Chika'S Terror In The School

Chika'S Terror In The School
Episode 18– Sosok itu Kembali Lagi


__ADS_3

Author note: Cerita ini hanya fiksi. Jadi jangan dianggap kejadian di dalamnya bersifat nyata. Semua adegannya tidak benar ada! Cerita ini dibuat dari imajinasi author saja.


*


*


*


"Eh? Buku Absen? Kenapa bisa ada di... ayah?" pikir Dennis dalam hati.


Secara perlahan, Dennis pun mengambil buku absen yang diberikan ayahnya itu. Setelah melihat sejenak, ia pun bertanya, "A–ayah dapat buku ini dari mana? Kenapa bisa ada di ayah?"


"Oh... hehe... sebenarnya ayah menemukannya sudah dari kemarin. Tapi lupa mulu mau diberikan padamu." Jawab Ayahnya Dennis.


"Ta–tapi ayah menemukannya di mana?"


"Kebetulan saat ayah melewati jalan yang mau ke sekolahmu itu, Ayah menemukan buku absen ini berserakan di jalan. Ayah pikir ini milikmu, karena ada namamu di dalam absen warna pink itu." Jelas Ayahnya Dennis.


Seketika Dennis pun terkejut mendengarnya. "A–apa?!" Ia tiba-tiba saja berteriak dan membuat ayahnya yang ada di hadapannya itu terkejut.


"Waahh! Kau kenapa, sih?!" tanya Ayahnya sambil mengelus dadanya.


Setelah Dennis berteriak tadi, seketika semuanya pun langsung menghampiri Dennis dengan ayahnya.


"Ayah, ada masalah apa di sini?" tanya Ibunya Dennis sambil mengelus-elus kepala Dennis.


Ayahnya Dennis menggeleng sambil mengibaskan tangannya. "E–Entahlah! Ayah tidak berbuat salah, kan? Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba dia berteriak gitu."


"Dennis, kau kenapa?" tanya Ibunya lirih pada Dennis yang berdiri di sampingnya itu.


Dennis tidak menjawab pertanyaan Ibunya. Ia menundukan kepalanya sambil menatap beberapa buku absen yang ia pegang dengan kedua tangannya itu. "Bu–buku absen ini... telah mengingatkanku pada mimpi buruk yang belum lama aku alami. Aku takut... aku takut hantu yang ada di mimpiku itu benar-benar nyata. Karena di dalam mimpiku... hantu itu... menginginkan buku-buku absen yang berasal dari sekolahku ini. Ba–bagaimana kalau hantunya muncul?! Hantu itu tidak akan menyerangku, tapi juga menyerang yang lainnya." panik Dennis dalam hatinya.


"Dennis...."


"UWAAA! Jangan menyentuhku!" Dennis membentak. Ia sangat terkejut saat ada seseorang yang telah menyentuh pundak kirinya. Lalu dengan cepat, tanpa menatap yang lainnya, Dennis langsung berlari pergi ke dalam kamarnya.


Semuanya jadi khawatir dengan sikap Dennis. Lalu mereka pun menghampiri Dennis yang saat ini berada di kamarnya.


"Dennis... kau baik-baik saja, kan?" tanya Mizuki cemas setelah ia sampai di depan pintu kamar Dennis yang tidak tertutup.


Terlihat dari depan pintu, Dennis sedang menyembunyikan sesuatu dibawah tempat tidurnya. Rei pun menegurnya. Dennis terkejut dan langsung berbalik badan. Ia tersenyum pada semuanya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Rei.


"Aku... hanya menaruh buku absen yang diberikan ayah tadi di bawah tempat tidur, hehe..." jawab Dennis sambil tertawa.


"Tapi untuk apa kau–"


"Ah, sudahlah, kak! Sekarang waktunya untuk kembali ke kamar kalian masing-masing. Ini sudah malam. Besok kita kan akan menjalankan aktivitas masing-masing lagi, haha..." Dennis tiba-tiba menyela dan langsung mendorong semua orang untuk keluar dari kamarnya. Kecuali Akihiro. Ia hanya menarik satu orang saja untuk menemaninya di dalam kamar.


KLAK!


Pintu pun ditutup secara perlahan, lalu setelah itu, Dennis pun kembali ke tempat tidurnya. Diikuti oleh Akihiro di belakangnya.


"Kau kenapa sih dari tadi?" tanya Akihiro terheran karena sikap Dennis dari tadi.


"Ah, tidak apa-apa. Sudah, ya? Aku ngantuk, kak! Sekarang kita langsung tidur saja." Dennis menaiki tempat tidurnya dan langsung membaringkan tubuhnya menghadap ke tembok dan membelakangi Akihiro.

__ADS_1


"Emm... itu Dennis? Di mana kau menyimpan kasur kecilnya?" tanya Akihiro mengejutkan Dennis. "Aku kan akan tidur di bawah. Masa aku mau tidur berdua di kasur yang sama denganmu."


