
Author note: Cerita ini hanya fiksi. Karya orisinal penulis. Jadi jangan dianggap kejadian di dalamnya bersifat nyata. Semua adegannya tidak benar ada! Cerita ini dibuat dari imajinasi author saja. Mohon maaf kalau ada kesamaan nama tempat dan nama karakter. Selamat membaca :)
*
*
*
"Baiklah, selamat datang! Sekarang, ayo kita mulai perjalanannya!"
"Yeay!"
Semuanya bersorak senang. Pak Sopir menarik perseneling, lalu menginjak gas mobilnya secara perlahan. Tapi sedikit agak ditekan. Mobil pun berjalan meninggalkan tempatnya. Menuju ke kota, lalu setelah melewati kota, mobil itu akan pergi ke jalan seperti pedesaan dengan banyak rumah warga, lalu memasuki kota lainnya.
Kata Bu Mia, perjalanan dari sekolah sampai Bogor hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja. Itu masih perkiraan, soalnya saat Bu Mia datang ke Villanya untuk mengurus pembayaran, beliau sampai di sana hanya memerlukan waktu 1 jam. Katanya gitu.
Agar tidak bosan, Dennis mengeluarkan handset-nya untuk mendengarkan musik di ponselnya sambil memandang keindahan kota dan desa lewat jendela yang ada di sampingnya. Karena Dennis duduk di paling pojok. Kalau Rei, yang duduk di pinggir, samping Dennis, ia lebih memutuskan untuk membaca novel misteri yang belum ia selesaikan. Itu novel yang dibelikan Dennis saat di Mall.
Mizuki tidak bisa melakukan apa-apa. Dia bosan sekali kelihatannya. Semua orang sibuk dengan ponsel, teman sebangkunya dan ada juga yang memilih untuk tidur. Di sampingnya, Akihiro dan Natsuki sedang mengobrol bersama. Mereka membicarakan tentang Anime sekalian Natsuki juga ingin belajar Bahasa Indonesia dari Akihiro saja. Sambil mengobrol, Akihiro juga tidak lupa untuk memakan cemilan yang ia dapatkan dari rumah Dennis.
Karena tidak ada teman yang bisa diajak mengobrol, Mizuki memutuskan untuk tidur saja. Tapi tak lama setelah ia menutup mata, tiba-tiba saja ada yang memanggilnya. Sontak Mizuki langsung membuka matanya kembali karena terkejut. Ia melirik ke arah kursi penumpang yang ada di depannya. Di atas kursi itu, ia melihat ada anak lain yang melihat dirinya. Anak itu juga yang telah memanggil dirinya. Dia adalah Nadya! Anak yang pernah masuk ke dalam kelompoknya saat Ujian IPS.
"Iya? Ada apa?" Mizuki menyahut. Lalu ia menegakkan posisi duduknya. Tetap menatap Nadya yang masih ada di depan pandangannya itu.
"Emm... aku sedang bosan. Bisakah kita mengobrol bersama?" tanya Nadya.
Mizuki tersenyum, lalu mengangguk. "Boleh! Kebetulan sekali."
Mizuki akhirnya dapat teman mengobrol dengan Nadya. Teman sebangkunya Nadya, yaitu Putri, sibuk dengan ponselnya sendiri. Jadi Nadya memutuskan untuk mengobrol dengan Mizuki saja.
Hal-hal yang mereka bicarakan hanya tentang sekolah, awal mula masuk sekolah, masa lalu, keluarga dan teman dan itu-itu saja.
Adel dan Yuni sedang bermain foto-fotoan di ponsel mereka. Selfie selfie terus kedua anak itu. Tentu saja. Mereka harus mendapatkan banyak gambar untuk kenangan.
Kalau Rashino dan Nashira... pastinya mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing lagi. Nashira mencari berita di internet untuk ia baca agar tidak bosan, kalau Rashino bermain game di ponselnya itu.
TUK!
Rei sedikit terkejut saat tiba-tiba saja kepala Dennis menempel di bahunya. Ah, ternyata sambil mendengarkan musik, Dennis malah tertidur setelah ia puas melihat jalanan lewat jendela di depannya. Rei akan membiarkan Dennis terus menempel dengannya. Ia fokus dengan bukunya saja selama kepala Dennis tidak mengganggunya.
