Chika'S Terror In The School

Chika'S Terror In The School
Episode 25– Melawan Para Hantu, part 2


__ADS_3

Tiba-tiba Mizuki dan Sachiko datang lewat jendela. Ia melompati jendela itu sambil membawa beberapa alat bantu untuk mengusir hantu dengan cara tradisional.


"Ini dia teman-teman! Kami sudah menemukan semua apa yang Rei suruh tadi." Mizuki menghampiri Dennis. Ia membawa sapu lidi, beberapa bungkus garam lainnya dan juga sebungkus bawang putih.


Sementara Sachiko membawa senjatanya. Berupa tongkat kecil dengan ujungnya yang runcing dan juga tutup tempat sampah sebagai tameng.


"Kalian membawa ini semua? Tapi... apa gunanya sapu lidi ini?" tanya Dennis heran.


"Kata Rei, sapu lidi bisa untuk menakuti para hantu. Dan bawang putih ini juga ditakuti hantu karena baunya yang menyengat." Jelas Mizuki. Lalu setelah itu, ia memberikan tongkat besi runcing itu pada Dennis. "Nah, sekarang, Dennis ayo lawan hantu-hantu itu!"


Pada awalnya Dennis sedikit ragu untuk menerima senjata yang diberikan Mizuki itu. Tapi untuk kali ini, ia akan memberanikan dirinya. Ia juga ingin membantu temannya yang lain.


"Baiklah. Terima kasih." Dennis menerima tongkat besi itu. Lalu setelah itu, tak lupa juga Mizuki memberikan satu bungkus garam pada Dennis untuk penyelesaian.


"Ah, terima kasih lagi!" ucap Dennis setelah ia menerima bungkus garam itu.


Sebelum Dennis pergi melangkah untuk membantu Rei, ia pun menghembuskan nafas dulu untuk menenangkan dirinya. Lalu setelah ia siap, Dennis pun langsung berlari menghampiri Rei sambil menodongkan ujung tongkat besi yang tajam itu.


"Kak Reeeiii... minggir!" Dennis berteriak.


Rei pun menengok ke belakang, dan langsung menyingkir dari hadapan hantu Teke-teke itu. "Dennis! Tusuk kepalanya!" Rei berteriak.


"Baik, kak!"


Dennis berlari mendekati hantu setengah badan itu. Ia sudah membibik kepala si Teke-teke. Tapi saat tombak itu hampir menyentuh kepala si hantu, tiba-tiba saja Teke-teke itu menghindari serangan Dennis.


Lalu Hantu Teke-teke melompat ke atas dan berniat untuk menyerang kepala Dennis dengan kukunya. Tapi ternyata tidak berhasil. Karena Rei sudah memukul hantu itu sampai ia terjatuh ke bawah. Rei sudah diberi senjata miliknya oleh Mizuki, yaitu sebuah sekop bergagang panjang.


"Sekarang, Dennis!" Rei berteriak.


Dennis mengangguk. Lalu dengan cepat, ia mengarahkan tongkatnya pada hantu yang sudah terjatuh itu. Lalu....


JLEB!


Dennis berhasil menusuk kepala hantu Teke-teke. Darah dari kepalanya yang tertusuk itu muncrat ke wajah Dennis. Tanpa mempedulikan kotoran merah yang menempel di wajahnya, Dennis langsung merauk segenggam garam di tangannya. Lalu langsung menjatuhkan garam itu ke arah si Teke-teke.


Dan akhirnya... hantu itu, bisa meleleh, berubah jadi abu dan lenyap dari hadapan Dennis. Setelah mengalahkan hantu itu, Dennis menghembuskan nafas lega. Ia merasa bangga pada dirinya karena dirinya juga bisa mengalahkan hantu berbahaya!


Sekarang... yang tersisah hanya... si hantu manusia tanpa kepala!


Akihiro tertawa. "Hehe... ini mudah! Hanya tinggal dia sendiri, kan? Mizuki, berikan aku senjata!"

__ADS_1


"I–ini...."


"Ah, terima kasih! Wah... sebuah Garpu Rumput, ya? Hehe... ini akan mudah untuk melukai makhluk itu."


"Tunggu Dian, dia itu hantu utamanya... bisa saja dia...."


"Ah, tidak perlu cemas, Rei... aku bisa menangani ini sendirian, kok! Lihat dan perhatikan!" Akihiro berjalan mendekati hantu tanpa kepala itu sambil menodongkan senjatanya.


Semakin mendekat, semakin mendekat. Karena belum terjadi apa-apa, Akihiro jadi semakin tenang karena ia anggap kalau hantu itu tidak ada apa-apanya. Dari tadi hantu itu selalu diam berdiri saja.


KREET....


Tapi saat Akihiro menghentakan kaki kanannya, tiba-tiba lantai kayu yang ia injak itu berbunyi. Seketika, hantu tanpa kepala itu menggerakkan badannya. Badannya langsung mengarah ke hadapan Akihiro.


Akihiro sendiri sangat terkejut. Lalu dengan cepat, ia langsung mendorong senjatanya sampai ujung Garpu Rumput yang dipegang Akihiro itu menancap tepat di perut si hantu.


