Chika'S Terror In The School

Chika'S Terror In The School
Episode 23– Manusia Tanpa Kepala


__ADS_3

"Ternyata dia di situ." Ternyata Yuni juga melihatnya.


Karena merasa takut, kedua Orangtuanya Rei langsung berlari cepat mendekati Yuni. Kalau Akihiro bersembunyi di belakang Dennis. Bersembunyi di belakang pundaknya sambil memeluk pinggangnya Dennis.


Dennis yang terkejut pun langsung berusaha untuk melepaskan pelukan Akihiro yang ia anggap tidak nyaman itu.


"C–Chika? Apa itu kamu?" tanya Adel pelan setelah ia melangkah kan kakinya sekali. Adel ingin menghampiri sosok anak kecil itu, tapi ia masih sedikit takut.


"Adel? Kamu kembali lagi ke sini?" Hantu itu bertanya dengan nada datar dan wajahnya tanpa ekspresi. Wajahnya sangat pucat, tapi tidak terlihat menyeramkan. Hantu itu seperti gadis cantik pada umumnya. Hanya saja... kaki kanannya saja yang tidak ada, ditambah kaki yang tidak ada itu meneteskan darah. Itu yang membuatnya terlihat menyeramkan.


"Iya, ini aku. Aku datang lagi." Adel menjawab. Lalu secara perlahan, ia menghampiri teman hantunya itu.


Semuanya tidak bisa melihat temannya Adel. Jadi mereka hanya bisa menonton dengan ketegangan akan kehadiran hantu itu. Tapi semoga saja tidak ada hantu lain yang datang ke rumah itu.


"Chika? Kenapa kamu pergi? Kan saat itu, aku ajak kamu pergi ke sekolahku yang baru." Adel melanjutkan. Ia masih melangkah sambil mengulurkan tangan kanannya untuk meraih tangan hantu itu.


"De–Dennis... apa yang adikmu lakukan? Kenapa... dia berjalan sendiri dan berbicara sendiri? Dia... sebenarnya ada apa di sini?" Akihiro berbisik di balik pundak Dennis dengan tubuh yang masih mengeram ketakutan.


"Ada teman adikku yang datang. Kakak jangan ganggu dia, ya?"


"Te–teman? Siapa dia? Tidak ada siapapun loh di sana!"


"Teman Adel yang tidak terlihat."


"Berarti temannya hantu dong? Aku tidak tahu dia punya teman hantu."


"Sebenarnya aku sudah tahu dari dulu, hanya saja aku masih belum meyakinkannya. Tapi semenjak Yuni bilang padaku kalau ada seseorang yang selalu bersama Adel, baru aku percaya. Karena dari situ juga, aku bisa merasakan makhluk yang bersama Adel itu." Jelas Dennis.


"Ah? Apa kau bisa melihatnya juga, Den?"


"Tidak. Tapi aku tahu dia ada di depan sana. Jadi kita harus diam saja. Jangan ganggu hantu itu. Biarkan saja Adel yang mengurusnya."


Akihiro mengangguk paham. Sekarang ia akan menjaga mulutnya agar bisa diam dan tidak cerewet lagi seperti biasanya.


"Aku... merasa takut berada di sekolahmu. Karena saat itu, aku melihat banyak sesuatu yang mengerikan. Jadi, aku pergi kembali saja dan menetap di rumahmu." Jelas Hantu Chika menjawab pertanyaan Adel tadi.


Adel mengangguk. Lalu ia pun tersenyum. "Hah, sekarang jangan takut. Adel kembali ke sini lagi untuk menemani Chika."


Setelah Adel dan hantu Chika itu saling berhadapan. Adel meraih tangan Chika. Tapi tidak bisa karena tembus pandang. Jadi Adel hanya bisa melihat tangannya menyentuh tangan hantu itu tanpa bisa merasakannya.


"Maafkan aku karena sudah meninggalkanmu." Ucap hantu itu lirih.


"Ah, tidak apa-apa. Kita kan sudah bersahabat sejak lama. Tidak perlu minta maaf. Aku tahu kamu hanya kesepian. Jadi mulai sekarang, kamu ikut sama aku saja. Sekolah aku juga sudah tidak seram lagi, kok!" jelas Adel menenangkan teman hantunya.


Terlihat di mata Adel, hantu itu tersenyum manis. Lalu tiba-tiba saja hantu Chika menarik tangan Adel dengan cepat ke samping sampai Adel pun terpental. Tapi Adel tidak terjatuh. Ia hanya merasa terkejut saja, kenapa tiba-tiba temannya itu menarik dirinya. Seolah, ingin menghindar dari sesuatu yang akan datang.