Tapi ternyata yang bikin mengganggu adalah tali kabel dari handset yang Dennis pakai. Rei akan menyingkirkannya. Tapi ia sedikit penasaran dengan lagu yang sedang Dennis dengar. Lalu secara perlahan, Rei menarik satu handset yang Dennis kenakan di telinga kirinya, lalu Rei yang akan memakai satu handset itu di telinga kanannya.
__ADS_1
"Lagu yang lembut. Tapi aku tidak mengerti artinya." Gumam Rei dalam hati setelah ia tahu lagu apa yang Dennis dengar itu. Kalau di dengar, Dennis mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh dua orang cewek yang suaranya lembut, lagu berbahasa Jepang, dan nadanya lembut banget. Judul lagu itu adalah ReBoot, oleh Hatsune Miku dan Megurine Luka.
"Apakah Dennis suka lagu yang seperti ini?" gumam Rei lagi sambil melirik ke arah Dennis yang ada di sampingnya. Rei sangat menikmati lagu itu. Ternyata enak di dengar. Sambil mendengarkan lagu yang disetel Dennis, Rei melanjutkan membaca bukunya.
****
Sudah lama di perjalanan. Sekarang ini, mobil Busnya sedang melewati sebuah jalan kosong yang lumayan besar dengan pemandangan sawah yang indah di pinggir jalan. Ditambah dengan pemandangan gunung-gunung yang sedikit terlihat.
Adel melihat jam di ponselnya. Mereka berangkat dari jam 9 pagi dan sekarang sudah jam setengah 10. Sudah setengah jam di perjalanan. "Kok sampainya lama, ya?" Adel bergumam.
"Masih jauh, Del." Yuni menjawab. Lalu matanya melirik ke arah jendela. Begitu juga dengan Adel. "Wah! Sawahnya keren. Kira-kira kalau sawahnya hijau seperti itu, apakah sudah bisa untuk dipanen?"
"Tunggu kuning dulu." Yuni memberitahu. "Lalu setelah kuning, tanaman padi akan merunduk pada bagian tangkainya. Itu dikarenakan butiran buah yang berkumpul di tangkainya itu telah terisi dan terbentuk menjadi keras. Makanya akan berat dan menyebabkan tangkai jadi merunduk begitu." Jelas Yuni.
"Oh! Berarti buah yang terisi dan berbentuk itu nantinya akan menjadi beras, ya?" tanya Adel.
"Iya begitu."
"Oh, oh! Adel mengerti sekarang. Haha... aku baru tahu." Adel tertawa kecil. Ia sedikit malu dengan pengetahuannya yang sudah tertinggal jauh dengan Yuni.
"Kan sudah dipelajari dari SD."
"Tapi aku lupa, haha...."
"Mizuki punya saudara berapa?" tanya Nadya.
"Oh, hanya dua. Yang itu kakakku. Namanya Natsuki Hanashita" Mizuki melirik ke sampingnya—ke arah Natsuki. "Dan yang satunya lagi adikku, namanya Sachiko Hanashita. Dia ada di rumahnya sekarang." Mizuki melanjutkan.
"Ooh... namamu Mitsuki Hanashita, ya? Lalu... kenapa nama akhir kalian itu sama?" tanya Nadya heran dengan tertawaannya.
"Oh? Hanashita itu nama keluargaku. Kalau nama kecilku cukup Mizuki saja."
"Berarti, semua keluargamu memiliki nama akhir Hanashita, dong?"
"I–iya begitulah..." Mizuki tertawa kecil.
Author note: Ini sepengetahuan author saja, ya? Biasanya di Jepang, orang-orangnya memiliki 2 kata saja dalam nama mereka. Yang pertama, nama depan dan nama belakang/nama keluarga. Nama keluarga itu biasanya ditulis dengan huruf kanji. Jika belum terlalu kenal dengan orang yang akan kita panggil, maka sebaiknya menggunakan nama keluarganya saja. Jika sudah akrab, baru menggunakan nama depannya. Tapi tetap, di akhir nama harus menggunakan kata "-kun", "-san" dan "-chan". Jika tidak, maka akan dianggap tidak sopan.
TUK!
Mizuki dan Nadya sedikit terkejut. Mereka mendengar suara benda jatuh dari sampingnya. Saat mereka berdua menoleh, ternyata yang jatuh itu adalah buku milik Rei. Dan kalau dilihat, ternyata Rei yang tidak sengaja menjatuhkan bukunya itu dari genggamannya, sementara... pemilik buku itu malah tertidur di sandaran kursi yang ia duduki.
