengan harapan si dinosaurus itu tidak bisa menemukan Dennis dan teman-temannya yang sedang bersembunyi.
Tapi ternyata, mereka semua malah ketahuan. Dennis melihat setengah wajah di dinosaurus itu yang mengintip dari balik pohon. Matanya dapat terlihat dan saat itu juga, matanya melirik cepat menatap ke arah Rei.
Rei yang terkejut langsung mundur dan menjauh dari pohon. Setelah itu, beberapa anak pun berteriak dan mereka mundur ke belakang dengan cepat untuk menjauh dari si dinosaurus itu.
Setelah beberapa anak berteriak, tiba-tiba saja dinosaurus itu mengaum keras dan langsung melompat dari tempatnya. Ia berdiri tepat di depan Rei dan kelompoknya yang sedang bersembunyi di belakangnya.
Tinggi tubuh dinosaurus itu memang seperti tinggi tubuh Rei. Tapi, walaupun dinosaurus itu terlihat kecil, mereka juga harus tetap hati-hati. Buktinya saja, Rei sudah melihat langsung bagaimana caranya si Dino itu melahap mangsanya.
"Teman-teman tenang." Bisik Rei sambil mengarahkan tangannya ke belakang untuk memberi isyarat. "Kalian harus lari secepat yang kalian bisa. Sementara itu, aku akan mencoba untuk menghentikan dinosaurus ini jika dia menyerang."
"Apa kau gila, Rei?! Dia bisa saja membunuhmu!" bentak Mizuki pelan. Ia menepuk keras pundak Rei karena merasa kesal.
"Tentu saja kalian semua harus pergi menyelamatkan diri. Lagi pula, sekarang ini lihatlah. Dinosaurus ini diam saja jika kita semua juga ikut diam. Dia tidak sepenuhnya berbahaya seperti dugaan kita." Jelas Rei. Semuanya mengangguk paham.
Ternyata yang dikatakan Rei memang benar. Dinosaurus tetap diam saja. Berdiri di depan Rei dan hanya menggerakkan beberapa jari dan meneleng kepalanya.
Nadya mengerti. Ia akan menjelaskan dengan cara berbisik. Semuanya mendekati Nadya kecuali Rei yang masih fokus dengan makhluk di depannya itu. Rei memang sengaja tidak ingin bergerak sama sekali karena dia tidak ingin memberikan ancaman kepada dinosaurus itu.
__ADS_1
"Nama dinosaurus ini kalau tidak salah adalah Velociraptor. Dia termasuk jenis dinosaurus karnivora yang berburu dengan cara berkelompok. Jenis Velociraptor ada banyak. Tapi yang jenis seperti ini... aku masih belum pasti dia bisa jinak atau tidak." Jelas Nadya.
Rei sedikit menengok ke belakang dan bertanya, "Lalu... bagaimana si dinosaurus ini bisa diam begitu saja? Dia tidak menyerang, kah?"
Nadya menggeleng. "Mungkin tidak jika kita tidak membuat dirinya merasa terancam. Dia tidak ingin memakan kita, mungkin karena dirinya sudah merasa kenyang."
"Tunggu. Tadi kau bilang, dinosaurus itu berburu dengan cara berkelompok, kan?" tanya Dennis.
Nadya mengangguk. "Iya, lalu kenapa?"
"Hmm... begini. Tadi kata Rei, dia baru saja memakan daging manusia. Nah! Dia mendapatkan daging manusia itu dari mana? Apakah dia berburu sendiri?"
"Atau jangan-jangan... ada dinosaurus lain yang telah membunuh anak itu. Lalu si Velociraptor ini datang dan mengambil makanannya?" timpal Nashira.
"Jika memang begitu, berarti... ada dinosaurus lain yang lebih besar daripada si Velociraptor ini!" Adit juga ikut bicara.
Seketika semuanya terkejut. Mereka takut kalau tiba-tiba saja, di saat seperti ini, dinosaurus lain yang lebih besar bisa muncul dan memakan mereka semua.
Semoga hal itu tidak akan terjadi!
"Rei... kita harus cepat pergi dari sini." Bisik Mizuki yang semakin ketakutan. Ia berada dekat di belakang Rei.