"Hati-hati!" Hantu Chika berbisik. Adel tidak mengerti. Apa yang harus ia waspadai saat ini?


Dennis dan yang lainnya terkejut saat melihat Adel yang tiba-tiba terdorong sampai ke tembok. Lalu dengan cepat, Dennis langsung berlari menghampiri Adel untuk memastikan kalau adiknya itu baik-baik saja.


Eh tapi tiba-tiba saja ada sesuatu yang melayang datang dari pintu depan dan langsung menabrak tubuh Dennis. Yang melayang itu bukan barang, melainkan tubuh manusia!

__ADS_1


Hantamannya kuat sekali. Dennis saja terdorong sampai terjatuh menabrak lemari yang ada di ruang tamu. Dennis merasa pinggangnya sakit karena terbentur sudut lemari kayu itu.


"Dennis! Dennis! Kau baik-baik saja?" tanya Akihiro sambil berlari tergesa-gesa menghampiri Dennis yang sudah tergeletak di lantai. Tubuhnya juga masih tertimpa oleh tubuh seseorang yang telah menabraknya tadi.


Dennis kembali membuka mata dan terkejut. Ia melihat tubuh manusia tanpa kepala yang ada di atas tubuhnya itu. Lalu dengan cepat, Dennis langsung menjauhkan tubuh aneh itu dari dirinya. Ia terlihat sangat ketakutan.


"UWAAA! I–itu... itu apaan?!" Dennis berteriak ketakutan sambil menunjuk ke arah manusia tanpa kepala itu.


"Dennis, apa yang kau lakukan? Kau kenapa?" tanya Akihiro panik saat melihat temannya yang tiba-tiba berteriak ketakutan.


"Itu... ada orang di sana! Orang tampak tidak memiliki kepala! Kak Dian apa kau tidak melihatnya?! Ada orang di sana, loh!"


"Orang apa, sih? Hei kau berusaha untuk menakuti ku, ya?"


"Tidak. Di sana memang benar ada orang mati. Dan orang itu tidak ada kepalanya, Kak!"


"Hah?"


Ternyata Akihiro tidak bisa melihat manusia tanpa kepala yang dimaksud Dennis itu. Dennis merasa aneh. Kenapa hanya dia saja yang bisa melihat manusia yang menyeramkan itu? Apa mungkin itu hanya khayalannya saja? Apa benar Dennis salah lihat?


Tapi setelah Dennis mengucek-ucek matanya, ia masih saja melihat manusia tanpa kepala itu. Benar-benar menyeramkan!


Setelah mendengar Dennis yang terus berteriak ketakutan tanpa henti, kedua orangtuanya Rei jadi merasa ketakutan juga. Lalu mereka berdua langsung berlari keluar pintu. Mereka meninggalkan rumah Dennis begitu saja.


Yuni ingin mengejar orang tuanya Rei, tapi ia tidak bisa. Karena tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang janggal di rumah Neneknya Dennis itu. Ada hawa negatif yang muncul. Banyak sekali. Apa itu?!


"Teman-teman, berhati-hatilah." Yuni berbisik. Dia memperingati semua temannya. Seketika, suasana jadi hening.


"Itu... kepalanya gak ada...."


"Dennis berhenti menakutiku!" Akihiro memukul pundak Dennis. "Sungguh! Aku benar-benar takut, tahu."


"Ta–tapi itu memang benar. Di sana ada manusia tanpa kepala itu. Itu dia ada di dekat pintu. Apa kau tidak melihatnya?"


"Lihat apa?! Matamu semakin lama semakin aneh saja!"


"Diam Kak Dian!" Yuni membentak. Eh, itu baru pertama kalinya Yuni berbicara agak keras. Apalagi membentak.


"Dennis benar. Memang ada tubuh manusia itu. Dan Dia lah yang harus kita waspadai!" Yuni melanjutkan. Matanya melirik ke arah pintu depan. Tempat di mana manusia tanpa kepala itu tergeletak di sana.


"Berbagai macam makhluk halus berkerumun di dalam tubuh itu."


"Yuni... sebaiknya kita pergi dari sini." Adel juga mulai ketakutan.


Dennis kembali berdiri. Lalu ia menempelkan tubuhnya lebih dekat dengan tubuh Akihiro. Ia sebenarnya ingin bersembunyi dibalik tubuh Akihiro. Tapi Akihiro tidak mengizinkannya.