__ADS_1
"Eh, bukunya Rei jatuh, tuh!" ujar Nadya.
"Aku akan mengambilkannya." Mizuki beranjak dari kursinya secara hati-hati. Ia juga menahan keseimbangannya agar tidak terjatuh karena sedari tadi Busnya terus bergetar pelan jika sedang berjalan. Jika Mizuki tidak berpegangan dengan sesuatu, maka bisa saja dia terjatuh.
Mizuki merunduk sedikit dan mengambil buku yang terjatuh di samping tempat duduk Rei. Setelah itu, Mizuki kembali berdiri tegak lalu memberikan buku itu pada Rei. Tapi karena Rei sedang tidur dan tidak dapat menerima buku dari Mizuki, maka Mizuki akan meletakan buku itu di atas paha Rei saja.
Setelah Mizuki mengembalikan buku Rei, ia terdiam sejenak dengan posisinya yang tidak berubah. Mizuki malah diam sambil menatap Rei yang sedang tertidur di dekatnya.
"Manis sekali." Mizuki bergumam. Lalu matanya melirik ke arah Dennis yang menyandarkan bahunya pada Rei. "Apalagi Dennis. Ah... andai aku berada di posisi Dennis."
Mizuki membayangkan sesuatu. Ia ingin menjadi seperti Dennis yang bisa terus dekat dengan Rei. Apalagi posisinya saat ini sedang tidur dekat sekali dengan Rei. Mizuki juga ingin tidur di bahunya Rei juga.
CKIIITT....
Mobil Busnya tiba-tiba berbelok dan menyebabkan goncangan hebat di dalam yang membuat Mizuki jadi kehilangan keseimbangan. Tapi ia masih bisa menahannya. Hanya saja, kepalanya bersentuhan dengan pipinya Rei. Karena terkejut, Mizuki langsung menjauh dari Rei. Tapi tiba-tiba lagi, mobilnya berhenti mendadak dan akhirnya Mizuki tidak bisa menahan keseimbangannya dan langsung terjatuh mengenai tubuh Rei.
Refleks, Rei langsung terbangun. Begitu juga dengan Dennis. Mereka berdua terkejut karena melihat tubuh Mizuki sudah berada dekat dengan mereka berdua. Mizuki kembali membuka matanya, lalu memegang perutnya yang sakit karena terbentur oleh dengkulnya Rei. Lalu setelah itu, ia langsung kembali berdiri dengan cepat dan seketika wajahnya pun memerah.
Nadya yang melihat kejadian itu langsung tertawa, tapi ia berusaha untuk menahannya agar tidak membuat Mizuki malu. Tapi ternyata sudah terlanjur. Mizuki merasa tidak enak dengan Rei. Lalu tanpa berkata apa-apa selain ucapan "Maaf," Mizuki langsung kembali ke tempat duduknya dengan cepat. Untung tidak banyak orang yang melihatnya tersungkur seperti tadi.
"Hei, kau tidak bisa diam, sih!" Akihiro ternyata melihatnya juga. Setelah Mizuki balik di tempat duduknya, Akihiro langsung berbisik seperti itu. Mizuki membalasnya dengan membentak pelan. "Berisik kau!" Lalu setelah itu, Mizuki kembali melirik ke arah Nadya yang sudah menghentikan tertawaannya.
"Emm... sampai di mana tadi kita?" tanya Mizuki. Ternyata dalam perasaan malu, Mizuki masih tetap ingin mengobrol dengan Nadya. Nadya pun menanggapinya dan mereka berdua kembali berbicara bersama. Mizuki tidak berani menengok ke arah Rei untuk saat ini.
"Mizuki tadi kenapa? Apa dia baik-baik saja? Aku lihat tadi dia memegang perutnya." Bisik Dennis pada Rei.
"Entahlah. Apakah dia kesakitan?" Rei juga ternyata mencemaskan Mizuki.
****
BRRMMM....
Mobil berhenti kembali tak lama setelah kejadian Mizuki terjatuh tadi. Setelah mobil berhenti, Bu Mia yang ada di tempat duduk paling depan pun menepukkan tangannya dengan keras sampai beberapa anak yang tertidur pun dapat dibangunkan.
"Anak-anak! Kita sudah sampai!"
*
*
*
__ADS_1
To be Continued-
Follow IG: @pipit_otosaka8