"Sabar Mizuki. Kita belum tahu gimana keadaanya jika kita lari dan pergi dari sini. Bisa saja si Dino ini akan mengejar kita nanti. Coba kau panggil si Nadya ke sini."
Mizuki mengangguk. Lalu ia menengok ke belakang dan memanggil si Nadya untuk pergi mendekati Rei. Setelah Nadya datang, Rei langsung bertanya, "Hei, apakah dinosaurus ini bergerak sangat cepat?"
Nadya mengangguk. "Iya bisa. Tali tergantung, Rei. Jika dia sedang berburu atau merasa dirinya terancam dari predator lain, maka kecepatannya akan menjadi 50km/jam lebih kalau tidak salah."
Semuanya kembali terkejut saat mendengar penjelasan dari Nadya itu. "Dengar, kan? Apa kalian bisa berlari secepat itu?"
Semuanya menggeleng. "Ta–tapi Rei... jika kita terus diam di sini, kita akan kehabisan waktu. Kita harus memikirkan cara untuk bisa lari dari si dinosaurus ini." Ujar Mizuki lagi.
__ADS_1
Rei mengangguk pelan dan menjawab, "Iya, iya, aku tahu. Tapi sekarang bagaimana caranya? Aku khawatir dinosaurus ini akan menyerang. Aku tidak mau salah satu dari kelompok kita mati. Aku tidak mau hal itu terjadi!"
JLEB!
"Aaarggh!" Dinosaurus yang ada di depan Rei tiba-tiba saja terjatuh saat sebuah bambu runcing datang dan menusuk tubuh si Dino itu. Rei sangat terkejut. Begitu juga dengan semuanya.
Sekarang ini, si dinosaurus itu sudah tidak bergerak semenjak bambu runcing menancap di tubuhnya. Tidak hanya menancap, tapi bambu itu sampai keluar menembus tubuhnya. Tentu saja dalam keadaan seperti itu, mana ada makhluk hidup yang bisa bertahan? Pasti sakit sekali!
"Yes! Aku tepat sasaran!" Seseorang muncul dari atas pohon. Ia berjongkok di dahan pohonnya, lalu setelah ia bangga dengan dirinya karena berhasil membunuh satu dinosaurus, orang itu pun turun dari atas pohon.
"Kerja bagus, Zainal!"
Eh, satu orang muncul lagi. Tidak hanya mereka berdua, tak lama ada beberapa anak lainnya yang juga muncul dari balik semak dan dedaunan. Kelompoknya Dennis tersentak saat melihat kelompok lain datang untuk membantu mereka.
Tentu saja kelompok yang datang itu sangat baik. Karena pemimpin mereka adalah si Ethan. Kebaikan Ethan dan kepintarannya dalam memimpin sebuah kelompok memang yang terbaik. Ia juga bisa diandalkan dan dapat dipercaya. Pokoknya, Ethan itu adalah lelaki yang best di dalam kelas 3-C.
"Eh, Ethan? Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Rei.
"Hei? Kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja kami datang untuk membantu. Tujuan kelompok kami bukan hanya ingin keluar dari pulau ini dan mencari pintu biru itu. Tapi, tujuan utama kami adalah ingin mencari kelompok lain untuk diajak bekerja sama. Karena dengan beberapa kelompok yang saling bergabung, maka akan semakin kuat. Kemungkinan besar juga, kita semua bisa keluar dari ujian ini bersama-sama!" jelas Ethan.
Seketika perkataan Ethan itu telah membuat semuanya terharu sekaligus senang. Mereka bisa mendapatkan seorang teman yang masih peduli dengan teman yang lainnya. Dengan arti, orang itu tidak akan mementingkan dirinya sendiri. Bahkan dengan senang hati, Ethan ingin sekali mengajak teman untuk bekerja sama dengannya.
"Perkataan Ethan memang benar." Batin Dennis. "Kita memang harus bekerja sama agar bisa keluar dari tempat ini secara bersama-sama. Tapi... apa rencana kami selanjutnya?"
*
*
*
To be Continued-
__ADS_1
Follow IG: @pipit_otosaka8