Dennis kembali terduduk. Lalu ia pun turun dari tempat tidurnya. Ia merunduk lalu menarik sesuatu yang ada di kolong tempat tidurnya. Ternyata, Dennis mengeluarkan sebuah kasur kecil yang tersimpan di bawah tempat tidurnya.


"Kakak bisa tidur di sini."


"Kan memang dari kemarin aku di sini terus."


"Oh, baiklah kalau begitu." Dennis kembali ke tempatnya. Begitu juga dengan Akihiro yang sudah membaringkan tubuhnya di atas kasur kecil yang lumayan empuk itu.


"Huh! Sekarang aku tidak ingin dihantui oleh hantu berbadan besar yang menyeramkan itu lagi. Pokoknya sekarang juga, aku tidak boleh memikirkannya! Aku harus tidur!" ujar Dennis dalam hati. Lalu setelah itu, ia pun langsung menutup matanya.


"Dennis? Kau sudah tidur?" tanya Akihiro yang ada di bawah.


"..." Tidak ada jawaban dari Dennis.


"Hmm... sepertinya sudah." Akihiro bergumam. Lalu ia menarik selimutnya sampai menutupi setengah wajahnya. Ia menutup matanya. Tapi ternyata....


"Haduh... tadi mengantuk sekali. Tapi kenapa sekarang aku malah tidak bisa tidur. Akh! Ada-ada saja!" gerutu Akihiro dalam hati karena sedari tadi ia menutup mata dan berusaha untuk tidur, Akihiro tetap tidak bisa tidur. Ia tidak bisa membawa dirinya kembali ke dalam mimpinya yang indah itu lagi.


Merasa geram karena tidak bisa tidur, Akihiro pun membalikan tubuhnya. Ia lebih memilih tidur dengan posisi miring dibanding terlentang. Posisinya saat ini membelakangi kolong tempat tidur Dennis.


Akihiro kembali menutup matanya dan lama-kelamaan, ia pun tertidur juga setelah lewat 5 menit.


****


Pukul 1 pagi–


Malam itu, Dennis terbangun karena ia merasa ada yang telah mengganggu tidurnya. Dennis selalu mengubah posisi tidurnya. Hadap kanan dan hadap kiri. Lalu pada akhirnya, ia pun memutuskan untuk tidur dengan posisi terlentang.


Saat di posisi itu, Dennis menarik selimutnya, lalu menyelipkan tangan kanannya di bawah bantal. Posisinya saat ini sudah agak lebih baik. Ia bisa tertidur kembali.


Dennis terkejut karena ia melihat ada wajah yang menyeramkan tepat di depan wajahnya itu. Sosok gemuk yang memiliki wajah penuh luka dan berdarah itu berada tepat di atas tubuh Dennis. Sosok itu tidak menindih, tapi ia melayang di langit-langit kamar Dennis.


Dennis pun berteriak ketakutan. Lalu dengan cepat, ia langsung turun dari tempat tidurnya. Tapi setelah ia beranjak dari tempat tidur, Dennis sempat mendengar suara teriakan seseorang dan dirinya langsung terjatuh karena kakinya menginjak sesuatu yang membuatnya kehilangan keseimbangan dalam berdiri.


Ternyata saat Dennis turun dari atas tempat tidur, ia secara tidak sengaja telah menginjak tubuh Akihiro yang sedang tidur di samping tempat tidurnya.


Dengan cepat, Akihiro langsung bangun terduduk sambil mengelus-elus perutnya yang telah diinjak oleh Dennis itu. Ia mengeluh kesakitan. "Aduuh... Tadi siapa, sih?!"


Akihiro tersentak. Ia melihat ada Dennis yang sedang berdiri di hadapannya dengan ekspresi wajah yang tidak biasa. Tubuhnya Dennis gemetar ketakutan, karena di dalam mata Dennis, ia melihat sosok hantu gemuk menyeramkan itu berdiri di atas tempat tidurnya.


Akihiro menatap Dennis dengan bingung. Lalu ia pun mencoba untuk bertanya tentang keadaan temannya yang satu itu. "Dennis, kau baik-baik saja, kan?" tanya Akihiro.


Dennis tidak menjawab. Ia hanya menunjuk ke arah sosok yang ia lihat itu. Akihiro meneleng, lalu menengok ke belakang. Ia jadi semakin bingung. "Eh? Ada apa di belakang? Tidak ada apa-apa, loh!"


"Ti–tidak, kak! Di–di sana ada... ada hantuuu!" Dennis berteriak lagi. Lalu ia pun berlari menghampiri pintu kamarnya dan langsung membukanya.


Akihiro juga jadi merasa takut semenjak Dennis bilang kalau di belakangnya itu ada hantu. Ia langsung berdiri, dan pergi mengejar Dennis. Tapi saat ia mendekati pintu, tiba-tiba saja Akihiro dikejutkan dengan tubuh Dennis yang tiba-tiba saja terjatuh. Dennis telah menabrak sesuatu yang ada di depannya itu.


"He–hei? Kau baik-baik saja? Apa yang telah terjadi?"