Tidak ada darah yang keluar. Dan hantu itu jadi tidak bergerak. Hantu itu tetap diam saja. Akihiro menelengkan kepalanya bingung. Kenapa hantu yang satu itu tidak mengeluh kesakitan seperti hantu yang lainnya.


"Akihiro jangan diam saja! Cepat langsung hancurkan saja dia!" Rei berteriak.


Akihiro mengangguk paham. Ia pun menarik kembali senjatanya, lalu setah itu Akihiro kembali mengayunkan Garpu Rumput itu dan menebas tubuh Hantu itu sampai terbelah dua.


Hantu itu sudah terjatuh. Tanpa darah sedikit pun. Lalu tak lama kemudian, potongan tubuh itu meleleh dan berubah menjadi abu berwarna hitam yang mengumpul dan berterbangan.


Bayangan itu, tidak berbicara. Ia hanya mengeluarkan suara erangan. Bulatan merah yang menjadi matanya itu tertutup, lalu tiba-tiba saja bayangan itu melayang cepat menabrak Akihiro sampai terjatuh.


Tapi dirinya hanya ditabrak saja dan untungnya Akihiro baik-baik saja. Kemudian, bayangan misterius itu melayang ke arah Rei. Tapi Rei masih bisa menghindarinya.


"Tidak. Apa yang dilakukan hantu itu?!" batin Rei sedikit panik. Karena ia tidak merasakan apa-apa yang ada di dalam hantu itu. Ia bahkan tidak tahu hantu itu punya niat baik atau jahat.


Saat ini, bayangan itu hanya berputar-putar saja di langit-langit rumah Neneknya Dennis. Lalu secara perlahan sosok hantu itu mulai memudar dan menghilang.


Semuanya terkejut. Sekarang ke mana perginya hantu itu? Apa dia sudah pergi atau hanya bersembunyi saja? Tapi tetap saja semuanya harus waspada karena mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan hantu itu.


BRAK!


Semuanya terkejut saat melihat meja yang ada di depan Mizuki tiba-tiba saja terlempar ke arah pintu dengan sendirinya. Lalu tak lama kemudian, lemari besar yang ada di belakang Rei dan Dennis tiba-tiba saja bergoyang dan akan terjatuh menimpa mereka berdua.


Tapi beruntung, Rei dan Dennis masih bisa menghindar. Setelah lemari itu terjatuh, akhirnya bayangan hitam itu dapat terlihat lagi. Dia ada dibalik lemari besar tadi.


WUUUSHH....

__ADS_1


Bayangan hitam itu kembali menghilang dengan cepat. Semuanya mencari keberadaannya. Ke mana perginya hantu itu?!


Suasana jadi hening. Mereka tidak menemukan apa-apa lagi. Benda yang bergerak dengan sendirinya juga sudah tidak ada. Apakah hantu itu sudah pergi? Kalau begitu, berarti semuanya kembali aman.


"Haha... ternyata aku berhasil mengalahkan hantu itu." Akihiro berbangga diri. "Ini semua berkat diriku, hehe...."


"Tidak, Dian... aku masih bisa merasakan keberadaan makhluk itu." Rei melirikkan matanya ke sekitarnya. Ia berusaha untuk mencari hantu yang menghilang itu.


"Dia dekat sekali!" Semuanya terkejut. Tiba-tiba saja Yuni berteriak. "Dennis, hati-hati! Hantu itu–"


"Eh?!" Dennis merasakan ada seseorang yang memeluk tubuhnya. Lalu tak lama kemudian tubuhnya melayang secara perlahan. "Ke–kenapa ini?! Kak Rei tolong aku!"


"Dennis!" Rei berusaha untuk menarik kaki Dennis, tapi tiba-tiba saja tubuh Dennis melayang cepat dan menghantam tembok yang berada di dekat pintu depan.


"Ka... kak... tolong... Uwaaaaa!" Dennis berteriak ketakutan saat sesuatu yang tidak terlihat telah membawanya terbang dengan cepat. Lalu makhluk itu membawa Dennis keluar dari rumah Neneknya.


Semuanya terkejut dan langsung pergi mengejar Dennis. Tapi saat di depan teras, mereka sudah kehilangan jejak hantu yang telah membawa Dennis pergi itu.


"Kak Dennis menghilang!" Adel terlihat ketakutan. Ia cemas karena kakaknya telah diculik oleh hantu tak kasat mata itu.


"Tenang saja. Dennis pasti belum jauh. Ayo kita kejar!"


"Tapi Rei, pintu rumahnya blom dikunci."


"Lupakan pintu rumah, sekarang ayo kita kejar hantu itu. Aku tahu dia masih belum jauh."


"Tunggu dulu, Rei. Aku menemukan ini." Yuni menegur Rei. Rei pun menghentikan langkahnya dan langsung menengok ke arah Yuni.


"Ada apa?"


"Ini. Ponsel Dennis terjatuh. Aku menemukannya." Jawab Yuni sambil memberikan ponsel Dennis.


"Coba sini! Biar aku saja yang menyimpan–"


DRRRTTT... DDRRRTTT....


Akihiro terkejut. Tiba-tiba saja ponselnya Dennis mengeluarkan getaran dan suara. Saat dilihat di layar ponselnya ternyata ada telepon masuk dari... Ibunya Dennis!


*


*

__ADS_1


*


To be Continued-


__ADS_2