"Ah, apa yang kau lakukan?"


"Biarkan aku sembunyi! Kau tidak bisa melihat makhluk itu. Jadi biarkan aku bersembunyi di belakangmu sekarang."


"Hei, hei!"

__ADS_1


"Aaa... Kak Dian, manusia itu sangat menyeramkan. Bagaimana kalau dia hidup?"


"Eh? Apakah seseram itu? Untung saja aku tidak bisa melihatnya." Akihiro menghembuskan nafas lega. Ia sangat bersyukur karena tidak bisa melihat makhluk yang dianggap menyeramkan bagi Dennis itu.


Lalu Akihiro menggerakkan kakinya. Ia melangkah menghampiri Yuni. Diikuti oleh Dennis juga yang masih menempelkan kepalanya di punggung Akihiro.


"Yuni, haruskah kita pergi sekarang?" bisik Akihiro di samping Yuni.


"Harusnya begitu. Tapi aku tidak tahu hantu itu bersifat seperti apa? Kalau dia jahat, bisa saja jika kita pergi nanti Dia menyerang kita." Jawab Yuni dingin.


"Ah!" Akihiro terkejut. "Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Kakak...." Adel berlari ketakutan ke arah kakaknya. Ia sudah lama berdiam diri di pojokan bersama teman hantunya telah membuat dirinya jadi tidak nyaman.


"Eh?! Ada sesuatu yang keluar!" Yuni tiba-tiba terkejut. Ia merasakan aura negatif yang cukup besar.


Di matanya, Yuni melihat ada bayangan hitam yang keluar lewat lubang tenggorokan di bagian leher manusia tanpa kepala itu. Lama kelamaan, bayangan itu berubah bentuk menjadi berbagai macam hantu yang jumlahnya cukup banyak.


Padahal hanya ada 4 hantu saja.


Bayangan itu berbentuk seperti embak Kunti, Pocong, Sadako, Dan hantu yang dibilang paling berbahaya adalah... Teke-teke (Hantu Jepang setengah badan).


Setelah semua hantu itu hidup, seketika tubuh manusia tanpa kepala itu bangun dan bergerak dengan sendirinya. Serangan hantu yang cukup banyak!


Apa yang hantu-hantu itu inginkan? Dan dari mana mereka berasal?


Dennis dan teman-temannya sangat terkejut melihat hantu-hantu itu semua. Dan saat ini juga akhirnya, Akihiro pun bisa melihat semua hantu itu sekaligus. Ia akhirnya bisa percaya dengan perkataan Dennis kalau dirinya melihat hantu.


Para hantu-hantu itu secara perlahan mulai menghampiri Dennis dan teman-temannya. Ada yang melayang, melompat dan merangkak. Apalagi... dengan hantu Teke-teke. Dia bisa menggunakan kedua tangannya untuk berlari cepat seperti manusia normal.


Hantu Teke-teke itu yang paling cepat menghampiri Dennis dan teman-temannya. Ia menyerang dengan menggunakan cakar dan wajahnya yang menyeramkan itu juga memiliki mulut lebar untuk menggigit korbannya!


Suara dari hantu itu keluar saat ia berjalan. "Teke teke teke teke..." seperti itulah suaranya. Suara itu berasal dari hentakan telapak tangannya yang ia gunakan untuk berjalan. Karena Teke-teke tidak memiliki kaki.


Dennis dan teman-temannya tidak tinggal diam. Mereka berlari ke ruangan lainnya. Tadinya mereka ingin bersembunyi di kamarnya Adel, tapi sebelum mereka sampai di depan pintu, tiba-tiba saja Adel terjatuh karena tersandung kakinya sendiri.


Teke-teke itu semakin mendekat. Korbannya adalah Adel yang sudah terjatuh. Dennis pun menarik tangan adiknya untuk membantunya berdiri kembali. Tapi sepertinya semua sudah terlambat....


Teke-teke itu sudah melompat untuk memotong bagian pinggang korbannya.


BUAK!


Eh! Tidak! Teke-teke itu tidak berhasil menyerang karena tiba-tiba saja ada yang mendorong hantu itu sampai ia terpental jauh. Tak lama si Teke-teke terjatuh, langsung ada seseorang yang muncul di hadapan Dennis dan Adel.


Ternyata orang itu adalah Rei!


*


*


*

__ADS_1


To be Continued-


__ADS_2