Dennis kembali terduduk. Lalu ia mendongak ke atas. Melihat orang yang sedang berdiri di hadapannya itu. "Ka–kak Rei?"


Ya. Yang ada di depan Dennis itu adalah si Rei. Tadi si Dennis tidak sengaja menabrak tubuh Rei yang ada di depan pintu. Sebenarnya... Rei sudah menunggu di depan pintu sejak jam 12 malam. Ia ingin memperhatikan tingkah Dennis dari depan kamar, karena ia merasa cemas pada Dennis.


Dennis kembali berdiri. "Kak Rei? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Dennis.

__ADS_1


"Aku sedang memperhatikan dan mengawasi dirimu dari depan kamarmu." Jawab Rei santai sambil melipat tangannya ke depan. Wajahnya terlihat biasa, tapi sebenarnya ia sedang menahan kantuk.


"Kenapa kakak tidak tidur di kamar lain?" tanya Dennis lagi.


"Tidak. Aku tidur di sini tadi." Rei menunjuk ke arah karpet kecil dengan selimut yang ada di bawahnya itu. "Tapi semenjak aku mendengar suara kalian berdua berteriak, aku pun langsung terbangun. Aku akan masuk ke kamarmu, tapi tiba-tiba saja kau malah keluar. Kan aku jadi kaget." Lanjut Rei.


Dennis mengangguk paham. Lalu ia pun tertawa kecil dan menengok ke arah Akihiro. "Oh iya, Kak Dian juga ngapain ikut aku ke luar?" tanya Dennis.


"Eh?! Aku kaget tau! Tadi kan kau bilang di belakangku ada hantu. Memangnya benar?"


Dennis terkejut. Ia kembali teringat dengan sosok hantu yang ada di tempat tidurnya tadi. Lalu dengan cepat, Dennis pun menggenggam tangan kanan Rei dan menariknya masuk ke dalam kamarnya. "Kak Rei! Kumohon bantu aku!"


"E–eh? Ada apa?"


"I–itu di dalam kamarku ada hantu! Kumohon bantu aku!"


"Hantu?"


Rei membiarkan tangannya ditarik Dennis. Lalu saat kembali ke dalam kamar, Dennis langsung menunjuk ke arah tempat tidurnya. "Itu hantunya di... eh?"


Dennis terheran. Karena ia tidak melihat sosok itu lagi di dekat tempat tidurnya. "Loh? Hantu itu ke mana? Tadi benar loh, Rei! Ada hantu seram di sana!"


Rei tidak menjawab. Ia pun melirik ke arah tempat tidurnya Dennis. Lalu tak lama kemudian, Rei menyentakan matanya sedikit. "Eh? Ternyata yang dikatakan Dennis benar. Siapa yang ada di sana?" Ternyata Rei bisa melihat hantu itu. Tapi untuk saat ini, Dennis tidak bisa melihat hantu itu lagi.


Dennis pikir hantunya sudah hilang. Tapi kalau dalam pengelihatan mata batin Rei, hantu gemuk itu masih berdiri di atas tempat tidurnya Dennis.


"Dennis tidak melihat dia, kan?" gumam Rei dalam hati.


"Em... Dennis? Di mana hantu itu?" tanya Rei.


"I–itu hantunya ada di sana, Rei! Masa kau tidak melihatnya, sih?"


"Tapi coba kutanya, memangnya kau melihat hantu itu sekarang?"


Dennis menggeleng pelan. "Umm... tidak, sih... tapi–"


"Kan kau tidak melihatnya. Kalau begitu hantu itu memang tidak ada. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Ucap Rei berusaha untuk menenangkan Dennis.


"Emm... iya, sih... tapi–"


"Kalau kau masih merasa takut, lebih baik kau tidur denganku saja." Rei menyela lagi. Ia mengajak Dennis untuk tidur bersamanya. Dengan tujuan, sosok hantu itu tidak akan mengganggu Dennis lagi jika Dennis berada di dekat dengan Rei.


Dennis mengangguk. Ia menerima ajakan Rei. Lalu mereka berdua kembali keluar dari kamar. Tapi sebelum itu, Akihiro sempat memanggil mereka berdua lagi.


"Hei! Aku juga akan tidur bersama kalian. Tidak mungkin kalian meninggalkan aku di sini sendirian, kan?"


"Ya sudah terserah kamu saja. Ayolah!" Rei menerima Akihiro juga.


Akihiro tersenyum senang. Lalu sebelum ia kembali keluar dari kamar Dennis, ia mengambil bantal miliknya dulu untuk tidur di kamar lain bersama dengan Dennis dan Rei. Lalu setelah itu, Akihiro keluar dari kamar Dennis dan tidak lupa juga Akihiro kembali menutup pintu kamar.


Tapi setelah pintu kamar Dennis tertutup, tiba-tiba saja sosok menyeramkan itu muncul kembali di belakang pintu kamar Dennis. Lalu tak lama... hantu itu pun menghilang. Entah ia pergi ke mana....


*


*


*

__ADS_1


To be Continued-


Follow IG: @pipit_otosaka8


__ADS_2